Yogi kembali rumahnya setelah melihat lihat di markas militer, masih pagi di rumahnya dan hanya ada Citra dan Mara yang sedang menonton tv sedangkan orang tuanya masih bekerja seperti biasa.
Meskipun anak mereka sekarang sudah menjadi pemimpin suatu bangsa tapi karena mereka tidak bisa duduk diam untuk waktu lama, mereka beralasan kalau berdiam dirumah saja membosankan dan saat bekerja mereka akan bertemu teman mereka di tempat kerja nanti.
Yogi hanya bisa mengikuti keinginan orang tuanya dan meminta mereka untuk tidak membocorkan masalah Mars atau Peradaban Ares yang sekarang dimiliki Yogi dan kedua orang tua Yogi setuju untuk masalah itu, lagi pula jika hal itu terbongkar hanya akan menyebabkan masalah di keluarga mereka.
Sedangkan untuk Citra dia secara resmi sudah lulus SMA 2 bulan yang lalu dan berhasil masuk ke perguruan tinggi setempat melalui jalur prestasi.
Hal ini membuat Yogi agak frustasi karena meskipun dia dan Citra bersaudara perbedaan IQ keduanya sangat jauh.
Yogi sendiri percaya adiknya tidak akan membocorkan masalah Peradaban Ares kepada siapapun.
Yogi kemudian mengabaikan kedua gadis itu atau bisa dibilang Yogi pergi karena keberadaannya tidak dianggap oleh keduanya.
Pergi mandi dan berpakaian kemudian Yogi Sampai di kasurnya dan mengambil laptop di atas meja dan menyalakannya.
Menelusuri berita berita terbaru dan menemukan beberapa informasi menarik yang terjadi di Bumi baru baru ini.
Seminggu setelah Aliansi manusia dibentuk banyak negara yang menuntut negara negara tertentu untuk membagikan teknologi terdepan di bidang tertentu atas dasar kemanusiaan.
Salah satu bidangnya adalah teknologi chip, perusahaan asal Taiwan, TSMC sebagai perusahaan yang memasok 67% chip dunia dan mengembangkan chip 5nm yang saat ini terdepan di dunia mengalami tekanan dari berbagai negara dan meminta TSMC membagikan teknologinya.
Tidak hanya chip, banyak bidang lainnya dari dari manufaktur sampai kecerdasan buatan, semua dengan alasan kemanusiaan.
Akibat dari hal ini beberapa perusahaan bangkrut dan banyak negara mengalami kerugian.
Ada juga berita baik dari Aliansi Manusia yang kini telah berhasil membuat kemajuan di beberapa bidang seperti material, baterai, jaringan dan lain lain, selain itu mereka juga menampilkan hasil pengujian di web resmi mereka.
Yogi terus melihat lihat selama beberapa menit sebelum kembali menutup laptop. Kecepatan perkembangan teknologi di Bumi menjadi lebih cepat dari yang sebelumnya
Hal ini mungkin membahayakan Mars, selama Bumi lebih dahulu memasuki zaman antarbintang maka itu adalah akhir dari Peradaban Ares.
Yogi hanya bisa berusaha sekuat tenaga memanfaatkan waktu yang ada untuk mendahului Aliansi Manusia atau negara negara di Bumi memasuki zaman antarbintang.
Membuka fungsi pohon teknologi Yogi menukar beberapa teknologi yang sesuai dengan pengetahuan masyarakat Ares saat ini.
Pengetahuan yang mendalam tentang teknologi yang dibeli Yogi mulai masuk ke pikirannya lalu Yogi mulai menyortir pengetahuan pengetahuan itu.
Melalui pengetahuan pengetahuan ini Yogi mulai menggambar cetak biru untuk dikembangkan oleh Peradaban Ares nantinya.
Keesokan harinya Yogi kembali ke Mars bersama Mara dan kembali mengadakan pertemuan penting, isi pertemuan kali ini adalah untuk membentuk departemen luar angkasa.
Pertemuan berlangsung dengan cepat, Yogi tidak ingin membuang waktu terlalu lama dan hanya mengirimkan idenya ke setiap orang lalu mencari calon yang cocok untuk memimpin departemen luar angkasa.
Yogi juga meminta departemen pembangunan membangun Lapangan peluncuran roket dan markas departemen luar angkasa secepatnya.
Yogi juga pergi ke pabrik manufaktur untuk menyerahkan cetak biru dari roket dan satelit dan menjelaskan beberapa prinsip yang perlu dijelaskan.
...
(Sebelumnya minta maaf dulu karena banyak time skip dari cerita ini tapi dari sudut pandang pengembangan dan pembangunan semuanya memerlukan waktu lama untuk selesai jadi mohon dimaklumi jika di skip beberapa bulan dalam beberapa chapter)
Waktu berlalu 2 bulan kemudian, pembangunan roket dan satelit telah selesai begitu juga dengan lapangan peluncurannya.
