Bara masuk kedalam rumah mencari- cari keberadaan Tiwi tapi tak di temui nya..
Bara pura-pura meminta minum pada Bik ijah
" kemana isi rumah bik...sepi?" pancing Bara
" tuan Harun belum pulang,kalau nyonya jam segini di kamar Tuan,tuan Raihan juga belum pulang,,non Tiwi di kamar kalau-"
" Raihan biasa pulang malam bik?" potong Bara dia hanya ingin mendengar Tiwi setelah mendapat kan jawaban yang lain tak penting baginya,bahkan Raina pun dia tak ingin tau keberadaan nya..
" terkadang bahkan sampai pagi tuan,,itu sudah biasa" jawab Bik Ijah
" apa tiwi tidak marah?" tanya Bara lagi
" saya tidak tau tuan,saya tak pernah mendengar mereka bertengkar" jawab Bik Ijah
" kenapa Tiwi bisa secuek itu pada suaminya yang tak pulang seharian, padahal rumah tangga mereka cukup harmonis" batin Bara
" apa Tiwi terlalu mencintai Raihan sehingga tak ambil pusing dengan semua kelakuan Raihan" lanjut Bara berpikir keras sambil menyesap minuman nya
***
Bara masuk kedalam kamar nya,dia melihat Raina terbaring di sana, tiba-tiba bayangan Tiwi melintas di benaknya
" kenapa ini,apa kau jatuh cinta pada Tiwi,tidak mungkin dia ipar ku" kesal Bara
Bara membaringkan tubuhnya di sebelah Raina,,sejak menikah belum pernah sekalipun Bara menyentuh Raina karena Raina tak menginginkan nya..
Bara lelaki normal yang butuh untuk menyalurkan nya tapi Raina sama sekali menolak Bara..
" kau sudah pulang" ucap Raina membuka matanya
" hmmmm" jawab Bara singkat dia sedang tak ingin berdebat dengan Raina
****
hari ini Bara akan berangkat ke kantor,Raina masih enggan untuk bangun,dia masih terbaring nyenyak di ranjang,Bara menyiapkan keperluan nya sendiri dan segera turun kebawah
" mana Raina Bar?" tanya Nyonya Fatyah
" masih tidur ma" jawab Bara apa adanya
" anak itu tak pernah berubah, selalu bangun siang" oceh Nyonya Fatyah
" biar kan saja ma,mungkin kak Raina lelah" ucap Raihan membela kakak nya
" iya ma, namanya juga pengantin baru" timpal pak Harun
Tiwi hanya tersenyum menatap Bara, sedang kan Bara merasa tak enak hati pada Tiwi karena takut Tiwi berpikir yang tidak-tidak padahal kalau pun iya Tiwi tak mempermasalahkan nya mereka sah suami istri...
" Sarapan dulu kak" ucap Tiwi memberikan sepotong sandwich isi telur dan keju
" terimakasih wi" ucap Bara lembut
Bara menatap Raihan yang sedang menghabiskannya makanannya tak ada sedikitpun raut cemburu di wajah Raihan Melihat Tiwi Melayani nya makan
" kenapa Raihan bisa secuek itu,apa rumah tangga mereka juga tak harmonis,tapi mereka terlihat selalu mesra" batin Bara
" papa duluan Bar,," ucap Pak Harun keluar dan di ikuti oleh Nyonya Fatyah
" sayang,,aku juga berangkat.. hati-hati dirumah" ucap Raihan mencium kening Tiwi
" hmmm....dasi nya masih miring" ucap Tiwi membenahi dasi Raihan dan mencium pipi Raihan sekilas
ada perasaan iri dan cemburu dari Bara melihat aksi sepasang suami istri ini, sedang kan diri nya tak pernah di perlakukan seperti itu dengan Raina,, Tiwi benar-benar aktris yang baik dalam peran nya,bahkan Raina pun tak tau dengan penyakit adik nya itu...
" terimakasih..aku berangkat" ucap Raihan pergi,,Raihan bekerja di kantor papa nya meski pun banyak nya hari-hari Raihan di habiskan di club' dan bersama teman-teman nya pesta sex tetapi Raihan masih mau sesekali bekerja...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 222 Episodes
Comments
Irma kadjar
emang gila ,,dan tak waras tapi gua mo lanjut baca
2023-07-19
0
Sunarti
Tiwi slalu mendo bertahan demi pernikahannya yg tdk waras
2023-07-19
0
Rosiyta Sofyan
bru skrnk aq baca novel begini 🤦 isi klwrg ny astaga 🙃🙃😅
2023-07-19
0