NovelToon NovelToon
ME | Possessive BadBoy

ME | Possessive BadBoy

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Fantasi Isekai / Nikahmuda
Popularitas:1.5k
Nilai: 5
Nama Author: Smarrr

Nadia tak suka dengan perjodohan yang orang tuanya berikan padanya dengan Jayden Mahendra.

Jayden san Nadia kini resmi menjadi suami istri, tapi pernikahan mereka masih harus di sembunyikan sampai mereka lulus sekolah

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Smarrr, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 8

"Bilang ke gue, apa maksud lo bilang kalau yang punya sekolahan itu lo."

"Panjag certanya sayang, nggak perlu gue ceritain juga, yang penitng itu."

"Yang penting gue mau lo jujur sama gue,"

Nadia memotong perkataan Jay dengan cepat, " Gue mau lo juju semuanya, dan luka ini, siapa yang berani ngebuat lo sampai kaya gini? gue rasa lo bukan cowok yang gampang tumbagkan,"

"Gue nggak tumbang baby, gue nggak kalah juga, nyatanya gue masih hidup kan sekarang?"

Jay meraih tanan Nadia, meletakanya di bawah kepalanya."Lo mau tahu tentang apa?" tanya Jay dengan nada yang begitu lembut.

"Semuanya, kalau lo nggak mau ujur, mending sekrang gue masuk sekolah aja dan pergi dari sini, lo tahu kan gimana papa gue percayain gue sama lo?"

"Stttt... yes i know Baby, pelan - pelan dong, gue bisa ceritain semuanya, tapi jangan paksa gue sekarang, sama kaya lo yang belum bisa nerima gue dan ngelakuin hal yang semestinya kita lakuin saat ini, gue sama kaya lo, sama - sama butuh waktu sayang, gue terlalu takut? ya gue setakut itu kehilangan lo."

"Kalau lo takut kehilangan gue, harusnya lo jujur dari awal Jay, siapa lo sebenarnya?"

Jay menarik lengan Nadia agar cewek itu kembali mendekat dengan dirinya, Ja kangsung merengkuh badan Nadia, memeluknya dengan erat, seolah ia benar - benar takut kehilangan.

"Siapa sebenarnya yang muku lin lo sampe kaya gini? please jawab jujur yang ini sekarang kalau enggak gue marah sama lo."

Jay mendongak, "Kalau gue jujur, gue dapet apa? boleh bikin dede nggak?" tanya Jay yang masih saja bercanda.

"JAY!!!'" kata Nadia penuh penekanan.

"Iya sayang, gue di sini kok, lagi meluk lo, nggak usah kenceng - kenceng manggilnya."

Nadia kesal karena Jay terus membuat lelucon saat ia benar - benar bertanya dengan serius. " Gue serius anjir!" tegasnya.

"Lagi sakit loh gue yank, masa di bentak mulu sih, tambah sakit nih gue," Jay mnejuluskan Ikidahya seolah olah dia koit.

"Bodo mata deh, serah lo aja," Nadia ingin menepis badan Jay yang memeluknya, tapi tak bisa karena Jay memeluknya begitu erat.

"Keluarga gue nggak seharmonis yang kalian lihat waktu di rumah lo," Jay berkata dengan berat, sebenarnya ia masih belum mau bercerita, tapi Jay juga tak mau jika Nadia tak percaya lagi padanya.

"Hah... maksud lo gimana?" ujur, nadia sangat terkejut saat mendengar hal itu.

"Nggak gimana gimana sayang, kan gue udah cerita, please ntati lagi ceritanya, masih sakit nih luka gue," rengek Jay.

Nadia yang kesal pun kini menurunkan egonya, dan memilih untuk tak bertanya dulu lebih lanjut.

Tak lama kemudian, suara ketukan terdengar dari arah pintu kamar, Nadia mencoba menggeser badan Jay untuk bangun dan membuka pintu.

"Awas dulu dong Jay gue mau bukain pintu dulu," kesal Nadia karena pelukan Jay semakin erat.

"Panggil sayang, bukan Jay."

Nadia memutar bola matanya malas, "Sayanag minggir dulu," kata Nadia dengan terpaksa.

Cup. Jay tak melupakan kecupan kilasya sebelum Nadia bangun.

"Kenapa mba?" Tanya Nadia pada mba Mirna yang mengetuk pintu.

