Sudah 3 hari berlalu, wajah Zhou Beishang masih sepucat biasa nya. Kulit nya yang putih, halus dan bersih membuat nya banyak di lirik orang lain.
Ada puluhan pejabat yang berniat untuk menjadikan nya sebagai istri simpanan, yang hanya akan di pakai untuk bersenang senang.
Biasa nya orang orang yang cacat seperti nya akan pasrah dengan nasib nya sebagai istri simpanan, tapi bagi seseorang dengan harga diri yang tinggi seperti nya.
Bagai mana mungkin dia bersedia untuk menjadi istri simpanan, tidak ada juga orang yang berniat untuk memaksa nya secara langsung karena bagai mana pun dia masih lah seorang putri Perdana Menteri.
Selama dia masih menggunakan marga Zhou maka orang orang masih akan memandang ayah nya, Zhou Yi Nian.
Alasan ini juga yang membuat nya enggan kabur dari rumah meski pun bisa, lalu jika memang benar dia di tunang kan dengan Bei Wang.
Maka, tidak akan ada orang lagi yang berani untuk menganggu nya. Pasukan rahasia milik nya tidak boleh bergerak jika tidak ada yang benar benar penting.
"Nona, apa kah anda sudah siap ?" Tanya A Xiang dari balik pintu.
"Sudah." Jawab nya, dia menggunakan gaun putih yang panjang.
Dia berjalan ke depan, puluhan pasang mata menatap nya dengan tatapan tak bersahabat, dia memandang sekeliling nya.
Tempat ini sudah lumayan banyak yang berubah, sudah hampir 2 tahun dia tidak berjalan ke halaman depan dan hanya mengurung diri di halaman belakang.
"Salam kepada ayah, Beishang membawakan sebuah sapu tangan yang Beishang rajut sendiri. " Ucap nya sambil menunduk kan kepala dan memberikan sebuah sapu tangan dengan motif naga.
Zhou Yi Nian tampak diam saja dan hanya mengangguk sebelum melempar kan sapu tangan buatan nya ke pelayan di belakang.
Dia berjalan ke belakang secara teratur ke bagian luar kerumunan. Dia menatap Zhou Yi Nian dengan tatapan dalam.
Di dunia ini, hanya tersisa Zhou Yi Nian sendirian yang menjadi keluarga nya. Ibu nya adalah seorang pelacur yang hamil karena kecerobohan Zhou Yi Nian.
Ibu nya meninggal saat melahirkan nya, karena kehamilan ibu nya juga lah, istri sah Zhou Yi Nian keguguran karena marah.
Jadi, bisa di bilang dia adalah orang yang tidak di ingin kan. Jika dia bisa, maka dia lebih memilih untuk lahir dari keluarga sederhana dengan penuh kasih sayang di banding kan seperti ini.
"Ayah, Ling Ling membawakan sebuah pedang yang aku dapat kan di pelelangan !" Kata Zhou Ling Ling, kakak pertama nya yang paling berbakat.
Zhou Yi Nian tersenyum dengan bangga, dan berdiri untuk memeluk putri nya.
"Pedang ini sangat bagus, aku akan menyimpan nya untuk ku. " Kata Zhou Yi Nian dengan senyum bangga nya menyimpan pedang pemberian Zhou Ling Ling.
Putra putri Zhou Yi Nian yang lain juga maju untuk memberikan hadiah, mereka tampak seperti keluarga bahagia tanpa diri nya.
"Nona, mereka keterlaluan !" Kata A Xiang tidak tahan lagi.
Dia menahan tangan A Xiang.
"Semua terjadi karena sebab dan akibat, biarlah semua nya berjalan seperti yang semesti nya. Paling tidak sapu tangan yang ku buat tidak di bakar bukan ?" Ucap nya sambil tertawa ringan.
"Kalian berlima, duduk lah di dalam gerbang kereta bersama ku dan ibu kalian !"Kata Zhou Yi Nian.
Orang orang segera masuk ke dalam kereta kuda milik Zhou Yi Nian yang sangat mewah dan megah. Tepat saat dia ingin masuk, Zhou Ling Ling menghadang nya.
"Kereta ini sudah penuh, kau jalan kaki saja menuju istana !" Kata Zhou Ling Ling dan menutup pintu.
Zhou Yi Nian yang melihat itu hanya diam saja, dia diam dan tidak berusaha untuk berdebat sebelum tertawa ringan.
"A Xiang, siapkan kuda untuk ku !" Ucap nya, tatapan nya berubah.
