Keesokan harinya,
Zhou Beishang bangun pagi pagi sekali dan sudah mendandani dirinya dengan baik. Dia bahkan menyuruh A Xiang untuk membeli banyak baju baru dengan ukuran yang bagus.
Saat ini, dia sedang duduk berhadapan dengan Bei Zhao, dia menuangkan teh ke dalam cangkir pria itu.
"Apa yang akan kamu lakukan di pagi pagi hari seperti ini ? " Tanya Bei Zhao dengan sinis padanya.
"Aku ? Aku tentu saja harus mendandani diriku sendiri seperti statusku, Bei Wangfei. Jika aku menggunakan pakaian yang biasa maka orang orang akan menghinamu dan mengatakan kalau kamu tidak memberikan yang pada ku. " Ucapnya.
"Aku hari ini akan bertemu dengan ayahku, paling tidak kita harus berpura pura seolah olah adalah sepasang pasangan yang harmonis. " Lanjutnya dengan acuh tak acuh.
"Jadi, hanya ini yang kamu ingin katakan ?" Tanya Bei Zhao sambil mengernyitkan dahi.
"Ya, aku juga akan membeli beberapa pakaian bagus untuk diriku sendiri. Pakaian sebelumnya terlalu lusuh, aku pikir beli di pasar timur cukup baik. Disana murah dan memiliki motif yang bagus. " Ucapnya dengan santai.
"Kau kekurangan uang ?" Tanya Bei Zhao sambil mengernyitkan dahi.
"Hm, Bei Wang bisa mencari tahu sendiri kemana uang yang kamu berikan pada beberapa hari sebelum pernikahan. " Ucapnya dengan tenang.
"Aku pamit dulu. " Dia berjalan mundur sebelum berjalan keluar dari ruangan pribadi milik Bei Zhao.
Disisi lain, Bei Zhao sedang mengusap rambutnya dengan gusar. Dia tentu saja tahu kemana larinya uang yang dia berikan pada Keluarga Zhou.
Di dalam keluarga Zhou terdapat banyak lintah dan untuk sampai ke tangan Zhou Beishang itu pastilah hanya sepersepuluh nya.
"Berikan satu peti perak pada Bei Wangfei dan berikan dia beberapa pakaian bagus, cegah dia untuk pergi ke pasar timur. " Ucap Bei Zhao pada seseorang yang ada di dalam bayangan.
Pasar timur adalah pasar yang di dominasi oleh Rakyat jelata, jika orang orang tahu kalau Bei Wangfei yang terhormat pergi ke pasar sana, bukankah itu sama saja merusak reputasinya ?
"Apa yang kulakukan ini hanyalah untuk menjaga reputasi ku. " Gumam Bei Zhao pada dirinya sendiri.
Di kediaman Bei Wangfei,
Seorang gadis sedang berdiri dan memetik bunga yang telah mekar. Dia menghirup harum dari bunga yang telah mekar sepenuhnya itu.
"Nona, sepertinya anda sedang dalam perasaan yang baik. " Ucap A Xiang.
"Bisa di bilang begitu, aku tidak bisa mengatakan sangat baik. Tapi, sejak aku datang kemari ini adalah yang paling baik. " Ucapnya.
"Setelah pergi ke kediaman Zhou, ayo pergi ke pasar timur !" Ucapnya dengan semangat tapi tidak mengurangi keanggunan nya.
"Pasar timur ? Itu tidak akan baik untuk status anda, nona. " Ucap A Xiang dengan khawatir.
"Tidak masalah, aku datang kesana bukan untuk berbelanja, melainkan menonton pertunjukan bagus. Akan sangat buruk apabila aku melewatkan pertunjukan ini. " Ucap nya dengan mata yang berbinar.
1 Jam kemudian
Matahari telah sepenuhnya terbit, dan tanaman tanaman nya terkena cahaya matahari dengan sempurna. Sebuah kereta kuda yang dihiasi dengan bendera besar yang bertuliskan 'Bei Wang' sudah disiapkan.
Zhou Beishang sudah menyiapkan buah buahan untuk di bawa, sedangkan A Xiang membawa beberapa macam obat sebagai hadiah karena datang ke tempat ayahnya.
Meskipun status Bei Wangfei ini palsu, dia masih harus memerankan nya dengan baik atau kepalsuan ini akan tercium oleh semua orang.
Dia berjalan naik menuju kereta kuda dan duduk di dalamnya dengan hiasan rambut yang berbentuk phoenix, disertai dengan kipas yang bergambarkan bunga di tangan kanannya.
