...****************...
(Aku haus…)
Tengah malam, Charlotte terbangun dari tidurnya karena haus dan segera pergi ke dapur untuk minum.
Ia menyesali kecerobohannya karena lupa untuk mengisi ulang air minuman yang biasanya ada di kamarnya, dan karena itu kosong, dia harus pergi ke dapur untuk mengisinya sendiri.
Sebenarnya dia bisa meminta bantuan pelayan, tapi Charlotte adalah seseorang yang masih menyimpan mentalitas orang biasa dari bumi, jadi dia tidak ingin terlalu merepotkan pelayan.
(Kegelapan ini menakutkan, disaat seperti inilah aku berharap memiliki teknologi bumi)
Sementara ruang kerja menggunakan lampu sihir, lorong-lorong dan ruangan lain masih menggunakan lilin dan lentera sebagai sumber penerangan.
Charlotte terus berjalan sambil menggunakan piyama dan membawa lentera di tangannya.
Setelah melewati beberapa ruangan, dia akhirnya sampai di dapur dan segera menuangkan kekuatan sihir pada benda yang terlihat seperi keran.
Itu adalah alat sihir yang memiliki fungsi untuk mengeluarkan air tergantung kekuatan sihir yang diberikan.
*gulp *puhaa…
(Ahh, ini melegakan…)
Charlotte terus meminum air itu sampai beberapa gelas hingga rasa hausnya menghilang dan dia segera berjalan meninggalkan dapur ketika...
*crash!!
(…!! )
Charlotte dikejutkan dengan suara keras yang tiba-tiba bergema di sekitarnya. Itu terdengar seperti suara kaca pecah dan tentu saja akan memicu alarm peringatan yang dipasang di mansion tempat dia tinggal.
(A-apa yang terjadi?!)
Sementara suara alarm masih bergema, semua orang di mansion sudah keluar dari kamar untuk melihat situasi.
"Apa yang terjadi?! "
Saat Charlotte masih berdiri diam karena terkejut, suara teriakan David bisa terdengar bergema ke seluruh ruangan. Di sampingnya juga terlihat Veronica masih berdiri diam dengan raut wajah cemas.
(…! Ein!!)
Dia tiba-tiba ingat adik kembarnya, Ein, dan langsung berlari ke arah ruangan yang digunakan Ein sebagai kamarnya.
"Ein!! "
Charlotte terus berlari dan akhirnya melihat Ein masih terduduk di lantai karena terkejut. Mendengar Charlotte meneriakkan namanya, Ein langsung menoleh ke arah Charlotte dan langsung berlari menghampirinya sambil berteriak 'kakak! '.
"Syukurlah kau aman! "
"Kak, apa yang terjadi? "
Sambil menangis, Ein bertanya pada Charlotte dan langsung dijawab Charlotte.
"Aku tidak tau, tapi sepertinya ada yang menyerang karena aku mendengar teriakkan tadi"
Saat dia terus berlari ke kamar Ein, dia bisa mendengar teriakan dan jeritan di mana-mana, tapi dia mengabaikan itu karena dia menganggap Ein lebih penting dari itu sekarang.
"…Bagaimanapun, kita harus menemui ayah dan ibu, mereka mungkin tau apa yang sedang terjadi"
Sementara Ein masih ketakutan, Charlotte justru melihat sekeliling dan menilai situasi dengan wajah serius. Dia tidak terlalu takut dengan situasinya karena dia memiliki mental seorang wanita dewasa, tapi Ein tidak tau itu.
Jadi saat Charlotte berlari menarik lengan Ein, Ein justru melihat kakaknya dengan mata kagum dan seperti melihat seseorang yang sangat ia hormati.
(Kakak...)
Menggelengkan kepalanya, Ein langsung membuat wajah serius untuk menghilangkan ketakutannya dan berlari bersama Charlotte untuk menemui David dan Veronica.
...****************...
"Ayah! "
"…! Charlotte dan Ein! kalian aman?! "
Mendengar teriakan Charlotte memanggil namanya, David segera melihat ke arah itu dan melihat kedua anaknya masih aman dan bernafas lega.
