Malam reuni seharusnya menjadi malam penuh kenangan.
Namun bagi Cassandra Elvania, malam itu justru menghancurkan dunia yang telah ia bangun selama bertahun-tahun.
Di balik senyum hangat para sahabat lama dan gemerlap pesta yang meriah, Cassandra menemukan kenyataan pahit. Tunangannya, pria yang ia cintai sepenuh hati, ternyata menjalin hubungan terlarang dengan orang yang paling ia percaya,sahabatnya sendiri.
Hancur? Tentu.
Tetapi Cassandra memilih sesuatu yang tidak pernah mereka duga.
Ia tidak menangis. Ia tidak mengamuk. Dan ia tidak membongkar rahasia mereka.
Sebaliknya, ia ikut memainkan permainan yang mereka ciptakan.
Sedikit demi sedikit, Cassandra menyusun langkahnya sendiri. Hingga pada akhirnya, mereka yang merasa telah menang justru kehilangan segalanya.
Saat penyesalan datang, semuanya sudah terlambat.
Karena ada luka yang bisa sembuh. Namun ada pengkhianatan yang tak pernah bisa dimaafkan.
Dan semua itu bermula...
Di Malam Reuni.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Naryati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 06
Aditya menatap wajah Sandra yang tertunduk. Rasa bersalahnya belum juga bisa hilang dari pikirannya. Namun Aditya tidak pernah mempermasalahkannya.
"Sandra,sebagai seorang kakak Mas memang sempat kecewa sama kamu. Tapi kamu tetaplah adikku dan Mas yakin Mami dan Papi juga tidak akan pernah kecewa padamu. Kamu masih muda salah memilih juga wajar yang penting sekarang kamu sudah tahu alasan apa yang membuat Mas tidak setuju dengan pilihanmu dulu."
Sandra menatapnya dan kemudian tersenyum.
"Iya Mas aku pernah salah satu kali dan aku tidak akan pernah mengulanginya. Mas tenang saja aku bisa melewati semuanya."
Aditya tersenyum sembari mencubit pipi adiknya itu.
"Pinter. Ingat ya kamu adalah Nona keluarga Wijaya tidak boleh satu orang pun menindas kamu dan melukai kamu. Kamu itu wanita yang paling berharga untukku dan selamanya akan tetap sama."
Sandra pun tersenyum sembari mengangguk.
Karena cinta dulu dia merasa sangat bodoh, mudah percaya dan juga selalu patuh. Tapi kini Sandra merasa seperti terlahir kembali dan dia tidak akan pernah mengulangi kesalahan yang sama lagi.
"Mas setelah harga diriku aku ambil kembali aku pasti akan benar-benar pulang." jawabnya lirih.
Keduanya pun kembali ke rumah menikmati waktu untuk bersama sebelum Sandra kembali ke Indonesia.
*****
Bastian merasa bingung. Bisnisnya mulai terancam dan Sandra pun menghilang bahkan dia tidak mengangkat telepon ataupun membalas pesan yang dia kirimkan.
"Sandra kamu ada dimana?"tulis pesan yang dikirim Bastian.
Dulu setiap kali Bastian mengirimnya pesan tidak sampai satu menit Sandra sudah membalasnya namun kini sudah puluhan pesan yang dia kirim dari pagi belum juga mendapatkan balasan.
"Aku sedang bersama Kakakku di Singapura."
Balas pesan Sandra singkat dan jelas.
Wajah Bastian pun mulai sedikit panik entah apa yang sedang dilakukan oleh Sandra diluar negri.
"Kanapa kamu tidak mengajak aku dan Vanessa kenapa kamu pergi sendiri?" balas pesan Bastian.
Sandra hanya membacanya tidak langsung membalas.
"Tunggu dua jam baru aku akan balas. lagipula untuk apa aku mengajak kamu Mas?"pekiknya dalam hati. Sandra pun memilih untuk merebahkan tubuhnya dan memejamkan mata,ia ingin menikmati setiap momen berada tempat ternyaman nya.
Sementara Bastian mulai panik ketika mengetahui bahwa Sandra telah bertemu dengan Aditya Wijaya seorang pengusaha muda yang tampan. Dia juga sampat berfikir bagaimana jika nanti Sandra tidak mau mengenalkannya pada Aditya? bagimana jika nanti malah Sandra akan melarang Aditya untuk membantunya bagimana dan bagimana?
Kepala Bastian serasa ingin meledak memikirkan itu semua. Dalam hati Bastian sungguh mencintai Sandra namun semenjak Sandra selalu menolak Bastian untuk memenuhi hasratnya diapun mulai berpaling dengan Vanessa yang secara suka rela mau memenuhi semuanya.
Tiba-tiba rasa bersalah atas pengkhianatan yang telah dia lakukan salama ini menari di kepalanya.
"Sandra. Maafkan aku jika aku telah mengkhianati kamu."
"Tapi aku selalu yakin bahwa kamu tidak akan pernah meninggalkan aku dengan alasan apapun."
"Walaupun aku telah mengkhianati kamu tapi aku yakin kamu pasti akan selalu memaafkan aku,apapun kesalahan yang telah aku lakukan kamu akan selalu ada di sisiku."
