Anindita mengklaim dirinya seorang yatim piatu,dia di letakan oleh ibunya di sebuah panti asuhan karena ibunya melahirkan nya tanpa seorang ayah,beruntung setelah tamat pesantren gadis ini bekerja di sebuah perusahaan besar menjadi OB,gaji dari hasilnya bekerja dikumpul nya untuk kuliah...
Dita adalah panggilan akrab Anindita saat dia kuliah berkenalan dengan lelaki bernama Gilang wicaksana dan mereka menjalin hubungan selama dua tahun lalu memutuskan untuk menikah
tetapi pernikahan mereka tidak di setujui oleh ibu Gilang
akan kah pernikahan mereka bahagia?
ikuti terus kisahnya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zian hafiz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
pulang kepanti
Anindita sengaja tidak keluar dari kamar dia menunggu Gilang pergi kekantor terlebih dahulu,,,
pukul sembilan pagi Anindita keluar,taksi online nya sudah menunggu di depan rumah,dia melihat Harun yang sedang duduk di ruang keluarga
" pa,,aku izin keluar kota dulu pa,ada pekerjaan yang harus diselesaikan" ucap Anindita
" ck...bilang saja kamu ingin bersenang-senang di luar sana,kalau sudah bosan tinggal di sini kamu bisa minta ceraikan dengan Gilang" potong Sarah yang sedang mengupas apel di depan TV
" ma...." tegur Harun
" sudah lah pa,ngapain bela perempuan mandul ini,jelas-jelas Sandra lah yang telah memberikan kebahagian pada keluarga kita,dia bisa mengandung keturunan Gilang penerus keluarga kita,perempuan ini apa???dari dulu kan sudah mama bilang pada kalian dia cuma bisa menyusahkan kita saja" hardik Sarah
Air mata Anindita sudah tak bisa di bendung lagi,jatuh bersamaan dengan sakitnya makian mertuanya ini
" ma,,sudah...nggak usah buang-buang energi pagi hari,nggak ada gunanya, orang dia juga nggak akan ngerti kok" sahut Sandra
" iya...gerah mama lama-lama lihat dia yang nggak tau malu ini,udah mandul juga masih mau bertahan" cerocos Sarah
" ma...stop,apa kamu nggak bosan tiap hari marah-marah nggak jelas sama Dita" bela Harun
"ya bosan lah pa,tapi selagi dia masih betah jadi parasit di rumah ini,mama sih betah-betah saja ngomel tiap hari,,," balas Sandra
" maaf ma,,,jika mama bosan dengan saya mama bisa minta mas Gilang buat cerai kan saya,saya tidak bisa meninggalkan mas Gilang kalau bukan permintaan nya...!!" tegas Anindita lalu pergi keluar
" dasar menantu kurang ajar,sudah pintar ngejawab kamu ya,perempuan miskin...mandul" maki Sarah melihat Anindita keluar dari rumah
seperti biasa di dalam taksi Anindita hanya bisa menangis...dia tidak bisa meluapkan amarah dan kesalnya pada suami dan mertua nya, Anindita tipe perempuan yang lembut,dengan perkataan kasar saja dia sudah menangis apa lagi dengan sayatan yang sangat melukai hatinya...
tujuan utama saat ini adalah panti,Anindita mencari Bu Lily dia ingin meluapkan rasa sesak di dadanya saat ini...
" assalamualaikum..." ucap Anindita menyeret kopernya masuk kedalam panti
" waalaikumsalam" Bu Lily dan yang lainnya
" he,,ada tamu..maaf saya mengganggu" ujar Anindita menunduk
" Bu...." panggilnya memeluk ibu Lily
" kenapa sayang" jawab bu Lily sambil membelai rambut Anindita yang di tutupi kerudung
" kenapa nangis Tante" tanya Kenzo
ya,tamu bu Lily pagi ini adalah Mita dan Kenzo yang ingin memberikan among-among pada anak panti karena kesembuhan Kenzo
" tidak ada sayang,hanya tante Dita kangen sama bu Lily" bohong Anindita
" masuk dulu istirahat di kamar,nanti ibu menyusul " ucap Bu Lily
" Bu...Dita mau izin membawa Airin pergi bersama Dita beberapa hari ini" ujar Anindita dengan wajah sendu
" mau kemana sayang?" tanya Bu Lily lembut
" Dita mau liburan bu menenangkan diri sejenak,Kenzo tante bisa minta tolong panggilkan kak Airin kemari" pinta Anindita menatap Kenzo dengan wajah memelas
" baik lah,,ajan Kenzo panggilkan,oma tunggu di sini dulu ya" pamitnya pada Mita dan di balas dengan Anggukan Mita
setelah Kenzo pergi Anindita menatap Bu Lily dan menangis
" kalau di rasa tidak nyaman bercerita saya pamit saja ya Bu" ucap Mita tak enak hati
" tidak bu,,,tidak apa..saya merasa ibu dan Bu Lily sebagai orang tua Dita, justru Dita akan merasa lega bila bisa bercerita pada kalian" jawab Anindita
" Bu... sebenarnya saya di madu oleh mas Gilang" ucap Anindita gemetar
" deg..."
"apa?" pekik Bu Lily
" jadi kamu sudah menikah sayang?" tanya Bu Mita yang tak kalah terkejutnya
Sekalian rekomen buat yang kesusahan nyari novel yang seru dan bagus, mending coba baca yang judulnya Caraku Menemukanmu
skrg kan dita bahagia
kasian