NovelToon NovelToon
Aku Menikah Muda, Suami Ku Di Rebut Janda Kaya Rumah Sebelah

Aku Menikah Muda, Suami Ku Di Rebut Janda Kaya Rumah Sebelah

Status: tamat
Genre:Nikahmuda / Penyesalan Suami / Duda / Tamat
Popularitas:1.8k
Nilai: 5
Nama Author: Una Lam

Namaku sari, umur 19 tahun menikah dengan suami yang aku cintai. tapi baru 6 bulan menikah , tetangga janda kaya sebelah rumah terus menggoda suamiku dengan uang. apakah rumah tanggaku akan hancur? Kisah nyata dari mamuju yang bikin menangis

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Una Lam, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 9 rahasia besar pengacara tampan

Pertanyaan Rizal membuatku gemetar. "Una, apa benar kamu hamil? Jawab aku!"

Aku tidak bisa menjawab. Air mataku mengalir deras. Aku memeluk perutku yang masih rata itu erat-erat. Aku takut Rizal akan merebut anakku jika tahu ini anaknya.

Arya langsung berdiri di depanku, melindungi aku dari Rizal dan Bu Ratna.

"Ini bukan urusan kalian! Pergi dari sini! Jangan ganggu Una lagi!" bentak Arya dengan suara sangat marah. Wajah tampannya yang biasanya lembut kini terlihat sangat tegas dan menakutkan.

Bu Ratna tidak takut, dia malah maju dan mendorong Arya, "Kamu jangan belagu ya Arya! Kamu lupa siapa saya? Saya bisa tutup kantor pengacara kamu! Kamu pilih janda miskin ini daripada klien kaya seperti saya? Kamu bodoh!"

Rizal masih menatap perutku, "Una, tolong jawab aku. Kalau kamu hamil anakku, aku berhak tahu. Aku ayahnya."

Aku akhirnya memberanikan diri bicara dengan suara bergetar, "Bukan! Ini bukan anakmu! Ini anakku sendiri! Kamu sudah tidak ada hubungan apa-apa lagi denganku! Pergi!"

Aku berbohong. Aku terpaksa berbohong demi melindungi anakku dari Rizal yang sudah memilih janda kaya itu. Aku tidak mau anakku punya ayah seperti Rizal yang hanya cinta uang.

Rizal terlihat kecewa dan marah, "Bohong! Pasti ini anakku! Kita masih berhubungan dua bulan lalu! Kamu hamil anakku kan?"

Bu Ratna langsung menarik tangan Rizal dengan kasar, "Sudah ayo pergi Rizal! Untuk apa peduli sama janda murahan ini! Dia hamil anak pengacara itu! Biarin saja mereka! Kita mau nikah minggu depan, jangan rusak acara kita!"

Bu Ratna dan Rizal akhirnya pergi dengan mobil mewahnya, tapi sebelum pergi Bu Ratna sempat meludah ke arah halaman kontrakan ku. Sungguh wanita yang sangat tidak punya sopan santun.

Setelah mereka pergi, kakiku lemas dan aku jatuh terduduk di teras. Arya langsung memelukku.

"Una kamu hebat, kamu kuat sekali tadi. Maafkan saya, saya jadi membuat masalah kamu makin besar karena Bu Ratna adalah mantan klien saya," kata Arya.

Aku menangis di pelukan Arya, "Kak, aku bohong. Sebenarnya ini memang anak Rizal. Aku takut kak, aku takut dia rebut anakku nanti."

Arya mengusap rambutku lembut, "Saya tahu Una, saya tahu kamu bohong. Saya lihat dari wajahmu. Tidak apa-apa, kamu benar kok bohong. Anak ini harus dilindungi dari orang jahat seperti mereka. Mulai sekarang, biar orang mengira anak ini anak saya. Saya akan jadi ayahnya. Saya serius."

Aku menatap Arya dengan haru, "Kenapa kakak baik sekali sama aku? Apa untungnya buat kakak?"

Arya tersenyum pahit, "Una, ada rahasia yang belum pernah saya ceritakan ke siapapun. Sebenarnya... saya tidak bisa punya anak."

Aku kaget mendengar pengakuan Arya. Pengacara tampan, kaya, sempurna ini ternyata punya kekurangan.

"Dua tahun lalu saya kecelakaan parah. Dokter bilang saya mandul, saya tidak bisa punya keturunan. Tunangan saya meninggalkan saya karena itu. Dia bilang dia butuh anak, bukan laki-laki cacat seperti saya," cerita Arya dengan mata berkaca-kaca. Baru kali ini aku melihat Arya menangis.

"Jadi saat tahu kamu hamil, saya malah bahagia Una. Saya merasa Allah memberikan saya kesempatan untuk menjadi ayah, meskipun bukan darah daging saya. Saya ingin merawat anak ini seperti anak saya sendiri. Izinkan saya ya Una," lanjut Arya.

Aku tidak bisa berkata-kata lagi. Ternyata di balik ketampanan dan kekayaannya, Arya menyimpan luka yang sama sepertiku. Luka karena dihianati dan ditinggalkan.

Aku menggenggam tangan Arya erat, "Kak Arya, terima kasih. Kalau kakak tulus mau jadi ayah untuk anak ini, aku izinkan. Aku juga butuh kakak."

Malam itu Arya tidak pulang. Dia menemaniku di kontrakan. Kami makan malam bersama. Untuk pertama kalinya aku bisa tersenyum lagi sambil mengelus perutku.

Aku merasa ada keluarga baru yang akan aku miliki. Aku, Arya, dan calon bayi kecilku.

Tapi di tempat lain, Bu Ratna ternyata sedang menyusun rencana jahat. Dia menelpon seseorang.

"Halo, saya mau kamu hancurkan kontrakan janda bernama Una itu besok malam. Bakar kalau perlu! Saya bayar dua kali lipat! Saya tidak mau dia hidup tenang dengan Arya!" kata Bu Ratna di telepon dengan suara penuh dendam.

Apakah rencana jahat Bu Ratna akan berhasil? Apakah aku dan calon bayiku dalam bahaya?

1
Moon Rabbit
mampus lahhh kalian wkwk
Una Lam: mampuskaann! 🤣mampus emng mantan! mkasih udah setia baca kak , jngan lupa like biar mantan ny makin menyesal!!
total 1 replies
Moon Rabbit
kebetulan Una sangat kebetulan sekali
Una Lam: aaa makasih bnyak kak moon rabbit 😭❤ jadi makin semngat nulis nya denger ini! mksih udah setia baca karya aku ya kak , sehat-sehat terus! Bab 7 lagi aku siapin, Doain una Ama arya Happy ending ya! 🙏🏼
total 3 replies
Moon Rabbit
tiba-tiba banget jatuh cinta 😭
Una Lam: nah kan! arya Emang ngak bisa bohong kalau udah tatapan ny gtu 😭 makasih udah baper bareng una ya kak! jngan lupa like ny ya! biar una ama arya makin lengket!
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!