Dia naik ke kereta kuda dengan perasaan kesal, setelah kereta kuda keluar dari pekarangan Istana.
Bei Zhao mengambil ancang ancang untuk turun, ini membuat dahi nya mengerut.
"Kamu akan pergi kemana ?" Tanya nya.
"Aku akan pergi ke suatu tempat, pergi lah ke kediaman Perdana Menteri. " Ucap Bei Zhao sebelum turun dari kereta kuda.
Satu dari tiga kuda yang di gunakan untuk menarik kereta di lepaskan dan di naiki oleh Bei Zhao, dia menatap pemuda itu yang menaiki kuda membela kerumunan orang orang tanpa memiliki waktu untuk mencerna semua nya.
"Dia.......... benar benar meninggal kan aku sendiri untuk pergi ke tempat Zhou Yi Nian ? " Tanya nya dengan tatapan kosong.
Dia belum sempat mencerna semua nya dan Bei Zhao sudah menghilang dari pandangan nya, dia mengeluarkan pisau nya dan menatap ke arah lengan nya yang penuh dengan bekas luka.
Shttt
Suara desisan terdengar dari gesekan pisau dan tangan nya, rasa sakit dari tangan nya mencegah air mata yang akan menetes di wajah nya.
Setelah beberapa saat dia kembali membalut luka tersebut dan menutupi nya dengan lengan pakaian milik nya.
"Nona ! Apa yang anda lakukan ?" Tanya A Xiang dengan khawatir.
"Tidak apa apa, aku baik baik saja. Ayo pergi ke kediaman Perdana Menteri, beri tahu aku siapa nama Nyonya Zhou ?" Tanya nya.
"Xie Bei Chuan, nona tertua dari keluarga Jenderal Xie yang menjaga bagian utara, ini merupakan saingan Bei Wang. " Ucap A Xiang menjelaskan.
Dia mengangguk mengerti dan memijat pelipis nya, dia harus hati hati dengan Xie Bei Chuan ini yang pasti akan berusaha untuk membuat nya marah.
"Ayo pergi ke Kediaman Perdana Menteri !" Perintah nya.
"Baik." A Xiang menjawab dengan ragu, mereka melanjutkan perjalanan.
Dia memandang luka yang dia buat tadi dan menghela nafas.
"Jika bisa, maka aku akan memilih untuk mati di banding kan hidup seperti ini. Aku merasa takdir mempermainkan ku. " Ucap nya sambil tertawa ringan.
Luka adalah cara nya untuk melampuaskan kemarahan nya, kekecewaan, rasa sakit diri nya, A Xiang selalu melarang nya untuk melakukan ini.
Tapi tidak ada yang bisa dia lakukan, rasa dari luka ini benar benar membutakan diri nya. Dia memejam kan mata dan berusaha untuk tidur.
Dia berharap kalau begitu bangun dan menyadari kalau semua ini hanya lah mimpi buruk dan begitu terbangun dia masih berada di kediaman Perdana Menteri.
Saat ini, dia bagaikan berhasil lolos dari kandang ayam pergi menuju kandang singa, bukan kah ini adalah tindakan bodoh ?
Dan ini hanya dapat di lakukan oleh nya, helaan nafas kembali terdengar dari nya. Dia merasa kereta sudah berhenti dan A Xiang membuka pintu Kereta Kuda.
Dia turun dari kereta sambil memegang tangan A Xiang, gadis itu tampak nya tahu kalau dia sedang gugup dan menggenggam tangan nya cukup erat.
"Nona, jangan halangi aku kalau misal nya mereka kelewatan. Kami, tidak takut pada kematian, kami hanya takut kalau kami tidak bisa melindungi nona dengan baik. " Ucap A Xiang dengan suara pelan.
"Bicara apa kau ? Kalian harus hidup dengan baik, aku membentuk kalian bukan untuk menjadi tameng ku, aku ingin kalian menolong banyak orang yang membutuh kan. Jika kalian semua meninggal dan menyisakan aku sendiri, apa guna nya hal tersebut ? Kita harus menghindari sebisa kita pada konflik. " Ucap nya dengan tenang.
Di depan nya ada Zhou Yi Nian dan Xie Bei Chuan.
"Salam kepada Tuan Zhou dan Nyonya Zhou !" Ucap nya dengan sopan.
"Di mana Bei Wang ?" Tanya Zhou Yi Nian sambil mengerut kan dahi.
"Bei Wang saya memiliki pekerjaan yang harus di kerja kan. " Ucap nya dengan tenang.
