NovelToon NovelToon
Alunar Baya: Garis Batas Jantung

Alunar Baya: Garis Batas Jantung

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Diam-Diam Cinta / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:4.7k
Nilai: 5
Nama Author: Cichio23

Bagi dr. Alunar Abya Manggala (23 tahun), bertugas di pedalaman Kalimantan adalah pembuktian lepas dari nama besar ayahnya, Komjen Pol. Faza Idam Manggala. Namun, idealisme dokternya diuji saat ia nekat ingin menerobos jalur merah perbatasan demi menyelamatkan warga yang kritis.

Bagi Kapten Infanteri Sagara Danendra (28 tahun), aturan lapangan adalah harga mati. Mengemban tanggung jawab berat sebagai Danki Satgas sekaligus Danposkotis di Nunukan.

"Tugas saya menyelamatkan nyawa, Kapten!" protes Alunar sengit.

"Dan tugas saya memastikan Anda tetap hidup untuk melakukan tugas itu, Dokter Alunar! Di sini, Anda ikuti aturan main saya,” balas Sagara tidak kalah sengit.

Ketegangan makin memuncak ketika jalur perbatasan memanas oleh jaringan kriminal internasional yang sedang diburu lembaga yang dipimpin ayah sang gadis, yang tidak lain sosok laki-laki paling dibenci Sagara. Laki-laki yang menyebabkan ayah Sagara meninggal.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cichio23, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 10 Tarikan Kasar

Tim gabungan TNI-POLRI sudah menunggu helikopter yang membawa Faza beserta kepala desa yang kondisinya kritis. Sesuai arahan Faza, fokus saat ini adalah menyelamatkan kepala desa.

Jadi, saat helikopter mendarat sempurna di lapangan Poskotis. Tim medis sudah siap melakukan penyelamatan.

“Langsung dibawa ke ruang tindakan!”

“Siap, dok.”

Dengan ditangani tim dokter lain. Kini kepala desa dengan pendampingan Alunar dan Oka. Kepala desa dibawa ke ruang tindakan untuk mendapatkan penanganan serius.

"Dokter! Saturasi oksigen pasien anjlok ke tujuh puluh empat persen!” ucap perawat cepat.

“Cairan NS sudah masuk dua kantong. Tapi tekanan darahnya tetap drop di lima puluh per empat puluh. Antitoksin tadi sama sekali tidak respons!” tutur Alunar kepada tim dokter lainnya.

“Racunnya sudah mengikat sistem saraf pusat. Pasien mengalami gagal nafas akut dan syok toksik. Ambil mesin suction sekarang!”

“Siap, dok.”

“Bersihkan jalan nafas pasien.”

“Siap, dok.”

Suasana ruang tindakan benar-benar tegang. Alunar bersama tim medis lainnya berusaha sekuat tenaga menyelamatkan kepala desa.

Ya, saat ini Alunar benar-benar butuh keajaiban. Setelah bergelut dengan kondisi kepala desa yang sempat turun. Akhirnya kerja keras mereka membuahkan hasil.

“Saturasi pasien sudah stabil di sembilan puluh enam persen dengan ventilator. Tekanan darah pun juga mulai naik. Enam puluh lima per lima puluh, dok.”

Hurfff…

“Syukurlah, akhirnya bisa melewatinya,” ucap lega Alunar.

“Meskipun pasien sudah mulai stabil. Tapi, tetap pantau kondisi pasien.”

“Siap, dok.”

Dini hari hingga menjelang pagi berjalan sangat panjang bagi Alunar. Perasaannya benar-benar campur aduk. Antara ketenangan kondisi kepala desa yang sudah stabil, dengan perasaan tidak tenang dengan keberadaan Sagara.

“Ini aku, kirimkan helikopter untuk mengevakuasi di tengah hutan. Titik koordinat aku kirimkan.”

Di sudut ruangan, Faza tampak sibuk menelpon markas pusat menggunakan telepon satelit. Sedangkan Alunar terus menatap pintu gerbang yang hingga sekarang belum menampilkan kepulangan Sagara.

“Semoga ia kembali dalam keadaan selamat,” ucap Alunar penuh harap sambil memeluk jaket loreng milik Sagara.

“Bagaimana dengan kondisi kepala desa, Nak? Apakah aman?”

Suara Faza yang tiba-tiba menyeruak menyadarkan Alunar dari lamunannya. Kini, Alunar menatap langsung ayahnya.

“Alhamdulillah aman, Yah. Kondisi beliau sudah stabil.”

“Syukurlah.”

