Kasta yang berbeda mengharuskan mereka berdua berpisah. Meski kenyataan sangat sulit di tentang. Keduanya Hidup dalam senyuman palsu. Yessica hanya anak dari seorang penjahit, sedangkan Ara adalah seorang pangeran kerajaan. Takdir memang sangat kejam.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Miss Anonimity, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 34 : Kisah Ratu Pandora
"Hm? Ini di mana?" Yessica melayang di ruangan Hampa dengan Pesona Warna Gelap Mendominasi. Kepalanya terasa sangat sakit berdenyut hebat.
"Apa Yang terjadi padaku?" Dia Ingat setelah Menyanyikan lagu Pianis di Tengah Hujan dengan bantuan energi dari Feni, Pandangannya menggelap dan dia Tidak mengingat apapun.
Tidak lama, Muncul asap Hitam yang membumbung di depan Yessica. Ruangan Hampa berdominasi Hitam itu, berubah seketika menjadi sebuah kamar usang yang terbangun dari kayu. Yessica Tidak Tau ada dimana dirinya sekarang. Dia berfikir ada sesuatu yang menarik kesadarannya kesini. Di pojok ruangan kamar itu, Terdapat Cermin yang sangat besar menempel di dinding. Tepat di depan Cermin itu, Terdapat sebuah Kotak Hitam Yang Cukup Besar. Kotak itu tergeletak begitu saja. Namun yang aneh, Diantara semua benda usang yang ada di kamar ini, Hanya Kotak itu yang terlihat Baru dan bagus.
Yessica menghampiri kotak itu dan berdiri di depannya. Pandangan mata Yessica tertuju pada Bayangan Dirinya di dalam Cermin. Begitu Cantik dan anggun. Tiba-tiba, Kabut Hitam Yang sebelumnya, muncul kembali. dan membentuk sebuah siluet seorang perempuan Cantik yang terlihat lebih tua Dari Yessica. Perempuan itu mengenakan Jubah Merah yang di padukan dengan warna Hitam. Mata Berwarna Gelap dengan Pupil yang berwarna merah, lengkap dengan mahkota Hitam dan kristal merah yang terpasang di atas rambut Hitamnya.
Sosok Perempuan itu muncul di dalam Cermin tepat di belakang Yessica. Yessica berbalik namun tidak ada sosok perempuan itu di kenyataan-nya. Ketika menatap Cermin sekali lagi, sosok perempuan itu masih ada di sana. Menatap Yessica dengan pandangan dingin. Sedikit menyeringai menyeramkan.
"Siapa kau?" Tanya yessica.
Perempuan itu tersenyum misterius, "Kau sangat Cantik. Tapi tidak lama lagi, Semua Yang kau miliki, Akan menghilang Darimu." Ucap perempuan itu.
"Aku tidak mengerti apa maksudmu."
"Bagaimana rasanya, Melindungi orang yang kau sayangi menggunakan kutukanku?"
Mata Yessica membulat sempurna. Sekarang dia Tau siapa perempuan itu. "Kau...Ratu Pandora?" Tidak lama perempuan itu tertawa terbahak-bahak.
"Masih ada Orang yang mengingatku di dunia ini? Sepertinya pengorbanan Wanita jalang itu sia-sia." Ucapnya.
"Lepaskan kutukan mu Dariku!" Sentak Yessica. Perempuan itu menggeleng.
"Bukan begitu Caranya, Gadis manis. Akan aku Ceritakan Sebuah Cerita Yang akan membuatmu kagum." Yessica tidak mengerti apa maksud Perempuan Yang di sebut Ratu Pandora itu.
Sekarang sang pianis hujan~
Sedang melantunkan asmara~
Ditengah kota pun
Dia mainkan melodi yang sedih~
Jemari tetesan air~
Menekan window dikeyboardnya~
Concerto yang hanya untukku~
Pada saat itu, Sang Pianis Hujan sedang memainkan sebuah lagu sedih di tengah kota dengan menggunakan sebuah keyboard untuk kekasihnya. Jari laki-laki tersebut dibasahi tetesan air mata, sambil menekan keyboard yang sedang ia mainkan.
