NovelToon NovelToon
RAHIM UNTUK ISTRINYA

RAHIM UNTUK ISTRINYA

Status: sedang berlangsung
Genre:Poligami / CEO / Dijodohkan Orang Tua / Ibu Pengganti / Mafia / Nikah Kontrak
Popularitas:29.4k
Nilai: 5
Nama Author: Wiw1tt

Aku hanya diminta untuk mengandung anaknya.
Tidak untuk dicintai, tidak untuk dipertahankan.
Setelah melahirkan, aku harus pergi… membawa hati yang hancur, dan meninggalkan bayi yang kukandung dengan air mata.

Namaku Naira.
Aku bukan siapa-siapa — hanya wanita yang dijodohkan demi rahimku, agar keluarga besar Arga punya pewaris.
Pernikahan ini semu, cinta ini tidak pernah diminta.
Tapi di setiap detik aku merasakan kehidupan tumbuh di dalam perutku, aku juga mulai merasakan sesuatu yang tak seharusnya: aku jatuh cinta pada suamiku sendiri.

Namun di rumah itu, ada satu nama yang tak pernah bisa kulewati — Raisa, istri pertamanya.
Wanita sempurna yang tak bisa mengandung, tapi memiliki seluruh hatinya.

Aku hanyalah bayangan, tapi bagaimana jika bayangan ini mulai memiliki cahaya sendiri?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wiw1tt, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

RAJA

🌻🌻🌻

Langkah Naira melambat saat memasuki area depan. Jemarinya tanpa sadar saling menggenggam, dingin dan Napasnya sedikit tidak teratur.

Klik...

"Silahkan Non" Pelayan itu membuka pintu utama. Dan di sana, Seorang laki-laki berdiri membelakanginya.

Tubuh tingginya dibalut dengan jaket hitam. Rambut sedikit lebih panjang dari terakhir kali ia ingat. Bahunya terlihat lebih lebar.

Naira menghentikan langkahnya tanpa berbicara apa-apa. Dadanya berdetak tidak karuan. Laki-laki itu perlahan menoleh saat mendengar pintu terbuka.

Deg.

Naira membeku, Mata itu... Masih sama.

"Raja..." Suara Naira nyaris hanya bisikan. Laki-laki itu terlihat terpaku beberapa detik. Tatapannya langsung jatuh pada wajah Naira. Lama. Sangat lama.

Seolah sedang memastikan kalau perempuan di depannya benar-benar nyata. Perlahan, sudut bibir Raja terangkat, tersenyum kecil.

Hangat.

Tapi anehnya, senyum itu terlihat dipaksakan dimata Naira.Seperti seseorang yang sedang belajar menerima sesuatu yang sebenarnya menghancurkan dirinya sendiri.

Raja terlihat menarik nafasnya kasar dan menghembuskan nya perlahan.

"Hai, Ara..." Sapa Raja dengan Gugup. Panggilan itu langsung membuat dada Naira sesak.

Sudah lama, Sudah Terlalu lama ia tidak mendengar panggilan itu. Dan ternyata masih sesakit ini mendengarnya.

Raja menatap wajah Naira sekali lagi, sebelum pandangannya turun pelan, Ke arah perut Naira yang kini mulai terlihat. Sedangkan Pandangan Naira juga ikut turun Ke perutnya sendiri sambil mengelus perut itu.

Tatapan Raja berhenti di sanabeberapa detik.

Lalu kembali naik. Tidak ada muka Terkejut, Tidak ada pertanyaan.

Hanya ada sesuatu yang sulit dijelaskan di matanya. Mata yang terlihat lebih sendu.

Naira... Rindu.

Raja Memberanikan diri maju perlahan, Dengan senyum yang terlihat dipaksakan itu, Raja mengulurkan tangannya ke arah Naira.

"Selamat...Ara" ucap Raja pelan sambil tersenyum. Naira tidak langsung menerima jabatan tangan Raja. Pikirannya campur aduk. Antara sedih dan... senang karena akhirnya ia bisa melihat Mantan kekasih nya lagi.

"T-terimakasih Raja" Jawab Naira lembut sambil menjabat tangan Raja. Raja tersenyum lagi. Kali ini lebih lembut.

