Karin gadis pemalas yang punya hobby nonton Drakor dan Dracin sepanjang masa remajanya, tidak menyangka bahwa nasibnya akan seperti di drama drama yang pernah ia tonton.
Diumur ke 20 tahun ia dipaksa menikah muda dengan Om Om yang di jodohkan Oleh Ayahnya.
Om Om itu adalah kolega bisnis Ayah Karin bernama Arjuna Prayoga.
Meskipun hanya berbeda 7 tahun tapi Karin yang saat itu masih kuliah, sangat sulit untuk menerima perjodohan dan pernikahan itu.
Apalagi Karin sudah memiliki pacar yang telah dipacarinya selama bertahun tahun bernama Kai Bagaskara seorang cowok populer dan sangat dicintainya.
Dapatkan Karin Lolos dari perjodohan yang disiapkan Ayahnya?
Ataukah pada akhirnya ia akan benar benar menikah dengan Om Arjuna?
Selamat membaca semoga kalian suka dengan karyaku, saranghae 🩷
BTW karena ini cerita tentang pernikahan Harap bijak sebelum membaca okey...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon YirumaNitya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Cafe Miracle
Theo beserta keluarganya telah menunggu Arjuna dan Karin di restoran hotel.
Amanda berdandan sangat cantik hari itu, dia mengenakan pakaian yang sangat sexi, yaitu gaun backless hitam polos, sungguh janggal dan aneh mengingat saat ini mereka berada di puncak yang udaranya dingin sekali bukan di pantai.
Cassie nampak berbinar binar ketika melihat Karin "Onty cantik." Serunya sambil agak bertepuk tangan.
Karin tersenyum dari kejauhan dan melambai padanya.
Kini dia dan suaminya memakai pakaian couple, yang di belikan suaminya saat kemarin liburan ke kota Vega.
Kaos polo berkerah warna putih, Arjuna memakai jeans cargo panjang warna denim, begitu juga Karin yang memakai mini skirt tepat selutut yang juga warna denim senada dengannya.
Tak lupa mereka mengenakan rompi jaket denim couple berbahan hangat melengkapi penampilan mereka yang casual, nampak serasi sekali.
Amanda menatapi Karin dari ujung kepala hingga ujung kaki dan nampak meremehkannya.
Ia sangat cemburu melihat mantan kekasihnya itu merangkul Karin dengan erat seperti tak mau lepas.
Sorot mata Arjuna saat menatap Karin juga membuat Amanda sangat iri dengki, karena bahkan seingatnya dulu Arjuna tidak memandang dengan tatapan sedalam itu padanya.
"Hai Mr Theo." Sapa Arjuna pada kolega bisnisnya itu dan dibalas oleh Theo, karin pun menyapa sekilas dan bersalaman, lalu menyalami Amanda yang nampak sangat cuek padanya.
Karin mengeryitkan dahinya begitu melihat penampilan Amanda. Mungkinkah perempuan ini berniat menggoda suaminya, fikir Karin karena jujur janggal sekali penampilannya.
Namun karin buru buru menepis fikiran buruknya.
Arjuna menyalami Amanda dengan sangat canggung, seperti tidak enak pada Karin. Karin yang melihat interaksi mereka mencoba bersikap tenang walaupun perasaannya agak terganggu.
Saat tangan mereka bertaut Amanda kelihatan sangat senang dan tersenyum manis sekali kontras dengan sikapnya terhadap Karin barusan.
Buru buru Arjuna melepas tautan tangan mereka dan Amanda memandang Arjuna seperti memberikan sinyal kerinduan. Namun tak ditanggapi oleh lelaki itu.
Karin menarik nafasnya kemudian duduk.
Kini Theo mengobrol dengan Arjuna, tentang banyak hal sementara Karin kini sibuk dengan Cassie yang terus mengoceh dan bercerita padanya.
Gadis kecil itu memang sangat sangat menyukai Karin, entah sudah berapa kali dia memuji Karin, dia bilang "Onty kamu cantik sekali" lalu "Onty kamu lucu sekali" dan yang tak kalah aneh dia menanyakan dimana Karin membeli semua barang dan aksesoris yang dia kenakan hari itu karena Cassie juga ingin memakai baju couple yang sama dengan daddy-nya. Semua ingin dia miliki karena lucu dan cantik.
"Onty dimana kamu membeli baju ini?" Tanya Cassie."
"Kalau baju ini dibelikan sama Om Cassie sayang, onty tidak tau belinya dimana." Ucap Karin menjawabi pertanyaan random bocil itu dengan sabar.