"Aku memang salah,tapi semua ini terjadi karena kamu Sandra yang selalu saja menolak aku. Dan setelah aku menikahinya aku akan mengakhiri hubunganku dengan Vanessa. Semua pasti akan baik-baik saja selama rahasiaku dan Vanessa tidak diketahui oleh Sandra."
Melihat dan mendengar Sandra menemui Aditya membuatnya memikirkan hal-hal yang diluar logikanya.
Bastian mencoba menghubungi Sandra tapi tidak dijawab diapun mengirim begitu banyak pesan. Bahkan pesan yang dia kirimkan sebelumnya dia tarik kembali.
"Sandra kapan kamu kembali aku merindukanmu." tulisnya diakhir kalimat.
Sandra yang membaca semua pesan yang dikirim oleh Bastian hanya bisa tersenyum.
Mungkin laki-laki itu hanya takut kehilangan wanita yang sangat penurut padanya..
"Mas Bastian apapun yang kamu katakan aku sudah tidak peduli lagi. Dulu disaat aku memberikan seluruh hati dan kehidupanku kamu justru mengabaikan aku. Kamu menjalin hubungan dengan Vanessa selama tiga tahun. Mengingatmu hanya membuatku merasa jijik."
Sandra pun membalas pesan Bastian dengan singkat.
"Lusa aku akan kembali.." tulisnya jelas.
Mendapatkan balasan dari Sandra membuat Bastian senang bukan kepalang. Apa yang dia pikirkan benar adanya bahwa Sandra masih sangat mencintainya dan Sandra tidak akan bisa hidup tanpanya.
"Aku akan menjemput kamu di bandara." balas Bastian hanya dalam hitungan detik. Tidak seperti biasanya yang selalu membalas semaunya membiarkan Sandra menunggu.
Bastian masih berharap Sandra segera membalas pesannya namun sepertinya tidak. Dari menit hingga jam pesannya belum juga mendapatkan balasan.
"Sekarang kamu boleh acuh padaku Sandra tapi setelah kamu kembali aku akan pastikan kamu akan selalu mengikuti apapun keinginanku nanti." pekiknya dalam hati.
****
Sementara Bastian sedang menunggu jawaban pesannya justru Sandra sedang menikmati makan malam bersama Aditya.
"Sandra. Makanlah yang banyak. Kanapa makan kamu sedikit sekali?"tanya Aditya yang memperhatikan cara makan Sandra yang sedikit.
Apa masih ada yang kamu pikirkan?"tanyanya penasaran.
Sandra menatap wajah kakaknya dan kemudian tersenyum. Sandra tahu jika kakaknya sangat mengkhawatirkannya..
"Tidak ada Mas. Aku lusa harus kembali ke Jakarta. Tapi mungkin tepat dihari pernikahan itu aku sangat membutuhkan bantuan Mas,apa Mas bersedia?"tanya Sandra sedikit ragu.
Aditya meletakan sendok dan garpu diatas piring kemudian menatap Sandra. Tatapan yang teduh dan penuh kasih sayang terlihat jelas di pelupuk matanya.
"Apapun yang kamu inginkan jika bukan untuk laki-laki itu Mas pasti akan melakukannya. Sandra apakah keputusan kamu sudah mantap?" pertanyaan Aditya membuat Sandra menatapnya..
Sandra tersenyum sembari menatap wajah kakaknya yang terlihat khawatir.
"Mas tidak perlu khawatir. Aku pasti akan menyelesaikan semuanya. Dan setelah itu aku akan benar-benar pulang."
Aditya tahu jika semua keinginan Sandra harus dia dapatkan apapun caranya.
"Baiklah tapi ingat jangan pernah punya pikiran untuk membalas dendam pada siapapun yang udah menyakiti kamu. Percayalah bahwa hukum alam itu nyata adanya. Jika kamu mengizinkan Mas bisa saja menghancurkan Sebastian Group dalam hitungan menit." ucapan Aditya terlihat serius dia juga merasa lelah dan kasihan terhadap Sandra yang selalu dibuat menderita oleh Bastian.
Sandra menggelengkan kepalanya kemudian mendekati kakanya dan memeluknya..
"Aku tidak akan melakukan apapun Mas aku hanya ingin mengambil harga diriku saja. Aku yang selalu patuh dan selalu mereka permainkan selama ini biarkan saja mereka tahu bahwa aku masih orang yang sama. Mas aku bisa melakukannya sendiri Mas cukup melihat saja."
Aditya membalas pelukan adiknya itu.
"Aku percaya padamu. Tapi jika kamu mengalami masalah segera kasih tahu Mas biarkan Mas yang menyelesaikan semuanya."
Sandra mengangguk..
"Aku tahu jika Mas adalah kakak terbaik didunia dan aku juga bangga bisa menjadi adik kesayangan Mas Aditya." ucapnya sembari tersenyum.
Sementara itu masih ada seseorang yang selalu memperhatikan semua aktivitas Sandra,ia pun tersenyum mengetahui jika Sandra selalu baik-baik saja.
"Kamu juga pantas bahagia.." pekiknya dalam hati.
lanjut thor 🙏