Saat ini, keanggunan nya berada di luar nalar manusia pastinya. Dia cukup percaya diri apabila harus dinilai dari segi kecantikan.
Sesampainya di tempat kediaman Zhou, di sana ada dua orang yang berjaga dan langsung membuka pintu gerbang ketika melihat tandu miliknya.
A Xiang turun dari atas kuda dan berdiri dengan tegap. Sebelum membuka pintu tandu nya dan memegangi tangannya untuk turun dari tandu.
Zhou Yi Nian keluar dari kediamannya dan terkejut melihat kedatangannya yang begitu mewah.
"Bei Wangfei. " Ucap Zhou Yi Nian dengan sopan.
"Jangan sungkan, ayahku. Sejak aku berada di sini maka aku adalah putrimu. " Ucapnya dengan penekanan.
"Aku membawa sedikit hadiah untukmu dan juga aku sangat senang ketika mendengar saudara laki laki akan menikah dengan Putri Surga. " Ucapnya dengan senyum tulus yang dibuat buat.
(Putri Surga disini mengacu pada Putri Mahkota atau Putri kesayangan Kaisar. )
"Kamu terlalu sungkan, ayo masuk. " Ucap Zhou Yi Nian dengan kaku.
Dia berjalan dengan anggun mengikuti langkah Zhou Yi Nian untuk masuk ke dalam kediaman pria itu sedangkan Nyonya Zhou hanya bisa berdiri sambil mengepalkan tangan.
Sesampainya di dalam ruangan,
Zhou Yi Nian duduk di depannya, sedangkan dia menuangkan teh untuk Zhou Yi Nian dan untuk dirinya sendiri tentu saja.
"Katakan, apa yang ingin kamu katakan padaku kemarin ?"Tanya nya dengan tenang.
"Aku kemarin sedang sibuk melayani Bei Wang. " Lanjtnya dengan ambigu.
Sebenarnya itu tidak sepenuhnya salah, dia memang melayani Bei Wang bukan ? Dengan menjadi bantal selama perjalanan ?
Ketika memikirkan hal ini dia benar benar ingin tertawa, sayang sekali di depannya masih ada Zhou Yi Nian sehingga dia hanya bisa tertawa dalam hati.
"Bagaimana kehidupan mu dengan Bei Wang ?" Tanya Zhou Yi Nian.
"Apa maksud ayah ? Semuanya tentu saja baik baik saja." Ucapnya sambil tersenyum palsu.
"Katakan dengan jujur ! Kamu tersenyum tapi tatapan mu memancarkan kesedihan !" Ucap Zhou Yi Nian dengan nada yang meninggi.
"Apa maksud ayah ? Apakah ayah menyumpahi ku untuk memiliki rumah tangga yang buruk dengan Bei Wang ?" Tanya nya dengan tangan yang sedikit gemetar.
Dia berusaha untuk tetap tersenyum ramah.
"Beishang ! Katakan dengan jujur !" Ucap Zhou Yi Nian dengan kalut.
Dia tertawa dan dia berdiri, dia mengibaskan lengan pakaiannya.
"Ayah, siapa yang peduli apakah aku kesulitan atau tidak ? Apakah kamu ingin tahu bahwa aku kesulitan dan ingin mengejek ku ? Sejak kapan kamu begitu peduli padaku ? Kesulitanku, sejak awal bukanlah urusanmu. " Ucapnya dengan dingin.
"Zhou Beishang ! " Teriak Zhou Yi Nian saat tangannya meraih pintu.
Dia menghentikan langkahnya, tangan nya gemetar. Dia hampir tidak bisa mempertahankan ketenangan nya lagi.
"Jika kamu memiliki kesulitan atau apa bila Bei Wang menindasmu, maka kembali lah kemari. Pintu Keluarga Zhou selalu terbuka untukmu. " Ucap Zhou Yi Nian dengan emosi yang tidak dapat dijelaskan.
"Terima kasih, tapi semuanya sudah terlambat. Sudah terlambat. " Gumamnya sebelum membuka pintu dengan kasar.
Dia berjalan keluar dengan langkah yang cepat, wajahnya sangat datar dan tidak mengandung emosi apapun di dalam tatapannya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 306 Episodes
Comments
Kiss me💋
👍
2022-07-30
1
Pendosa
aku bingung,asli bingung, gak paham
2022-04-01
3
Rieanty
lebih baik di sakiti org lain dari pada tersakiti oleh keluarga sendiri
2021-11-11
7