"Oh begitu, lalu kalung yang onty pakai, yang biru laut itu, dibeli dimana? Cassie mau, itu sangat cantik." Tanyanya lagi sambil mengoceh matanya selalu berbinar.
"Dikasih juga sama Om." Ucap Karin bangga.
"So sweet, aku nanti kalau punya husband mau yang mirip dengan Om Arjuna." Celetuknya.
"Apa kamu gak mau punya suami bule Cassie?" Tanya Karin bercanda.
"Aku kan sudah bule onty, aku suka yang eksotis seperti om Arjuna." Katanya jujur.
Membuat Karin tersenyum, merasa gadis itu sangat polos dan menggemaskan.
Amanda menatapi Cassie dengan pandangan kurang suka, apalagi saat mendengar Karin bilang bahwa Kalung yang di pakainya itu diberikan oleh Arjuna.
Sebagai mommy nya Karin heran mengapa Amanda malah tak ikutan bergabung untuk mengobrol bersama, Amanda malah terlihat sangat jutek. Terhadap Cassie juga Karin.
Amanda terus menatap Iri pada Karin, dia sangat membenci gadis itu memakai Kalung berbandul biru laut yang Amanda tau bahwa kalung yang dipakai Karin itu adalah rancangan desainer perhiasan mewah yang sangat langka dan hanya 5 pcs di dunia ini, harganya pun mencapai hampir 1 M kalau dihitung kurs negara mereka.
Amanda sangat tau karena dia juga ingin memilikinya namun kalung itu sudah keburu sold out terjual.
Makanan datang, aneka hidangan tersaji di hadapan mereka, Theo mempersilakan semuanya untuk makan, Cassie malah duduk di sebelah Karin bukan di sebelah mommy nya.
Kini Cassie makin manja pada Karin ingin di suapinya.
Karin tidak merasa terganggu sama sekali, soalnya Karin suka anak kecil, apalagi Cassie lucu dan menggemaskan.
"Cassie, jangan menggangu Onty Karin dong." Amanda berkata dengan nada agak ketus.
Theo menatap ke istrinya agak heran namun dia juga takut Karin terganggu dengan tingkah anaknya.
"Cassie honey, benar kata Mommy, makanlah sendiri jangan menggangu Onty Karin." Ucap Theo.
"Tapi Cassie mau disuapi Onty Daddy." Cassie merengek dan hampir menangis.
"Gak apa apa mba, Mr, Karin gak terganggu kok." Ucap Karin mengurai ketegangan.
Arjuna bangkit lalu berpindah duduk sangat dekat dengan istrinya, ia menarik kursi yang dipakainya lalu duduk dengan tenang, tadinya Arjuna duduk di samping Theo namun ada jarak antara kursinya dengan Karin.
"Yasudah, kalau Cassie mau disuapi Onty, biar begini saja, Cassie di Suapi Onty, Onty di suapi om ya." Arjuna mengambil kebijakan berkata lembut pada gadis kecil itu.
Cassie kegirangan "Asik makasih om ganteng." Serunya.
Karin mengangkat kedua alisnya kaget "Om apa gak berlebihan, udah Karin bisa kok makan sambil suapi Cassie." Tolaknya halus sambil menahan tawa.
Dia sangat merasa lucu melihat suaminya yang kadang suka membuat gebrakan aneh dan membuat Karin jadi salah tingkah.
Theo tersenyum melihat kehangatan Karin dan Arjuna pada anaknya Cassie. Dalam hati dia juga sangat memuji kegentlean pria itu yang sangat baik dalam memperlakukan Karin.
"Terimaksih ya mas Arjuna, mba Karin." Ucap Theo tulus sambil memasang senyum hangat.
"Santai aja Mr Theo, anggap aja saya sama istri latihan momong anak." Ucap Arjuna yang di ikuti pipinya yang memerah.
Karin ikut tersipu malu.
Akhirnya Theo dan Arjuna tertawa ringan.
Namun Amanda, perempuan itu hanya diam tanpa ekspresi tak ada sama sekali keramahan di wajahnya.
Kini dia sedang mengatur siasat untuk bisa menjebak Arjuna agar bisa berduaan saja dengannya.
...----------------...
...----------------...
Selepas makan Mereka akan pergi melihat keindahan malam puncak di suatu Cafe bernama Miracle Hall, sebuah destinasi wisata yang kini sedang Viral sekali.