Dengan kata kata lembut~
Diputuskan sayonara~
Terlalu tiba-tiba~
Di pinggiran sofa aku~
Hanya duduk dan terdiam~
Menggigit kuku jemariku~
Dengan lirik lagu sedih, Laki-laki tersebut mengatakan "Sayonara" kepada kekasihnya dengan sangat tiba-tiba. Si Gadis yang sedang menikmati lantunan lagu yang sedang dibawakan Laki-laki tersebut mendadak menjadi kaget dan tidak bisa melakukan apa-apa. hanya duduk dan terdiam, sambil merasa menyesal Dan kecewa.
Ku yakin akan ada yang lebih baik untukmu~
Tatapanmu seperti melihat anak kecil~
Terulang kembali~
Takdir masa depanku~
Yang selalu membuatku takut~
"Ku yakin akan ada yang lebih baik untukmu" ungkapan sang Lelaki kepada kekasihnya tersebut sambil menatap dengan tatapan orang dewasa.
Sekarang sang pianis hujan~
Mulai bermain dengan pelan~
Pernah aku dengar~
Lagu perpisahan dari shopan~
Air mata deras mengalir~
Sambil mengusap pipi ini~
Di dalam dadaku
BGM~
Laki-laki tersebut mulai bermain keyboard lagi dengan lantunan lagu-lagu perpisahan, lagu tersebut berhasil membuat kekasihnya meneteskan air mata, hingga dadanya terasa sakit.
Saat kau memunggungiku~
Dan mulai bersikap dingin~
Itu tanda menyerah~
Dirimu yang telah dewasa~
Selalu dengan senyuman~
Hanya meyakinkanku saja~
Pada saat Laki-laki tersebut pergi dari kekasihnya, kemudian bersikap cuek dan sudah Mengakhiri, Saat itu kekasihnya mengingat senyuman Laki-laki tersebut yang selalu bisa meyakinkan hatinya.
Walaupun kau bilang bahwa dirimu lah yang salah~
Cinta seharusnya antara kita berdua~
Harus bagaimana disaat seperti ini?~
Pada pengalaman yang pertama~
Lelaki tersebut sudah mengatakan bahwa dia yang salah, namun si Gadis meminta untuk membicarakan hubungan mereka terlebih dahulu sebelum Berakhir. Namun cewek tersebut menjadi bingung sebab itu adalah pengalaman pertama mereka saling berpacaran.
"Bagaimana menurutmu?" Tanya Ratu Pandora.
"Kau...Sama seperti ku?" Tanya Yessica.
"Kau Mulai mengerti. Bukan aku Yang Memberikan Kutukan Itu padamu. Tapi kutukan itu sendiri Yang Tumbuh Dalam Dirimu. Kau Dan aku Memiliki masa lalu Yang sama dalam menjalani Hubungan. Orang Yang kita Cintai, Sama-sama meninggal kita dengan terpaksa. Itulah kenapa Kau Bisa memiliki kutukan yang aku Ciptakan." Ujar Ratu Pandora.
"Bagaimana mungkin..." Ucap Yessica menunduk.
"Apa Kau tau, Kalau Orang Yang melamarmu, Adalah Putraku?"
DEG
"A-APA!?" Seperti mendapatkan sebuah kejutan Yang besar. Bagaimana mungkin dia mempercayai semua itu?
"Pangeran kedua Kerajaan Iblis, Vino. Dia adalah Putraku. Aku menjalin Hubungan dengan Boby sebelum dia menjadi Raja kerajaan iblis. Kami saling mencintai sampai melewati batas kewajaran. Pada akhirnya aku mengandung anaknya. Tapi hubungan kami di tentang Oleh Raja Iblis sebelumnya. Hanya karena aku adalah Gadis biasa, sedangkan dia adalah Putra mahkota. Boby melawan Ayahnya sendiri demi melindungi-ku dan bayiku. Tapi Raja Iblis sebelumnya mengancam akan membunuh Aku dan Putraku, Jika Boby Tidak meninggalkan-ku. Dia tidak memberitahuku alasan kenapa Dia mengkhianati Cintaku. Sampai aku mengetahui kebenarannya sendiri."
"Setelah Vino lahir, Kami masih Bisa Hidup berdua dengan damai. Tapi Tanpa di sangka, Vino lahir dengan Tubuh spesial."
"Tubuh spesial?" Tanya yessica.
"Ya, Tubuh Suci Surya" Kembali Yessica Terlonjak.