“Istirahatlah! Seorang dokter juga butuh istirahat setelah menyelamatkan nyawa pasiennya.”

“Nanti saja, Yah. Alunar masih memikirkan tim darat yang belum juga kembali dari sungai," jawab Alunar jujur.

Sebagai seorang jenderal yang dikenal dengan taktik dan kecerdasannya. Jelas Faza tahu arah pembicaraan Alunar.

"Kapten Sagara adalah perwira yang tangguh. Dia tahu apa yang harus dilakukan. Percayalah padanya. Dia pasti akan kembali dengan selamat," ucap Faza menyakinkan Alunar.

“Istirahatlah!”saran Faza tidak tega melihat wajah lelah putri tercintanya.

“Baik, Yah.”

Kekhawatiran Alunar ternyata bukan tanpa alasan. Sagara memang sudah menemukan 6 orang timnya yang terjebak di hutan.

Namun, kondisi tidak aman saat di tengah hutan bertemu dengan sindikat yang melarikan diri dari serangan pasukan Faza.

“Kotis, ini Sagara. Target berhasil terkunci, ganti.”

“Ini Arisandhi. Laporan masuk tim segera menuju target terkunci.”

Setelah berhasil mengirim informasi setelah sinyal kembali pulih. Sagara beserta pasukannya kembali fokus ke target yang menyadari keberadaan mereka.

“Tiarap, Jaya! Tetap berada di belakang saya.”

“Siap, Kapten.”

Sagara mengambil alih kendali penuh dan memimpin langsung penyergapan dari arah bukit. Baku tembak pecah antara pasukan gabungan dengan kelompok sindikat dengan senjata lengkap.

Dor… dor!

Wuzzz…

Api langsung membakar motor trail milik sindikat. Tim gabungan yang dipimpin Sagara berhasil menangkap sindikat bersenjata yang sebelumnya sempat kabur.

“Ikat dan amankan mereka!”

“Siap, Ndan.”

“Kita kembali ke markas sekarang!”

“Siap, Ndan.”

Tim pasukan gabungan mulai kembali dari tengah hutan. Suara mesin truk dan motor trail yang saling bersahutan membangunkan tidur Alunar yang hanya beberapa menit saja.

“Apakah mereka sudah kembali?” gumam Alunar bertanya-tanya.

Dengan diliputi pertanyaan menggelayut pikirannya. Tanpa memperdulikan rasa lelah, dirinya berlari menuju teras markas.

Langkah kaki Alunar terhenti saat pintu truk terbuka. Menampilkan sosok Sagara yang turun dari truk dan kini berjalan menghampiri Faza yang ada di sampingnya.

“Kerja bagus, Kapten,” puji Faza pada Sagara yang ada di hadapannya.

“Lapor Jenderal, pelaku penyerangan dan sindikat sudah diamankan, Jenderal.”

“Laporan diterima, Kapten. Saya dan seluruh tim kepolisian harus segera kembali ke Tarakan pagi ini juga. Terima kasih banyak atas kerja Anda beserta tim yang luar biasa,” puji Faza dengan kemampuan kepemimpinan Sagara.

"Siap, Jenderal! Tugas pengamanan perbatasan telah dilaksanakan dengan tuntas dan seluruh tawanan telah diamankan!" jawab Sagara.

Puk…

“Kerja bagus,” puji Faza sambil menepuk pundak Sagara.

Suara kedatangan helikopter mengalihkan perhatian Sagara dan Faza. Fokus Faza langsung tentang persiapan logistik penerbangan dan pengawalan para tahanan sindikat. Sedangkan Faza melirik putri tercinta yang ada di sampingnya.

“Hari ini juga Ayah kembali ke Jakarta. Jaga kesehatan dan diri. Jangan lupa mengirim kabar. Jika kamu tidak betah bertugas di tempat ini. Langsung hubungi ayah.”

“Baik, Yah. Hati-hati dan titip salam buat bunda dan adik.”

“Iya, ayah sangat sayang padamu, Nak.”

Faza memeluk sekilas Alunar. Lalu berjalan cepat menuju helikopter. Melambaikan tangannya saat helikopter kembali terbang meninggalkan Poskotis.

Setelah lapangan kembali sepi. Alunar membalikkan badannya. Kini di tempat itu hanya ada dirinya dan Sagara yang sama-sama saling menatap.

Rasa canggung kembali menyelimuti keduanya. Membuat Alunar mencoba membuka obrolan dengan Kapten berparas tampan di hadapannya.

"Kapten Sagara, syukurlah Anda dan seluruh pasukan bisa kembali dengan selamat. Saya ingin mengucapkan terimakasih kasih banyak atas bantuan Anda semalam," tutur Alunar lembut dengan senyum tulus di wajah cantiknya.

