Jalan raya di penuhi dengan iring iringan dari Kediaman Zhou menuju Kediaman Bei Wang, dia yang berada di atas tandu tidak dapat tidak cemas tapi tidak ada apa pun yang terlihat di wajah nya karena dia menggunakan cadar merah.
Cadar nya terlihat sangat indah dengan rambut hiasan Phoenix dan kipas yang berbulu angsa dan baju pernikahan dengan ukuran Phoenix.
Dia turun dari tandu nya sambil di pegang oleh A Xiang yang menggunakan pakaian merah yang sama dengan pelayan pelayan lain.
Dia turun dari tandu dan tidak dapat melihat sekitar yang bisa dia pastikan adalah sangat banyak orang berkerumun untuk melihat.
Dia hanya dapat melihat ke bawah melalui sela sela cadar nya sebelum tangan nya di sambut oleh orang lain, tangan ini lebih kasar dan lebih lebar yang dia ketahui tangan ini adalah milik Bei Zhao.
Tangan nya terus di tarik dan di genggam dengan lembut sampai menuju ke arah altar yang menunjuk kan patung Buddha yang besar, yang bahkan dapat dia lihat dari balik cadar nya.
Seorang biksu di sebelah nya membacakan doa doa untuk nya dan Bei Zhao.
"Hormat kepada Langit dan Bumi !" Ucap biksu di sebelah nya dengan suara tenang.
Dia menunduk ke arah patung di ikuti oleh Bei Zhao.
"Hormat kepada Dewa !" Ucap Biksu itu sekali lagi, dan sekali lagi dia menunduk.
"Hormat kepada pasangan !" Ucap Biksu.
Dia berbalik menghadap Bei Zhao dan menunduk kab kepala dan pada saat itu lah dia bisa melihat wajah Bei Zhao dan tubuh pria itu yang di balut oleh pakaian merah.
Dia benar benar terpesona dengan itu, bajingan di depan nya ini berubah menjadi jauh lebih tampan di banding kan biasa nya.
Tangan nya di tuntun untuk masuk ke kursi, beberapa tamu tampak datang.
"Selamat atas pernikahan mu Bei Wang dan Bei Wangfei, semoga berkah selalu menyertai kehidupan kalian berdua. " Ucap suara seorang pria.
"Terima kasih, Tuan Zhao. " Ucap Bei Zhao dari sebelah nya.
"Selamat atas pernikahan mu Bei Wang dan Bei Wangfei, Yun ini mendoakan agar kalian cepat mendapat kan keturunan dan selalu damai. " Ucap yang lain.
Dia diam diam mendengus di balik cadar nya mendengar pujian pujian palsu ini.
"Bei Wang dan Bei Wangfei adalah pasangan yang di pilih oleh Surga, semoga bertahan sampai 888 tahun. " Ucap yang lain.
"Selamat atas pernikahan Agung milik Bei Wang dan Bei Wangfei, semoga kalian selalu di lindungi dan membawa berkah. "
"Bei Wang dan Bei Wangfei, pasti akan mempunyai keturunan yang cantik dan tampan, seperti orang tua nya. "
Begitu banyak ucapan bahkan membuat telinga nya merasa kaku, seluruh tubuh nya merasa kaku dan dia tidak bisa melihat dengan jelas siapa yang memberikan pujian karena cadar nya.
Singkat nya, dia bisa merasa kan kalau hari sudah malam dan banyak orang yang sudah pulang dia di bawa untuk masuk ke sebuah ruangan oleh beberapa pelayan.
"Berapa lama aku harus menunggu lagi dengan cadar ini ?" Tanya nya pada salah satu pelayan dengan kesal.
"Wangfei harus menunggu sampai Yang Mulia membuka ini di malam pernikahan kalian, Yang Mulia akan datang kemari setelah beberapa saat lagi. " Ucap pelayan itu sebelum berjalan pergi.
Setelah menunggu hampir satu jam, baru lah dia merasa kan ada langkah kaki, dia menghela nafas lega karena akhir nya ada tanda tanda kehidupan.
Seorang pria masuk dengan pakaian merah nya, itu tentu saja adalah Bei Zhao, pemuda itu membuka cadar nya dengan tatapan rumit.