Sekarang mereka semua sudah berkumpul, penyerang masih belum menampakkan diri di depan mereka saat ini. Dan semua keluarga juga dikelilingi prajurit yang bertugas mengawal mereka dari segala arah.
Para pengawal yang melingkari mereka adalah orang-orang yang memiliki kemampuan bertarung yang sangat bagus dari viscounty Zernroden.
"Apa kalian tau identitas penyerang? "
"…Sejujurnya kami bahkan belum melihat mereka, tapi sepertinya penyerang itu adalah sebuah kelompok karena aku mendengar suara jeritan di tempat yang berbeda pada saat yang sama"
Dengan wajah serius, David bertanya pada para pengawal dan dijawab dengan sedikit jeda oleh seseorang yang terlihat seperti pemimpin para pengawal.
Sebenarnya David sudah memiliki beberapa dugaan terhadap penyerang mereka. Dia menduga kalau itu adalah kelompok yang disewa oleh seorang bangsawan yang menjadi saingan nya atau bahkan dari Republik Waldenholt.
Karena Viscount Zernroden adalah bagian dari faksi royalis, kemungkinannya kecil untuk diserang oleh bangsawan dari faksi yang sama, tapi itu tidak cukup untuk menghilangkan kecurigaan.
Dan penyerang juga bukanlah bagian dari assasin pribadi kerajaan karena jika itu assasin pribadi kerajaan, mereka pasti akan langsung menyelesaikan misi mereka tanpa membuat sedikitpun suara.
*Clang!
Sementara David berpikir di kepalanya, dia tiba-tiba mendengar suara pedang yang saling bersilangan. Itu adalah kepala pengawal tadi yang menangkis serangan musuh yang tiba-tiba muncul dari kegelapan.
Tapi itu percuma, karena kepala pengawal itu segera tewas dengan kepalanya yang terbang di udara setelah lehernya dengan cepat ditebas oleh orang kedua yang juga muncul entah darimana.
Pemandangan itu tentu saja membuat Charlotte dan Ein ingin muntah karena melihat pembunuhan tepat di depan mata mereka, bahkan Charlotte yang memiliki pengalaman hidup yang lebih banyak juga tidak bisa menahan diri dari gemetar di seluruh tubuhnya.
(A-apa? siapa mereka? )
"Veronica, bawa anak-anak pergi dari sini segera, aku akan menahan mereka"
Sementara Charlotte masih panik di pikirannya, David berbicara pada Veronica sambil mengambil pedang yang terjatuh di lantai.
Veronica seperti ingin mengatakan sesuatu, tapi dia segera menutup mulutnya dan dengan mata yang hampir menangis, meninggalkan suaminya untuk pergi membawa Charlotte dan Ein.
Meskipun dia bangsawan, David adalah seseorang dengan kemampuan bertarung yang hebat, jadi Veronica percaya padanya dan dengan berat hati harus meninggalkan suaminya untuk melindungi mereka.
"…Ayo Charlotte, Ein"
"Ta-tapi bu, ayah! "
Charlotte berbicara dengan suara serak karena menangis ketakutan sementara Ein masih memeluknya.
"…Kita serahkan tempat ini pada David, bagaimanapun, dia adalah ayah kalian, jadi dia pasti bisa bertahan! "
Sebagai seorang wanita bangsawan, Veronica harus dengan tegas mengambil keputusan berat itu untuk setidaknya melindungi pewarisnya.
『Mental pollution: 20%』
Suara wanita yang terdengar terdistorsi bergema di pikiran Charlotte, tapi dia mengabaikan itu dan terus berlari sambil menahan tangisnya.
...****************...
Veronica, Charlotte dan Ein terus berlari dengan nafas mereka yang terengah-engah. Mereka terus berlari menyusuri lorong dan kamar untuk pergi ke jalan keluar rahasia yang hanya diketahui anggota keluarga.
