Raiden seorang remaja yatim piatu berusia 18thn berasal dari desa yang baru saja lulus SMA berniat untuk melanjutkan Kuliah di luar kota Meninggalkan desa tempat nya dibesar kan
Disaat Ia tengah duduk di taman karna lelah sehabis mencari kos untuk Ia tempati salama kuliah. Tetapi tiba'' Ia dikagetkan dengan suara datar serta sebuah panel transparan di depan wajah nya
[Ding]
[Selamat datang Host di Sistem ''MY SYSTEM"" Sistem kekayaan tiada batas]
[Apa Host ingin melanjutkan pemasangan Sistem?]
[Ya/Tidak]
'' Sistem? Apa ini sistem yang sering aku baca di novel? '' Tanya Raiden
[Ya. Bisa dikatakan begitu]
[Jadi, Apa Host ingin melanjutkan pemasangan Sistem?]
'' Emmm... Baiklah aku akan mencobanya tidak ada salahnya kan mencoba dari pada penasaran '' Monolog Raiden
'' Ya '' Ucap Raiden sambil mengklik tombol yang ada di panel transparan tersebut
[Diharapkan Host tetap dalam kondisi sadar selama proses pemasangan]
[Proses pemasangan Sistem akan dilakukan dalam 3...2..1.]
'' Aaakkkhhhhh '' Teriak Raiden Kesakitan untung saja kondisi taman sedang sepi
1%
20%
35%
50%
75%
100%
[Selesai]
[Selamat kepada Host telah berhasil melakukan pemasangan Sistem]
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon 🍁ZERO🍁, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
34. PENGEROYOKAN
Hari sudah menjelang sore jam menunjukkan pukul 16.00, Raiden baru saja menyelesaikan kuliah nya saat ini Ia tengah membereskan buku-buku nya. Setelah selesai Rai dan teman-teman nya pun keluar dari kelas menuju parkiran untuk pulang ke rumah masing-masing. Untung nya tadi setelah istirahat Ia menghubungi Andre agar datang ke kampus menggunakan mobil Alphard milik nya yang tadi pagi Ia dapat dari sistem untuk mengambil berkas-berkas nya karna Ia tak akan pergi ke mansion. Jadi setelah pulang kuliah Rai bisa langsung pulang ke kosan untuk beristirahat sebelum manggung di cafe nanti.
" Kalian langsung mau pulang atau mau main dulu? " Tanya Brian saat mereka sudah sampai di parkiran
" Pulang lah udah sore juga, lagian nanti malem juga kan mau ke cafe " Jawab Jonathan
" Oh yaudah klo gitu, kita kumpul jam berapa di cafe nya? " Tanya Brian lagi
" Gimana klo sekitar jam setengah 6 aja biar bisa nyantai di sana nya " Ujar Liora memberikan pendapat
" Hmm..yaudah jam setengah 6 aja klo gitu " Ucap Rose menyetujui di ikuti yang lain nya
" Ok klo gitu nanti kita kumpul jam setengah 6 " Ucap Brian
" Yaudah gue sama Rai pulang duluan ya " Lanjut nya lagi
" Iya hati-hati " Ucap Jonathan, Rose, dan Liora bersama
Setelah itu Raiden serta Brian pun menaiki motor nya, dan pergi meninggalkan kampus untuk kembali ke kosan. Tapi di pertengahan jalan saat mereka melintasi jalanan yang cukup sepi, tiba-tiba saja ada sekelompok orang yang menghadang laju motor mereka.
Membuat Rai dan Brian mau tak mau harus turun dari motor nya, tapi saat melihat siapa orang yang menghadang jalan nya, Raiden melihat orang itu yang tak lain adalah Alex, ya orang itu ialah Alex orang yang tadi mencari masalah dengan nya ketika di kampus tadi.
...****************...
