Bagaimana bisa, Lucas yang memiliki fobia haphephobia bisa meniduri seorang wanita yang tidak dia kenal?
yuk simak kisahnya, seorang dokter yang memiliki fobia langka, di mana dia merasa takut untuk bersentuhan secara skin to skin dengan orang lain, tetapi dia adalah seorang dokter hebat dan juga pemimpin rumah sakit yang terkenal.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rira Syaqila, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
35 - Kamu yang membuka Celanaku?
Nnia terbangun dari tidurnya. Hal pertama yang dia lakukan adalah menoleh ke arah sofa, di mana terakhir kalinya dia melihat Lucas berada. Nia mengernyitkan keningnya, di saat tidak melihat sang suami di sana.
"Ke mana dia? Apa dia tidur di kamar lain?" gumam Nia dan merenggangkan tangannya ke atas.
"Apa tidurmu nyenyak?" tegur Lucas yang baru saja keluar dari kamar mandi.
Nia terkejut, bahkan wanita itu hampir saja berteriak.
"Ya, tidurku cukup nyenyak," jawab Nia dengan wajah angkuhnya.
Lucas menganggukkan kepalanya, kemudian dia berjalan mendekat ke arah Nia, membuat sang istri mengernyitkan keningnya heran. Lucas membungkukkan sedikit tubuhnya, mengikis jarak di antara keduanya.
"Kalau begitu, bangkit dan mandilah. Segera laksanakan sholat subuh," titah Lucas dengan tatapan dinginnya.
NIa berdehem pelan, wanita itu masih mengabaikan tatapan dingin sang suami. "Baiklah, nanti akan aku laksanakan," jawab Nia.
Lucas menutup matanya secara perlahan, menahan emosi yang siap untuk meledak. Berkat sang istri, dia harus bergadang semalam dan tertidur di kamar mandi. Dirinya tidak bisa tidur di kamar yang lain, karena dalam pengawasan sang papi.
"Sekarang atau aku akan menyeretmu ke kamar mandi," geram Lucas.
Saat ini jam sudah menunjukkan pukul tujuh pagi, di mana pastinya waktu untuk sholat subuh sudah berlalu sejak lama. Tapi, berhubung saat Lucas hendak merendam tubuhnya di kamar mandi untuk mempersiapkan diri sholat subuh, siapa yang menyangka jika dia tertidur di kamar mandi, sehingga membuat Lucas ikut kesiangan solat subuhnya.
Nia melirik ke arah jam yang ada di dinding, dia pun tersenyum mansi. "Solat apa lagi jam segini? Sudah jam tujuh. Sudah terlambat buat solat subuh," jawab Nia penuh dengan kemenangan.
"Tidak ada kata terlambat, selagi kamu ingin dan bersungguh-sungguh melaksanakannya. Sekarang, cepat bangun dan bersiap untuk solat subuh. Aku kasih waktu lima menit, jika kamu belum siap, maka aku akan menghukummu!" ancam Lucas dengan tatapan matanya yang tajam.
Nia menelan ludahnya dengan kasar, dia pun bergegas bangkit dari tempat tidur dan berlari menuju ke kamar mandi. Tanpa dia sadari, jika saat ini bagian bawahnya hanya menggunakan pakaian dalam saja. Ya, saat sedang tertidur, Nia membuka celana tidur panjangnya karena merasa gerah, tanpa dia sadari jika di dalam kamar ada seorang pria bersamanya. Ya, pria itu adalah Lucas--sang suami.
Lucas menoleh ke arah pergi Nia, hingga mata pria itu langsung membulat sempurna. "Astaghfirullah!" ucapnya dan langsung menoleh ke arah lain.
Lucas memejamkan matanya, di saat potongan kepingan ingatan pada malam itu kembali menyatu.
Di dalam kamar mandi.
NIa menggerutu kesal, karena Lucas sangat mengganggu privasinya. Tapi, apa yang Lucas ganggu itu memang hal yang baik untuk Nia. Walaupun begitu, tetap saja 'kan bagi Nia yang sering terlambat bangun dan lebih suka bersantai-santai di atas tempat tidur sambil menghilangkan rasa kantuknya, merasa terganggu ketentramannya karena Lucas.
"Sebaiknya aku tidak mencari masalah dengan dia, agar semua persyaratanku nanti di setujui olehnya," ujar Nia kepada dirinya sendiri.
Nia pun hendak membuang air kecil, hingga dia baru menyadari penampilannya saat ini. "Hah? Ke mana celanaku?" pekiknya pelan.
Nia pun mencoba berpikir, kapan terakhir kali dia membuka celana tidur panjangnya. Seingat Nia, dia tertidur dengan pakaian lengkap. Lalu, kapan celananya terlepas?
"Atau jangan-jangan?"
Nia menggeram kesal, dia pun menarik handuk untuk menutupi bagian bawahnya, kemudian keluar dari kamar mandi dengan keadaan marah.
Lucas menoleh ke arah Nia, akan tetapi pria itu mengernyitkan keningnya di saat melihat wajah marah sang istri.
"Apa kamu yang membuka celanaku?" tanya Nia dengan segala tuduhan yang memang tertuju kepada Lucas.
Lucas mengernyitkan keningnya. Memangnya dia tidak punya kerjaan membuka celana Nia?
"Dasar pria mesum, berani-beraninya kamu membuka celana---"
"Apa kamu sudah mengambil air wudhu?" tanya Lucas memotong kalimat Nia.
"Apa?"
"Cepatlah ambil, aku tunggu satu menit. Jika kamu belum segera kembali dalam satu menit, maka bukan hanya celana yang akan aku buka, melainkan seluruh pakaianmu," ancam Lucas yang merasa lelah untuk berdebat pagi-pagi.
NIa menyilangkan tangannya di dada, dia pun bergegas kembali ke dalam kamar mandi untuk mengambil air wudhu.
"Dasar aneh, dia sendiri yang membuka celananya, eh malah nuduh orang lain," geram Lucas dan menghela napasnya secara panjang dan kasar.
semakin seru, mak crazy up dong