Tapi itu gagal, karena sebelum mereka sampai, seorang pria berambut merah dengan tubuh yang ditutupi jubah menghalangi jalan mereka.
"Hey hey, kalian jangan keluar dulu dong~ aku belum bersenang-senang disini~ hoo? "
Pria itu dengan wajah gila berbicara pada mereka bertiga dan akhirnya pandangannya tertuju pada Veronica.
Ketika dia melihat tubuh Veronica secara keseluruhan, pria berambut merah itu langsung mengubah ekspresinya menjadi wajah yang menjijikan dan senyum vulgar.
Itu membuat Veronica dan Charlotte mengeluarkan keringat dingin dan menggigil di seluruh tubuhnya.
『Mental pollution: 30%』
Sementara Charlotte masih mengabaikan suara yang bergema itu. Pria itu berbicara lagi sambil menaruh tangannya di dagu seolah memikirkan sesuatu.
"Yahh, aku masih memiliki waktu sih, jadi tidak masalah jika aku bersenang-senang sebentar, klon ku juga sudah menghabisi semua orang"
Suara pria itu terdengar seperti bergumam, tapi itu sampai ke telinga Charlotte tanpa gangguan dan membuatnya melebarkan mata ketakutan.
『Mental pollution: 40%』
"Ti-tidak! ibu! "
Charlotte langsung mengarahkan tangannya untuk menarik Veronica, tapi sebelum dia sempat, pria itu sudah ada di depannya dan menendang Charlotte bersama Ein yang masih di pelukannya.
(Tidak! kumohon! jangan!)
Charlotte yang ketakutan tidak bisa mengeluarkan suara apapun dan hanya bisa berteriak di pikirannya ketika dia melihat ibunya, Veronica ditelanjangi di depannya.
『Mental pollution: 50% … kondisi individu Charlotte dalam bahaya』
Melebarkan matanya ketakutan, Charlotte secara refleks memeluk Ein dengan kuat agar Ein tidak melihat pemandangan ibunya dipermainkan di depannya.
"Nngghhh hentikan! kumohon! "
"HYAHAHA TERUSLAH BERTERIAK! istri orang emang mantep euy! akan lebih menyenangkan jika aku melakukan ini di depan suaminya! tapi pria itu sudah kubunuh sih AHAHA! "
『Mental pollution: 60%』
"Urggghhh, hentikan, kumohon … Charlotte, Ein… "
"HYAHAHA! bagus! menangislah! rasakan barang milik orang yang bukan suamimu ini! sampai saat ini aku sudah bermain dengan banyak wanita, tapi seperti yang diharapkan, wanita bangsawan adalah yang terbaik! "
"……Charlotte, Ein………"
Sementara Veronica menangis kesakitan dan dengan pandangan kosong memanggil nama Charlotte dan Ein, pria itu terus menggerakkan pinggulnya dan dengan wajah vulgar berteriak padanya.
『Mental pollution: 70% … polusi mental melebihi angka yang diizinkan, individu Charlotte dalam bahaya』
"I-ibu, kumohon! hentikan! berhenti! "
Melihat ibunya dipermainkan di depan matanya, Charlotte hanya bisa berteriak dengan air mata menodai wajahnya yang cantik. Mata biru langit miliknya perlahan menjadi merah karena kemarahan, tapi dia tidak bisa melakukan apapun selain menonton pria itu menodai ibunya.
"HYAHA! ada apa gadis kecil? apa kau ingin menggantikan ibumu? kau memiliki penampilan yang bagus sih, tapi aku tidak tertarik dengan gadis kecil! walaupun akan menyenangkan untuk menodai kesucianmu juga AHAHAHA!!! AHH MANTAP BANGET!! AKU AKAN KELUAR!! "
『Mental pollution: 80%』
(Kenapa…)
Pria itu terus menggerakkan pinggulnya sambil berteriak sampai dia menunjukkan wajah kepuasan dan dia akhirnya menjatuhkan tubuh telanjang Veronica ke lantai seperti membuang sampah.
