Sejak kejadian kebakaran itu, Arga Mahendra jatuh cinta pada gadis yang menyelamatkan hidupnya. Amira, gadis belia yang masih berusia 17 tahun dan masih duduk di bangku kelas XII SMA.
Keduanya kemudian terlibat dalam hubungan terlarang, dimana Amira diam-diam menikahi Amira tanpa sepengetahuan Stella yang tak lain adalah istri sahnya.
Lantas bagaimana kehidupan mereka ? Siapakah yang akan Arga pertahankan dalam hidupnya ? Amira atau Stella ? Disaat Stella sudah sembuh dari penyakit gangguan mentalnya.
Simak ceritanya di novel "Istri Simpanan Guruku" karya Dewi KD, jangan lupa berikan like dan komentar kalian untuk mendukung author 🔥
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dewi KD, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 33
Seorang wanita yang berusia 50 tahun turun dari mobil mewahnya dengan mengenakan kaca mata hitamnya.
“Rumah ini tidak pernah berubah sedikit pun !”
Dia adalah Sonya ibu kandung Arga. Sonya berjalan menuju pintu utama rumah besar itu dan menekan bel pintu.
Mahendra yang tengah duduk di ruang keluarga mendengar suara bel pintu rumahnya yang berbunyi. Pelayan dengan sigap membuka pintu dan langsung memberikan salam hormat pada Sonya.
“Selamat datang nyonya Sonya !” sapa Miti yang merupakan anak kepala palayan dirumah itu.
“Apa kabar mu, Miti ? Kau sudah dewasa sekarang rupanya !”
“Ah…Saya baik Nyonya !” jawab Miti
Mahendra berdiri melihat kedatangan Sonya. Mereka sepasang suami istri bila bertemu dan bersama. Namun ketika mereka tak bersama, keduanya bak hidup di dunia masing-masing yang mengambil jalannya sendiri.
Bertahun-tahun hingga hampir 30 tahun lamanya mereka menjalani kehidupan rumah tangga semacam itu. Karena keduanya menjalin pernikahan bukan karena cinta melainkan keterpaksaan yang mengikat mereka harus hidup bersama.
Sonya mendudukkan tubuhnya di kursi sofa ruang keluarga, dan menatap Mahendra.
“Sudah sejauh ini, bahkan Kau tidak tahu permasalahan Arga !” ucap Sonya mengeluarkan suara.
“Dia juga anak mu, Sonya !” jawab Mahendra dengan suara beratnya.
“Lalu ? Jika dia adalah anak Ku, apakah Kau tidak ingin ikut mendidiknya ?” jawab Sonya cepat.
“Lihat kan ? Kau merusak putra mu sendiri. Sudah cukup Aku kehilangan Arlan ! Apakah Aku juga harus kehilangan Arga ?” ucap Sonya meluapkan amarahnya.
“Satu putra Kau manjakan sampai dia mati, yang satu lagi Kau paksa menuruti semua keinginan mu bahkan menikah dengan wanita yang tidak waras ! Apa harta dari mendiang Ayah Ku tidak cukup bagi mu, sampai Kau harus begitu banyak menimbun harta dari orang lain ?!” kata Sonya lagi.
Mahendra hanya diam dan menatap lurus ke depan.
“Mulai saat ini Aku akan tinggal disini bersama Arga dan Amira !” kata Sonya menekan kan kata-katanya.
“Apa Kau sudah gila ?! Kau menerima Amira tinggal disini bersama kita ?” jawab Mahendra menatap Sonya begitu nanar.
“Memangnya kenapa ? Dia juga menantu ku, bukan ? Setidaknya otaknya waras dan akalnya sehat ! tidak seperti Stella wanita gila itu !” jawab Sonya tak kalah sengit.
“Menerima Amira tinggal disini sama saja melemparkan kotoran di wajah keluarga ini !” kata Mahendra
“Kau saja yang menerima kotoran itu ! Aku tidak ! Pokoknya mulai saat ini Amira akan tinggal disini bersama Kita !” kata Sonya dengan tegas.
Mahendra mengusap kasar wajahnya,
“Apa yang ingin Kau rencanakan, Sonya ? Aku tahu Kau tidak akan pernah tulus menerima Amira di keluarga kita !” ucap Mahendra dimana Sonya menghentikan langkah kakinya sebelum pergi dari hadapan Mahendra.
“Aku menerimanya karena Aku ingin merangkulnya menjadi bagian dari keluarga ini, apa Aku salah ?” jawab Sonya menatap Mahendra, padahal tatapan itu menyimpan penuh dendam dan amarah pada Amira yang merupakan anak Herlya wanita di masa lalu Mahendra.
Mahendra terdiam,
Sonya kemudian pergi dari hadapan Mahendra dan memilih menuju kamarnya di lantai atas.
Sedangkan Mahendra hanya bisa termenung seorang diri, ia mengusap wajahnya.
Dalam benaknya, ternyata dunia begitu sempit. Pada akhirnya ia akan terus berurusan dengan wanita di masa lalunya. Meskipun sudah berulang kali bahkan telah bertahun-tahun ia lupakan tentang Herlya. Tetap saja selalu ada celah untuk mengingat wanita itu. Apalagi kini putranya sudah menikah dengan Amira, yang tentu pastinya ia akan sering bertemu dengan Herlya. Seakan mengorek masa lalu, selalu ia teringat akan masa lalu dirinya bersama Herlya.
“Tuhan, kenapa Kau menguji ku seperti ini !” ucap Mahendra seorang diri.
Sedangkan Sonya yang belum masuk ke dalam kamarnya melihat Mahendra dari lantai atas yang diam seorang diri. Dalam benak Sonya, sejatinya Sonya sangat mencintai Mahendra. Namun saja cintanya tak pernah terbalaskan oleh Mahendra. Karena Sonya tahu cinta Mahendra hanya untuk Herlya.
30 tahun bersama dalam sebuah ikatan pernikahan, nyatanya pemenang sejati di hati Mahendra tetap lah Herlya bukan Sonya.
Sonya hanya bisa memejamkan matanya menahan rasa kecewa dan sakit yang ia rasakan, dan memilih masuk ke dalam kamarnya.
...****************...
bukan seorang ibu yang baik.
napsu jadinya....
gimana rasanya posisi Dia menjadi Amira.
nanti juga akan ada balasannya.
tetep Amira pertahankan..Libas saja jalang mah. jangan kasih ampun.
apa sekama ini pura2 sakit jiwanya.
jadi aja jiwanya bener2 sakit.