NovelToon NovelToon
Aku Dipaksa Menjadi Pelakor

Aku Dipaksa Menjadi Pelakor

Status: tamat
Genre:Cinta Seiring Waktu / Diam-Diam Cinta / Tamat
Popularitas:641
Nilai: 5
Nama Author: Siti_1234

Raisa anak kedua dari keluarga dengan ibu tunggal bernama Sri, Sri telah lama menjadi tulang punggung keluarga setelah suami nya meninggal saat Raisa masih kecil.
Kakak nya yang lebih tua bernama Ratna menikah dengan Rio dari keluarga yang berada.
masalah muncuk ketika Ratna dan Rio yang sudah lima tahun menikah masih belum juga memiliki keturunan karna kesuburan Ratna kurang,, tekanan yang di berikan keluarga Rio membuat Ratna memiliki niat untuk membuat Raisa hamil anak suami nya ..
Niatan itu di ungkap kan Ratna kepada ibu dan adik nya walau pun tanpa sepengetahuan suami nya sendiri..

Apa yang harus di lakukan Raisa untuk bisa membantu kesulitan Ratna kakak nya,, Apa dia akan menerima nya dan setuju menjadi pelakor apa menolak nya..?

Jangan lewatkan cerita nya untuk mengetahui kelanjutan nya🥰🥰

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Siti_1234, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

EPISODE 25: "PERTEMUAN YANG DI TUNGGU-TUNGGU"

******

Raisa sedang berdiri di halaman belakang apartemen kecil yang dia sewa, sedang menyiram tanaman bunga yang tumbuh subur di dalam pot-pot kecil. Udara musim semi yang segar menyegarkan paru-parunya, dan sinar matahari pagi menerangi wajahnya yang kini tampak lebih ceria dibandingkan beberapa bulan yang lalu.

Setelah enam bulan tinggal di Jerman, dia akhirnya mulai merasa nyaman dengan kehidupannya baru. Dia aktif mengikuti perkuliahan di universitas lokal, memiliki beberapa teman baru dari berbagai negara, dan bahkan mulai bekerja paruh waktu di sebuah kedai kopi yang ramai dikunjungi oleh mahasiswa. Meskipun begitu, terkadang dia masih merindukan tanah air dan orang-orang yang pernah ada di hidupnya—terutama Reza, yang kenangannya selalu menghiasi pikirannya setiap malam.

Saat dia sedang memindahkan pot bunga ke tempat yang lebih terkena sinar matahari, suara langkah kaki di belakangnya membuatnya berbalik. Dia merasa seperti napasnya terhenti saat melihat sosok pria muda yang sudah sangat akrab baginya berdiri di pintu masuk halaman belakang—Reza berdiri dengan membawa tas besar dan senyum hangat di wajahnya.

“Raisa…” panggil Reza dengan suara lembut.

Raisa tidak bisa berkata apa-apa. Matanya membesar dengan kejutan, dan air mata tanpa sadar mulai mengalir di wajahnya. “Reza? Apa yang kamu lakukan di sini? Bukankah kamu ada di Semarang?”

Reza mendekat dengan langkah lambat, seperti takut bahwa dia hanya khayalan belaka. “Aku menyusulmu, Raisa,” jawabnya dengan suara penuh emosi. “Setelah kamu pergi, aku menyadari bahwa hidupku tidak lengkap tanpa kamu di dalamnya. Aku tidak bisa terus hidup dengan menyembunyikan perasaanku padamu—perasaan yang sudah ada jauh sebelum malam terakhir kita bertemu.”

Dia mengambil tangannya dengan lembut dan melanjutkan, “Kenapa kamu pergi tanpa memberi tahu aku apa-apa? Kenapa kamu tinggalkan aku dengan kenangan yang begitu manis namun juga menyakitkan? Aku sudah merencanakan untuk mengatakan segalanya padamu—bahwa ciuman pertama ku yang kamu curi adalah hal yang paling berarti dalam hidupku, bahwa aku mencintaimu jauh lebih dari yang kamu kira.”

Raisa merasa hatinya seperti akan meledak dari kegembiraan dan rasa bersalah yang bercampur. Dia ingin menjelaskan semua alasan yang membuatnya pergi tanpa kabar, namun sebelum kata-kata bisa keluar dari mulutnya, Reza menarik wajahnya dan mencium bibirnya dengan lembut. Air mata Reza mengalir ke pipi mereka saat ciuman itu semakin dalam—kedua nya merespons dengan nafsu yang sama-sama tidak terkontrol, seolah ingin melampiaskan semua rasa rindu dan cinta yang telah terkubur selama bertahun-tahun.