Veronica hanya memiliki wajah kosong dan tak bernyawa setelah dipermainkan oleh pria yang tidak dikenal itu.
(Kenapa ini terjadi?...)
Charlotte menanyakan pertanyaan yang ia sendiri tidak tau jawabannya.
Pria itu akhirnya mengalihkan pandangannya pada Charlotte dan Ein yang masih menangis di pelukannya.
Charlotte tidak bisa memikirkan apapun selain kebencian dan terus mengutuk pria di depannya dengan mata penuh kebencian dan kemarahan.
"Baiklah, aku sudah cukup puas dengan wanita itu, aku akan membunuhnya sekarang"
Mengatakan itu, pria berambut merah itu menusukkann pedangnya dan dengan mudah menembus kepala Veronica sedangkan tubuh Veronica sudah terluka di sana-sini karena pelecehan yang diberikan pria itu. Charlotte juga bisa melihat cairan putih mengalir keluar dari bagian bawah Veronica.
"Baiklah, waktunya membunuh kalian~"
(Kenapa...)
Dengan wajah gila, pria itu mengayunkan pedangnya perlahan pada Charlotte yang masih menatapnya dengan mata penuh kebencian, tapi sebelum dia bisa,
"Kakak! apapun yang terjadi kau harus lari! "
Ein mendorong Charlotte untuk menjauh darinya dan membuat pedang pria itu berhenti sebelum mencapai kepala Ein.
"Hoo? berniat bermain menjadi pahlawan rupanya, yahh, kau akan tetap mati sih~"
"…! Ein!! "
Kembali sadar, Charlotte mengulurkan tangannya pada Ein, tapi dia tidak sempat. Karena tubuh Ein sudah terbelah secara vertikal oleh pedang pria itu.
"AAAAAAHHHHHHHHHHHH!!!! "
Sontak, itu langsung membuat Charlotte menjadi penuh kemarahan dan berteriak histeris sambil memegangi kepalanya.
『Mental pollution: 90% … 100% …』
『Polusi mental melebihi batas yang yang bisa ditoleransi, individu Charlotte akan memasuki kondisi 'berserk'』
"HYAHAHA!!! BAGAIMANA DENGAN ITU GADIS KECIL?! BAGAIMANA RASANYA KETIKA MELIHAT KELUARGAMU MATI TERBUNUH TEPAT DI DEPAN MATAMU SENDIRI?!! "
"AAAAAAAAHHHHHHHHHHH!!!!! bunuh bunuh bunuh bunuh bunuh bunuh bunuh bunuh bunuh bunuh bunuh bunuh bunuh bunuh bunuh bunuh bunuh bunuh bunuh bunuh bunuh bunuh bunuh bunuh!!! "
Itu adalah ciri utama dari pengaruh berserk.
Sementara pria itu terus berteriak gila, Charlotte hanya bisa berteriak histeris dan menggumamkan kata 'bunuh' berkali-kali sambil mengabaikan suara wanita yang bergema di kepalanya.
Sementara Charlotte berteriak gila, suara wanita itu masih terdengar dingin tanpa emosi dan melanjutkan kata-katanya.
『Berkah Anastasia mencari alternatif untuk melindungi individu Charlotte dari kondisi 'berserk'』
『……Alternatif ditemukan, dimungkinkan untuk menggunakan polusi mental sebagai pengorbanan untuk mengubah ras, namun izin administrator dibutuhkan untuk melanjutkan』
『……Sistem, Eve meminta persetujuan administrator untuk mengubah ras individu Charlotte…』
『……Izin telah diberikan atas nama administrator tertinggi [Anastasia]』
『…Izin telah dikonfirmasi, memungkinkan individu Charlotte untuk mengubah ras』
『…Mencari ras yang memiliki kecocokan tinggi dengan individu Charlotte』
『……Ras yang memiliki kecocokan tinggi adalah [Vampire] , [Half-demon] , [Half-spirit] , [Fallen angel]』
『Kondisi pikiran individu Charlotte tidak memungkinkan untuk pemilihan mandiri…』
Suara itu terus berlanjut di pikirannya sementara dia mengerang dengan penuh kebencian.