"Tapi, Aku tidak merasakan apapun Darinya."
"Tentu saja. Setelah Raja Iblis sebelumnya mengetahui bahwa aku melahirkan anak dari Boby, dan mengetahui tentang Tubuh Suci Surya. Dia mengambil anakku dengan paksa, tanpa sepengetahuan Boby. Aku sangat lemah waktu itu, bahkan Tidak Bisa melindungi Putraku sendiri. Amarah dan dendam membuatku membangunkan Jiwa Divine Misterius, Kotak Pandora. Kekuatanku semakin Kuat ketika kebencianku Tumbuh. Sampai akhirnya, kekuatan besar itu berhasil menelan Jiwaku. Aku sudah sepenuhnya menjadi Iblis Hitam. Aku membuat teror di kerajaan iblis Untuk mengambil kembali Putraku.
Dua tahun sudah berlalu, Sejak Vino meninggalkanku. Aku sudah bertekad Untuk mengambilnya kembali. Aku memulai perang dengan kerajaan Iblis seorang diri. Aku Cukup terkejut Kalau Boby sudah menikah dengan Orang lain, dan sudah memiliki seorang putri. Tapi aku tidak tau kenapa Boby melupakanku. Aku semakin marah dan membantai seluruh pasukan iblis. Ketika perang besar berkecamuk, Ratu Ochi menyegelku dengan mengorbankan Nyawanya sendiri.
Tubuhku sudah mati. Tapi Jiwaku Hidup di dalam kutukan Yang ku ciptakan. Pada akhirnya aku tidak bisa bertemu dengan putraku. Hanya Orang yang memiliki rasa sakit yang sama, Yang bisa memainkan laguku."
Yessica Tidak Berbicara, Dia Tidak tau tanggapan apa Yang harus dia berikan. Apa Ceritanya benar?
"Yessica, Boleh aku meminta Tolong padamu?" Ucapnya.
Yessica mendongak, "apa?"
"Tolong jaga Putraku, Beritahu dia kebenarannya. Aku sengaja menyegel Tubuh suci Vino dengan teknik khusus. Agar Siapapun tidak Bisa memanfaatkannya. Tapi hanya ada satu Cara Untuk melepaskan segel itu?"
"Bagaimana?"
"Melakukan Kultivasi Ganda. Aku tau kalau Vino mencintai mu. Dan aku juga tau kalau kau mencintainya Juga. Jadi aku meminta tolong Untuk membangunkan Tubuh sucinya."
"Aku....." Yessica masih Dilanda dilema. Sangat rumit. Benar-benar Rumit.
"Satu hal lagi, Tolong berikan Kotak Yang ada di depanmu padanya."
Yessica menoleh pada Kotak yang tidak tersentuh di depannya. "Aku hanya Bisa meminta Tolong padamu. Sebagai gantinya, Aku berjanji Tidak akan menyerap asal muasalmu. Dan membiarkanmu menggunakan kutukanku tanpa resiko. Kau Bisa menyelamatkan Orang-orang yang kau Cintai." Ucap Ratu Pandora.
"Baiklah...Tapi aku ingin tau nama aslimu."
"Aku akan memberitahukannya, Tapi aku mau kau memanggilku dengan sebutan Ibu mertua." Ucapnya.
"I-ibu mertua...." Ucap Yessica malu-malu. Ratu Pandora tertawa lembut. Kali ini Dia memancarkan aura hangat yang nyaman.
"Namaku Milenia. Orang-orang Memanggilku dengan Elaine."
"Elaine...Nama yang bagus." Ucap Yessica.
"Sama seperti mu, menantuku..."
Setelah Elaine Mengatakan itu, Tubuh Yessica tersentak. Jiwanya ditarik dengan kencang. Pemandangan kembali berubah gelap.
"Hm?....." Yessica mengerjapkan matanya pelan. Dia menoleh ke kiri dan kanan. Ini adalah kamarnya. Itu artinya dia sudah kembali ke kerajaan Kagami. Yessica bangun dan terduduk di ranjang. Dia menoleh pada Kotak Hitam di sampingnya.
"Jadi itu bukan mimpi?" Gumam Yessica. Gadis itu menghela nafas. "Vino....."
semangat yaa
feedback di karya aku juga ya😆
bagus ceritanya.
buat author↓↓
ganbatte kudasaii