NovelToon NovelToon
AKIBAT SALAH SERVER

AKIBAT SALAH SERVER

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Mengubah Takdir / Penyelamat
Popularitas:589
Nilai: 5
Nama Author: Linda Lubi Channel

Novel ini bergenre horor komedi yang menghibur meski horor. Cinta bisa tumbuh kapan saja dan pada siapa saja. Termasuk cinta Mbak Kunti kepada Nurdin, bestienya yang notabene-nya manusia. Karena patah hati, Mbak Kunti pindah ke daerah lain.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Linda Lubi Channel, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

AKIBAT SALAH SERVER (9)

Penulis: Linda Lubi

Mbak Kunti nggak jadi rebahan. Ia mengambil gitar yang dia ambil dari anak-anak muda tadi. Ia ingin bernyanyi untuk mengobati rasa rindunya.

Mbak Kunti memainkan gitarnya lagi-lagi dengan hayalan super duper tinggi. Ia berhayal seolah-olah seperti Konoha Idol yang lagi audisi. Berhadapan dengan 4-5 coach.

"Perkenalkan nama kamu siapa?" Coach Bunga mulai siap-siap nangis.

Ia nggak yakin jika Mbak Kunti bisa bermain gitar dan bernyanyi. Ia pun sudah memakai headset. Takut budek.

"Perkenalkan nama aku Komariah Masitah Aneuk Metuah. Biasa dipanggil Anne oleh Emak dan Bapak aku. Tapi orang-orang lebih mengenal aku dengan panggilan Mbak Kunti." Ujar Mbak Kunti tertunduk sedih.

"Oh...Mbak Kunti....." ujar ke-5 coach.

"Apa harapan Mbak Kunti ingin mengikuti audisi Konoha Idol?" Coach Judikah pasang kuda-kuda.

"Aku berharap, seorang manusia yang begitu aku cintai, bisa bangga kepada-ku." Para coach saling bertatap-tatapan.

Mereka pikir Mbak Kunti nyamar. Ia manusia berpakaian Kunti. Biasanya orang-orang seperti ini gagal audisi. Tapi kok yang ini agak beda?

"Ja...jadi... apakah kamu beneran Mbak Kunti?" Coach Atang gemeteran.

Meja juri bergoyang semua. Mereka benar-benar ketakutan. Tapi mereka harus Profesional. Takut bayaran di potong oleh produser MbG (Mencari baKat Gila).

"Mbak Kunti boleh bicara kepada orang yang kamu cintai lewat MbG ini." Ujar coach Mayang yang sudah jongkok di bawah meja.

"Buat Nurdin, bestie-ku, aku ingin mengatakan bahwa I LOVE YOU MENDADAK. Maafkan jika aku telah menodai per-bestian kita. Doakan aku bisa lulus audisi di MbG ini.

"Silakan dimulai." Coach Risah berusaha tersenyum meskipun kakinya gemetaran.

Dengan keyakinan tak terdeteksi, Mbak Kunti memainkan gitarnya yang justru berakibatkan fatal. Segala sound sistem, meledak. Suasana ruang coach seperti gempa dan didatangi angin tornado. Bahkan rambut para coach berkibar-kibar. Apalagi saat Mbak Kunti bernyanyi dengan penuh penghayatan, para coach menangis meratap.

"Weiii...berisik banget sih." Pintu rumah Mbak Kunti digedor-gedor.

Mbak Kunti tersadar dari hayalannya. Dia nggak suka jika lagi menghayal, digangguin. Siapapun yang gedor-gedor pintunya, akan ia kirim ke daerah lain pakai paket ekspress.

Mbak Kunti menyihir lelaki yang ternyata seorang maling itu, menjauh sejauh-jauhnya.

Laki-laki itu menghilang dan ia tak menyadari jika ia dibuang Mbak Kunti ke luar daerah. Mbak Kunti jadi bete. Padahal ia baru saja meng-halu.

"Seandainya tadi beneran aku mengikuti audisi MbG, mungkin Nurdin akan menonton aku. Ia pasti bangga karena pernah menjadi bagian dalam hidupku. Hikkk...apa aku hidup? Hiduplah ya. Walau aku hantu, tapi tetap aja hidup sebagai Mbak Kunti."

Mbak Kunti jadi lapar. Jam segini apa masih ada manusia yang buka warung atau buka gerobak? Karena sudah larut malam, kasihan kalau dibayar pakai daun. Mbak Kunti berpikir sejenak. Mau pinjam duit di rumah orang kaya aja.

Mbak Kunti terbang menuju rumah Pak Rudi. Karena memang dikenal sebagai orang kaya. Mbak Kunti tak peduli siapa dia. Yang penting dia bisa mendapatkan uang. Berbagi rezeki pada pedagang yang masih berdagang selarut malam ini.

Mbak Kunti melihat bahwa rumah Pak Rudi banyak ranjaunya. Mbak Kunti harus berhati-hati. Ia masuk lewat tembok dinding kamar Pak Rudi dan istrinya Bu Sugita.

Terlihat Bu Sugita sudah lelap, tanpa Pak Rudi. Mbak Kunti menyedot tas Bu Sagita. Cuma ada uang 100 ribu saja. Payah. Yang lain beberapa kartu kredit dan beberapa kartu ATM saja. Mbak Kunti mengambil satu kartu ATM juga. Ia akan mengambil 10 juta saja. Nanti akan ia kembalikan kartu ATM ke tas Bu Sugita lagi.

Mbak Kunti mengambil uang di ATM. Sengaja ambil di ATM pusat perbelanjaan. Sudah sepi. Ia juga tahu pin-nya. Sepuluh juta sudah di genggaman. Cukuplah untuk sebulan dua bulan. Lalu ia menyihir agar ATM kembali ke tas Bu Sugita.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!