Sagara hanya diam sambil terus memandangi Alunar. Membuat Alunar mendekap erat jaket loreng milik Sagara yang ada di tangannya.

“Itu barang milik kesatuan saya, dokter.”

“Eh, maksudnya?” tanya Alunar tidak paham.

Tanpa menjawab pertanyaan Alunar. Sagara berjalan mendekati Alunar. Tanpa mengucapkan sepatah kata, Sagara menarik kuat jaket loreng miliknya dari tangan Alunar. Sangking kuatnya, hingga membuat Alunar hampir terjatuh.

Sreeet..

Eh…

“Tugas evakuasi medis Anda di sektor ini sudah selesai, dokter," ketus Sagara dengan tatapan mata tajam menatap Alunar. Tanpa memperdulikan Alunar yang hampir terjatuh.

"Untuk urusan kesehatan kepala desa, sepenuhnya tanggung jawab tim medis internal pos kami. Tugas Anda sudah tidak ada lagi, dokter. Jadi silahkan segera kembali ke dalam barak Anda sekarang juga," lanjut Sagara.

Tanpa menunggu jawaban dari Alunar. Sagara langsung pergi meninggalkan Alunar yang masih berdiri di tempat yang sama. Matanya menatap kedua tangan yang masih terbuka bekas menggenggam jaket loreng milik Sagara.

“Aku kira dia laki-laki baik seperti ayah. Ternyata aku salah menilai orang,” gumam Alunar sambil mengangkat sedikit senyum di wajahnya.

Hurff…

“Jangan terlalu berlebihan tentang seseorang Alunar. Apalagi menyamakannya dengan ayah. Dia sama sekali tidak sama dan sangat jauh berbeda.”

Dengan perasaan gondok Alunar pergi menuju barak kesehatan tempat dirinya bertugas. Sedangkan di sisi lainnya Sagara berdiri diam sambil membalikkan badannya. Menatap punggung Alunar yang saat ini semakin menjauh hingga hilang dari pandangan.

“Sampai kapanpun aku akan tetap membenci apapun yang berhubungan dengan Manggala. Dan kamu salah satunya,” ucap Sagara dengan keyakinan kuat di hati dan pikiran. Hingga tangannya menggenggam erat jaket loreng bekas Alunar di tangannya.

1
ika
dredeg aku....
syora
alhamdulillah alunan slamat
ya allah saga harga dr anda bnr" ya ckckcj
Danny Muliawati
jangan terlalu benci nanti cinta loh 😜
Danny Muliawati
pasti jodoh ini mah 😄
ika
who is?
musuh siapa ini?
ika
akhir nya update juga...
semangat ya Thor...
di tggu update selanjutnya...
Cichio23: siap kakak
total 1 replies
ika
hahaha....

kasian sekali kamu Sagara 🤭🤭🤭
ika
ga sabar nunggu mereka jadian 🤭🤭🤭
ika
jreng jreng jreng....

silahkan berusaha Sagara 😄🤣🤣
syora
benci bd tipis sm cinta
aplikasi klau smpai luna th ms lalu ayah saga yg jg bertindak kurang baik ke ayah faza dl
ingt saga ada tour tunai,jgn slh lngkh hnya krna ego yg blm tentu bar knyataannya
ika
wes ta lah ...
benci jadi cinta iku....
nikmati saja, buang dendam nya Sagara ...
alunar gadis baik, dari klrga baik jg...
syora: setujuuuuu pkai👍👍👍👍👍tar klau alunan bnr" bnci blik
habis dah saga
total 1 replies
ika
lanjut kan saja Sagara...
mpe kpn kamu seperti itu???
syora
setuju posisi blh kapten tp klau nggak bs profesional buat apa
Fatimah Zubaedah
duh Sagara...Awas nanti jatuh cinta,cinta kepada alunar
ika
ayahmu yg jahat Sagara, kamu ga tau kan cerita nya?
ak loch dah baca . ..
🤭🤭🤭
Cichio23: Masa sih, Kak? Othor loh belum tahu🤭😄
total 1 replies
syora
padahal kamu blm tahu almarhum ayah dl seperti apa
lanjut sj egomu gara
hingga penyesalan
bikin pingin ngetik kalau aja nih ank
ika
tegang cuy....
Fatimah Zubaedah
tahan nafas thorr bacanya😄
syora
aduhhh kapten saga jgn trlalu menuruti ego
lg pl ada crita knpa,ayah km dimutasi
ika
ngeri ya....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!