Yogi saat ini sedang duduk dengan tenang di ruang tengah tapi keringat dingin di sekujur tubuhnya memberitahu orang lain kalau dirinya sedang panik.
Beberapa menit yang lalu tanpa sengaja dia membuat dirinya digrebek oleh keluarganya sendiri dan ditarik ke ruang tengah.
Yogi duduk di tengah dan di kiri dan kanannya adalah orang tuanya sedangkan di depannya Citra sedang menanyai Mara tentang apa saja yang pernah Yogi lakukan dengannya.
Yogi meminta Mara untuk tidak menceritakan masalah Mars tapi Mara meyakinkan Yogi untuk memberitahu keluarganya lebih cepat akan membuat beban yang ditanggung Yogi lebih ringan dan Yogi bisa bergerak bebas di rumahnya bersama Mara.
Mara menjawab pertanyaan Citra dan kedua orang tua Yogi dengan jujur tanpa kebohongan sedikitpun yang membuat Yogi berkeringat dingin sekarang.
Keluarga Yogi bukanlah tipe yang cepat marah dan untuk setiap masalah harus disesuaikan dengan kedua sudut pandang dan menentukan apa selanjutnya.
Ayah Yogi melirik ke arah Yogi yang berkeringat dingin dan berkata "Apa ada yang ingin kau ucapkan Yogi?, membantu seorang gadis yang hampir terjatuh itu bagus tapi apa yang kau lakukan setelahnya!? membawanya ke kamarmu, membawanya ke kamar mandi, tidur bersama selama 3 minggu? beruntung kau tidak melakukan hal itu!"
"Aku bisa menjelaskan semuanya" setelah mengambil nafas dalam dalam Yogi akhirnya berkata.
"Kalau begitu jelaskan sekarang!" ucap ayahnya.
"Hal ini berawal dari satu bulan yang lalu..." Yogi menceritakan kronologi bagaimana dia berhasil membuka kotak yang diwariskan turun temurun dari ayahnya dan sistem teknologi yang berkelana di alam semesta menyatu dengan dirinya, menceritakan masalah Mars, budidaya manusia melalui inkubator dan perkembangan peradaban di Mars kepada mereka.
"Jangan main main!, apa kau tidak tau kalau kami sedang berusaha menahan marah dan kau malah membuat cerita konyol itu?!" ibu yang sudah lama diam akhirnya meledak tapi untungnya ditenangkan oleh Citra dan Mara.
Melihat kemarahan ibunya membuat Yogi sangat sedih tapi dia melanjutkan "Apa yang aku katakan benar bu, didalam lemari bajuku ada portal yang terhubung dengan Mars kalau kalian tidak percaya kalian bisa melihatnya sendiri"
Yogi kemudian mengajak mereka semua ke kamarnya, membuka lemari kamarnya lalu mengeluarkan baju baju yang digantung di lemari.
Portal berwarna biru terlihat jelas di dalam lemari membuat ketiga anggota keluarga Yogi setengah percaya dengan ucapan Yogi.
"Apa ini?" tanya ayah Yogi.
"Ini adalah portal dua arah, portal ini bisa menghubungkan 2 tempat selama masih dalam jarak 500 juta kilometer. Di seberang portal adalah Mars, tempat aku memulai peradaban"
Setelah selesai menjelaskan portal kepada keluarganya Yogi kemudian berjalan maju dan memasuki portal terlebih dahulu.
Mara juga berjalan maju tapi sebelum dia memasuki portal dia berbalik dan berkata " masuklah, portal ini sangat aman"
Melihat mara juga memasuki portal di dalam lemari ketiga anggota keluarga itu saling memandang dan masuk sambil berpegangan tangan karena takut terpisah.
Ketiga anggota keluarga itu keluar dari portal yang berada di sebuah rumah sederhana dari kayu. Di tengah rumah kayu ada dua buah inkubator yang sekarang posisinya sekarang berbaring bukan lagi berdiri.
"Itu kakak!"
Citra melihat Yogi berada di luar rumah dari pintu yang terbuka kemudian menghampirinya, kedua orang tua itu mengikuti putri mereka keluar dari rumah sederhana.
Keluar dari pintu dan mereka semua berada di dunia asing dengan suasana seperti abad pertengahan yang ada dimana mana.
Ketiga keluarga Yogi tercengang dengan pemandangan disini dan kemudian melihat Yogi mendekati mereka.
"Ayah Ibu, sebelumnya aku minta maaf sudah membawa gadis ke dalam rumah tanpa izin kalian tapi sekarang kalian sudah tau apa yang terjadi sebenarnya jadi maafkan aku"
Ayah dan Ibu Yang melihat anaknya menyesali perbuatannya kemudian hanya bisa menghela nafas, lagipula wajar jika seorang seusia Yogi mengalami percintaan dan juga Yogi tidak merusak gadis itu, setidaknya belum.