『Sistem, Eve akan menggantikan individu Charlotte untuk melakukan pemilihan』
『…Izin diberikan』
『Sistem, Eve memilih [Fallen angel] untuk perubahan ras individu Charlotte』
『Saran diterima, mengubah konstruksi tubuh individu Charlotte…』
"Ahahaha … Haaahhh… sial, aku ingin menghabisinya, tapi aku sudah kehabisan waktu, kalau begitu, sampai jumpa lagi gadis kecil~ aku harap kita akan bertemu lagi di masa depan nanti~ "
Pria itu segera menyarungkan pedangnya pergi, tapi ia segera kembali dan mengatakan beberapa hal pada Charlotte sebelum dia benar-benar pergi.
"…Ahh ya, namaku adalah Harold, aku adalah bagian dari kelompok [Red Eagle], ingat itu"
Entah bagaimana Charlotte mempertahankan kesadarannya dan mendengar tentang identitas pria itu. Tapi sebelum dia mengkhawatirkan itu, tubuhnya bersinar hitam untuk beberapa alasan yang tidak dia ketahui.
『Rekonstruksi tubuh selesai, individu Charlotte telah mengubah ras dari [Manusia] menjadi [Fallen angel]』
『Polusi mental sudah digunakan sepenuhnya untuk perubahan ras, individu Charlotte telah bebas dari kondisi 'berserk'』
『Individu Charlotte telah mendapatkan skill [Wrath]』
『Title 'Ruler of Wrath' telah didapatkan』
Charlotte akhirnya menyadari suara yang bergema di kepalanya dan tiba-tiba merasakan sesuatu yang aneh dengan punggungnya.
Saat ia mengalihkan pandangannya, dia bisa melihat sayap besar berwarna hitam tumbuh dari punggungnya. Dan tidak hanya itu, di kepalanya juga adalah lingkaran 'halo' berwarna hitam.
Lingkaran cahaya dan sayap hitam itu benar-benar kontras dengan rambut emas dan mata biru langit miliknya.
Awalnya Charlotte bingung dengan apa yang terjadi, tapi semua informasi tentang pengubahan ras telah ditransfer langsung ke dalam otaknya.
Dan tidak seperti Noelle dan Olivia yang harus kehilangan kesadaran saat berevolusi, Charlotte sama sekali tidak mengalami itu dan langsung mendapatkan perubahan.
Setelah memahami semua situasinya, Charlotte langsung memiliki pikiran untuk membalas dendam dengan menggunakan kekuatan yang baru dia dapatkan.
Bibirnya membentuk senyum jahat yang terlihat seperti bulan sabit.
Dengan ini, Charlotte yang sudah menjadi [Fallen angel] langsung bergerak untuk membalaskan dendamnya.
Tidak ada lagi gadis polos bernama Nitta Haruna yang berasal dari bumi, yang ada hanyalah malaikat pembunuh yang akan mengincar mangsanya bahkan sampai ke ujung dunia untuk membalas dendam.
Targetnya adalah Harold dari [Red Eagle].
Dan malam itu, adalah malam dimana semua anggota keluarga viscount Zernroden tewas terbunuh, sementara mayat putri Charlotte tidak pernah ditemukan.
Setidaknya itulah laporannya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 373 Episodes
Comments
𝙍𝙮𝙪𝙪 𝘼𝙯𝙖𝙩𝙝𝙤𝙩𝙝
... Entah kenapa aku merasa kasihan padanya... Tapi, Sebuah kekuatan dan tekad tidak akan di dapatkan hanya dengan kesenangan, Dia harus melewati banyak jalan beduri dan berbahaya untuk mencapai nya...
2023-01-16
1
𝖗𝖚𝖐𝖐𝖍𝖆𝖉𝖊𝖛𝖆𝖙𝖆
absen dulu yg kena mental:v
2022-03-08
2