sebulan berlalu rumah tangga Raina dan Bara tak ada sedikitpun kemajuan,bila bertemu hanya pertengkaran yang terjadi,Bara lebih banyak menghabiskan waktu nya bersama Tiwi mengobrol kecil hingga bercanda,mereka sudah saling bertukar nomer ponsel,setiap ada kesempatan mereka selalu berdua...
" wi...Raihan tak pernah mengecek ponsel mu?" tanya Bara
" tidak,,dia tidak seposesif mas" ungkap Tiwi
" kau perempuan baik,cantik dan penyayang,,sungguh beruntung Raihan mendapatkan mu wi" ujar Bara
" kak Raina juga begitu mas,,kalian sama-sama kaya,cantik dan pintar" puji Tiwi
" kami di jodohkan wi, sampai saat ini belum bisa saling menerima" jujur Bara
" sabar mas,,ini ujian pernikahan untuk mu" ucap Tiwi tersenyum
saat ini hari Libur, keadaan rumah kosong,Raina pergi ntah kemana,kalau Raihan jangan di tanya lagi dia pagi-pagi sekali pergi dan tak pulang jika Libur sedangkan Papa dan mama mertua mereka sedang berkunjung kerumah orang tuanya
Tiwi dan Bara bebas mengobrol di taman belakang,hanya ada beberapa pelayan di rumah tetapi tak akan mencurigai mereka karena Tiwi sudah terbiasa ramah pada siapa pun
" wi,aku tak pernah melihat mu keluar rumah?" tanya Bara
" a-ku...aku tak suka keluyuran mas" elak Tiwi
" apa keluarga mu masih ada wi?"
" ada,,aku hanya sesekali menjenguk mereka mas,,aku nyaman di sini" bohong Tiwi
" kau benar-benar istri idaman" puji Bara lagi membuat Tiwi menunduk malu
"bagaimana cara kau bisa berkenalan dengan Raihan wi,aku ingin mendengar cerita mu"
" aku anak pelayanan di sini mas,ibuku dulu Bekerja di sini,sejak lahir nyonya Fatyah menyayangi ku,dan menganggap anak,setelah tamat sekolah aku langsung menikah dengan Raihan,karena kami juga saling mengenal aku tak menolak nya "cerita Tiwi
" tapi aku salut pada cinta kalian, meskipun tak di karuniai anak tapi tetap Mesra" ujar Bara lagi
Tiwi hanya tersenyum kecut....
" aku ingin Istirahat dulu mas, semalam aku sulit tidur" ungkap Tiwi,karena semalam dia mendengar Raihan phone sex dengan teman kencan nya, membuat Tiwi mual dan sulit tidur...
Bara mengekori Tiwi dari belakang mereka sama-sama naik kelantai atas,karena kamar mereka berdekatan
" selamat istirahat mas" ucap Tiwi
" wi.." panggil Bara mendekat pada Tiwi
" ya..." Tiwi menjawab singkat tetapi tiba-tiba Bara me**m*t bibir nya
cukup lama Bara menekan tengkuk Tiwi memperdalam ciuman nya, Tiwi terlihat kaku karena dia tak pernah melakukan nya...
" maaf...maaf kan aku wi,, kenapa kamu tidaka bernafas" ucap Bara khawatir
" aku kaget karena tiba-tiba" elak Tiwi,,
" kamu tidak marah wi?" tanya Bara
jujur Tiwi sangat senang karena bisa merasakan ciuman,karena selama ini Raihan tak pernah menyentuh nya di bibir,hanya sebatas kening dan pipi itu pun untuk mempermulus akting mereka
Tiwi menggelengkan kepalanya lalu masuk kedalam kamar...
" bisa-bisa nya aku kelepasan, bagaimana Kalau Tiwi membicarakan pada Raihan,bisa gawat" batin Bara cemas
Tiwi membolak-balik kan tubuhnya,dia merasakan sensasi aneh saat Bara mencium nya,Tiwi memegang bibir nya,,
" jadi ini yang di namakan ciuman,, astaga Tiwi,bibirmu tidak perawan lagi, akhirnya kamu di cium juga, meskipun bukan suami mu yang mencium" gumam Tiwi seperti orang gila
Bara terlihat cemas,,dia takut Tiwi marah dan tak mau lagi bertemu dengan nya, padahal mereka baru saja dekat....
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 222 Episodes
Comments
Rohman Doank61
Sama gilanya,
2023-02-25
1
Louisa Janis
tenang Bara aman kok
2022-12-16
0
Amel Munthe
wehhhh gila tuh si bara main nyosot tiwi,, kasihan amat tiwi udah menikah lama tp bibir msh perawan,, moga berjodoh ma bara meninggalkan keluarga sableng,, 😄
2022-09-21
0