"Sudah berapa bulan?" Tanya Raja.

Reflek, Naira langsung refleks mengusap perutnya yang membuncit dengan pelan.

"Empat Bulan" Jawab Naira Lirih. Raja mengangguk kecil.

"Masuk dulu Ja... "

Naira menepi sedikit, mempersilahkan Raja untuk masuk ke dalam rumah. Tidak menolak Raja langsung masuk dan memberi isyarat bahwa Naira yang harus duluan untuk masuk.

Naira berjalan di depan duluan dan diikuti Raja yang membuntuti di belakangnya.

"Kamu... Mau minum apa?" Tanya Naira saat Raja sudah duduk di sofa ruang tamu.

"Terserah Ra... Apapun itu bakal aku minum kok ra, asal jangan bensin aja" Ucap Raja. Naira terkekeh mendengar itu.

"Bibi... "

"Iyaa Non... "

"Tolong buatkan Jus Apel tanpa Gula ya bi, Satu"

"Siap Non, ditunggu ya... "

Naira menganggukan kepalanya dan ikut duduk di sebrang Raja.

"Kamu... Masih inget juga minuman favorit aku Ra?"

"Aku ngga se tua itu untuk lupa Ja, lagian... kita juga udah lama bareng-bareng, Ngga mungkin semudah itu aku buat lupa" Jawab Naira sambil tersenyum.

Tangan Raja bergerak mengambil sebuah paper bag kecil yang tadi ia letakkan di meja Depan.

"Aku sempat nggak yakin mau datang atau engga..." ia terkekeh pelan, hambar.

"Tapi akhirnya setelah aku pikir-pikir... Mungkin setidaknya aku harus ngucapin selamat, atas kehamilan kamu"

Raja mengulurkan paper bag itu.

"Ini tadi aku sengaja beli, Tolong diterima hadiah yang ngga seberapa ini" Jelas Raja.

Naira menatap bingkisan itu beberapa detik. Tangannya terasa kaku saat menerima.

"Kamu nggak perlu..." suaranya mengecil.

"Gapapa Ra... Aku bakal sedih kalo kamu ngga mau Nerima ini" Jawab Raja cepat.

"Sekalian ini hadiah kecil buat..." matanya turun lagi ke perut Naira.

"...calon bayi kamu."

Naira akhirnya menerima paper bag itu. Ia membuka sedikit isi paper bag itu dan Di dalamnya ada satu set pakaian bayi warna krem kecil sekali. Sangat kecil sampai membuat tenggorokannya tercekat.

Di sampingnya Ada boneka kecil berbentuk kelinci. Simple. Tapi terasa terlalu personal.

Dada Naira menghangat, bahkan ia sendiri seperti merasa tidak percaya kalau ia akan mempunyai seorang bayi.

Tapi... itu juga terlalu menyakitkan. Karena dulu Mereka(Naira dan Raja) pernah membicarakan semua ini.

Tentang rumah kecil, Tentang anak pertama, Tentang nama bayi, Tentang siapa yang akan lebih galak kalau anak mereka nakal dan Tentang bagaimana Raja selalu bilang...

"Kalau nanti kita punya anak perempuan, jangan dimarahin terus. Biar aku aja yang manjain."

Dan Naira dulu selalu tertawa.

"Kalau anak laki-laki?"

"Tetep aku manjain."

"Iah, terus aku ngapain?"

"Kamu? Jadi ibu paling cerewet sedunia."

Dulu semuanya terasa mungkin. Tapi Sekarang...

Semuanya tinggal sisa kenangan. Mata Naira mulai panas. Ia cepat-cepat menunduk agar Raja tidak Sadar.

"Terimakasih..." suaranya kecil sekali.

Raja tersenyum.nTapi kali ini matanya sedikit memerah.

"Aku... Udah mulai menerima kenyataan, Ra...Ya walaupun mungkin sedikit sulit" ucapnya pelan.

Walaupun suara itu terdengar seperti sedang menahan sesuatu.

"Nggak nyangka aja ya ra..." Lanjut Arga. Tatapannya lagi-lagi jatuh ke perut Naira.

