NovelToon NovelToon
Kutukan Jiwa Niskala 2

Kutukan Jiwa Niskala 2

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Romansa Fantasi / Fantasi
Popularitas:288
Nilai: 5
Nama Author: Soobin Chan

Disarankan untuk baca season pertamanya dulu ya!

****

Tiga tahun setelah bangkit dari kematian dengan kekuatan Batu Es yang terkutuk, Han Seol menjelma menjadi penyihir terkuat yang ditakuti sekaligus kesepian. Di tengah bayang-bayang arwah jahat dan luka masa lalu atas hilangnya Seol Ah, ia dipertemukan kembali dengan Jin So Hwa—putri sulung rahasia dari Jinyowon yang jiwanya menyimpan misteri besar.
Demi lolos dari kurungan ibunya, So Hwa nekat mengajukan pernikahan gila kepada Han Seol. Dan demi membungkam seisi kerajaan, sebuah kebohongan konyol terucap: "Saksi pernikahan kami adalah anak di dalam perutku!"
Saat takdir lama mulai terajut kembali dengan identitas baru, akankah es di hati Han Seol mencair, ataukah rahasia tiga tahun lalu justru akan menghancurkan mereka sekali lagi?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Soobin Chan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 7. Teror dari Dasar Danau

"Sekarang gelangmu sudah putus. Jinyowon tidak akan bisa melacakmu lagi. Tidak ada alasan bagimu untuk tetap tinggal di sini. Pergilah."

So Hwa tahu ia tidak bisa mengelak lagi dari kekerasan kepala Han Seol. Dengan hati yang berat dan kecewa, ia memungut potongan gelang itu, memakai jubahnya kembali, dan akhirnya memutuskan untuk pergi dari kediaman Han malam itu juga menembus kegelapan.

Langkah kaki Jin So Hwa menyusuri jalanan setapak yang sepi di bawah naungan pohon-pohon besar. Hawa malam terasa menusuk kulit. Namun, di tengah perjalanan malamnya yang sunyi, langkah So Hwa mendadak terhenti. Matanya yang tajam menangkap sesuatu yang tidak beres.

Di depan sana, terlihat seorang petugas penjaga malam sedang berjalan membawa lentera ronda. Namun, yang membuat bulu kuduk So Hwa meremang adalah adanya kepulan energi hitam pekat berbau busuk yang menyelimuti seluruh tubuh penjaga malam tersebut. Penjaga itu berjalan dengan gerakan kaku seperti boneka hidup, matanya melotot putih tanpa kornea.

Usut punya usut, tubuh penjaga malam itu ternyata telah dikuasai sepenuhnya oleh makhluk mistis mengerikan—sebuah roh jahat pemburu energi. Sebelumnya, roh itu telah keluar dari kedalaman dasar Danau Cheon Gi dan merasuki tubuh seorang nelayan malang yang sedang mencari ikan di danau.

Kini, setelah menghisap energi nelayan itu hingga tewas, makhluk itu berpindah ke tubuh sang penjaga malam dan sedang bergerak menuju ke satu arah yang sangat dikenali So Hwa: rumah Han Seol.

Makhluk itu mengincar energi Batu Es yang masif di dalam diri sang Penyihir Agung.

Penasaran sekaligus dicengkeram rasa cemas akan keselamatan Han Seol, Jin So Hwa mengabaikan rasa takutnya. Ia segera berbalik arah dan menyusul langkah kaku makhluk itu dari belakang secara sembunyi-sembunyi.

Sesampainya kembali di halaman rumah Han Seol, suasana terasa sunyi mencekam. Pintu depan terbuka sedikit. So Hwa melangkah masuk dengan waspada. Begitu tiba di selasar dalam, jantungnya nyaris copot saat menemukan Oh Myung Ja terduduk lemas di lantai bersandar pada pilar, napasnya terengah-engah dengan wajah pucat pasi.

"Bibi Myung Ja!" seru So Hwa panik, langsung berlutut di sampingnya. "Apa yang terjadi?!"

"Ada... ada kabut hitam..." bisik Myung Ja lemah sebelum akhirnya pingsan.

Kondisinya yang lemas menandakan bahwa makhluk mistis itu baru saja keluar dari tubuhnya setelah mencoba menghisap energinya, namun beruntung belum sampai habis.

Byurr... Ssshh...

Terdengar suara kecipak air yang aneh dari arah halaman belakang, tepatnya di area kolam pribadi milik Han Seol yang dikelilingi batuan alam. So Hwa bangkit berdiri, melangkah perlahan menuju tepi kolam dengan tangan gemetar.

Dan benar saja, pemandangan di dalam kolam itu membuat napasnya tercekat. Di tengah air kolam yang hitam legam dan mengeluarkan uap dingin, sebuah kepala manusia dengan rambut hitam yang sangat panjang dan kusut perlahan menyembul naik ke permukaan. Wajah makhluk itu hancur, menatap So Hwa dengan mata merah menyala dan seringai mengerikan.

"Pergi kau makhluk terkutuk!" jerit Jin So Hwa nekat.

Demi melindungi rumah itu, ia melemparkan potongan gelang pelacak Jinyowon yang terbuat dari perak mistis di tangannya tepat ke arah wajah makhluk itu, berharap energi suci relik tersebut bisa mengusirnya.

Pakk!

Gelang itu mengenai dahi sang roh jahat, memicu percikan api sihir yang membuat makhluk itu menjerit melengking memecah malam. Namun, tindakan nekat So Hwa justru memicu kemarahan sang roh.

Sraakk!

Rambut panjang makhluk itu memanjang dengan cepat seperti tentakel, membelit pergelangan kaki Jin So Hwa dengan kekuatan raksasa.

"AAAKHHH!"

