...****************...
2 minggu telah berlalu, Noelle dan Olivia memutuskan untuk pergi dari desa dan melanjutkan perjalanan mereka.
Mengetahui kalau mereka akan pergi, Gouki dan semua orang di desa terutama anak-anak yang akrab dengan Olivia sontak menjadi sedih bahkan menangis.
Tapi tidak ada yang menghalangi mereka karena orang-orang di desa merasa sudah cukup banyak merepotkan Noelle dan Olivia selama dua minggu terakhir.
"Ahaha, kalian tidak perlu khawatir. Aku dan Olivia akan mengunjungi kalian lagi kapan-kapan"
Noelle dengan mudah mengatakan itu di hadapan orang-orang yang menangisi kepergian mereka.
"Baiklah, kalau begitu kami pergi"
Mengatakan itu, Noelle dan Olivia akhirnya berbalik untuk melanjutkan perjalanan mereka sementara orang-orang di desa mengucapkan selamat tinggal dengan tangisan deras di mata mereka.
(Hentikan, menjijikan untuk melihat pria kekar dan berotot menangis seperti itu! aku tidak keberatan jika beberapa gadis mulai menangis karena aku harus meninggalkan mereka, tapi aku tidak tertarik dengan pria berotot!)
Tidak ada yang mendengar jeritan hati Noelle kecuali Olivia yang memandanginya seolah melihat anak yang bermasalah…
Dengan itu, Noelle dan Olivia pergi untuk melanjutkan perjalanan mereka…
Dan di masa depan yang tidak terlalu jauh, desa kecil itu akan tumbuh menjadi sebuah kota dengan nama 'kota Krutzh' dan memiliki kehidupan yang makmur untuk penghuninya. Dan nama Noelle bersama Olivia akan dicatat sebagai pendiri kota tersebut, tapi itu cerita untuk nanti…
...****************...
"Baiklah, ini sudah cukup jauh, naiklah ke punggungku Olivia"
Noelle dan Olivia sudah berjalan cukup jauh untuk menghilang dari pandangan para warga desa, jadi Noelle segera bertransformasi menjadi serigala dan membuat Olivia menunggangi punggungnya.
"Baiklah~"
Olivia segera melompat dengan suara 'eii' dan mendarat tepat pada Noelle dan segera mencari posisi duduk yang paling nyaman.
"Pegangan yang kuat, dan kita berangkat~"
Noelle segera menendang tanah dan dengan cepat melintasi hutan menggunakan transformasi serigala. Noelle menganggap itu sebagai latihan untuk membiasakan diri agar berguna dalam pertarungan.
"Anginnya begitu nyaman~"
Olivia tanpa sadar menggumamkan itu dan melonggarkan ekspresinya saat dia menikmati hembusan angin dengan rambutnya yang berwarna perak itu berkibar dengan bebas di udara.
Melihat itu, Noelle hanya melirik Olivia dan tersenyum kecut dalam hatinya. Segera, Noelle bisa merasakan beberapa kehadiran kawanan monster.
"Olivia"
"……Nn"
Melihat telinga serigala Noelle yang bergerak-gerak, Olivia segera menyipitkan matanya untuk memastikan keberadaan monster di sekitar mereka.
Jika itu hanya monster biasa, tindakan itu tidak diperlukan. Tapi yang mereka rasakan adalah sebuah kehadiran yang besar.
*Don! *
Dengan suara berisik itu, Noelle bisa merasakan tanah tempat dia berdiri menjadi bergetar untuk beberapa alasan.
"…! "
Merasakan bahaya, Noelle hampir secara refleks segera melompat beberapa meter ke samping dan membuat Olivia hampir kehilangan keseimbangan.
Dan benar saja, sebuah lubang besar muncul di tempat Noelle berdiri tadi. Lubang itu tercipta dari batu besar yang dilemparkan dari arah hutan dan memantul ke beberapa tempat.
Melihat itu, Olivia segera turun dari punggung Noelle dan menyiapkan posisi memegang rapier nya sementara Noelle masih berwujud serigala.
(Kekuatan destruktif nya besar, pasti itu semacam monster raksasa, apa itu ogre?)