"Dulu kita sering ngomongin hal beginian ya..." katanya sambil tertawa kecil, pahit. Kalimat itu membuat jantung Naira terasa diremas. Ia langsung menggigit bibir bawahnya pelan.

Canggung.

Sedih.

Bingung harus bicara apa.

Karena di antara mereka... Masih ada terlalu banyak rasa yang belum benar-benar selesai.

"Kamu..." Raja berhenti sebentar.

"Bahagia kan, Ra...?"

Pertanyaan sederhana itu justru terasa paling sulit dijawab. Naira diam. Senyumnya muncul tipis. Tapi matanya tidak ikut tersenyum.

"Iya...Aku Bahagia..." Jawab Naira sambil menunduk an kepalanya.

Dan entah kenapa, Raja langsung tahu. Itu bukan jawaban jujur. Tapi ia memilih diam.

Karena mungkin, sekarang Ia sudah tidak punya hak untuk bertanya lebih jauh lagi. Raja memilih diam beberapa detik. Tatapannya masih tertuju pada wajah Naira yang jelas terlihat berusaha untuk tampak baik-baik saja.

Dan entah kenapa, itu justru membuat dada Raja terasa semakin sesak. Padahal ia tadi sudah berjanji pada dirinya sendiri, Bahwa ia Datang ke sini hanya untuk memastikan Naira baik-baik saja.

Mengucapkan selamat Lalu pergi seperti tidak terjadi apa-apa. Tidak mengacaukan hidup perempuan itu lagi.

Tapi melihat Naira sekarang, Bahkan Semua terasa jauh lebih sulit.

"Kamu... masih suka bohong kalau lagi sedih ya..." gumam Raja tiba-tiba. Pelan.

Deg

Naira langsung mengangkat kepala. Tatapannya sedikit membesar.

"Apa?" tanyanya cepat, hampir seperti refleks. Raja tersenyum kecil. Senyum yang Terlalu Raja kenal.

"Dari dulu..." katanya pelan.

"Kalau kamu bilang gapapa sambil senyum kayak gitu... biasanya justru lagi nggak baik-baik aja."

Naira menunduk lagi. Jemarinya meremas kecil pegangan paper bag.

"Aku baik, Raja..." ucapnya pelan. Kali ini lebih lirih. Seolah sedang meyakinkan dirinya sendiri.

Raja hanya mengangguk kecil, Tidak memaksa dan Tidak mendesak. Karena ia tahu... Naira paling tidak suka dipaksa bicara saat sedang menahan sesuatu.

Sunyi kembali mengambil tempat. Sampai akhirnya Raja tertawa kecil pelan.

"Aku masih inget..." katanya tiba-tiba.

"Dulu kamu maksa mau punya tiga anak."

Naira langsung menoleh refleks. Ekspresinya berubah sedikit.

"Kok jadi bahas itu..." gumamnya pelan. Raja tersenyum tipis.

"Kamu bilang rumah bakal sepi kalau cuma satu."

Dan tanpa sadar, Sudut bibir Naira ikut terangkat kecil. Sangat kecil. Nyaris tidak terlihat.

"Dulu kamu juga bilang..." suara Raja melunak.

"Kalau nanti hamil, kamu bakal manja banget." Naira tertunduk cepat. Pipi pucatnya berubah sedikit merah.

"Raja..." tegurnya lirih, malu sekaligus canggung.

Untuk sesaat, Rasanya seperti kembali beberapa tahun lalu. Saat semuanya belum rumit. Saat mereka masih bisa tertawa membicarakan masa depan yang mereka kira pasti terjadi.

Tapi kemudian Tatapan Raja kembali turun ke arah perut Naira. Dan realita menghantam lagi.

Bukan dirinya yang ada di sisi Naira sekarang.

Bukan dirinya yang menemani perempuan itu menjalani kehamilan.

Bukan dirinya juga Yang akan dipanggil ayah oleh bayi itu. Tapi ia cepat-cepat tersenyum lagi.

"Suami kamu baik sama kamu?" tanyanya hati-hati.

Pertanyaan itu membuat Naira terdiam. Jari-jarinya tanpa sadar mengusap perut pelan.

