Dia duduk di tepi ranjang nya dan bersiap siap untuk pergi, ketika dia berjalan keluar, dia melihat halaman milik nya yang sudah di penuhi dengan bunga.
Dia melihat kalau ada satu bunga yang sudah mekar dan memetik nya, satu tangkai bunga tersebut dan menghirup nya dalam dalam.
Tapi, secara tidak sengaja dia menginjak air di bawah nya dan tidak bisa menjaga keseimbangan nya.
Dia jatuh ke belakang, ketika memikir kan ini dia memejam kan mata nya dan tidak berani membuka mata nya.
Tapi, tidak ada yang terasa, dia hanya merasa hangat. Ketika dia membuka mata nya dan dia sadar kalau dia sedang berada di pelukan seseorang.
Dia membuka mata nya dan melihat Bei Zhao yang sedang menangkap tubuh nya dengan tatapan yang dalam.
Dia segera berdiri dengan terkejut setelah terpaku selama beberapa saat. Bisa dia pasti kan kalau wajah nya telah memerah.
"Terima kasih Yang Mulia. " Ucap nya sambil menunduk kan kepala nya dalam dalam.
Dia tidak berani mengangkat wajah nya sebelum yakin kalau wajah nya sudah tidak memerah lagi, setelah dia yakin, dia mengangkat kepala nya dan menatap Bei Zhao yang masih belum bergerak seinci pun.
"Yang Mulia, kebetulan salah satu bunga saya ada yang mekar. Ini untuk mu. " Ucap nya sambil memberikan satu tangkai Jin Zhan Hua.
"Bunga ini ?" Tanya Bei Zhao sambil mengambil bunga tersebut.
Dia menatap bunga tersebut dengan perasaan yang tidak bisa di gambar kan, perasaan nya masih kacau jadi tidak ada yang bisa dia lakukan.
"Yang Mulia, aku akan pergi ke Istana saat ini dan mohon pamit kepada mu. Aku awal nya akan pergi ke ruang belajar mu untuk menyampaikan ini, tapi tidak menyangka kalau kamu sudah datang terlebih dahulu. " Ucap nya dengan pelan tapi jelas.
"Biar kan aku yang mengantar mu, aku akan pergi ke Istana juga." Ucap Bei Zhao tanpa ekspresi.
Dia mengangguk dan mengikuti langkah Bei Zhao. Tidak ada guna nya melakukan penolakan yang sia sia.
Ketika sampai di depan, dia terkejut ketika tubuh nya di tarik dengan tiba tiba ke atas kuda dan di peluk dari belakang oleh seseorang.
Begitu dia menoleh, dia melihat wajah tampan Bei Zhao dan satu tangan pemuda itu yang melingkar di pinggang nya seolah olah menjaga nya agar tidak jatuh.
Jantung nya berdebar dengan sangat cepat, siapa yang akan menyangka kalau dia akan di antar menggunakan kuda ?
Dia pikir akan menggunakan kereta kuda ! Dia yakin, Bei Zhao pasti bisa mendengar detak jantung nya yang begitu cepat dan kencang seolah olah akan keluar.
"Yang Mulia, kenapa tidak menggunakan kereta kuda ?" Tanya nya dengan suara yang tertahan.
"Kenapa ? Kamu tidak nyaman ? " Tanya Bei Zhao tanpa mengalihkan pandangan dari jalanan depan.
"Tidak, tidak, aku tidak berani. " Ucap nya dengan buru buru dan memilih untuk tidak melanjut kan kata kata nya lagi.
Suasana di tengah mereka menjadi canggung, tangan kiri Bei Zhao masih melingkar di pinggang nya tanpa bergerak sedikit pun.
Sedang kan tangan kanan nya memegang tapi kekang kuda hitam yang melaju dengan sangat cepat.
Saat ini, posisi nya seperti tampak di peluk dari belakang, wajah Bei Zhao tepat berada di sebelah telinga kanan nya.
Kepala nya menempel di dada bidang milik Bei Zhao dan ini membuat nya tidak berdaya. Terkutuklah dengan begitu lemah hati nya yang bahkan tidak bisa menahan diri dari hal hal seperti ini.
