...****************...
Aku dan Olivia sudah mengumpulkan semua mayat warga desa. Olivia harus muntah beberapa kali dalam prosesnya karena mayat itu benar-benar mengeluarkan banyak darah dan mulai berbau busuk.
"Baiklah, ini dia.《Flame of Purgatory》"
Setelah aku mengucapkan nama salah satu mantra sihir yang sudah kupelajari, 《Flame of Purgatory》, kobaran api putih perlahan mulai membesar dan dalam sekejap membuat suma mayat menjadi abu.
Flame of Purgatory akan membakar hangus semua mayat yang di targetkan dengan cepat dan tanpa mengeluarkan suara ataupun bau.
Meskipun itu adalah sihir api, sebenarnya itu lebih condong ke arah sihir suci. Karena itu, bahkan aku yang memiliki jumlah mana yang besar, tetap merasa lelah karena menggunakan sihir yang jelas-jelas bukan spesialis ku.
Tapi, semua mana yang kupunya langsung beregenerasi dalam waktu singkat.
Proses kremasi berjalan lancar.
"Baiklah, itu sudah selesai. Ayo kumpulkan abu mereka Olivia."
"…Nn"
Aku dan Olivia bergegas menghampiri tempat yang dibakar oleh flame of purgatory dan langsung membuat wadah untuk menampung semua abu mereka menggunakan sihir tanah.
Setelah memasukkan abu ke dalam wadah batu, aku dan Olivia langsung membuat sebuah lubang besar di bagian tengah desa dengan sihir tanah dan memasukkan wadah yang berisi abu jasad mereka.
Penguburan selesai, dan Olivia juga membuat batu nisan besar yang memiliki ukiran yang indah dan menulis semua nama orang di desa.
"…Nn, dengan ini seharusnya baik-baik saja … Kita akan kembali besok dengan bunga ..."
Olivia menggumamkan itu dengan sedih ketika dia melihat batu nisan menggunakan mata dinginnya yang anehnya menjadi lebih tak bernyawa hari ini.
Meskipun semua warga desa telah dibunuh, bahkan aku dan Olivia tidak merasakan emosi apapun. Karena pada akhirnya semua manusia akan mati, dan tidak ada yang bisa mengelak dari takdir itu.
Itu mungkin pemikiran yang salah, dan benar-benar tak berperasaan, tapi itulah kenyataannya. Olivia mungkin masih tidak terlalu memahaminya, tapi aku sudah memiliki pengalaman lebih dalam kehilangan seseorang.
Bukan berarti kami tidak sedih. Tapi, bagaimanapun, semua orang di desa telah merawat kami berdua sejak masih bayi. Tanpa mereka, aku ragu kalau aku dan Olivia masih hidup.
7 tahun yang kami lewati bersama mereka, terasa cukup menyenangkan. Dan saat kupikir aku telah melepaskan diri dari masa laluku, insiden ini terjadi. Takdir benar-benar bajingan yang kejam.
Tidak apa, ini bukanlah masalah. Aku berulang kali membisikkan kalimat itu pada dirimu sendiri. Ada banyak orang yang mati setiap harinya, dan kebetulan saja orang-orang di desa ini telah sampai pada garis finish pada hidup mereka. Ini bukan masalah besar, aku sudah terbiasa.
Tapi, meskipun begitu, aku tak bisa menahannya. Sensasi panas yang memenuhi mataku, aku tak bisa menahan itu.
Aku mengepalkan kedua tanganku guna untuk menguatkan diriku sendiri, tapi rasanya itu sia-sia. Aku hampir tak bisa menahannya.
"Noelle …"
Suara Olivia tiba-tiba masuk ke telingaku, seperti suara gemerincing yang berasal dari lonceng, suara Olivia tanpa gangguan masuk ke kepalaku dan menenangkan batinku.
Aku mencoba untuk membentuk senyum, dan beralih menatap Olivia yang sejak tadi ada di sampingku. Aku tidak ingin dia melihat aku yang hampir menangis.
"Apa? "
"Tidak, hanya saja … dimana kita akan tidur? "
Ahh … Yaa, aku belum memikirkan itu, tapi…
"Bagaimana dengan kastil yang kita temukan tadi? "
" … Baiklah, ini tidak seperti kita memiliki pilihan lain … "
Aku dan Olivia setuju untuk kembali ke kastil yang kami temukan tadi. Untungnya ini masih cukup cerah, jadi monster yang kuat tidak akan muncul sekarang.
"Kalau begitu, ayo."
...****************...
Aku dan Olivia dengan cepat berlari melintasi hutan untuk menuju ke kastil yang kami temukan beberapa jam yang lalu.
Beberapa kawanan monster seperti green wolf dan giant bee datang menyerang kami, tapi kami dengan mudah membunuh mereka dan memasukkan mayat mereka ke dalam penyimpanan spasialku.
