Di siang hari, Arkana Baswara adalah pengusaha paling terhormat di kota, sosok tampan berkuasa yang diperebutkan setiap wanita. Namun ketika malam turun, ia berubah menjadi Sang Iblis: penguasa dunia hitam yang paling ditakuti, seorang pria yang tak pernah mengizinkan siapa pun menyentuh hatinya.
Salsabila hanyalah gadis penjual bunga miskin dengan satu mimpi sederhana: menjadi dokter dan mengangkat keluarganya dari kesulitan. Sampai satu malam kelam mengubah seluruh hidupnya, dan meninggalkan sebuah rahasia yang harus ia jaga dengan nyawanya.
Bertahun-tahun kemudian, takdir mempertemukan mereka kembali. Kini sang mafia menemukan apa yang selama ini disembunyikan darinya, dan ia tak akan melepaskannya begitu saja. "Kau dan dia adalah milikku," katanya. Tapi Salsabila punya satu tekad: melarikan diri, sejauh apa pun, berapa kali pun.
Namun bagaimana caranya kabur dari seorang pria yang menguasai seluruh kota? Bagaimana caranya membenci pria yang perlahan meruntuhkan setiap tembok di hatinya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Meche, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 7 — Operasi Caesar
Hari operasi tiba. Salsabila telah berada di bawah pengawasan selama dua belas jam. Si bayi tenang-tenang saja, dan sebentar lagi akan ditangani.
"Sudah tiba harinya, Bila. Sebentar lagi kamu akan bertemu bayimu," ujar dokter.
"Dokter, bisa Anda janjikan satu hal?" pinta Salsabila.
"Katakan, Bila."
"Kalau Anda sampai berada di situasi harus memilih di antara kami berdua, tolong, aku ingin bayiku yang selamat. Aku ingin dia hidup."
"Itu tak akan perlu. Kalian berdua akan selamat, dan aku yang akan memastikannya."
"Terima kasih."
"Sekarang tenanglah dan tarik napas dalam-dalam."
Bius mulai bereaksi, dan Salsabila jatuh ke dalam tidur yang dalam.
dr. Adnan, dokter langganannya, sudah mendampinginya sejak awal, dan ia tahu ini akan jadi operasi caesar yang sangat sulit dan berbeda. Mereka harus mengeluarkan si bayi sebelum denyut jantungnya makin melemah.
Setelah bius bekerja, serombongan besar tim medis masuk lewat pintu lebar itu. Adnan memulai prosedurnya, membuka lapis demi lapis kulit. Bayi itu terbungkus dalam selaput di dalam perut ibunya. Para dokter jarang sekali melihat kasus semacam ini, dan anak-anak yang lahir seperti ini dikatakan lahir "terbungkus selaput ketuban".
Bayi itu dikeluarkan, dan sekelompok dokter membawanya ke ruang lain untuk ditangani dengan cepat. Salsabila melewati operasi caesar dengan baik dan dibawa ke ruang pemulihan.
"Bu Marni, seluruh prosedur berjalan sangat baik," ujar dokter.
"Syukurlah, terima kasih Tuhan atas semua yang telah kupinta," ucap Marni.
"Sekarang kita harus menunggu Salsabila sadar agar bisa melihat bayinya."
"Terima kasih, Dokter."
Sementara Salsabila terus memulihkan diri, si bayi terhubung ke berbagai mesin.
Enam jam berlalu sampai Salsabila diizinkan bangun perlahan-lahan. Ia dibawa dengan kursi roda untuk melihat bayinya.
"Dokter, kenapa dia dihubungkan ke begitu banyak mesin?" tanya Salsabila.
"Hanya untuk sementara. Kami harus memastikan jantungnya bisa berdenyut tanpa masalah," jawab dokter.
"Kapan aku boleh menggendongnya?"
"Besok kamu sudah bisa, jangan khawatir."
Salsabila tahu ia harus tetap tenang. Ia tak boleh terguncang, sebab kini ada yang harus ia rawat.
Keesokan harinya, bayi itu dibawa ke kamar tempat ibunya berada.
Salsabila menggendong putrinya untuk pertama kali, dan jatuh cinta pada pandangan pertama.
Bayi itu berkulit terang dengan bibir merah muda dan rambut cokelat yang indah. Matanya masih terpejam, tapi sungguh indah pemandangannya. Ukurannya besar, dan Salsabila tahu itu karena ayahnya.
"Aku sudah berjanji kalian berdua akan baik-baik saja, dan di sini aku sudah menepatinya," ujar dokter.
"Terima kasih, Dokter. Anda malaikat dalam hidup kami," ucap Salsabila.
"Ini tugas saya. Sekarang kamu harus merawatnya baik-baik, memberinya imunisasi, dan membawanya kontrol tiap bulan."
Salsabila mendengarkan baik-baik semua petunjuk dokter. Bayinya lahir dengan cacat septum atrium, kelainan pada sekat serambi jantung. Artinya, si bayi harus dioperasi untuk menutup lubang itu, tapi mereka harus menunggu sampai ia lebih besar dan lebih kuat.
Mereka harus memantaunya untuk melihat apakah lubang itu menutup dengan sendirinya, atau memang perlu operasi.
Salsabila diperbolehkan pulang bersama bayinya, dan semuanya berjalan sangat baik. Kini ayahnya bisa mengirim lebih banyak uang, dan mereka tak perlu lagi turun ke jalan untuk bekerja.
Sang iblis telah berhenti mencarinya, dan Salsabila menjalani hidup normal bersama keluarganya.
Bayi itu kini berusia tiga tahun dan secantik ibunya. Adnan banyak mendorong Salsabila untuk mulai kuliah kedokteran, dan begitulah yang ia lakukan. Ia kini kuliah, dan meski ayahnya telah dua kali datang menjenguk mereka, ia tetap jauh dari mereka. Kini ayahnya harus bekerja untuk membiayai kuliah putrinya.
Seluruh dunia Salsabila terasa sempurna di sisi bayinya, dan kini matahari bersinar untuk semua orang. Berkah terbesarnya adalah buah hatinya yang membuatnya memandang hidup dengan warna yang lebih cerah.
Ia belajar menjadi lebih mandiri dan bertanggung jawab. Kini ia hidup demi putrinya, yang bersamanya telah ia lalui banyak malam tanpa tidur dan banyak momen menyenangkan, seperti saat si kecil mengambil langkah pertamanya dan saat mengucapkan kata-kata pertamanya.