Tubuh Jin So Hwa tertarik dengan keras ke depan.

BYURRR!

Ia jatuh terhempas ke dalam air kolam yang sedingin es. Di dalam air, roh jahat itu mencoba mencengkeram dadanya, menyerap kehangatan tubuhnya hingga kesadaran So Hwa perlahan menipis. Pandangannya menggelap, dan ia pun pingsan di dalam dekapan air yang dingin.

BLAMMM!

Tepat di detik-detik kritis itu, sebuah ledakan energi sihir gichul biru yang teramat dahsyat menghantam kolam, memecah air menjadi ombak besar. Han Seol telah kembali.

Dengan mata yang berkilat murka, ia menghunus pedangnya dan menebas seluruh rambut hitam makhluk itu hingga hancur menjadi abu di dalam air. Roh jahat dari Danau Cheon Gi itu menjerit kesakitan sebelum akhirnya menyelam kabur kembali ke saluran bawah tanah yang tembus ke danau.

Tanpa membuang waktu satu detik pun, Han Seol melompat ke dalam kolam, merengkuh tubuh Jin So Hwa yang sudah tak sadarkan diri, dan membawanya naik ke daratan. Wajah gadis itu seputih kertas dan tubuhnya menggigil hebat akibat hawa terkutuk dari roh danau.

Han Seol segera menggendong tubuh So Hwa masuk ke dalam kamar yang hangat. Dengan gerakan yang cekatan, ia membaringkannya di atas ranjang, lalu menarik beberapa lapis selimut tebal untuk menyelimuti tubuh gadis itu erat-erat agar ia tidak mati kedinginan setelah berinteraksi langsung dengan makhluk mistis berbahaya tersebut.

Han Seol duduk di tepi ranjang, menatap wajah polos Jin So Hwa yang masih memejamkan mata rapat-rapat dalam pingsannya. Napas gadis itu terdengar berat. Ada rasa bersalah dan dorongan aneh di dalam dada Han Seol yang selama tiga tahun ini selalu kosong dan dingin.

Tanpa disadari oleh dirinya sendiri, sang Penyihir Agung yang ditakuti seluruh negeri itu rela duduk terjaga di sisi ranjang, menjaga Jin So Hwa semalaman suntuk hingga fajar menyingsing demi memastikan kehangatan tubuh gadis itu kembali normal.

****

Kabut tipis menyelimuti pelataran batin Jinyowon yang terisolasi dari dunia luar. Di dalam ruangan pertemuan yang temaram, aroma dupa penenang berpadu dengan ketegangan yang pekat. Jin Hwa Young berjalan mondar-mandir dengan gundah, jubah kebesarannya bergesekkan dengan lantai batu.

Pikirannya benar-benar buntu. Hilangnya Jin So Hwa dari perahu pernikahan bukan sekadar membatalkan aliansi dengan keluarga Baek, melainkan mengancam rahasia terbesar yang ia sembunyikan selama tiga tahun ini.

Di sudut ruangan, duduk seorang pria tua dengan jubah sederhana yang memancarkan aura kebijaksanaan yang teramat dalam. Beliau adalah Master Lee. Pria sepuh itu perlahan menyesap teh hangatnya, mengamati kegelisahan sang pemimpin Jinyowon dengan mata yang teduh namun tajam.

"Kau tampak seperti kehilangan arah, Nyonya Jin," ucap Master Lee tenang, meletakkan cangkir tanah liatnya ke atas meja kayu.

"Apakah hilangnya gadis itu begitu mengguncang fondasi Jinyowon?"

Jin Hwa Young menghentikan langkahnya. Ia berbalik dan menatap Master Lee dengan tatapan penuh keputusasaan.

"Master Lee... dia hilang tanpa jejak. Gelang pelacak yang kupasang di tangannya, yang terbuat dari perak mistis tak terhancurkan, mendadak mati total semalam. Seseorang telah memutus ikatan sihirnya. Aku takut... aku sangat takut jika takdir buruk tiga tahun lalu kembali menjemput kami."

Master Lee menghela napas panjang, tatapannya menerawang jauh menembus dinding ruangan.

Peran Master Lee dalam tiga tahun terakhir ini memang teramat penting. Tanpa campur tangan spiritual dan ilmu sihir tingkat tingginya, sosok yang kini dikenal sebagai "Jin So Hwa" tidak akan pernah menginjakkan kaki di dunia ini. Melalui perbincangan rahasia malam inilah, sehelai demi sehelai tabir misteri akhirnya terkuak, membawa kita pada sebuah kebenaran yang mencengangkan.

Sebenarnya, Jin So Hwa yang hidup saat ini adalah Nara, alias Seol Ah.

Ingatan Master Lee berputar kembali pada tragedi berdarah tiga tahun silam. Setelah dikendalikan oleh Jin Wu dan terpaksa menusuk Han Seol, Nara yang didera duka dan rasa bersalah mendalam memilih untuk mengakhiri hidupnya. Ia melompat ke dalam kedalaman Danau Cheon Gi yang dingin dan pekat. Namun, takdir belum mengizinkan jiwanya lenyap.

"Tiga tahun lalu, saat orang-orang suruhanmu berhasil mengangkat tubuh Seol Ah dari dasar Danau Cheon Gi, kondisinya sudah sangat terlambat," gumam Master Lee, suaranya terdengar berat menembus keheningan.

"Tubuhnya sudah membatu sepenuhnya. Kulitnya mengeras menjadi batuan hitam akibat efek samping dari pemindahan jiwa yang lepas kendali. Secara medis, dia sudah mati. Namun, keajaiban spiritual yang tersisa di dalam sukmanya membuat Nara entah bagaimana masih hidup dan menolak untuk pergi."

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!