"Itu Non, ada Tuan Jodi di bawah," sahut mba Mirna dengan sopan.

"Papa Jodi?" Nadia merasa aneh, karena setau

dirinya kedua keluarga besar mereka tengah melakukan pekerjaan ke luar negeri.

"Iya Non."

"Oh.. iya mba, bentar lagi saya turun."

Mba Mirna mengangguk, dan Nadia kembali menutup pintunya untuk membangunkan Jayden.

"Jay, ada papa kamu tuh di bawah, hayuk turun," ajak Nadia sedikit menggoyangkan lengan Jay.

"Ck! Ngapain sih dia kesini? Ganggu orang tidur aja," protes Jay tak suka.

"Ya nggak tahu, ada perlu kali sama kamu, oh iya, tapi bukannya mereka lagi ada kerjaan ke luar negeri ya? Kapan balik? Kok papa aku nggak ada kabar sih." Oceh Nadia sembari menunggu Jay bangun.

"Jay bangun dong, itu ada papa kamu di bawah loh, nanti dia nunggu lama," protes Nadia dan akhirnya bisa membuat Jay bangun juga.

"Hemmm..." jay bangun dan mulai berjalan turun ke lantai bawah dan di ikuti Nadia dari belakang.

"Kalian tidak masuk ke sekolah?" tanya Jodi basa basi.

"Jika anda tahu kami sekolah lalu untuk apa anda kemari tuan Jodi yang terhormat?" ucap Jay terdengar angluh, bahkan tatapan Jay pada papanay itu tak ada rasa kehangatn di dalamnya.

"jay, nggak boleh gitu sama papa lo," bisisk Nadia yang dan cewek itu menghampiri Jodi untuk salim.

"Kamu memang anak yang baik, tidak seperti suami mu itu, papanya dateng kok malah ngomongnya nggak enak gitu," Nadia hanya bisa nyengir kuda menanggapi perktaan sang ayah mertua.

"Lalu tujuan anda apa Tuan jodi datang ke kediaman kami? di pagi hari menjelang siang ini, apa anda tahu bahwa kedatangan anda sangat tidak di harapkan?" Nadia terbelalak saat ia mendegar ucapan Jayden pada papanya itu.

"Jay," Nadia menyenggol lengan Jay yang masih berdiri, sedangkan sang papa tengah duduk santai di sofa ruang tamu.

"Maaf pa, Jay emang agak nyeplos kan kalau ngomong," Nadiamencoba mencairkan suasana yang menurutnya sangat tegang itu

"Kamu memang benar-benar anak yang baik, papa kemari ingin membrikan kado untuk pernikahan kalian maafkan papa karena baru sempat membelkan ini." Jodi menyerahkan satu paper bag mewah dengan merk besar tertulis di sana.

"Nggak perlu repot - repot kok pa, lagian kan kita masih sekolah."

"Nggak apa-apa sayang, ini buat kamu ya," Nadia mengangguk dan menerima paper bag mewah itu.

Semenytara Jay masih saja malas untuk melihat ke arah papanya.

"Hanya itu kan? Anda bisa pulang sekarang kan tuan Jodi yang terhormat, karena kita ingin menikmati hari- hari kebersamaan kita sebagai pengantin baru."

"Ya, aku juga hanya ingin melihat kondisi mu saja, karena kamu sampai tidak bisa masuk sekolah hari ini, Jodi seolah tengah mencibir Jayden.

"Anda tenang saja, itu hanya luka ringan bagi saya, bukankan anda tahu bagaimana saya? atau anda hanya ingin memastikan saja?"

Perkataan Jay sedikit dapat memancing amarah Jodi, hingga wajah pria itu sedikit memerah.

Sedangkan sisi lain, Nadoia hanya bisa berdiam diri mendengar perdebatan kedua orang yang Nadia sendiri juga tak tahu membahas tentang hal apa.

"Sayang, nggak boleh gitu sama papa," Nadia menggandeng lengan Jay. la tahu jika dengan Nadia cowok itu kaan menurut seketika.

"Hem..." kan beneran nurut dn langsung diem.

"Ya udah, kalau gitu, papa pulang dulu ya, kabari papa kalau kamu butuh sesuatu," kata Jodi pada Nadia.

Nadia hanya bisa tersenyum dan mengantarkan ayah mertuanya itu sampai ke pintu depan.

1
S.Marrr
Halloweeww gGuysss
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!