Noelle dan Olivia sengaja hanya menggunakan pedang atau transformasi mereka untuk bertarung, itu semua bertujuan untuk mengasah kemampuan berpedang mereka sekaligus untuk menahan diri dari memberikan serangan yang terlalu merusak.
Beberapa detik kemudian, dengan beberapa suara dentuman yang bergema di udara, sosok monster yang menyerang mereka akhirnya keluar menunjukkan diri.
"Cyclops?! "
Monster yang menyerang mereka, cyclops, memiliki tubuh raksasa dengan tinggi sekitar enam meter. Mata satu miliknya menatap Noelle dan Olivia seolah menemukan mangsa dan mulai menyerang mereka berdua dengan sebuah pohon yang dia cabut langsung dari tanah.
Secara harfiah, itu benar-benar pohon! dia mencabutnya dari tanah seolah tidak ada apa-apa!
"…! "
Serangan yang diberikan Cyclops pada mereka dengan mudah dihindari.
Setelah menghindari dari serangan itu, Noelle segera berubah wujud menjadi manusia kembali menggunakan transformasi dan langsung menarik kedua pedang yang menggantung di pinggang kirinya untuk menyerang cyclops.
(…Cyclops memang kuat, tapi yang ini anehnya lebih kuat dari yang pernah kami hadapi! apa dia tipe mahkota?!)
Setelah melihat hasil dari serangan cyclops itu dengan jelas ditunjukkan dengan tanah yang hancur seketika, Noelle mau tidak mau langsung berpikir kalau cyclops di depannya bukanlah monster biasa.
Dan tipe mahkota adalah tipe monster yang berada di kedudukan tinggi diantara ras-nya. Ciri utama mereka adalah ukuran yang lebih besar dan kekuatan yang memberikan lebih banyak kehancuran.
Noelle dengan mudah menembus kulit cyclops itu menggunakan kedua pedangnya, dan untuk beberapa alasan, pedang hitam yang dia pegang di tangan kanan justru memberikan sayatan yang lebih dalam daripada pedang perak…
Sementara Noelle dengan susah payah mencari titik lemah, Olivia berlari menggunakan tangan cyclops itu sebagai pijakan dan mengincar untuk menusuk matanya.
Tapi ia segera menyesali keputusan itu karena cyclops itu langsung mengeluarkan semburan laser dari matanya yang seolah mengatakan 'serang aku! aku adalah titik paling lemah! ' dengan nada menggoda…
(Laser?! jadi dia tipe crown!)
Olivia entah bagaimana menghindari laser itu dan mencari titik lain untuk diserang sementara cyclops itu menggerakkan tubuhnya seolah mengusir kutu.
(Dia keras! tapi entah bagaimana aku bisa menembusnya, aku harus memotong lehernya itu)
Dengan pikiran itu, Noelle langsung menenangkan dirinya dan segera melompat untuk memotong leher cyclops.
Sementara mata cyclops itu masih terakihkan pada Olivia, Noelle entah bagaimana langsung menebas leher cyclops itu tanpa ragu sambil mengeluarkan beberapa pedang dari spatial storage untuk menusukkan itu pada mata cyclops dan membuatnya tidak bisa mengeluarkan serangan laser lagi.
"GRRR GRRAAAHHH!!! "
Saat pedang yang diluncurkan oleh Noelle menembus mata cyclops, cyclops itu mengeluarkan jeritan kesakitan yang sangat keras dan hampir membuat Noelle kehilangan kendali.
"…Sisanya hanya eksekusi"
Dengan kata-kata itu, Noelle segera menebas cyclops itu berkali-kali dengan kedua pedangnya yang bersinar untuk suatu alasan…
...****************...
*Haaahhhh...
Noelle dengan lelah menghela nafas saat tubuhnya tenggelam kedalam sofa yang empuk.
Noelle dan Olivia saat ini berada di dalam gerbong dan sedang menggunakan pakaian santai mereka setelah membersihkan diri dari sisa-sisa pertarungan dengan cyclops tipe mahkota tadi…
Bagaimanapun itu bukanlah pertarungan yang sulit, tapi tetap membutuhkan waktu karena mereka berdua harus menahan diri dari menggunakan sihir.