Green wolf adalah monster sejenis serigala berwarna hijau dan memiliki panjang 2 meter dari kepala hingga ekor. Senjata utama mereka adalah cakar dan taring mereka yang tajam. Sedangkan giant bee, seperti namanya … Itu adalah lebah raksasa berukuran 40 cm dengan sengat yang memiliki panjang hampir 1 meter. Mereka menggunakan sengat itu seperti pedang.
Kedua jenis monster itu adalah monster yang bekerja secara kelompok.
Setelah berlari beberapa menit, aku dan Olivia akhirnya sampai di kastil yang kami temukan tadi. Memandangi nya sejenak dan memutuskan untuk masuk.
...****************...
"Ini benar-benar besar."
Olivia mengeluarkan erangan kagum saat kami memasuki kastil. Bagian yang kami masuki hanyalah bagian aula kastil, tapi itu sudah memiliki ukuran yang luar biasa.
Di bagian tengah ruangan itu, aku dan Olivia memandangi sebuah patung yang berbentuk seorang pria dengan rambut panjang sampai pinggang … Patung pria itu juga memiliki seperti taring yang menonjol di bibir nya.
Aku hanya bisa memikirkan satu hal saat melihat patung pria itu.
"…Vampir"
Aku tidak sengaja membocorkan suaraku dan melihat Olivia memandangi patung itu dengan kagum.
Aku tidak tau kalau ada vampir di dunia ini … Memang ada sesuatu seperti legenda tentangnya, tapi itu hanya dikatakan sebagai 'mitos'.
Tapi tempat kami berdiri sekarang dengan jelas menunjukkan keberadaan makhluk legenda itu.
Aku dan Olivia selesai memandangi patung dan akhirnya memutuskan untuk berkeliling kastil. Di belakang patung itu, ada sebuah tangga dua sisi yang mengarah ke lantai atas.
Dan ada sebuah bingkai Lukisan besar yang tertempel di dinding tangga itu. Lukisan itu menunjukkan seorang pria berambut merah sampai pinggang, menggunakan pakaian mewah dan dua gigi taring yang cukup menonjol.
Pria itu memiliki karakteristik wajah yang tampan dan memancarkan aura kebijaksanaan. Kau tak mau, aku terpaku sejenak untuk memperhatikannya.
Senyum dan tatapan pria itu lembut, tapi anehnya membuatku merasa segan untuk menatapnya lebih lama.
Selain itu, ada lukisan seorang wanita berambut merah yang duduk di kursi di samping pria itu.
" … Apa mereka sekeluarga? "
Olivia mengajukan pertanyaan yang akan dipikirkan siapapun yang melihat lukisan itu, tapi aku segera menjawab.
"Apa vampir bisa membuat keluarga? kupikir mereka menambah jumlah mereka dengan meminum darah manusia lain … "
" … Kamu benar"
Seperti itu, kami melanjutkan berkeliling kastil dan akhirnya sampai di sebuah ruangan yang ditutupi pintu besar dengan desain mewah. Tempat kami berdiri sekarang ada di bagian tengah dari semua ruangan di kastil.
Saat aku membuka pintunya, itu menunjukkan sebuah ruangan yang diisi dengan kasur besar, lemari, meja, dan yang lain. Ruangan itu juga sangat mewah.
"Apa ini kamar? "
Sepertinya Olivia memikirkan hal yang sama dengan ku.
"Dari dugaanku, ruangan ini seharusnya dimiliki oleh orang yang ada di lukisan tadi"
"Ayo kita lanjut berkeliling"
Aku dan Olivia memutuskan untuk lanjut menjelajahi kastil. Kami juga memutuskan untuk tinggal di kamar itu nanti.
"Whoa... Ada pemandian! "
Di ruangan selanjutnya, aku dan Olivia melihat sebuah kolam sedalam lutut orang dewasa. Kolam itu memiliki bentuk lingkaran dan berdiameter sekitar 20 meter.
Olivia juga memandangi kolam itu dengan penuh semangat … Yaa tentu saja, kami sudah lama tidak merasakan berendam di sebuah kolam sebesar ini.
Pemandian ini mengingatkanku pada kolam yang dulu pernah kami miliki di bumi.
"Hey Olivia"
"Nn? Noelle? "
"Bagaimana kalau kita tinggal di kastil ini untuk sementara, setelah kita berumur 14 tahun, seharusnya aman untuk pergi ke kota terdekat."
Aku masih ingat dengan pasti kalau seseorang bisa dikatakan dewasa jika sudah menginjak usia 15 tahun. Itu 3 dan 5 tahun lebih awal dari yang kami ketahui di bumi.
Berdasarkan penilaian pribadiku, akan aman untuk pergi keluar setelah kami mencapai usia itu. Kami juga harus menyiapkan banyak hal, seperti latar keluarga dan sebagainya.
