Dia berusaha untuk menormalkan nafas nya, dan kembali tersenyum tipis ke arah Zhou Yi Nian dan Zhou Nan Xian.
"Perdana Menteri Zhou, aku mendapat saran dari Bei Wangfei kalau anda memiliki putra yang sangat berbakat. Aku pikir ini baik, Putri kesayangan ku sudah mencapai usia untuk menikah. " Ucap Kaisar dengan tenang.
Wajah Zhou Yi Nian berubah menjadi muram kala melihat senyuman lebar nya. Dia hanya diam dan berpura pura tidak melihat wajah muram Zhou Yi Nian.
"Wangye, kenapa anda tampak muram juga ?" Tanya nya sambil menaik kan salah satu alis nya.
Dia melihat ke arah Bei Zhao yang tampak menahan sesuatu dengan wajah muram, dia tersenyum di dalam hati.
30 menit kemudian
"Kalau begitu, akan ku putuskan bahwa putri kesayangan ku akan bertunangan dengan putra perdana menteri Zhou. " Ucap Kaisar dengan senyum palsu.
"Terima kasih atas berkah yang di berikan oleh Yang Mulia pada keluarga kecilku !" Ucap Perdana Menteri Zhou sambil melakukan sujud, di ikuti oleh Zhou Nan Xian.
"Kalau begitu, aku dan Wangfei ku akan pamit. " Ucap Bei Zhao.
Kaisar mengangguk, dia menunduk kan kepala nya pada Zhou Yi Nian dengan senyum berbahaya yang tersembunyi.
Dia menggandeng tangan Bei Zhao, langkah pria itu menjadi kurang stabil. Tapi, dia masih membantu pria itu untuk berdiri dengan baik.
Sampai akhir nya ketika mereka masuk ke dalam kereta kuda, Bei Zhao pingsan di pelukan nya. Dia hanya menatap Bei Zhao dengan tenang, tidak memiliki kepanikan apa pun.
Kereta kuda mulai berjalan keluar dari pekarangan Istana, dia melirik ke belakang hanya untuk melihat 10 orang berbaju hitam mengikutinya.
Dia memejamkan mata dan mengelus rambut Bei Zhao, pria dalam pelukannya tampak mengerutkan dahi seperti sedang menahan rasa sakit.
Dia menempelkan telapak tangannya di dahi Bei Zhao sebelum menyadari kalau dahi Bei Zhao sangat panas.
"Huft, kamu menanggung ini selama lebih dari sepuluh tahun. Apakah ini lebih baik dari kematian ?" Gunam nya dengan mengambil pisau.
Dia melirik ke samping sebelum tirai dibuka, dia melempar pisau itu. Pisau itu mendarat tepat di kepala orang yang menarik tirai Kereta Kuda.
"Nona, apakah anda baik baik saja ?!" Tanya A Xiang.
"Baik, jaga lebih ketat lagi. Saat ini Bei Wang sedang tidak dalam keadaan baik. Orang orang telah mengetahui kelemahan Bei Wang, bawa mayat orang itu dan periksa !" Perintahnya dengan dingin.
"Tentu !" A Xiang langsung menarik mayat itu.
Sedangkan dia kembali menghela nafas kala tirai nya kembali tertutup, dia mengeluarkan pisau lainnya dari tas pinggang yang tersembunyi di lapisan kedua pakaiannya.
Jika orang tidak meneliti tubuhnya dengan sangat teliti, maka mereka tidak akan sadar kalau ditubuhnya ada lebih dari 10 pisau.
Buktinya, dia bisa masuk ke dalam Istana dengan pisau pisau miliknya. Ada beberapa yang dilapisi racun, ada juga yang tidak.
Dia adalah seorang wanita yang tidak memiliki tenaga dalam, maka dia harus menggunakan kepintaran nya untuk menjaga diri.
Dia tidak bisa terus mengandalkan seseorang, hanya bisa mengandalkan diri sendiri. Dia mengelus rambut Bei Zhao sekali lagi.
"Terima kasih karena telah menolongku, di masa lalu. Jika kamu tidak menolong, maka mungkin aku tidak akan bertemu denganmu di sini. " Gumamnya.
Dia mengangkat pisau nya dan menggoreskan nya di jarinya, dia membuka mulut Bei Zhao dengan sedikit paksaan.
