Up tiap hari
pliss.... jangan lupa tinggalkan jejak
Ilmy Amelia adalah sosok gadis yang cantik dan juga pemberani, tapi ia juga sosok gadis yang sangat cuek pada sekitarnya, itu di karenakan sosok ilmy mempunyai kekuatan dapat melihat makhluk halus, ia juga dapat mengetahui masalalu orang lain.
Dimas adalah sosok arwah yang entah mengapa bisa melupakan kejadian disaat ia meninggal.
Pertemuan antara ilmy dan juga bima yang secara tidak sengaja, bisa membuat dimas mengingat sepenggal masalalunya.
Akankah ilmy membantu bima......???
Apakah yang sesungguhnya terjadi dan ada hubungan apa antara bima dan Ilmy....????
Penasaran....???
Nantikan kelanjutan ya......
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dark Queen, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Season 33
Selamat membaca
Ilmy yang mendengar Weni menyalahkan dirinya sendiri hanya diam dan memperhatikan sikap apa yang akan di ambil oleh arwah Dinda saat ini, tapi dari yang Ilmy lihat, sepertinya arwah Dinda masih sangat marah pada Weni dan Deni.
"Ya.... ,Loe emang penyebab kematian gue, loe penghianat wen...!!!, gue benci ama loe...!!!. " suara Dinda sedikit menyeramkan di telinga Weni dan Deni, apalagi tatapan mata Dinda yang penuh dengan kebencian, seperti ingin merobek wajah Weni dan Deni.
"Loe salah paham sama kita, kita berdua tak memiliki hubungan apa-apa...!!!" jawab Deni mencoba menjelaskan kesalahpahaman yang terjadi.
"Loe bilang apa...??? Nga ada hubungan...??? Gue lihat dengan mata kepala gue sendiri, loe berdua duduk bareng di dalam kafe, tertawa bahagia, loe berdua pasti lagi ketawain gue kan..???“ arwah Dinda sepertinya tak menerima penjelasan Deni.
"Loe salah....!!!, gue ketemu Deni hanya untuk memberikan informasi tentang loe doang, dan kami berdua tertawa karena gue nyeritain tentang diri loe yang periang dan penuh dengan kelucuan, dan Deni suka sama pribadi loe din... " kini Weni yang menjelaskan lagi.
"Itu betul din...!!!, gue emang senang mendengar tingkah lucu loe yang di ceritain ama Weni, dan gue udah siap untuk ketemu loe di akhir pekan, tapi....." suara Deni terhenti, ia sudah tak mampu melanjutkan kata-katanya lagi.
"Sepertinya sudah saatnya loe lihat betapa orang yang loe tinggalkan merasa sangat kehilangan dengan Kepergian loe, dan loe juga harus lihat betapa tulusnya mereka berdua." Ilmy maju mendekat kearah arwah Dinda, ia langsung memegang tangan Dinda dan memperlihatkan apa yang Ilmy lihat dalam ingatan Weni dan Deni tadi.
Arwah Dinda yang sudah melihat ingatan Weni dan Deni merasakan kesedihan yang mendalam, ia merasa bersalah, hampir saja ia membuat sahabat dan lelaki yang di cintainya celaka, bahkan bisa saja kehilangan nyawa mereka.
Perlahan wujud Dinda berubah, mata yang tadinya memerah kini kembali seperti sebelumnya hitam kecoklatan, wajah dan tubuh yang di penuhi darah juga telah berubah menjadi gaun putih bersih, aura hitam yang menyelimuti tubuhnya juga sudah tiada.
Dinda menatap Weni dan Deni saling bergantian, air matanya jatuh dengan sendirinya, ia tersenyum kecut mengetahui jika dirinyalah yang begitu bodoh, sampai-sampai tidak mempercayai sahabat yang selama ini sudah seperti saudara baginya.
"Gue minta maaf...., ini salah gue..." suara Dinda terdengar lirih di telinga Weni.
"Nga..., ini bukan salah loe, ini salah gue din..., gue yang ceroboh, gue nga bilang sama loe untuk ketemu Deni, gue hanya ingin ngasih kejutan ama loe, tapi malah ngebuat loe salah paham ama kita, dan ngebuat loe jadi seperti ini" Weni menangis menyesali kecerobohannya.
"Nga wen..., jangan salahin diri loe, itu semua karena ketidak perayaan gue ama loe, gue minta maaf, gue akan pergi keempat yang seharusnya sekarang, gue akan nerima hukuman atas sikap gue yang bodoh ini." Dinda nampak tersenyum, walaupun ia tahu ia akan di hukum atas tindakannya yang menyerap energi kehidupan Weni dan Deni, tapi sekarang hatinya sudah ikhlas, karena itu memang kesalahannya dan harus menerima hukumannya.
"Sekali lagi gue minta maaf ama loe berdua, dan Deni..., gue titip sahabat baik gue, dia juga gadis yang humoris, dan untuk Ilmy..., makasih banyak karena udah ngenyadarin gue dari kebodohan ini" ucap Dinda dan perlahan arwahnya menghilang bagaikan debu, ia pergi dengan senyum merekah di bibirnya.