Bei Zhao mendekat kan wajah nya dengan wajah pria itu, dia menghela nafas kala merasa kan nafas pria itu yang menerpa wajah nya.
"Apa yang kau ingin kan ?" Tanya nya.
"Apa yang aku ingin kan ? Menurut mu, apa yang di lakukan oleh pasangan biasa saat malam pernikahan mereka ? Hmm. " Tanya Bei Zhao sambil menahan dagu nya agar tidak menunduk ke bawah.
Seluruh tubuh nya langsung keringat dingin kala mendengar itu, dia tentu saja tahu apa yang di lakukan oleh pasangan biasa.
Wajah nya tidak bisa tidak sedikit memerah, dia menggigit bibir nya sendiri kala Bei Zhao terus menerus mendekat kan wajah pria itu ke wajah nya.
Dia memundur kan kepala nya sampai menempel di dinding, pencahayaan yang remang remang di kamar ini membuat nya merasa kan sesuatu yang aneh.
Bei Zhao mendekat kan wajah pria itu ke telinga nya, dia bisa merasa kan bibir pria itu di telinga nya dan dia merasa itu menimbulkan sensasi yang aneh.
"Zhou Beishang, apa yang ku harap kan dari ku ? Jangan lupa kalau kita hanya di jodoh kan dan tidak memiliki cinta yang mendalam seperti pasangan lain. Kenapa wajah mu memerah, apa kah kau membayangkan sesuatu yang tidak pantas ?" Tanya Bei Zhao menjauhkan wajah nya dari wajah Zhou Beishang.
"Kau !" Dia mengepalkan tangan nya sebelum kembali merubah ekspresi nya, dia tampak tersenyum tipis.
"Bei Wang, kamu lah yang harus di pertanya kan, untuk apa berbisik di saat ruangan ini hanya ada kita berdua ? Apa kah kau berniat untuk mengambil keuntungan dari ku ?" Tanya nya dengan tajam, dia tentu saja tidak akan menerima diri nya di permalukan dengan sia sia.
"Wangfei, kau berpikir terlalu banyak. Aku akan pergi sekarang, aku sudah menyuruh pelayan untuk menata rambut mu dan pakaian mu besok. Kau harus ikut aku ke kamp pelatihan militer besok. "Ucap Bei Zhao berdiri dan meninggal kan nya sendirian.
Setelah Bei Zhao pergi, dia tertawa ringan meski pun tawa itu lebih ke arah menyedihkan. Dia menampar pelan pipi nya sendiri ketika membayangkan hal yang tidak mungkin.
"Aku kecewa lagi, ini lah akibat berekspektasi terlalu tinggi pada sesuatu." Gumam nya dengan helaan nafas.
Dia mengambil sesuatu dari kotak yang merupakan mas kawin milik nya dan menemukan beberapa ramuan sebelum memasukkan nya ke dalam satu mangkuk kecil.
Di sudut ruangan, ada air hangat dan dia berjalan ke arah sana sebelum menuangkan nya ke dalam mangkuk tadi.
Dia menenggak nya sampai habis dan duduk di pinggir ranjang sambil mengcengkram dada nya sendiri. Malam itu dia lewat kan dengan rasa sakit dan menatap bulan purnama.
"Bulan tampak indah dan di kelilingi oleh bintang yang jumlah nya tak terhitung, tapi sebenar nya masih tampak sangat kesepian. Sama seperti diri nya, yang memiliki banyak bawahan, tapi masih merasa kesepian. " Gumam nya dengan pelan.
Suara nya tenggelam dalam gelap nya malam, dia di temani dengan suara burung hantu. Suara setiap tetesan air dapat terdengar di telinga nya, termasuk air yang menetes dari mata nya.
Air mata nya luruh bahkan tanpa dapat di tahan. Tidak ada yang tahu seberapa buruk kehidupan nya di masa depan.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 306 Episodes
Comments
Alfi Ghaf
ku = kau
2023-02-20
1
Alfi Ghaf
menundukkan
2023-02-20
0
Kiss me💋
🍉
2022-07-19
0