"Ha ha ha bilang saja kalau kamu adalah istri yang tidak di ingin kan, kamu harus sadar diri akan hal itu. " Ucap Xie Bei Chuan dengan sinis.
Baru saja Zhou Yi Nian akan berbicara, dia sudah lebih dahulu menanggapi hal ini dengan tawa pelan.
"Nyonya Zhou tahu bagai mana cara nya memberikan lawakan, Bei Wang saya tidak bisa datang kemari karena harus menyelesaikan suatu tugas. Tugas ini seharus nya dapat di selesaikan semalam, tapi karena semalam kami sibuk, Bei Wang terpaksa menunda pekerjaan nya. Bagai mana mungkin aku berani menunda pekerjaan yang di beri kan oleh Yang Mulia Kaisar pada Bei Wang terlalu lama ?" Tanya nya dengan senyum tipis.
Tentu saja yang dia kata kan tidak benar, itu hanya karangan milik nya. Dia saja tidak tahu kemana Bei Wang pergi semalam.
"Oh ya ? Kalau begitu mana bukti nya kalau kalian berdua bersama semalam ?" Tanya Xie Bei Chuan.
"Nyonya Zhou, tampak nya anda sangat perhatian dengan nona ku. Apa kah kamu tidak akan mengurus putri mu yang sekarang sudah menjadi cacat yang tak berguna ?!" Tanya A Xiang meledak.
A Xiang sudah tidak tahan lagi dengan semua penghinaan yang di tujukan pada nona nya.
"Kamu ! Berani berani nya !" Teriak Xie Bei Chuan marah dan bersiap untuk menampar A Xiang, tapi dia sudah terlebih dahulu menahan tangan Xie Bei Chuan.
"Kamu tidak pantas untuk melukai pelayan ku, lagi pula apa yang di kata kan nya adalah kebenaran !" Ucap nya dengan marah.
"Kau !!! Tuan ku, putri mu sangat kurang ajar pada ku. " Ucap Xie Bei Chuan mengadu pada Zhou Yi Nian.
Dia menatap ke arah Zhou Yi Nian dan melihat apa yang ingin di kata kan oleh ayah nya itu.
"Beishang, jangan membuat keributan lagi, pergi lah ke papan nama peringatan ibu mu dan berikan hormat pada nya. " Perintah Zhou Yi Nian tanpa menoleh.
Tangan nya mengepal dengan erat di balik pakaian nya, jelas jelas bukan dia yang memulai keributan ini semua. Dia berjalan ke arah paviliun Zhou Yi Nian dan pergi ke papan nama peringatan milik ibu nya.
Dia memandang ke lukisan ibu nya yang cantik di sertai dengan papan nama.
"Ibu, apa kah semua ini salah ku ? Kenapa aku harus menanggung ini semua ? Apa kah ini hukuman yang ibu berikan pada ku ? Jika aku bisa memilih maka aku juga tidak ingin di lahir kan. Kenapa kesalahan kalian, harus aku yang menanggung nya ? Kenapa ?!" Isakan tangis nya tidak dapat di tahan lagi.
Jelas jelas dia hanya membela diri dari serangan kata kata Xie Bei Chuan, tapi Zhou Yi Nian langsung membela Xie Bei Chuan tanpa ragu.
"Ha ha ha, apa kah aku yang salah di sini ? Aku yang menanggung semua nya. Aku lelah di sini, aku tidak bisa meninggal tapi tidak bisa juga bertahan hidup. Apa yang harus aku lakukan ?" Tanya nya dengan air mata.
Jika seharus nya pasangan yang biasa nya akan membawa kebahagiaan di depan papan nama peringatan maka dia berbeda, dia duduk di sana dan mencurahkan semua perasaan nya pada papan nama itu seperti orang gila.
Tidak ada yang mengerti beban yang dia tanggung selama ini.
Note : Author yang nulis ini gak bisa nahan air mata sih, asli sedih banget. Siap siap untuk chapter selanjutnya , pasti lebih berurai air mata, siap siap dengan sikap Bei Zhao di chapter selanjut nya. 😭😭
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 306 Episodes
Comments
sahabat pena
nangis bombay😭😭😭😭😭
2024-07-06
0
Kartika Lina
huwaaaaa 😭😭😭😭😭😭😭😭😭
2024-05-23
0
karenina
mungkin sebenernya ayahnya berbuat begitu supaya anaknya JD kuat..kan ada tuh di chapter yg lalu..curahan hati sebenernya ayahnya
2023-06-09
0