"Terimakasih atas kerja kerasnya~"
Olivia mengatakan itu ketika dia duduk disamping Noelle dengan wajah menyesal.
"Kau tidak perlu minta maaf untuk itu, bagaimanapun, sepertinya kita terlalu bergantung pada sihir dan membuat kemampuan berpedang kita menjadi tumpul"
"Nn, tapi tetap saja aku tidak bisa melakukan apapun"
Saat Noelle berbicara sambil menatap pada Olivia, Olivia langsung menjawabnya dengan tatapan yang diwarnai dengan kesedihan.
(Si bodoh ini…)
Memikirkan itu, Noelle hanya bisa tersenyum kecut dan dengan lembut menepuk kepala Olivia yang bersandar padanya.
Noelle tidak mengatakan apapun, tapi tindakannya itu sudah cukup untuk membuat Olivia meleleh dan mengubah pandangannya dari tatapan kesedihan menjadi tatapan lembut dan penuh kasih.
"…Jika kau mengatakan itu, maka…"
Menggumamkan itu, Olivia dengan lembut mulai berdiri dan duduk dipangkuan Noelle dengan posisi yang saling menghadap.
"Tapi Noelle, kau tau? "
"A-apa? "
Merasa aneh dengan tindakan Olivia, Noelle segera bertanya dengan gugup.
"Muu~ kau bahkan lupa dengan hari penting, Noelle bodoh! "
Meskipun Olivia mengucapkan itu dengan nada bercanda, itu tetap membuat Noelle memiringkan kepalanya dan bertanya-tanya.
"…Bodoh, ini hari ulang tahun kita! "
"……Heh? ahh! benarkah?! "
Untuk jawaban yang tak terduga dari Olivia, Noelle hanya bisa menjadi bingung dan bergumam 'setelah dipikir-pikir, ini memang tanggal lahir kita'.
Hanya ada sedikit cara untuk memastikan tanggal di dunia ini, kalender adalah barang yang berharga dan mahal, tapi Noelle dan Olivia bisa mengetahuinya hanya dengan perhitungan mental mereka.
"……Kalau begitu, apa yang harus dilakukan? "
Dengan kata-kata Noelle itu, Olivia entah kenapa justru melingkarkan tangan dan kakinya untuk memeluk Noelle dalam posisi berpangkuan.
Saling bertatapan untuk beberapa saat, dengan wajah yang sedikit memerah mulai berbicara pada Noelle dengan suara yang lembut.
"……Aku akan memberimu hadiah…"
"……Dan? apa yang akan Olivia berikan padaku? "
Saat Noelle menanyakan itu, Olivia tidak menjawab dan dengan wajah memerah justru menguatkan pekukannya pada Noelle, itu membuat tubuh mereka saling menempel dan bisa merasakan kehangatan tubuh masing-masing dibalik piyama tipis yang mereka gunakan.
Masih tidak mengatakan apapun, Olivia justru mengangkat wajahnya dan dengan perlahan mencuri ciuman lembut dari Noelle.
"Se-sekarang kau harusnya mengerti kan?! "
"…Tidak sama sekali~"
Saat Olivia menanyakan itu dengan panik, Noelle hanya menjawab dengan nada santai. Sebenarnya Noelle sudah mengerti apa yang diisyaratkan oleh Olivia, tapi dia memutuskan untuk menggodanya sedikit.
"Muu … Ka-kalau begitu, akan kuganti kata-kata ku! "
"Hmm~"
"Se-sebagai hadiah untuk ulang tahunmu, a-aku akan memberikan di-diriku sendiri sebagai hadiah! "
"……"
Sementara Noelle dengan diam menatap Olivia, dia bisa mendengar suara Olivia bergumam 'Lagipula aku sudah siap…'.
"…Apa kau benar-benar baik-baik saja? apa ini tidak terlalu cepat? "
"…Berisik, lagipula kau akan dianggap dewasa ketika menginjak usia 15 tahun…"
Jawaban yang diberikan Olivia membuat Noelle melebarkan matanya sedikit, tapi dia segera memulihkan ketenangannya dan sambil tersenyum kecil, dia dan Olivia saling menatap untuk beberapa saat dengan mata penuh nafsu. Setelah itu, Noelle akhirnya berbicara dengan senyum kecil di wajahnya.
