Dia meminum obat nya, lalu mulai duduk dan memejamkan mata. Kepala nya tersendiri ke dinding dan menghela nafas.
"Sakit sekali. " Gumam nya.
1 Jam kemudian, rasa sakit telah sepenuhnya menghilang dari tubuhnya. Seperti yang di perkirakan, BEI Zhao mencarinya.
"Bei Wang, telah datang !" Teriak salah satu pelayan rumah di depan kediaman nya.
Dia membuka selimutnya dan menyembunyikan sapu tangan dengan bercak darah milik nya dan duduk sambil menyajikan teh.
"Silakan masuk, Wangye. " Ucap nya dengan anggun.
Dia mempersilakan pria itu untuk duduk di depan nya lalu menuangkan teh untuk orang yang berstatus suami palsunya itu.
"Apa yang terjadi padaku ? Apa yang kamu berikan padaku ?" Tanya Bei Zhao.
"Kenapa tidak menanyakan itu pada diri anda sendiri ? Anda memiliki penyakit yang tidak ku ketahui, jadi kenapa bertanya padaku ?" Tanya nya dengan tenang.
"Apa yang akan kamu lakukan ? Apakah mengatakan pada semua orang dan Kaisar bahwa aku memiliki penyakit ? Maka aku akan membunuhmu. " Ucap Bei Zhao sambil mengeluarkan pedang dan menaruhnya di lehernya.
"Siapa bilang ? Aku tidak pernah bekerja sama dengan Kaisar jika anda tidak tahu. " Ucap nya dengan ringan, tapi sebenarnya merasa sakit.
Semencurigakan itukah dia ? Sampai sampai dicurigai berkomplot dengan Kaisar. Baik dia maupun Bei Zhao hanyalah korban dari keegoisan Kaisar, sayangnya pemuda di depan nya ini tidak mengerti.
"Kamu masih menyangkal ?" Tanya Bei Zhao.
"Wangye, kamu harus tahu batasan mu. " Peringatnya dengan dingin.
Dia memberikan tatapan tajam pada Bei Zhao.
"Menuduh seseorang tanpa bukti, benar benar kemampuan yang hebat. " Lanjutnya dengan sinis.
"Tentang penyakit Wangye, aku sudah mengetahuinya dari seseorang yang tidak perlu Wangye ketahui. Lalu, dengan apa yang ku berikan pada Wangye. Itu adalah darahku. " Ucapnya dengan anggun.
Dia kembali mengisi cangkir teh nya dan menyesapnya dengan perlahan.
"Darahmu ?" Tanya Bei Zhao.
"Ya, aku bisa menyembuhkan mu dengan darahku. Tapi masih membutuhkan waktu mungkin sekitar 1 bulan lagi. Setelah ini aku akan mengobatimu. "Ucapnya tanpa keraguan.
"Setelah itu, apa yang akan kamu lakukan ?" Tanya Bei Zhao.
"Pergi, mungkin. " Gumam nya sambil tersenyum paksa.
"Baguslah, dengan begitu aku bisa sesegera mungkin menyelesaikan hubungan menyebalkan ini. " Ucap Bei Zhao.
"Tapi, apa yang akan kamu buktikan kalau kamu akan menolongku di masa depan ?" Tanya Bei Zhao.
"Aku sudah bersumpah pada langit untuk menolong mu, kamu tidak perlu ragu. Tapi, aku memiliki sebuah syarat. Aku tidak mungkin hanya membantumu tanpa syarat bukan ?" Ucapnya dengan dingin.
"Katakan apa maumu. " Ucap Bei Zhao.
"Aku ingin kebebasan ku, kamu tidak boleh menghukumku lagi. Lalu, kamu harus memperlakukan ku dengan baik, jangan mempermalukan ku. Yang lain, aku akan meminta di lain waktu. " Ucapnya dengan santai.
"Aku mengerti. " Ucap Bei Zhao sebelum berjalan ke depan. Dia menghela nafas dan A Xiang keluar dari sudut ruangan.
"Nona, kenapa tidak meminta tolong Bei Wang untuk mencari Giok Phoenix Abadi ?" Tanya A Xiang.
"Giok Phoenix Abadi adalah benda yang sangat berharga, bisa jadi setelah dia mendapatkan nya dia tidak akan memberikannya padaku. Belum lagi , mungkin saja aku juga akan di selidiki dan milikku juga akan menghilang. Untuk saat ini, aku masih belum bisa mempercayai nya. " Ucap nya sambil menghela nafas berat.
