Menjadi yang kedua bukan lah ke inginanku, namun sebuah takdir memaksaku menjalani semuanya.
Suka dan duka kehidupan mengajarkan banyak hal yang akhirnya membuatku menjadi kuat.
Hadirnya cinta yang tertukar menjadi hal yang menarik dalam hal ini.
Nantikan kisahku selanjutnya.
" Terpaksa Menjadi yang Kedua "
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Syafa Aulia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ancaman
Ray baru kembali kerumah setelah Adzan Isya berkumandang, rasanya dirinya ingin sekali tidur di rumah Ayu namun niat itu di urungkan nya.
" Aku pamit dulu sayang, maaf belum bisa bermalam disini. InsyaAllah lain waktu ya aku pasti nginap disini, tidak apa apa kan sayang "
Ayu tersenyum menandakan kalau dirinya baik baik saja.
" Iya Mas tidak apa apa, datanglah kapan pun Mas mau karena pintu rumah ini akan selalu terbuka untuk Mas "
" Hanya pintu rumah saja sayang " Tanya Ray kemudian.
" Iya Mas, terus pintu apalagi yang ada " Tanya Ayu bingung.
" Pintu hatimu sayang, apa tidak terbuka untukku "
Ayu menari nafas panjang, tidak menyangka apa yang di katakan suaminya itu.
" Mas..... kalau pintu hati tidak perlu Mas tanyakan lagi, karena sudah pasti akan selalu terbuka untukmu "
Rayyan merasa lega atas jawaban Ayu, dia pun kembali ke rumah dengan perasaan bahagia. Setelah sempat was was dengan hasil tes DNA anak nya bersama dengan Ayu kali ini jawaban Ayu juga selalu membuatnya senang.
Ia tiba di kamarnya dan melihat box putranya kosong sedangkan Nadia pun tidak ada, Ia segera berlari ke bawah mencari keberadaan Putranya.
" Bibi...... Bi....... " Teriak Rayyan.
Bibi yang sedang menidurkan Baby Al pun melepas dengan perlahan gendongan Baby Al dan menuju asal suara.
" Iya Pak " Sahut Bibi.
" Itu di kamar Baby Al tidak ada, Nadia pun tidak ada. Apa Bibi tahu kemana mereka " Tanya Rayyan.
Bibi bingung harus menjelaskan apa, tapi kalau Ia berbohong Ia takut akan di marahi kalau nanti ketahuan.
" Ibu Nadia tadi keluar dan Baby Al di titipkan kepada Bibi " Jawab Bibi.
" Keluar Bi " Kening Pria itu berkerut karena bingung, sedangkan Bibi mengangguk mengiyakan.
" Sekarang dimana Baby Al " Tanya Rayyan lagi.
" Ada Pak, sedang tertidur di kamar kami "Jawab Bibi lagi.
Rayyan segera ke kamar belakang melihat Putra kecilnya, Ia memandang Putra kecil nya yang tertidur begitu lelapnya.
" Apa dia menangis tadi Bi " Tanya Rayyan lagi ketika melihat wajah Putranya yang sembab dan masih sesegukan.
" Iya Pak, maaf tadi Baby Al menangis tapi tidak lama kok Pak karena kami berhasil menenangkannya. "
..." Nadia, kamu kemana. Apa ada yang begitu penting di banding anakmu sendiri, sehingga kamu sampai tega meninggalkan nya dalam keadaan seperti ini. " Batin Rayyan....
" Maaf Pak, apa kita bawa ke atas saja " Tanya Bibi tidak enak hati karena anak dari majikan mereka harus tidur di kamar mereka
" Tidak apa apa Bi, kasihan dia kalau harus di pindahkan sekarang. Tidurnya pasti akan terganggu, biar disini saja Bi sambil di jaga saja " Pesan Rayyan
Ia mencium kening Putra nya dan berlalu pergi dari tempat itu, di dalam ruang kerjanya setelah melihat CCTV di dalam rumah itu, Ia memikirkan apa yang sebegitu pentingnya sehingga Nadia pergi dengan tergesa gesa bahkan anaknya yang di gendong Bibi dalam keadaan menangis.
" Apa yang sangat begitu penting bahkan tanpa pamit padaku " Gumam Rayyan.
Sementara Nadia tiba di sebuah Cafe tempat dirinya menyepakati janji dengan seseorang, Ia masuk dan mengedarkan pandangan nya ke segala penjuru untuk mendapatkan orang yang Ia cari. Matanya menatap sosok yang tidak asing bagi nya.
" Akhirnya kamu datang juga " Sebuah suara berat menyapa dirinya.
..." Mas Arya, berarti benar dia yang mengirimkan pesan bernada ancaman itu "...
Nadia menarik kursi dan duduk di menjadi yang sama dengan seseorang yang menjadi teman Pria nya beberapa bulan silam.
" Bagaimana kabarmu Nadia " Tanya Arya basa basi
" Seperti yang kamu lihat, aku baik baik saja " Jawab Nadia.
Arya tersenyum miris, bagaimana mungkin ada seorang Ibu yang seperti Nadia. Rela menukarkan bayi kandungnya sendiri dengan anak orang lain hanya karena uang dan status sebagai seorang Istri dari pengusaha kaya raya.
" Kenapa kau lakukan ini Nadia " Tanya Arya
Ia berusaha meredam amarah di hatinya agar tidak meledak saat itu juga.
" Lakukan apa maksudnya Mas, aku tidak mengerti apa yang Mas bicarakan "
Nadia bukan nya tidak tahu apa maksud dari Arya namun Ia berusaha mengelak nya.
" Sungguh kau wanita tidak punya hati, bagaimana mungkin kamu tega menukarkan anakmu sendiri dengan anak orang lain hanya demi nama besar mu itu. Kau pikir aku tidak tahu semua nya, begitu juga dengan asal usul anak itu. Kau ingin menghilangkan identitas nya, tapi kau lupa kalau anak itu mempunyai Ayah yang akan melindunginya. Aku tidak akan mengijinkan siapa pun menyakiti nya termasuk kau, wanita yang tidak pantas di panggil Ibu "
Arya mengucapkan semua nya dengan penuh penekanan, andai tempat itu bukan tempat umum mungkin Ia sudah mengeluarkan semua kekecewaan nya pada wanita yang sangat di cintai nya itu. Meski cinta namun hati nya juga sangat kecewa dengan semua yang di lakukan wanita itu
Arya yang akan membongkar kebusukan mu itu..
gak usah di tunggu Rayyan nya..
karena sekarang kamu bukan utama lagi baginya tapi Nadia
kau begitu memikirkan perasaan Nadia sedangkan ayu tidak kau pikirkan..
awas lo Ray entar ayu pergi jauh darimu dan meninggalkan kau
yg di kandung Nadia belum tentu anakmu ray
anak Rayyan apa Arya
tapi takut juga.jgn sampe Nadia tau tentang rumah dan ayu
Nadia kamu cepatan pegi deh..
bila perlu lamaam dikit..pe ayu lahiran kek peginya..
Nadia memang istrimu juga tapi dia mengabaikan kamu selama ini..
jadi kamu berhak bahagia
dan sehatkan ayu dan janin nya
betapa senangnya Rayyan mendapat kabar ini..
dan kamu Nadia kamu akan tersingkir dan kamu juga tidak mendapatkan apa-apa karena kamu sudah lebih dulu berhianat