...****************...
Apa? apa yang terjadi? kenapa? apa yang terjadi pada desa? aku tidak tahu, aku tidak mengerti …
Dihadapkan dengan pemandangan itu, aku dan Olivia hanya bisa berdiri tertegun tanpa tau harus berbuat apa. Kami hanya pergi ke hutan selama beberapa jam, tapi semuanya menjadi seperti ini saat kami kembali.
Apa yang terjadi? aku tidak tau.
Semua bangunan sudah sepenuhnya hancur dan hanya menyisakan puing-puing. Siapa yang melakukan ini? aku tidak tau, aku tidak tau! aku tidak mengerti!
Aku akhirnya pulih dari keterkejutanku dan dengan gemetar mulai berjalan menuju gereja yang sudah tak berbentuk. Olivia juga mengikutiku dengan pandangan kosong.
Bau darah yang khas seperti besi memenuhi udara dan memasuki paru-paruku, tapi aku menahan rasa ingin muntah itu dan kembali berjalan ke arah gereja sambil mengabaikan bau gosong dari daging warga desa yang terbakar.
Kumohon, siapapun! apakah kalian masih hidup? Siapapun … Tolong…
Dengan langkah terhuyung, aku dan Olivia akhirnya sampai di depan reruntuhan bekas gereja.
Dan di depan reruntuhan itu terdapat 4 mayat wanita.
Itu adalah Marry, Sheryl, Lucy, dan Kana.
Mereka ber-empat adalah biarawati yang merawat kami sejak kami masih bayi. Sekarang mereka ber-empat terbaring kaku di tanah dengan luka tusukan di perut dan masih mengengeluarkan darah segar.
Siapa yang melakukan ini? kenapa mereka melakukannya? apa salah mereka? kenapa mereka mengalami ini? aku tidak tau.
Aku berulang kali bertanya pada diriku sendiri, sebuah pertanyaan yang aku sendiri tidak tau jawabannya.
Tapi anehnya, aku tidak bisa mengeluarkan ekspresi apapun selain senyum dingin. Aku perlahan bangkit dan dengan langkah yang sedikit terguncang, aku akhirnya sampai di tempat yang kutuju … Itu adalah rumah Vain.
Tapi Vain sendiri sudah menjadi mayat di depan rumahnya.
Selain Vain, aku bisa melihat beberapa mayat yang tidak pernah ku lihat sebelumnya. Apa mereka bandit? ada 6 dari mereka yang menjadi tubuh tak bernyawa dan tenggelam di genangan darah.
"Sial! "
Terhadap pemandangan mengerikan di depanku, aku hanya bisa menggumamkan kata itu. Olivia masih memiliki pandangan kosong, tapi berusaha menguatkan diri agar tidak muntah.
"Nn? ada surat"
Aku menemukan sebuah kertas kecil dari kantung Vain ketika menggeledah mayatnya dengan mata kosong tanpa ekspresi apapun. Semua kejadian ini sudah cukup untuk membuatku melupakan bagaimana cara berekspresi seperti biasa.
Aku membuka surat itu ketika Olivia perlahan menghampiri ku untuk membaca suratnya.
...『Saat kau membaca ini, aku yakin kalau aku sudah mati...
.......
...Masuk lah ke ruang bawah tanah tersembunyi di rumahku, dan ambil semua yang ada di sana. Manfaatkan itu sebaik munkin!...
.......
...Untuk masuk ke sana kau hanya perlu memutar lampu sihir yang berada di bawah meja ku...
.......
...Akan ada penjelasan tentang barang yang ku berikan nanti, bagaimanapun … kalian harus tetap hidup...』...
"Benar-benar pria yang tidak suka basa-basi."
Suara dingin Olivia bergema di tempat itu. Vain memang pria yang akan berbicara langsung ke inti, jadi aku bisa mengerti perasaannya.
Tapi aku menyadari ada yang aneh dengan kata-kata di surat itu.
Hanya saja … Kapan dia menulisnya? dia membuat kata pembuka seolah sudah memprediksi ini sejak awal. Akan kupikirkan itu nanti.
Untuk saat ini, aku harus ke ruang bawah tanah yang dia katakan.
"Ayo, Olivia."
" … Nn."
Aku dan Olivia sampai pada meja yang dimaksudkan Vain. Meja itu tidak hancur sama sekali, bahkan tidak ada kerusakan sedikitpun meskipun sudah tertimpa batu yang cukup besar. Sepertinya itu dipertahankan dengan sihir.
Aku menemukan lampu sihir itu dan langsung memutar aktifatornya. Lampu sihir itu mirip seperti lentera, jadi aku tau cara menggunakannya.
Setelah memutarnya, sesuatu seperti getaran terjadi dan lantai perlahan mulai terbuka, menampilkan tangga menuju ke bawah.
Aku dan Olivia saling menatap dan mengangguk bersamaan setelah memutuskan untuk masuk ke dalamnya.
"《Light》"
Terlalu gelap untuk melihat, jadi aku menggunakan sihir untuk menghasilkan cahaya di ujung jari ku dan menggunakannya untuk penerangan.
...****************...
"Kita sampai."
Setelah menuruni tangga selama beberapa menit, Olivia mengatakan itu ketika kami tiba di sebuah ruangan persegi dengan ukuran sekitar 10 m.
Di bagian tengah ruangan itu, terdapat sebuah kotak yang terlihat seperti peti batu.