Kami dibesarkan di sebuah gereja sebagai sepasang anak yatim piatu, jadi kami tidak bisa membuat garis keluarga kami secara rinci. Tapi … Entah bagaimana aku akan mengatasinya.
" …… Kamu benar."
Ada jeda yang agak panjang sebelum Olivia menjawab keputusanku. Dia setuju, artinya dia juga sudah memikirkan situasinya.
Syukurlah, kukira dia akan menolak dan meminta pergi lebih awal.
...****************...
Kami lanjut berkeliling kastil.
Bagaimanapun, kastil ini besarnya bukan main, dan mustahil bisa menjelajahi semuanya dalam satu hari.
Kami akhirnya tiba di ruangan yang terletak di paling belakang. Itu ditutupi pintu raksasa yang mewah dan ada dua patung gargoyle yang diletakkan di setiap sisinya.
" … Ruang takhta? "
Hanya itu yang bisa kupikirkan. Karena, ruangan itu adalah yang paling besar dan luas dari yang lain. Di ujung ruangan juga ada sebuah podium dengan kursi mewah di tengah nya.
Tapi yang paling menarik minat ku adalah apa yang ada di belakang kursi mewah itu. Bagian dinding yang menjadi latar kursi itu terlihat berongga dan masuk ke dalam.
Aku dan Olivia saling menatap dan akhirnya memutuskan untuk memeriksanya, karena seperti ada sesuatu yang menarik kami.
" … Apa ini? Piala? "
"Kurasa bukan…"
Aku langsung membantah Olivia yang menganggap itu piala.
Itu bukan piala, tapi lebih terlihat seperti cawan.
Bagaimanapun, aku merasakan mana yang sangat kuat dari cawan itu. Lebih tepatnya isi dari cawan itu mengeluarkan aura yang sangat kuat.
Tapi anehnya aku dan Olivia justru mendekati itu tanpa sadar seolah itu memanggil kami.
Kami sampai di depan altar tempat cawan itu berada. Dan aku tanpa sadar mulai membuka tutup cawan itu.
Saat aku membukanya, suatu kehadiran yang sangat kuat muncul, seolah ada gelombang kejut yang keluar secara tiba-tiba.
"…Apa itu? Darah? "
Seperti yang dikatakan Olivia, Cawan itu penuh dengan darah.
Warnanya merah pekat, dan baunya juga persis seperti darah yang kuingat. Hanya saja, itu adalah darah segar, sesuatu yang seharusnya tidak mungkin ada di sini.
Jika aku benar, tempat ini pasti sudah ditinggalkan sejak lama, tidak mungkin darah akan bertahan tanpa mengalami pembusukan.
Aku tidak tau apa yang merasuki pikiran kami, tapi aku dan Olivia pasti sudah gila karena kami meminum semua darah yang ada di cawan itu.
" … Hah? Apa yang kita lakukan?! "
Olivia mulai panik ketika dia mulai kembali ke kewarasannya.
"Hah? Apa? Akh- ugh!! A-apa yang terjadi? "
Aku mulai berbicara dengan suara gemetaran karena rasa sakit yang menyerang tubuh kami secara tiba-tiba. Aku juga melihat Olivia yang sudah terbaring di lantai dengan erangan kesakitan.
『HAHAHA!!! AKHIRNYA! AKU AKHIRNYA BEBAS! AKHIRNYA TUBUH YANG LAYAK! INI ADALAH KEBANGKITANKU!!!』
Saat aku berusaha menahan rasa sakit di tubuhku, aku bisa mendengar sebuah suara bergema di kepalaku.
Tapi aku mengabaikan nya karena aku sedang putus asa disini!
『Ha? Apa yang-?! Berkah dewa?! Apa maksudnya itu?! Sial, aku harus keluar! a-apa? aku terjebak?! JANGAN BERCANDA DENGANKU BRENGSEK! ANASTASIAAAA-!!!!』
Sebuah suara masih bergema di kepalaku, tapi kali ini suara itu terdengar bodoh dan terputus saat dia meneriakkan nama Anastasia. Tapi aku mengabaikannya karena aku sedang fokus menahan rasa sakit itu.
Aku mengabaikannya meskipun suara itu meneriakkan jeritan kesakitan karena aku sendiri sedang cukup kesakitan di sini.
"O-Li...via-"
Rasa sakit itu akhirnya menghilang, dan aku, dengan setetes tenaga terakhirku, putus asa menyebut nama Olivia yang pingsan di lantai. Hingga akhirnya, kesadaranku tenggelam ke dalam kegelapan.
...****************...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 373 Episodes
Comments
𝙍𝙮𝙪𝙪 𝘼𝙯𝙖𝙩𝙝𝙤𝙩𝙝
... Novel ini, Bagus kurasa
2023-01-15
1
Konan
Ntapz
2021-11-23
0