[Misi Utama terdeteksi]
[Membasmi hama pengganggu dan menghajar pasukan Alex]
[Hadiah:]
[Mendapatkan 20% saham PT. Danuarta]
[Mendapatkan Uang tunai sebesar 10 M]
[Mendapatkan Skill Pemain]
[Hukuman:]
[Kehilangan 1 skill secara acak]
...****************...
Saat mendengar notifikasi sistem membuat Raiden bersemangat karna memang Ia sangat ingin memberi pelajaran pada Alex, tapi saat mendengar itu Rai jadi tambah bersemangat karna menurut nya tidak akan sia-sia Ia membuang-membuang tenaga untuk menghajar Alex jika Ia bisa mendapatkan hadiah yang sangat fantastis dari sistem.
" Mau apa lagi loe? " Tanya Raiden dingin saat melihat Alex melangkah maju mendekati nya
" Mau apa gue? mau gue loe jauhin Rose, atau klo gk loe bakal nyesel " Ancam Alex
" Cih..memang nya gue takut sama ancaman murahan loe itu " Ujar Raiden tersenyum meremehkan
" Loe... " Ucap Alex geram
" Apa " Tantang Raiden
" Rai jangan ngadi-ngadi deh loe, si Alex ini bawa pasukan nya banyak, klo cuma sedikit sih gue juga bisa hajar mereka tapi klo orang nya sebanyak ini mendingan kita jangan macem-macem sekarang nanti yang ada kita bakal bonyok di hajar sama anak buah nya " Ucap Brian menasehati Raiden panjang lebar
" Kita nunggu bantuan aja, gue tadi udah hubungin Jo buat kesini biar bisa bantuin kita di sini " Lanjut nya lagi
" Udah loe tenang aja gk bakal terjadi apa-apa kok sama kita " Ucap Raiden menyakinkan
" Biar gue yang hadepin mereka semua " Lanjut Rai menenangkan
" Gk bisa gitu dong, baiklah klo gitu sebagai teman yang baik gue juga bakal bantuin loe buat ngehajar ni orang-orang gk ada akhlak " Ucap Brian tegas
" Baiklah klo itu mau loe, tapi kita juga harus tetep hati-hati " Ucap Raiden memperingati
" Ok loe tenang aja " Ucap Brian menganggukan kepala
" Ngapain kalian bisik-bisik? kenapa takut? " Tanya Alex mangejek
" Haha..takut sama loe, untuk apa kita takut sama orang kaya loe yang bisa nya cuma merintah orang buat hajar kita, jangan-jangan loe lagi yang takut ngehadepin kita sendirian " Balas Raiden tersenyum meledek
" Loe... " Ucap Alex geram sambil menggertakkan gigi nya
" Kalian hajar mereka berdua sampe menyesal dan memilih mati dari pada hidup, biar mereka ngerasain akibat nya klo berani macem-macem sama gue " Teriak Alex memerintah
" Siap Bos " Ucap bawahan Alex serempak
Kemudian mereka semua melangkah maju mendekati Raiden serta Brian, dan mulai menghajar mereka tapi dengan mudah Rai serta Brian menangkis dan menghindari nya, tak hanya menghindar Rai dan Brian juga membalas menghajar mereka semua. untuk Raiden itu adalah hal mudah begitu juga dengan Brian karna setelah tinggal bersama Rai dia juga meminta Rai untuk mengajari nya beladiri, jadi lah sekarang dia sudah bisa menghajar mereka dengan mudah.
Baakk...
Buukk...
Brukk...
Krekk...
Aakkhh...
Aakkhh...
Teriakan menggema di jalanan sepi itu ketika Rai dan Brian menghajar serta memelintir tangan pasukan Alex sampai terdengar suara tulang yang patah, bahkan mereka berdua juga tidak segan-segan untuk menendang masa depan pasukan Alex itu yang mana itu membuat beberapa di antara nya mengerang kesakitan.