Setelah beberapa saat, mereka melepaskan ciuman dan hanya bisa saling menatap dengan wajah yang penuh dengan kebahagiaan dan kesedihan yang bercampur. Raisa menangis sambil berkata, “Maafkan aku, Reza. Aku pergi karena aku merasa tidak berhak mendapatkan cinta setelah semua yang telah aku alami. Aku takut kamu tidak akan mau menerima diriku setelah apa yang telah kulakukan.”

“Kamu salah besar, Raisa,” ucap Reza dengan lembut sambil menyeka air matanya. “Aku tidak peduli dengan masa lalu kamu. Yang penting adalah sekarang dan masa depan kita bersama. Aku ingin kamu menjadi milikku, Raisa. Aku ingin menikahimu dan menghabiskan sisa hidupku bersamamu di sini.”

Raisa mengangguk dengan senyum yang meriah. Dia telah menunggu kata-kata itu selama begitu lama, dan sekarang ketika akhirnya datang, dia tahu bahwa ini adalah pilihan yang benar untuk dirinya.

Beberapa bulan kemudian, mereka menikah dalam acara sederhana di sebuah gereja kecil di pinggiran kota Hamburg. Hanya beberapa teman dekat dan rekan kuliah yang menghadiri pernikahan mereka. Saat mereka saling bertukar cincin, mata mereka penuh dengan air mata kebahagiaan.

Setelah menikah, mereka membeli rumah kecil yang nyaman di daerah pinggiran kota yang tenang. Raisa melanjutkan studinya hingga menyelesaikan gelar doktoral, sementara Reza bekerja sebagai dokter di rumah sakit lokal dan juga melanjutkan studi spesialisasinya di sana. Mereka hidup bahagia bersama, tanpa ada keinginan untuk kembali ke tanah air—mereka merasa bahwa tempat mereka adalah di sini, bersama satu sama lain.

Di Semarang, kabar pernikahan Raisa dan Reza akhirnya sampai kepada Sri Wahyuni, Ratna, dan Rio. Meskipun awalnya mereka merasa sedih karena tidak bisa menghadiri acara pernikahan, namun mereka akhirnya bisa menerima keputusan Raisa dengan tulus.

Sri Wahyuni menangis bahagia saat melihat foto pernikahan yang dikirim Raisa. “Akhirnya kamu menemukan kebahagiaan yang kamu cari, Nak,” bisiknya sendiri sambil melihat foto wajah Raisa yang ceria bersama Reza.

Ratna dan Rio juga merasa lega mendengar kabar baik itu. Mereka telah melalui masa-masa sulit setelah kepergian Raisa—hubungan mereka perlahan pulih dan mereka kembali menjadi keluarga yang harmonis untuk Bara, yang kini sudah mulai bisa berjalan dan berkata-kata kecil.

“Semoga mereka selalu bahagia di sana,” ucap Ratna sambil melihat foto Raisa yang ditempel di dinding kamar Bara.

Rio mengangguk dan menjawab, “Ya, sayang. Kita sudah melakukan kesalahan di masa lalu, tapi sekarang kita hanya bisa berdoa agar mereka mendapatkan kebahagiaan yang layak mereka dapatkan.”

Di Jerman, pada malam ulang tahun pernikahan mereka yang pertama, Raisa dan Reza sedang berdiri di halaman belakang rumah mereka, melihat bintang-bintang yang bersinar terang di langit malam. Reza memeluk pinggangnya dengan erat dan berkata, “Terima kasih telah memilihku, Raisa. Terima kasih telah memberiku kesempatan untuk mencintaimu.”

Raisa menyandarkan kepalanya pada bahunya dan menjawab dengan lembut, “Aku juga harus berterima kasih padamu, Reza. Kamu adalah alasan aku bisa menemukan kembali kebahagiaan dan menjadi diri aku yang sebenarnya lagi.”

Mereka saling menatap dengan cinta yang mendalam, tahu bahwa mereka telah menemukan tempat yang benar dan orang yang tepat untuk mereka jalani hidup bersama—akhir dari semua perjuangan dan kesedihan adalah kebahagiaan yang sesungguhnya.

[ SELESAI ]

......................

...****************...

...----------------...

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!