"…Jika itu yang kau inginkan yang mulia ratu~ tapi ada yang salah dengan kata-katamu tadi"
"A-apa? "
"Kau mengatakan kalau kau akan memberikan dirimu padaku, tapi sebenarnya, sejak awal kau sudah menjadi milikku kau tau~? "
Mata Olivia melebar karena kata-kata Noelle, tapi dia segera megerucutkan bibirnya dengan 'muu~'. Dan dengan cepat, Noelle serta Olivia saling menutup jarak dan berciuman.
Tidak seperti ciuman lembut mereka yang biasa, kali ini adalah ciuman yang liar dan membuat Olivia mengencangkan pelukannya pada Noelle.
Masih berciuman, Noelle akhirnya mengangkat Olivia dengan menyelipkan tangannya diantara kaki Olivia dan pindah ke kasur yang lebih luas dan empuk.
Setelah Noelle memposisikan Olivia berbaring, akhirnya Olivia melepaskan ciumannya yang liar itu dan menatap Noelle yang berada di atasnya.
Olivia menatap Noelle dengan mata yang penuh dengan nafsu dan menunggu tindakan Noelle selanjutnya.
"……Sepertinya kau sudah membuatku tergila-gila padamu ya, Olivia? "
Ketika Noelle mengatakan itu dengan senyum kecil di wajahnya, Olivia yang sejak tadi menatapnya, sontak memiliki senyum mekar yang indah dan mata berkaca-kaca karena kebahagiaan yang memenuhi hatinya.
Dia senang. Dia senang karena bisa mendapatkan Noelle untuk dirinya, dia senang karena bisa mengungkapkan perasaannya pada Noelle. Dia senang karena bisa bersama dengan Noelle. Bagaimanapun, mereka sudah saling kenal sejak lama bahkan sejak mereka masih anak-anak di bumi dulu, dan Olivia sudah menyimpan perasaan padanya sejak saat itu.
Dia senang karena akhirnya bisa saling berbagi perasaan dan kehangatan dengan seseorang yang dia cintai. Sampai saat ini, Noelle tidak pernah menjawab perasaan Olivia secara langsung, tapi meskipun begitu, mereka masih saling mencintai satu sama lain. Dan saat ini, disini, Noelle secara tegas memberitahukan perasaannya yang sebenarnya.
Hanya ungkapan itu saja sudah membuat hati Olivia bermekaran seperti taman bunga di musim semi.
Dia juga senang karena semua usahanya untuk membuat Noelle jatuh cinta padanya berhasil. Dan dengan senyum bahagia itu di wajahnya, Olivia menggerakkan tangannya untuk membelai pipi Noelle dan mengucapkan 'terimakasih' dengan mata menangis bahagia.
Noelle hanya bisa tersenyum dan membelai rambut perak Olivia sambil menatapnya dengan perasaan penuh kasih dan sayang.
Bahkan jika dunia memusuhi mereka, mereka tidak akan pernah berhenti mencintai satu-sama lain. Seperti itulah jenis perasaan mereka.
"Kalau begitu, selamat makan~"
Dengan kata-kata itu, bayangan keduanya yang penuh kebahagiaan menyatu di dalam ruangan yang remang-remang dengan cahaya.
Bagaimanapun, ini adalah pertama kalinya mereka melakukan itu…
...****************...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 373 Episodes
Comments
Claire
anying ada dajjal🤣
2024-04-12
0
𝙍𝙮𝙪𝙪 𝘼𝙯𝙖𝙩𝙝𝙤𝙩𝙝
... Gak detail, Gimana mereka melakukannya... Desa*an nya kek gimana... Trus berapa kali mereka melakukan itu... Trus apa 🌋 Di dalam... Kurang detail
2023-01-16
1
𝙍𝙮𝙪𝙪 𝘼𝙯𝙖𝙩𝙝𝙤𝙩𝙝
... Sialannn!
2023-01-16
2