Roket Ares-A1 telah berada di lapangan peluncuran dan sedang melakukan pengisian bahan bakar, Ares-A1 akan melakukan penerbangan ke luar atmosfer Mars dan melepaskan satelit di orbit dalam Mars.
Didalam ruang kontrol peluncuran Yogi dan staf peluncuran sudah bersiap sejak tadi, semua memasang wajah serius menunggu waktu peluncuran.
Bukan hanya orang orang di ruang kontrol, ada juga 5.000 penduduk Ares yang juga mengetahui hari ini akan mengadakan peluncuran roket pertama Peradaban Ares dari siaran radio dan menantikan peluncuran roket ini.
Bulan lalu Yogi mendapat 6 poin bintang dari kendaraan konstruksi yang telah selesai dan ditukarkan dengan 6 buah inkubator lagi jadi sekarang Yogi memiliki 10 inkubator yang menghasilkan 60 penduduk setiap harinya.
Waktu peluncuran sudah dekat, para staf terlihat sibuk mengatur segala macam hal untuk memastikan keberhasilan peluncuran Ares-A1.
Yogi memperhatikan jam dan melihat waktu yang tersisa beberapa detik lagi kemudian bicara.
"Peluncuran Ares-A1 akan dimulai dalam 10 detik" ucap Yogi saat melihat waktu yang ditampilkan, semua orang gugup tapi tetap melanjutkan pekerjaan.
"10, 9 ,8 ,7, 6, 5, 4, 3..." pendorong roket mulai menyala saat hitungan ketiga "2, 1 luncurkan"
Ares-A1 segera meluncur menjauh dan terus terbang ke atas. Sama seperti roket di Bumi, Ares-A1 memiliki panjang 45 meter dengan 3 tahapan karena ukuran dan atmosfer Mars yang meningkat seukuran Bumi.
Ares-A1 meluncur di depan mata penduduk Ares, bertahap keluar dari atmosfer. Segera pendorong di bagian ketiga mati dan lepas dari bagian roket lalu pendorong di bagian kedua menyala. Saat mencapai ketinggian tertentu bagian kedua juga berhenti mendorong dan terlepas, sekarang hanya ada 1 bagian yang didalamnya menampung satelit yang akan diletakkan di orbit dalam Mars.
Segera Ares-A1 tiba di posisi yang ditentukan dan mengeluarkan satelit dengan perlahan. Satelit sudah tiba di posisinya, ruang komando Ares segera menyalakan satelit dari jauh dan umpan balik dari satelit segera terlihat.
Satelit telah berhasil diluncurkan, semua orang berteriak dan bertepuk tangan untuk mengekspresikan kebahagiaannya dan saling berpelukan.
Semua penduduk Ares juga melihat Ares-A1 yang terbang ke langit juga bersorak gembira dan segera pengumuman keberhasilan peluncuran Ares-A1 semakin menambah kegembiraan para penduduk Ares.
Hal ini tentunya juga dilihat oleh Bumi, para orang besar di bumi mendapat kabar bahwa Alien di Mars telah mengembangkan roket dan satelit.
hal ini kembali menjadi berita panas di Bumi dan hal ini juga membuat Bumi yakin ada kehidupan cerdas di Mars. Beberapa orang yang kekurangan akal sehat menyerukan perang dengan Mars dan menaklukan Mars menjadikannya rumah kedua Manusia.
Akibat dari hal ini juga membuat beberapa ahli membuat komentar menurut pandangan mereka.
"Kehidupan di Mars kemungkinan besar masih seperti saat era perang dunia kedua di bumi yang mana mereka masih tertinggal lebih dari 70 tahun dibelakang kita" ucap salah satu ahli sejarah.
Seseorang kemudian membalas "Untuk mengubah sebuah planet tidak layak huni tidak akan bisa dengan menggunakan teknologi jauh dibelakang Bumi, bahkan jika bisa mengapa bumi tidak melakukannya 70 tahun yang lalu?"
"Mars kemungkinan adalah kehidupan baru, tidak ada pesawat luar angkasa yang mendekat ke Mars bahkan tidak ada di seluruh Tata surya, mereka mampu membuat roket dan satelit hanya dalam 5 bulan membuktikan mereka lebih cerdas dari manusia bumi" ucap ahli lainnya.
Beberapa pendapat lain juga terus bermunculan dari berbagai kalangan dan mendapat puluhan hingga ratusan pendapat tapi tidak ada satupun yang benar dari semua pendapat itu.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 143 Episodes
Comments
ANM (PENGAMAT)
yare yare andai mereka tau orang yg bangun peradaban di mars ternyata dari Bumi hahaha
2021-11-21
1
...
subarashi
2021-10-14
2
mr. Lucifer
luar biasa
2021-08-06
3