Tak sampai 15 menit Rai dan Brian telah selesai menghajar pasukan Alex bertepatan dengan datang nya mobil Jo dan Rose. melihat teman nya yang lain datang Rai dan Brian pun menghampiri teman-teman nya dengan beberapa luka lebam di wajah mereka, karna mau bagaimana pun mereka hanya berdua saja dan harus menghadapi pasukan Alex yang jumlah nya cukup banyak, serta menghajar mereka dengan cara keroyokan tentu saja mereka berdua kewalahan dan jadilah mereka juga mendapat luka lebam walaupun tidak terlalu parah.
" Kalian berdua gpp kan? " Tanya Liora ketika Raiden dan Brian menghampiri mereka
" Iya kita gpp kok, tenang aja " Jawab Raiden tersenyum
" Gpp gimana, noh muka udah bonyok juga masih bilang gpp " Ucap Rose ketus
" Tapi memang kita gpp Rose, loe bisa liat sendiri nih " Ucap Brian ngegas
" Ya iyalah mereka berdua gpp, yang ada tuh mereka yang kenapa-kenapa " Ucap Jonathan sambil menunjuk pasukan Alex yang pingsan setelah di hajar oleh Rai dan Brian
" Lagian kalian berdua ini di suruh nunggu malah main hajar aja " Ucap Rose
" Untung aja kalian luka nya gk parah " Lanjut Rose ngegas
" Tapi itu mereka pada kalian apain sampe bisa pada pingsan gitu? " Tanya Liora penasaran
" Noh si Raiden yang ngajakin, gue sih ngikut aja " Ucap Brian menunjuk Rai
" Oh klo gue sih tadi hajar nya gk seberapa, tapi si Raiden sadis bener masa tangan mereka di pelintir sampe patah, dan yang lebih parah nya lagi Raiden dengan santai nya nendang masa depan mereka semua kaya nendang bola " Ucap Brian menjelaskan dengan serius
" Apa... " Teriak ketiga nya kaget
" Wah Rai sadis bener loe " Ucap Jonathan di ikuti anggukan kepala oleh yang lain nya
Pletakk...
" Heh apa loe bilang, mana ada gue gitu loe juga ikutan nendang itu nya mereka ya " Ucap Raiden dengan kesal menjitak kepala Brian
" Auww..tapi emang bener kan " Ucap Brian mengaduh kesakitan sambil mengusap kepala nya
" Ye tapi loe kan ikutan juga " Ucap Raiden tak terima
" Tapi loe yang paling banyak " Ucap Brian tak mau kalah
" Aiihh..ni anak dua malah debat " Ucap Liora
Pletakk...
Pletakk...
Auwww......
" Heh kok malah pada debat sih " Ucap Rose kesal dia yang menjitak kepala mereka berdua
" Yaaa...sakit pe'a " Ucap ngegas Rai dan Brian bersamaan
" Apa kalian bilang " Ucap Rose melotot tajam
" Ehh..ehh..gk..gk..Rose cantik " Ucap kedua nya gelagapan
Saat mereka tengah berdebat tiba-tiba saja ada sebuah batu yang di lempar dan mengarah ke arah Rose, Raiden yang menyadari itu langsung melindungi Rose agar tak terkena batu itu, alhasil batu itu mengenai kepala Raiden yang membuat pelipis nya berdarah.
Buukk...
Auww...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Hello Guys
balik lagi sama Othor ganteng
yang ganteng nya udah kaya Park Chanyeol
hehehe...janda..janda..uuppss...canda maksudnya
Ini chap yang tadi malem lupa author up karna semalam ketiduran, tenang aja udah di panjangin kok part nya.
Nanti malem juga author bakal up lagi jadi hari ini up 2 chap klo lebih ya syukur.....
Jangan lupa Like, Komen dan Vote ya guys
See You Next Time Guys😉😉...bye...bye...
lope..lope..se gunung deh buat kalian
❤❤❤