Hari ini adalah hari pertama penjualan produk elektronik yang baru. banyak orang mengantri di toko toko terdekat rumah mereka sejak pagi.
Penduduk Ares hanya berjumlah 10.000 orang sekarang jadi hal ini akan ditangani dengan cepat belum lagi ada banyak produk yang semuanya berbeda toko jadi persebarannya merata.
Riyan ikut mengantri di depan toko mobil, kebetulan dia sampai disini lebih awal dari yang lain dan mendapat antrian paling depan.
Dalam dua hari ini Riyan sudah mengambil tes mengemudi dan sudah menguasai dasar dasar mengemudi dan sudah mendapatkan SIM.
Ira istri Riyan juga ikut mengantri tapi dia mengantri di depan toko peralatan rumah tangga untuk membeli beberapa peralatan rumah tangga elektronik.
Jam 7 pagi semua toko toko ini dibuka dan dan para pelanggan yang mengantri memasuki toko dengan tertib, Riyan yang berada di depan jadi dia langsung dilayani oleh karyawan di toko mobil.
Mengikuti prosedur yang sesuai dan membayar jumlah uang yang ditentukan Riyan sudah mendapatkan mobilnya hanya dalam 15 menit dan pergi mengendarai mobil menuju toko peralatan rumah tangga.
Melihat istrinya juga telah selesai dan menunggu di pinggir jalan dengan beberapa kotak didekatnya Riyan menghentikan mobil didepan istrinya dan menurunkan kaca mobil.
Ira yang terkejut karena sebuah mobil tiba tiba berhenti didepannya melihat kaca perlahan turun dan memperlihatkan wajah suaminya.
Riyan keluar dari mobil dan membuka bagasi dibelakang, memasukan semua yang dibeli oleh istrinya dan membuka pintu untuk istrinya.
Hal seperti ini terjadi di beberapa tempat dan kini setiap penduduk Ares sangat bahagia dengan barang barang baru ini dan mereka tahu kalau ini hanya produk awal dan akan lebih banyak lagi yang lainnya.
Sementara semua orang bahagia di peradaban Ares kini Yogi sedang tertekan sekarang karena cadangan sumber daya sekarang menyusut dengan cepat karena banyak sumber daya ini digunakan untuk membuat produk produk baru saat ini.
Sebelumnya Yogi sudah memikirkannya dan memperkirakan sumber daya seperti logam akan semakin berkurang dan akan mempengaruhi pembangunan peradaban Ares.
"Yang mulia, untuk menghentikan krisis ini saya sarankan untuk menambah jumlah penambang atau mencari urat mineral yang lebih kaya didekat kita sekarang" Jaka,pemimpin departemen pembangunan memberi saran, Yang lain sepertinya setuju.
Memang saran ini paling masuk akal tapi disertai dengan bertambahnya penggunaan listrik oleh alat elektronik sekarang akan menjadi dampak buruk lainnya.
Yogi berencana membangun pembangkit listrik tenaga geothermal dan itu memerlukan pekerja dalam jumlah banyak dan jika menambah jumlah penambang itu juga akan memerlukan pekerja yang banyak dan hal ini akan berpengaruh kepada semua industri peradaban Ares.
Hal ini membuat Yogi sadar bahwa pemerintahannya belum matang dan mungkin berdampak besar bagi peradaban kedepannya, sekarang peradaban masih tingkat planet dan masih dalam masa damai tapi jika hal ini terjadi di tingkat selanjutnya dan sedang masa perang diperkirakan hal ini akan sangat fatal bahkan bisa memusnahkan peradaban.
"Untuk sementara kita tidak bisa akan menambah jumlah penambang, kurangi pembuatan sebagian produk dan fokus ke pembuatan pembangkit listrik terlebih dahulu dan masalah kekurangan bahan baku biar aku tangani nanti" ucap Yogi.
Karena Yogi sudah angkat bicara yang lain hanya menuruti dan menyerahkannya kepada Yogi, bagaimanapun Yogi merupakan Raja mereka dan berperan besar kepada kemajuan peradaban jadi mereka semua percaya dengan keputusan Yogi.
"Kalau begitu rapat hari ini berakhir sampai disini dulu, kalian boleh bubar" Yogi mengakhiri rapat dan menyuruh bubar.
Melihat satu persatu orang berdiri dan membungkuk sedikit untuk memberi hormat Yogi hanya mengangguk dan melihat mereka pergi melalui pintu.
Yogi menghela nafas panjang dan memikirkan jalan keluar yang memungkinkan peradaban Ares melewati krisis ini.
bahkan Yogi berfikir untuk menghentikan terlebih dahulu inkubator dan memperbaiki hal hal ini terlebih dahulu sebelum melanjutkan perkembangan penduduk dan dia pikir ini layak.
