Beyza Shalsabila atau biasa di sapa Beyza merupakan seorang gadis yang mempunyai paras cantik dan murah senyum. Suatu hari sebuah kejadian menimpali Beyza yang mengharuskan ia menghindari Ketos yang terkenal tegas dan bermuka datar. Akankah Beyza bisa terus-terusan menghindari Ketos?.
Jangan lupa tinggalkan jejak ya guys!.
Terimakasih^_^
IG : rosaaa1769
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RS²TN, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Berangkat bareng Reivan
Hari ini adalah hari paling sibuk khususnya pengurus osis karena acara hut sekolah akan dilaksanakan besok pagi.
Lomba-lomba juga akan di laksanakan hari ini, jadi untuk kegiatan belajar mengajar ditiadakan selama 2 hari.
Beyza mengaktifkan ponsel nya untuk mengecek info terbaru, semalam ia tidak sempat mengaktifkan data karena rasa kantuk menyerangnya lebih awal.
Ting
**OSIS** **SMANSAKA 2019/2020
+62 856**-****-****
Untuk penanggung jawab setiap lomba dan seksi P3K harus datang sebelum jam 06:30 karena lomba akan dilaksanan pukul 07:00.
Untuk pengurus osis selain seksi bazar agar berkumpul di ruang osis sebelum jam 07:00
Hanya admin yang dapat mengirim pesan
Setelah membaca pesan masuk, beyza memasukkan ponselnya kedalam saku baju seragamnya, ia berjalan ke arah meja makan.
"Tumben Za gak berangkat sekolah cepat-cepat"
Percuma ngehindar bentar lagi ketemu batin Beyza.
"Lagi waras bund" celetuk Beyza,sedangkan Bu Santi terkekeh mendengar ucapan Beyza.
"Gimana sekolahnya Za?" tanya Ayah Beyza setelah sarapan mereka selesai.
"Alhamdulillah baik yah" jawab Beyza.
"Beyza pamit Yah, Bund, assalamualaikum" pamit Beyza sambil mencium kedua punggung tangan orang tuanya.
"Waalaikumsalam"
Tin tin
Langkah Beyza terhenti ketika mendengar suara klakson dari depan pagar rumahnya. Ia berjalan membuka pagar untuk memastikan siapa yang datang sepagi ini.
"Kak Reivan " kaget Beyza ketika melihat Reivan sedang bertengger di atas motornya.
"Kita di suruh Bu Yanti ke rumahnya untuk ambil barang yang akan kita pinjam" jelas Reivan.
"Oh yaudah tungguin di sini mau ambil motor dulu" ucap Beyza.
"Gak usah mending bareng aja " ucap Reivan.
"Yaudah kak" ucap Beyza sambil menaiki jok motor belakang Reivan.
Reivan memacu motornya dengan kecepatan sedang, Beyza memainkan ponsel nya untuk mengurangi rasa canggung.
"Kak bisa tanya gak? "
Reivan terkekeh" Bisa kok gak usah canggung gitu"
"Kok bisa tau alamat abeyza kak?"
"Oh itu, dari Adib maaf ya"
" Oh, gak apa-apa"
Beyza kembali memainkan ponsel nya ia sesekali melihat jam yang sudah menunjukan pukul 06:49. Beyza turun dari motor ketika mereka sudah berada di halaman rumah Bu Yanti.
"Assalamualaikum Bu ini Beyza, mau ambil barang" ucap Beyza.
" Waalaikumussalam, ambil aja Ibu sudah simpan di kresek hitam" sahut Bu Yanti dari dalam rumah.
Beyza melihat yang di maksud bu yanti, ia mengangkat 2 buah kresek hitam yang lumayan besar.
Beyza menyimpan satu buah kresek didepan Reivan sesuai perintah Reivan sedangkan satunya ia simpan di pangkuannya. Mereka kembali menjalankan motornya menuju sekolah. Sesampainya di sekolah Beyza langsung melangkahkan kakinya menuju ruang osis sambil menentang kresek ditangannya yang di ikuti Reivan di sampingnya.
"Assalamualaikum" ucap Beyza dan Reivan bersama, semua orang menatap ke arah mereka terkecuali ketua osis yang hanya menatap sekilas dan langsung memalingkan pandangannya menatap komputer.
"Waalaikumsalam"
"Za barangnya langsung ke lapangan aja" ucap Dinda yang di angguki Beyza.