"Apakah ada semacam mummy di dalamnya? "
Aku bertanya dengan nada sedikit bercanda. Aku dan Olivia langsung menuju peti itu tanpa sadar seolah itu memanggil kami.
Menelan ludah, aku dan Olivia perlahan membuka tutup peti batu itu menggunakan 《Physical Strengthening》 karena itu berat.
Saat peti terbuka sepenuhnya, Peti itu mulai mengeluarkan seberkas cahaya aneh namun menenangkan.
"Set perlengkapan? "
Olivia menggumamkan itu ketika kami melihat isi peti. Di dalam peti itu, terdapat set perlengkapan bertarung untuk dua orang.
Yang satu adalah sebuah mantel hitam dengan pinggiran berwarna perak. Daripada mantel, itu lebih baik disebut zirah karena memiliki beberapa bagian yang terlihat seperti logam.
Selain itu, aku juga bisa melihat dua buah pedang yang berbaris rapih. Pedang itu memiliki warna masing-masing hitam dengan pinggiran perak dan perak platinum dengan pinggiran hitam. Itu terlihat seperti pedang kembar.
Olivia juga sepertinya memiliki mata yang terfokus pada set yang satunya.
Itu adalah zirah hitam pekat tanpa lengan yang terlihat seperti gaun yang dia gunakan saat ini. Memiliki pola hiasan garis bergelombang yang mengingatkanku pada tangkai dan duri mawar.
Daripada zirah, itu lebih pantas disebut gaun model gothic karena terlihat seperti memiliki renda pada bagian roknya.
Selain itu, ada juga sebuah pedang panjang berwarna perak dengan pinggiran hitam yang terlihat ramping di samping zirah itu. Apa itu rapier? Tapi itu terlalu lebar untuk menjadi rapier dan terlalu ramping untuk menjadi pedang panjang …
"…Bagaimana? "
Aku dan Olivia saling memandang untuk sesaat, dan akhirnya memutuskan untuk memeriksanya.
Ketika kami menyentuh set perlengkapan itu...
"uh? akhh! a-apa ini? "
"Huhh, apa yang terjadi? "
Kepala kami merasakan sakit yang hebat dan membuat Olivia mengeluarkan erangan kesakitan saat tubuhnya penuh dengan keringat.
Penyebab rasa sakit itu adalah karena semua informasi tentang perlengkapan di depan kami saat ini, langsung dimasukkan ke dalam kepala kami secara paksa.
Informasi itu tentang senjata dan zirah yang akan menyesuaikan diri dengan pemiliknya, dan itu juga tidak memerlukan perawatan apapun karena semua ketajaman atau kondisi pedang itu akan dikembalikan menjadi kondisi sempurna dalam beberapa detik.
Dan rupanya semua peralatan itu terbuat dari bahan yang gila seperti bagian tubuh naga dan makhluk kuno lainnya. Selain itu, ada informasi tentang bahan yang tak kami pahami.
Hanya dari mana pria itu mendapatkan ini?
"...haahh hahh sial, apa kau baik-baik saja? Olivia."
"…haahhh yahh, aku baik-baik saja ... Daripada itu, apa perlengkapan ini untuk kita? "
"Yahh, informasi itu jelas mengatakan kalau itu milik kita... "
Aku dan Olivia akhirnya memutuskan untuk mengambil perlengkapan itu dan menggunakannua untuk saat ini, karena ukuran zirah akan disetel sesuai ukuran tubuh kami, kami bisa menggunakannya dengan baik. Bahkan itu ringan.
Aku juga mengambil dua pedang yang ditaruh berdekatan dengan zirah. Kedua pedang itu adalah sepasang, jadi aku tidak bisa memilih salah satu. Lagipula, dua pedang terdengar keren. Yang menjadi masalah, akan sulit untuk mengatur berat dan pusat keseimbangannya.
Sejujurnya, aku belum terbiasa dengan menggunakan senjata ganda seperti itu.
Olivia juga sudah menggunakan perlengkapannya berupa zirah hitam berenda yang mirip gaun model gothic lolita tanpa lengan dan dengan sarung tangan yang menutupi sampai siku.
Berkat zirah yang mirip gaun itu hanya memiliki panjang sampai paha, Olivia menampilkan kakinya yang indah dengan jelas, sepertinya dia harus menggunakan stocking.
Dan tidak lupa dengan pedang panjang berwarna perak yang tergantung di pinggang kirinya agar bisa ditarik dengan mudah menggunakan tangan kanan.
Bagus sekali! aku dan Olivia sudah mendapatkan plot penguatan secara instant setelah kematian warga desa disini!
Apa aku dan Olivia adalah semacam protagonis cheater dari sebuah kisah? kuharap tidak seperti itu, bagaimanapun…
"Pertama, ayo kita kumpulkan mereka dan buatkan kuburan yang layak secepatnya sebelum monster datang karena bau darah."
Monster bukanlah masalah untuk kami, karena yang muncul hanya akan menjadi kawanan serigala atau beruang. Tapi tetap saja menjengkelkan jika harus menghadapi monster di saat yang sama dengan membuatkan mereka kuburan.
...****************...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 373 Episodes
Comments
Ayano
Dia to the point
Bagus itu
2023-07-12
0
Ayano
Hiks.... ampe ninggalin wasiat lagi
2023-07-12
0
Ayano
Ini part paling epik kalau di aku. Mengingatkan sama pembantaian di manga yang kubaca
2023-07-12
0