Darah mengalir ke dalam mulut Bei Zhao tanpa dapat di kendalikan. Setelah memastikan sudah masuk lebih dari 3 tetes, dia mengangkat tangannya.
Dia mengeluarkan kain kasa steril untuk membalut luka di jarinya. Wajah Bei Zhao perlahan lahan kehilangan kerutan.
"Kamu mungkin tidak pernah menyadari apa yang kurasakan sampai waktuku habis, tapi bisa berada di sampingmu untuk sementara waktu , aku tidak berani untuk meminta lebih banyak lagi. " Gumam nya.
Tess
Setetes air mata mengalir ke wajahnya yang sempurna dan halus seperti porselen. Dia menyeka air mata nya dengan kasar kala ada yang mengetuk kereta kudanya.
"Wangfei, Tuan Zhou ingin bertemu dengan anda. " Ucap A Xiang.
"Tolak, bilang padanya bahwa aku akan menemuinya besok. " Ucapnya dengan suara serak.
"Tolong percepat laju kuda !" Perintahnya pada kusir di depan.
Dia memandang A Xiang yang berdiri terdiam di belakang, kereta kuda mulai melaju dengan kecepatan tinggi. Dia hanya duduk dan memeluk tubuh Bei Zhao.
"Ayah, tidak peduli seberapa aku membencimu. Aku masih tidak bisa bertentangan langsung denganmu, maafkan aku. " Gumam nya.
Air mata yang sejak tadi di tahannya kembali menetes.
"Pada kenyataannya, apa yang ku katakan dengan apa yang ku lakukan selalu berbeda. Aku tidak tahan untuk melihatmu saat ini. " Lanjutnya sambil memandang ke belakang.
"Maafkan aku ayah. " Gumam nya.
Dia memukul dada nya sendiri, berharap jika dia bisa bernafas dengan benar. Dia ingin menghentikan air matanya sendiri, tapi tidak bisa melakukan nya.
Dia ingin membuat dirinya sendiri menjadi lebih kuat dan tidak mudah menangis, tapi itu sama saja seperti sedang menguras air laut.
(Maksudnya adalah tindakan yang sia sia. )
"Aku akan mendapatkan Giok Phoenix Abadi secepat mungkin. " Gumam nya dengan penuh tekad.
Kereta kuda terus melaju ke kediaman Bei Wang tanpa hambatan, sesampainya di sana, bawahan setia milik Bei Zhao sudah menunggu dan melihat Bei Zhao yang berada di pelukannya.
"Bawa Tuan mu ke kamarnya. Dia akan kembali sadar dalam 1 jam. "Ucap nya dengan dingin, dia menyerahkan Bei Zhao ke bawahan setia Bei Zhao.
Bawahan Bei Zhao tampak mengerti dan segera membawa Tuan nya ke kamar. Sedangkan dia kembali ke paviliun nya yang sepi tapi di penuhi dengan harum bunga.
Dia duduk di kursi yang ada di sana lalu mulai. mengambil obat yang ada di atas meja lalu mulai mengobati jari nya.
Dengan obat yang di ciptakan oleh nya ini, bekas luka di jarinya akan menghilang dalam waktu 1 jam. Setelah mengoleskan obat, dia mengganti kain kasa sebelumnya yang sudah basah oleh darah.
Lalu, dia berjalan menuju kasur nya sebelum masuk seseorang ke dalam kamarnya. Dia bahkan tidak perlu menoleh lagi untuk melihat siapa yang masuk.
"Nona, apakah anda yakin ingin datang besok ? Kesehatanmu sedang memburuk. " Ucap A Xiang.
Ya, yang masuk itu adalah A Xiang yang menyusul.
"Tidak apa apa, jika ingin menunggu kondisi tubuhku tidak buruk, kapan itu baru terjadi ? " Tanya nya sambil bercanda.
Tubuhnya tidak pernah dalam kondisi yang benar benar sehat sebelum kembali terluka lagi.
Uhukk Uhukk
Dia terbatuk dan A Xiang segera menyerahkan sapu tangan putih dengan ukiran bunga begonia di atasnya. Setelah dia selesai terbatuk, bercak merah tampak menutupi ukiran bunga begonia itu.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 306 Episodes
Comments
Eka Haslinda
kehidupan MC nya macam derita banget..
2024-11-07
0
Kartika Lina
tiap chapternya selalu menguras airmata 😭😭😭😭😭
2024-05-23
0
Syiffa Aulia
semangat kak
2023-02-14
0