Theo sudah memesan tempat untuk mereka. Menikmati malam dengan ngopi santai, ditempat itu akan ada beberapa kolega bisnis yang Theo undang untuk membicarakan beberapa poin penting yang harus di eksekusi dalam proyek mereka nanti.
Mereka berkendara dengan mobil yang sama, Theo menyetir sementara Amanda duduk di sebelahnya, Karin dan Arjuna duduk di belakang dengan nyaman, sesekali Theo mengajak mereka mengobrol namun Karin tak banyak berbicara karena sebenarnya merasa mengantuk.
Arjuna sedari tadi tak melepas genggamannya dari Karin. Ia juga terus saja melakukan physical touch menggoda istrinya seperti membelai, mencubit pipi, juga menyuruh Karin menyenderkan kepala padanya.
Membuat Amanda semakin dibakar api cemburu.
Kali ini Cassie tidak ikut, dia di jaga oleh nanny nya di dalam kamar hotel.
Akhirnya mereka semua sampai ke tempat tujuan mereka di bagian sudut Cafe yang sudah di pesan Theo nampak sudah banyak orang.
Karena melihat seorang teman tak di undang yang menurut Theo akan membuat istri dan Karin akan tidak nyaman Theo Dengan terpaksa mengusir halus istri Arjuna dengan istrinya.
Ia berbisik pada Amanda memberitahu bahwa adalah salah satu teman yang sedikit mesum dan suka nyeletuk aneh di antara orang orang di hadapan mereka, Amanda mengerti suaminya ingin dia dan Karin pindah ke tempat yang lain.
"Maaf Mba Karin apa kamu tidak keberatan untuk mengobrol dulu bersama Amanda istriku, obrolan ini nampaknya akan sangat panjang lebih baik kalian bersantai di room istirahat yang sudah saya pesan." Theo menyampaikan niatnya pada Karin dia terpaksa melakukannya.
Wajah Arjuna nampak tak suka dengan keinginan Theo tapi Karin menjawab "Iya Mr Theo saya akan ke tempat yang di sediakan."
"Gak apa apa om Karin kan juga ngantuk." Ucapnya menenangkan suaminya.
Amanda nampak puas mendengar Karin masih memanggil Arjuna Om, bukan panggilan sayang seperti layaknya pasangan. Fikir Amanda mungkin Karin dan Arjuna tidak sedekat itu.
Bagaimanapun Amanda sudah menyelidiki hubungan Karin dan Arjuna, dia tau bahwa mereka di jodohkan.
"Ayo mba." Ajak Karin pada Amanda mencoba ramah.
Amanda pura pura ramah dengan tersenyum lalu berkata "Ayo Rin"
Mereka kini ada di sebuah ruangan khusus yang seperti room karoke ada Sofa melingkar dengan banyak bantal, sebuah layar besar dengan peralatan karoke, dengan cahaya remang remang.
Seorang pelayan masuk untuk melayani mereka, membawakan menu dan mulai menyalakan monitor.
Amanda memesan sembarangan.
Lalu seorang pelayan lain masuk membawakan banyak dessert manis, gurih dan juga beberapa yang pedas, ada coffee dan yogurt, tapi ini bukan pesanan Amanda melainkan pesanan yang sudah lebih dulu di pesan suaminya Theo.
"Silahkan Rin di cicipi." Tawar Amanda
Karin mengangguk "Iya mba makasih."
"Kamu suka makanan seperti apa pedas, manis, gurih atau gimana?" Tanya Amanda membuka obrolan
"Apa aja mba, Karin gak pilih pilih makanan kok." Ucapnya.
"Kalau mba?" Tanya karin balik sekedarnya mengobrol.
"Aku suka yang manis manis sama seperti suamimu loh Rin, selera kita match banget."
Karin mengangkat kedua alisnya nampak keheranan.
"Heheh, apa kamu tau Rin kalau Arjuna dan aku sebenarnya sudah saling mengenal loh sebelumya, kami dulu teman satu kampus." Wanita itu tersenyum aneh.
Karin terdiam lalu mengangguk "Iya aku tau mba, om Yayang udah cerita kok, bahkan dia cerita kalau mba adalah mantannya."Ucap Karin.
Amanda agak kaget dia tak menyangka Arjuna begitu terbuka pada istrinya itu.
"Ya, dia dulu adalah cinta pertamaku, begitu juga dengan aku adalah cinta pertamanya, Arjuna bilang kan kalau kami dulu bertunangan dan hampir menikah?" Kalimat itu mengalir lancar dari mulut wanita itu tanpa tau malu.
Karin sama sekali tidak paham kenapa wanita itu tiba tiba saja menceritakan semuanya.