Bayangan Arga pagi tadi muncul begitu saja. Tentang bubur. Tentang tatapan khawatir diam-diam. Tentang usapan singkat di kepala yang masih terasa aneh sampai sekarang.

"Dia..." Naira berhenti. Entah kenapa sulit menjelaskan hubungan mereka.

"Iya... baik." Jawab Naira akhirnya. Raja mengangguk kecil. Ada sesuatu yang pecah diam-diam di dalam dirinya. Tapi ia tetap tersenyum.

"Syukurlah."

Kalimat itu keluar tulus, Walaupun menyakitkan.

Karena dulu Ia pernah membayangkan dirinya yang akan menjaga Naira seperti itu.

"Ra... "

"Kenapa?"

"Kadang... Di dunia ini kamu ngga harus kuat sendirian setiap waktu, Nggak semua luka harus kamu simpan rapat-rapat sampai kamu sesak sendiri. Kadang, berbagi cerita bukan berarti kamu lemah Ra... Cuma berati kalau kamu manusia" Ucap Raja pelan. Naira mengangkat kepalanya.

"Raja... "

"Anggap aku teman lama kamu yang masih peduli, Nggak usah liat aku sebagai masa lalu atau seseorang yang ngga buat nyaman, Kita pernah saling kenal Baik, kan?"

"I-iya Raja"

"Aku datang bukan mau ngusik kehidupan kamu lagi Ra, Aku cuma ngga mau kamu memikul semua nya sendiri sampai lupa kalau kamu juga pantas ditanya 'kamu baik-baik saja atau engga', Jadi aku harap... Kamu ngga memendam semuanya sendiri. Hubungi aku kapan pun kamu butuh... Nomer aku masih sama"

🌻🌻🌻

1
Atifah Diani
lanjuttttt
Dewi Andika
kyknya author ny kehabisan ide🤭
Wiw1tt: LANJUTTTT
total 1 replies
Atifah Diani
lanjuttttt
Wiw1tt: LANJUT!!
total 1 replies
zoya
kapan lanjut nya thot
Wiw1tt: LANJUT!!
total 1 replies
Atifah Diani
lanjuttttt
Wiw1tt: LANJUT!!!
total 1 replies
anis abdullah
Reno bener gk sih
Wiw1tt: LANJUT!!
total 1 replies
zoya
blm up ka
Wiw1tt: LANJUT!!
total 1 replies
zoya
Lanjut ka
Wiw1tt: gass lanjuttt
total 1 replies
Atifah Diani
lanjuttttt
Wiw1tt: gass lanjuttt
total 1 replies
Dewi Andika
atau jgn2 raisa thor.. oh my god..
Wiw1tt: Mungkin aja si, kan raisa emang udah ngga suka sama Naira tuh 🤔
total 1 replies
anis abdullah
Kq aq curiga Raisa ya dalang dibalik semua ini
Wiw1tt: Tapi bisa jadi yang lain nihhh
total 1 replies
Atifah Diani
lanjut
Dewi Andika
duh.. curiga deh kalau reno tu sebenarnya ada hati ma naira🤭
Dewi Andika
syukaa👍
Wiw1tt: YUK LANJU!! UDAH UP LAGI NIH💪
total 1 replies
Datu Zahra
Raisa 👎
Wiw1tt: YUK LANJU!! UDAH UP LAGI NIH💪
total 1 replies
Datu Zahra
Bikin Naira kuat lah kak othor, lawan itu Raisa.
anis abdullah
Udah jatuh cinta tp egonya lbh tinggi
Wiw1tt: YUK LANJUT GUYSS!! 😍
total 1 replies
Dewi Andika
udah gk sabar liat kelanjutannya smpe naira melahirkan..
Wiw1tt: YUK LANJUT!! 😍
total 1 replies
Datu Zahra
Raisa ambisius, Arga bodoh. Pasangan cocok, memuakkan
Wiw1tt: UDAH UP LAGI NIHH, YUK LANJUT LAGI🤭
total 1 replies
Nada Afifah
jadi naira sakit, begitu juga jadi raisa dan arga, lanjut dong thor, sampai bawa mimpi, jujur aku suka gaya penyampaiannya , semangat 😍😍
Wiw1tt: UDAH UP NIHH, YUK LANJUT LAGII💪
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!