"Kalau kau benar benar menyesalinya maka itu bagus, lain kali jika kau membawa Mara ke kamar maka buka pintu kamar supaya orang rumah tau" ucap ayahnya.
"Apa yang dikatakan ayahmu benar, juga kalau Mara ingin tinggal di rumah sebaiknya dia tidur dengan Citra, akan berbahaya jika kau menodai gadis lugu seperti Mara, kau tidak keberatan kan Citra?" tambah ibunya lalu bertanya kepada Citra.
Citra dengan cepat mengangguk menanggapi ibunya "Ibu, kau sudah tau aku ingin punya saudara perempuan dari dulu jadi tidak usah kau pertanyakan lagi!" ucapnya dengan semangat.
Keluarga itu akhirnya kembali seperti semula dan mulai melihat lihat pemandangan Ares saat ini, suasana abad pertengahan dengan hutan purba yang mengelilingi sangatlah menakjubkan.
Meskipun sekarang hanya sebesar sebuah desa kecil tapi hal ini hanya sementara dan akan semakin besar dimasa depan dan akan semakin maju juga.
Citra melihat beberapa orang tukang membangun rumah dan beberapa bata melayang ke tangan salah satu tukang.
"Kakak! itu sihir?" tanya Citra kepada Yogi
"Bukan, itu kekuatan pikiran..." Yogi kemudian menjelaskan apa itu kekuatan pikiran kepada Citra dan kedua orang tuanya.
Citra sangat antusias mengetahui tentang kekuatan pikiran apalagi saat Yogi menunjukan kekuatan pikirannya untuk mengambil batu dengan pikirannya dan berbicara melalui pikiran kepada mereka bertiga.
Karena antusiasme Citra mereka kemudian kembali ke rumah tempat mereka keluar dan melihat kedua inkubator didalam rumah.
Kebetulan salah satu inkubator akan menyelesaikan budidaya jadi Yogi mematikan program budidaya otomatis terlebih dahulu dan menunggu penduduk baru muncul.
Beberapa menit kemudian inkubator terbuka dan menampakan seorang laki laki perlahan duduk dari inkubator, Yogi memanggil petugas laki laki yang biasa membantu penduduk yang baru keluar dari inkubator.
Kedua orang itu kemudian pergi ke belakang untuk membersihkan diri dan berpakaian. Yogi menyuruh Citra melepas semua pakaiannya sebelum memasuki inkubator, setelah ragu ragu sebentar Mara meyakinkan Citra dan Yogi disuruh keluar setelah mengatur fungsi evolusi Manusia lama.
Orang tua Yogi tetap menunggu didalam jadi hanya Yogi sendiri sekarang, Matahari terlihat condong ke barat mungkin sekitar jam 3 sore disini sekarang tapi jika kau kembali ke bumi sekarang masih sekitar jam 10 pagi di rumah Yogi.
"Apa yang kau pikirkan?" Mara keluar dari rumah dan berdiri di sebelah Yogi melihat lihat keadaan di luar rumah.
"Aku hanya memikirkan apakah perkembangan peradaban berada di jalan yang benar"
"Kau masih memikirkan itu? bukankah sudah ku bilang beristirahatlah jika masalahnya terlalu sulit, aku tidak menyuruhmu menyerah hanya mendinginkan kepalamu dan kembali berpikir setelah itu" ucap Yogi.
Yogi sangat menghargai kekhawatiran Mara jadi dia tersenyum dan mengacak rambut Mara.
Mara hanya membiarkan Yogi mengacak acak rambutnya tanpa protes sedikitpun.
"Maaf kita tidak jadi jalan hari ini, aku akan mengajakmu jalan jalan lain kali" ucap Yogi.
"gapapa, lagian masih ada hari lain" Mara tidak mempermasalahkan hal itu dan hanya tersenyum.
"Suatu hari aku akan membawamu mengelilingi seluruh alam semesta"
"Hehe, aku akan menunggunya"
Mereka berdua menghabiskan sore hari dengan berbincang bincang sambil menunggu semua keluarga Yogi dievolusikan.
setelah 2 jam akhirnya Citra keluar dan tidak lama setelah citra keluar penduduk baru juga berhasil dibudidayakan di inkubator satunya, Yogi menyuruh kedua orang tuanya masuk ke masing masing inkubator menyalakan fungsi evolusi Manusia lama untuk mengevolusikan mereka.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 143 Episodes
Comments
Izhar Assakar
sdah males baca klo kek gini alurnya,,,cek out,,
2023-12-30
0
Regar Boysz
jadi malas baca...goblok
2023-04-13
0
𝖘𝖑𝖎𝖈𝖊𝖔𝖋𝖆𝖈𝖙𝖗𝖊𝖆𝖑
baru kali ini w baca novel, dapat system langsung kasih tau orang tuanya. keren dah semangat thor!
2022-05-13
1