Ini membuat nya frustrasi, pandangan nya menuju ke arah depan di mana semua orang berjalan ke pinggir untuk membuka jalan bagi mereka.
Terdengar sangat banyak sorakan dari sekitar mereka. Dia menatap ke sekitar yang tampak tidak jelas dan agak kabur.
Itu semua karena kecepatan kuda yang membuat semua nya tampak kabur dan tidak jelas, ini membangkitkan rasa pusing dalam diri nya.
Setelah beberapa saat , dia dan Bei Zhao akhir nya sampai di Istana yang megah. Para penjaga tidak berani menahan mereka sedetik pun ketika melihat wajah Bei Zhao.
"Kamu seperti nya sangat terkenal di sini. Aku dengar, bahkan anggota Kekaisaran lain nya masih harus menunjuk kan kartu Identitas mereka untuk masuk ke dalam istana. " Ucap nya dengan antusias.
"Tentu, tapi itu bukan arti yang baik. " Ucap Bei Zhao dengan datar sebelum meloncat turun.
Dia ikut meloncat turun, tapi karena ukuran tubuh nya jauh lebih kecil jadi dia dengan ceroboh hampir terjatuh.
Pluukkk
Ketika dia sudah memejam kan mata nya untuk menerima semua rasa sakit dan malu, tapi tidak ada yang bisa dia rasa kan.
Begitu dia membuka mata nya, yang dia lihat hanya lah mata hitam pekat milik Bei Zhao dan sekali lagi, dia kembali terpaku dengan mata indah itu.
Dia terdiam dan tenggelam ke dalam tatapan yang seolah olah bisa menenggelamkan diri nya itu, tatapan itu tidak bisa di baca oleh nya.
Tangan sedingin besi milik Bei Zhao melingkar di tubuh nya , tapi kepala nya bersender di dada bidang Bei Zhao yang hangat.
5 Menit kemudian
"Sampai kapan kamu akan terus bertahan di dalam pelukan ku ?" Tanya Bei Zhao dengan suara serak.
Dia segera saja langsung tersadar dan berdiri dengan malu, dia menunduk kan kepala nya dalam dalam.
"Terima kasih dan maaf kan aku. " Ucap nya dengan sedikit gemetar, keringat dingin mengalir deras di telapak tangan nya.
"Lupakan." Ucap Bei Zhao, sebelum menggandeng tangan nya untuk berjalan masuk istana.
Mata nya membulat sempurna kala merasa kan tangan dingin Bei Zhao mengenggam telapak tangan nya yang kecil dan hangat.
Sesampai nya di depan pintu Aula milik Kaisar, kasim segera memberi tahu kan kedatangan mereka berdua.
"Bei Wang dan Bei Wangfei, telah datang !" Ucap kasim itu dengan penuh tenaga.
Mereka berdua berjalan masuk dan berlutut untuk memberikan hormat tanpa melepaskan tautan tangan mereka.
"Salam kepada Yang Mulia, semoga sehat selalu dan panjang umur. " Ucap Bei Zhao yang di ikuti oleh nya.
"Berdiri lah, saudara ku. Kita akan membahas masalah kekeluargaan kali ini. Sebentar lagi pasti Perdana Menteri Zhou akan tiba. " Ucap Kaisar dengan senyum palsu.
Mereka berdua berdiri dan duduk di kursi yang telah di sedia kan.
"Aku tidak mengira kalau kamu akan datang, aku dengar belakangan ini kamu sangat sibuk. " Ucap Kaisar pada Bei Wang.
"Yang Mulia melebih lebih kan tugas milik ku, siapa yang memiliki tugas lebih banyak dari Yang Mulia ? Lalu, ini membahas keluarga Wangfei ku, aku tentu saja harus datang. " Ucap Bei Zhao tanpa ragu.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 306 Episodes
Comments
Kiss me💋
hm
2022-07-26
0
maestuti dewi saraswati
jooosss
2021-12-25
0
Lulu
lanjut lagi
2021-09-13
0