"Zhou Yi Nian, aku yang memaksa ku. " Gumam nya saat melihat kereta kuda pergi.
"Aku sudah bersabar selama 17 tahun untuk kasih sayang mu, aku melakukan yang terbaik, tapi ternyata kau tidak menghargai nya. Memang , lebih baik berpisah dari pada tetap tersiksa dengan hubungan ayah dan anak yang menyakitkan ini. " Gumam nya, A Xiang datang membawa seekor kuda hitam.
Dia naik ke atas dengan mudah yang di susul oleh A Xiang. Pelayan nya yang mengendalikan kuda ini, bukan karena dia tidak bisa.
Hanya saja dia malas, untuk tubuh nya yang lemah ini. Mengendalikan kuda, sama seperti hampir berlari mengelilingi kediaman Perdana Menteri.
Dia selalu bertanya tanya, apa salah nya ? Dia bukan lah orang yang meminta untuk di lahir kan, lalu kenapa dia yang menanggung semua nya ?
Dia juga bertanya tanya, apa kah wajar merasa sakit hati saat melihat penolakan dan sikap dingin yang di tujukan oleh Zhou Yi Nian pada nya ?
Tidak terasa, mereka berdua sudah dekat dengan Kekaisaran.
"Simpan kuda ini terlebih dahulu , ingat lah untuk terus bersabar sampai perintah ku keluar. " Ucap nya dengan tegas dan meloncat turun.
Dia berjalan kaki menuju Istana yang di susul oleh A Xiang setelah menitip kan kuda ke salah satu mata mata mereka di sini.
Mereka berjalan berdampingan, ketika berjalan menuju istana. Mereka di halangi oleh pengawal.
"Kalian tidak boleh masuk !" Kata pengawal.
"Kami adalah anggota kediaman Perdana Menteri, Zhou Beishang. Aku mendapat kan undangan dari Yang Mulia secara langsung, apa kah kalian berniat untuk menentang perintah Yang Mulia ?" Tanya nya sambil mengeluarkan undangan yang bertuliskan nama nya.
Pengawal itu tampak salah tingkah di tanya seperti itu dan membiarkan nya berjalan masuk ke dalam pekarangan istana.
Membutuhkan waktu lebih dari 10 menit untuk berjalan ke dalam istana, mereka kembali di tahan oleh pengawal.
"Kami memiliki undangan dari Yang Mulia. " Kata A Xiang dengan bosan, sambil mengeluarkan undangan.
"Silakan masuk Nona Zhou. " Kata Pengawal itu mengangguk setelah memastikan kalau undangan itu asli.
Ketika dia berjalan ke dalam, dia melihat Zhou Yi Nian dan anak anak nya yang sedang duduk. Yang membuat nya mengerutkan dahi adalah tidak ada kursi kosong lagi untuk diri nya.
Dia tetap berusaha untuk tenang dan berjalan ke depan menuju tempat Kaisar dan Permaisuri.
"Salam kepada Yang Mulia dan Permaisuri, semoga kalian selalu di berkati dan di beri umur panjang. " Ucap nya berlutut di depan sepasang suami istri itu.
"Bangunlah, siapa nama mu ?" Tanya Kaisar sedikit bingung.
"Hamba ini adalah Zhou Beishang , putri bungsu dari kediaman Perdana Menteri. Terima kasih telah mengundang ku, Yang Mulia !" Ucap nya dengan suara lantang.
Kaisar tampak terkejut dengan kata kata nya dan secara refleks melihat ke arah Perdana Menteri Zhou. Dahi Kaisar tampak mengerut kala melihat kursi yang kurang satu.
"Nona Zhou, aku memang mengundang mu karena aku dengar keadaan mu membaik belakangan ini. " Kata Kaisar mengalihkan topik pembicaraan dan menyuruh orang untuk diam diam mengambil kursi.
Jika kabar ini di dengar sampai ke telinga orang banyak, maka Dinasti Qin pasti akan menjadi bahan tertawaan banyak orang.
"Terima kasih atas perhatian yang di berikan Yang Mulia pada Zhou ini. Memang belakangan ini, tubuh ku yang lemah ini membaik. " Ucap nya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 306 Episodes
Comments
Bing Ruyue
kau yang memaksaku mungkin yaa
2024-04-22
1
Alfi Ghaf
aku memaksa aku?
2023-02-20
0
Bayu_offc
wah ceritanya bagus,semangat ya kak bikin novelnya
2023-01-06
1