Karin merasa tidak suka, terlebih ternyata ada fakta yang baru dia ketahui soal Om Yayang yang hampir menikah dengan wanita itu, Karin sangka cuma pernah berpacaran lama.
Karin diam saja tak menanggapi Amanda lagi, kini mereka jadi canggung.
"Kamu suka menyanyi Rin?" Tanya Amanda basa basi lagi.
Karin menggeleng "Enggak terlalu mba, suaraku gak bagus." Jawabnya.
"Oh gitu, apa kamu tau Arjuna tuh paling suka karokean Loh." Celetuknya.
Karin makin keheranan lagi mengapa wanita ini seperti terang terangan menceritakan Arjuna di depannya.
Karin terdiam, Amanda melihat ekspresi Karin yang berubah, ia mulai merasa senang entah kenapa sepertinya gadis ini mulai terprovokasi.
"Eh kamu menikah sama dia di jodohkan ya?".
Karin terbatuk menurutnya Amanda agak keterlaluan menanyakan hal itu padanya.
"Iya mba lalu kenapa?" Tanya Karin balik mulai ketus.
Kini wanita itu tersenyum sinis "Rin, kamu yakin Arjuna mencintaimu?"
DEG!!!
Ada rasa tak enak yang kini terasa di dada Karin mengapa wanita ini berkata seperti itu.
"Maksud Mba apa ya bertanya seperti itu?"
"Aku cuma kasian melihat gadis semuda dirimu harus menikah dengan pria dewasa yang mungkin tidak mencintaimu Rin, hanya itu, eh maaf ya aku lancang ini hanya kekhawatiran seorang kakak perempuan pada adiknya." Amanda berkata seolah olah empati pada Karin namun bukan itu maksudnya.
Karin merasa sangat muak sekali "Dari mana mba bisa berfikir kalau Om Yayang tidak mencintaiku mba? Dan itu bukan urusan mba loh." Ucap Karin mulai emosi.
"Gak ada pria yang mudah melupakan cinta pertamanya Rin, aku sudah menikah sebanyak 2 kali, baik suami pertamaku juga Theo, mereka masih saja suka mengingat cinta pertama mereka, eh maaf ya aku gak ada maksud apa apa loh Rin, aku hanya anggap kamu adik ku." Ucap Amanda memberikan alasan tak masuk akal bagi Karin.
Karin bukan gadis bodoh, dia sangat mengerti bahwa maksud Amanda adalah Karin harus tau diri kalau Suaminya mungkin saja masih mencintai Amanda. Karena Amanda adalah cinta pertama Arjuna.
Karin tersenyum sinis "Aku yakin suamiku mencintaiku mba, dan aku tidak terganggu dengan ucapan mba, mba gak usah repot repot mengatakan hal hal aneh padaku."
"Aku bahkan masih berpacaran dengan lelaki lain saat resmi jadi istri Om Yayang, bukankan kalaupun Om Yayang masih mencintai Mba aku dan dia imbang, akupun masih cinta dengan pria lain." Ujar Karin menohok.
Membuat Amanda terdiam dan merasa kalah, ternyata gadis ini bukan gadis polos yang bisa ditindasnya.
Karin sangat muak ia bangkit dan keluar dari Room, tanpa berkata sepatah katapun lagi pada wanita jahat itu.
Ia memilih menunggu suaminya di bangku luar Cafe yang menghadap langsung ke perbukitan.
Sebuah suara tak asing memanggilnya.
"Karin." Seru seorang lelaki yang mulai menghampiri Karin.
"KARIN, ini elo kan?"
Membuat Karin terhenyak dan menengok ke arahnya.
Seorang pria blasteran Indo Belanda nampak menghampiri Karin "Hai Rin, masih inget gue kan?" Ucap Pria itu.
"Eh Dion, Lo disini juga " Ucap Karin grogi.
Dion tersenyum manis "Ini Cafe gue Rin gue lagi inspeksi, kebetulan banget ya kita ketemu." Ucap Pria tampan itu ramah.
Deg deg deg detak jantung Karin jadi tak beraturan, kini dia tersenyum tersipu. Pria dihadapannya kini adalah crush Karin selama masa SMA Dion Prince Rood.
NB: Karakter Dion lengkap ada di Novelku yang pertama judulnya LABIRIN INGATAN, disana juga ada sebuah part Dion berdansa dengan Karin di acara Prom Night di BAB 49 dan 50 ya yang penasaran mampir aja ke Novel sebelah hihi 🥰💜
Ini DION