"Dib ini gue taruh dimana?" tanya Beyza sambil menunjukkan barang yang di pegangnya ketika sudah sampai di lapangan.
"Di atas meja belakang lo aja Za" jawab Adib.
"Sisi sibuk banget kayaknya" ucap Beyza kepada adib ketika melihat sisi dengan anggotanya memegang kupon bazar.
"Lo tau sendiri kan za bazar gimana, gak ada istirahat-istirahatnya" ucap Adib yang di angguki Beyza.
"Eh lo udah ketemu ketos belum? " tanya Adib serius.
"Udah" jawab Beyza "Emang kenapa? " tanyanya dengan dahi yang mengkerut
"Tadi ketos ngamuk, karena masih ada yang belum hadir padahal jam sudah pukul 07:20. Emang benar gosip lo datang bareng Kak Reivan Za? "
"Lah kok lo tau?!" kaget Beyza.
"Sempat dengar anak-anak yang dari ruang osis tadi" ucap adib cengengesan.
secepat itukah batin Beyza.
"Pantas ketos ngamok" lanjut Adib sambil terkekeh.
"Yaiyalah, kan lo bilang ada yang datang gak tepat waktu" ucap Beyza memutar bola mata malas.
"Tepatnya lo dan Kak Reivan, kayaknya ketos cemburu"
" Cemburu?"
"Iya cemburu karena lo jalan bareng Reivan"
"Jangan ngadi-ngadi lo!" ucap Beyza sambil menabok bibir Adib.
"Sakit za " rengek Adib sambil mengusap-usap bibirnya.
"Makanya jangan ngomong sembarangan " tegur Beyza.
"Menurut kata hati gue kak Farzan itu suka sama lo, kemarin pas kak Afnan bantuin kita kak Farzan natap lo dalam banget, jadi baper gue" ucap Adib senyum-senyum sendiri.
Beyza memutar bola mata malas, lo gak tau aja gue dijadiin bahan ledekkan batin Beyza.
"Kak Farzan dan kak Monica cocok ya" celetuk siswi yang duduk gak jauh dari tempat duduk Beyza dan Adib ketika melihat Farzan dan Monica sedang berjalan berdampingan menuju lapangan, tempat dekorasi.
"Sabar ya" ucap Adib menenangkan sambil mengusap lengan Beyza.
Beyza yang mendengar ucapan temannya itu kesal, ia memukul pelan kepala Adib membuat sang empu mendengus kesal.
"Pekerjaan lo udah kan Dib? " tanya Beyza dan di angguki Adib.
"Kita ikut nonton lomba yuk" ajak Beyza berdiri dari kursinya.
"Kalau lo cemburu bilang aja Za"
"Ngomong sekali lagi gue tendang lo sampai Venus Dib!"
"Hehehe yuk". Mereka memilih berjalan menuju lapangan bola volly putra-putri karena suara teriakkan menggema berasal dari sana.
"RAYA SEMANGAT!!" teriak Adib tiba-tiba pada saat keadaan sunyi karena permainan tinggal 1 poin akan menentukkan kelas siapa yang menang , ia berlari dengan tangan yang menarik Beyza agar lebih dekat dengan Raya.
"Astagfirullah teman gue gini amat" lirih Beyza sambil mengusap wajah nya menggunakan kedua tangan yang sudah terlepas dari tangan Adib.
"Gue gak main kampret, lo gak liat tangan gue pegang kotak P3K, lo liat dah orang-orang pada liatin kita!" cerocos Raya kesal.
"Hehehe maaf-maaf, lanjutkan" ucap Adib menahan malu.
"Teman lo ra" bisik Beyza.
"Bukan teman gue" ucap Raya ikut berbisik
"Ngomong apa kalian ?" tanya Adib, sedangkan Beyza dan Raya kompak menggeleng.
Yesss
Menang
Aaaaa
Makan-makan, suara sorak-sorakkan terdengar ketika salah satu kelas memenangkan salah lomba.
"Aaaaa " teriak Raya tiba-tiba.
"Kelas kita yang menang Ra? " tanya Beyza antusias.
"Kagaklah, kelas kita udah kalah dari tadi" jawab Raya.
"Trus ngapain lo teriak-teriak"
"Ikut rame" ucap Raya cengengesan sedangkan Beyza hanya memutar bola mata malas.
thanks kak
tetep semangat🥰🥰🥰