Meskipun mendapat ide yang kemungkinan layak Yogi terus memikirkan ide ide lainnya karena dengan semakin banyak peluang untuk keluar dari suatu masalah.
"Ada masalah apa?" suara Mara membuyarkan pikirannya dan melihat Mara yang sudah duduk di atas meja didepannya.
Saat Yogi sedang berpikir sebelumnya Mara masuk tapi Yogi tidak menyadarinya bahkan setelah dirinya duduk didepannya Yogi masih tidak meresponnya.
Mara mengetahui kalau masalah yang terjadi sepertinya besar, meskipun sebelumnya ada masalah kecil tapi ini pertama kalinya Yogi seperti ini yang membuatnya agak khawatir.
Melihat Yogi yang terlihat ragu untuk mengatakannya Mara berkata kepadanya " Gapapa kalo gak mau kasih tau, cuman pastikan kau bisa menyelesaikannya, jangan berlagak sok kuat jika sebuah masalah tidak bisa kau pecahkan sendiri"
Mendengar perkataan yang diucapkan Mara kepadanya Yogi merasa nyaman, berbaring ke paha Mara yang ada di depannya Yogi merasa lebih nyaman lagi dan semua bebannya seperti menghilang.
Mara hanya membiarkannya berbaring di pangkuannya dan mengusap rambut orang di pangkuannya, suasana hening memenuhi ruangan namun masih membawa kenyamanan tertentu.
"Karena pemikiran yang kurang matang aku terus memaksa peradaban Ares berkembang dengan cepat, sekarang karena terlalu tergesa gesa ada 3 masalah besar yang sangat fatal sekarang" Yogi tiba tiba menceritakan masalah di pikirannya kepada Mara, Mara hanya mendengarkan dengan seksama sampai Yogi selesai bercerita.
"Masalah masalah ini seperti segitiga bencana, energi, material, penduduk. jika terlalu fokus ke penduduk maka Ares akan kekurangan energi dan material, jika fokus kepada energi maka Ares akan kekurangan material, dan jika kita fokus kepada material hal itu menyebabkan ketidak seimbangan di seluruh bidang di peradaban Ares"
Mara terus mengusap rambut Yogi dan mendengar semua masalahnya hingga akhirnya Yogi berhenti berbicara.
"Bukankah ada banyak jalan keluar disini, berfokus ke perolehan material dan membuat pembangkit listrik seperti yang kau rencanakan sebelumnya" Mara mencoba berbicara sehalus yang dia bisa dan memberikan saran, dia tau kalau pacarnya saat ini sedang banyak pikiran.
"Itu sama saja seperti mengambil langkah mundur, mengorbankan satu hal untuk memajukan hal lain aku tidak ingin seperti itu" Yogi menolak saran Mara secara langsung.
"Orang miskin bisa dengan cepat menyesuaikan diri saat menjadi kaya tapi orang kaya cenderung tidak bisa menyesuaikan diri saat menjadi miskin" Mara membacakan salah satu pepatah dari bumi.
"Ya" jawab Yogi singkat.
Suasana kembali diam, Yogi terus bersandar di pangkuan Mara untuk meringankan beban yang dirasakannya dan Mara terlihat memikirkan sesuatu.
"Kalau begitu bagaimana dengan membeli dari Bumi?" tanya Mira sedikit ragu.
"Beli dari Bumi?" Yogi sepertinya tertarik san mengangkat kepalanya menatap wajah Mara.
"Ya, kita bisa membeli material seperti besi dan sejenisnya dari dari Bumi dan menggunakannya membangun pembangkit listrik lalu sisanya bisa digunakan untuk pembangunan pembangunan rumah penduduk baru nantinya, dan nantinya penduduk baru bisa menambang terlebih dahulu sebelum kau mengembangkan teknologi untuk pertambangan nantinya"
Yogi merasa tercerahkan segera, dia telah melupakan hal penting bahwa di Bumi material ini bisa dibeli banyak tempat dan dengan material ini dia akan bisa membuat pembangkit listrik yang sesuai dan perumahan untuk warga baru sembari meningkatkan teknologi untuk pertambangan sehingga kecepatan menambang akan lebih cepat.
Yogi tertawa dan mencium kening Mara "Kau membuatku ingat hal penting yang tanpa sengaja ku lupakan, aku akan membawamu berkeliling dunia kali ini"
Yogi menarik Mara yang masih tercengang dengan tingkah Yogi yang menciumnya secara tiba tiba sebelumnya dan hanya mengikutinya tanpa sadar.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 143 Episodes
Comments
ANM (PENGAMAT)
Yogi udah berani ya haha
2021-11-21
0
zen chomsu
gass
2021-09-05
1
mr. Lucifer
ker
2021-08-06
0