"Aku setuju dengan keputusan Nona, maafkan A Xiang karena telah bertindak gegabah. " Ucap A Xiang.
"Jangan salahkan diri mu sendiri, hal yang terjadi akan terjadi di masa depan tidak dapat di perkirakan. Permintaan ku satu satunya adalah jaga dirimu baik baik apabila aku nanti berada di ujung tanduk, bawa semua saudara untuk pergi. Jangan biarkan mereka melakukan tindakan sia sia. " Ucap nya dengan lembut.
"Bagaimana mungkin begitu ? Nyawa kami adalah milik Nona ! Jika Nona meninggal maka kami juga akan meninggal bersama Nona. " Ucap A Xiang dengan mata yang basah.
"Jangan menangis, aku tidak akan meninggal dalam waktu yang singkat. Kamu sudah besar, di masa depan mungkin aku tidak bisa melihatmu menikah. " Gumam nya dengan mata sendu.
A Xiang sudah mengikutinya dalam waktu yang lama yang membuatnya merasa keterikatan yang dalam dengan gadis ini.
"Nona, demi kamu A Xiang bisa menjadi lebih kuat di setiap saat. Tapi tolong jangan tinggalkan aku. " Ucap A Xiang dengan suara bergetar.
Dia memegang kedua tangan gadis itu dan tersenyum tipis.
"Hidup dan mati bukanlah aku yang menentukan, aku hanya perlu menjalaninya dan menikmatinya dengan baik. Bagaimana kalau besok kita pergi berbelanja ?" Tanya nya.
"Tapi, Bei Wang tidak memberi anda uang. " Ucap A Xiang dengan ragu.
"Tidak masalah, aku akan meminta padanya besok. Jangan khawatirkan soal uang. " Ucapnya.
A Xiang mengangguk dan berjalan keluar, senyuman di wajahnya menghilang dan hanya menyisakan tatapan dingin yang terpantul jelas di cermin tembaga di depannya.
"Apa lagi yang kamu inginkan sebenarnya ?" Tanyanya pada kaca.
"Zhou Yi Nian, kamu telah membuatku jatuh begitu dalam. Apakah masih tidak melepaskanku ? Hutang apa yang aku miliki sampai sampai membuatmu begitu membenciku ?" Tanya nya dengan lembut.
Dia mengeluarkan sebuah gelang yang memiliki rajutan berwarna warni, meskipun tidak terlihat seperti barang mewah tapi dia menyimpannya seperti itu adalah harta yang paling berharga.
Ini adalah pemberian dari ibu nya dan merupakan satu satunya yang bertahan setelah dimakan oleh waktu. Ibunya pernah memberikan pakaian dan celana, tapi pada akhirnya mereka hancur dan kehilangan warnanya.
Hanya ini yang bertahan.
Dia selalu menggunakan ini saat anak anak dan akhirnya melepaskan nya setelah merasa kesal dengan ibunya karena ibunya dia menjadi selalu dihina oleh banyak orang.
Tapi, setelah dewasa dia mengerti bahwa itu bukanlah salah ibunya. Dia menggunakan gelang itu di tangannya dan senyum terbit di wajahnya.
"Apakah aku masih bisa kembali pada saat saat itu ?" Gumam nya.
Yang dia maksud adalah saat saat dia masih bisa merasakan kebahagiaan meskipun di tindas. Dia masih tidak bisa berpikir dan membedakan yang mana jahat dan yang mana baik.
Di sisi lain,
Bei Zhao sedang duduk dan memikirkan ucapannya pada Zhou Bei Shang tadi.
"Apakah kata kataku tadi terlalu kasar untuknya ? Kenapa aku melihat raut wajah sedih di matanya ?" Gumamnya.
"Huft, aku tidak peduli apakah itu menyakiti untuk nya atau tidak. Lagipula kami akan segera berpisah, aku pasti hanya berhalusinasi soal tatapan sedihnya itu, lagipula bahkan ketika dia di hukum pun dia tidak menunjukkan raut wajah kesedihan." Dia mendengus.
Dia memilih untuk tidak memperdulikan Zhou Beishang dan menatap ke arah pesan yang ada di depan mejanya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 306 Episodes
Comments
Kartika Lina
bukan tidak menunjukkan tapi apa gunanya juga jika terlihat
2024-05-23
0
Kiss me💋
☕
2022-07-29
1
Awwalun
suami durhaka,pengwn getok kepalanya pake batu biar sadae sdikit saja
2022-06-20
2