[BANYAK SALAH KATA, CERITA CAMPUR ADUK!!!]
Sinopsis :
Dibenci, dibully, dikhianati, dikucilkan, diftnah, terasa dunia hanya mempermainkannya. Ini yang terjadi dengan seorang pemuda berumur 16 tahun bernama Ryan yang terus ditimpa hal semacam itu sejak masih kecil.
Sempat berpikir dunia ini hanya sebagai tempat penyiksaan baginya, karena bagaimanapun ia terus ditimpa hal semacam itu secara berulang-ulang seakan-akan dunia tidak menerima keberadaannya.
Pada akhirnya, ia pun dibunuh dengan tangan sahabatnya sendiri yang mengaku malu mempunyai sahabat seperti dia, dia, dan dia. Namun, itu hanya sebuah awalan dalam kehidupannya. Setelah itu, jiwanya di reinkarnasikan dalam tubuh seseorang bernama Luca dan mendapatkan sebuah System yang sangat canggih.
Di samping itu, Luca juga mendapatkan nasib yang sama seperti Ryan. Akan tetapi, semuanya berubah semenjak ia bertemu dengan gadis bernama Aria yang dimana Aria adalah seorang Elf yang sangat cantik dan imut.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon B_Y, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
31. Logam Legendaris 5 - Selesai
Like : Komen : Share : Vote
Sedikit pengumuman, mungkin besok tanggal 15 Author gak bisa up. Jika kalian tanya kenapa? Jawabannya besok Author mulai kembali sekolah tatap muka, oke sebelumnya maaf ya... Jadi jangan lupa untuk support selalu karena dukungan kalian sangat berharga bagi Author:)
...[----------------------------------------]...
"Luca, bagaimana kita mengalahkannya?" Kata Aria yang turun setelah terbang dengan sayapnya.
"Tenang saja, ada 1001 cara untuk mengalahkannya." Luca menciptakan sebuah pedang besar yang sama hanya saja Luca memberikan racun di penjuru pedang besarnya.
"Apa yang mau kamu lakukan?"
"Aku akan membunuhnya dengan tangan ini. Jika aku terus menggunakan kekuatan instan mungkin aku tidak akan bisa lebih kuat."
"Jadi, lindungi aku dengan menggunakan kekuatan support ya. Aku akan menyerangnya, bersiaplah, sayang!" jubah Luca berterbangan karena hembusan angin, Luca lalu maju ke depan dengan elemen petirnya.
Cess!
Sementara Aria memberikan kekuatan support. Pedang milik Aria bersinar warna hijau, ia lalu mengarahkannya ke arah Luca. Seketika sekitar. tubuh Luca bercahaya.
[Anda mendapatkan efek Haste!]
Tiba-tiba saja tubuh Luca merasa ringan dan cepat. Tiamat itu menyemburkan kilatan petir ke arah Luca. Dengan cepat, Luca menghindar ke kanan dan berlari kembali dengan lari kilatnya.
Jes!
Saat berada tepat di depan, Luca menebas beberapa kali kaki Tiamat itu menggunakan pedang besar yang sudah dilapisi oleh elemen cahaya dan api dengan kecepatan kilat.
Sresh!
Sresh!
Sresh!
"Gragh...!" Teriak Tiamat itu kesakitan, Ia lalu mengayunkan kakinya dan menendang Luca. Luca yang tidak sempat menghindar, menggunakan pedang besar itu sebagai tameng tubuhnya.
Ia pun terpental jauh hingga membentur dinding ruangan itu "Luca!!! Tidak...!" Aria pun terbang ke arah Luca yang terpental ke dinding.
Saat sampai, Aria melihat Luca masih berdiri dengan memegang pedangnya, hanya saja jubah dan pakaiannya saja yang kotor "Aku tidak apa-apa Aria. Tenang saja ya." Kata Luca dengan tersenyum, ia lalu kembali maju ke arah Tiamat itu.
Aria tak tinggal diam, ia menggunakan kekuatan Yggrasil untuk menyembuhkan Luka ringan di tubuh Luca.
"Rasakan ini!" 4 kepalanya menyemburkan api biru ke arah Luca. Dengan cepat Luca melompat dan terbang menggunakan sayap angin.
Setelah itu ia terbang ke arah kepala salah satu Tiamat dan menusuk matanya menggunakan pedang besar itu.
Sresh!
"Gragh!!!" Teriak Tiamat itu kembali kesakitan. Ia lalu akan menggunakan perisai petir kembali.
Melihat itu, Luca langsung menggunakan Aura Kematiannnya dan alhasil Tiamat itu jatuh lemas tidak bisa bergerak sekalipun. Dengan cepat, Luca langsung menusuk salah satu kepala Tiamat itu dari atas.
Sresh!
Tiamat itu kembali kesakitan, sementara Luca mengganti pedang besarnya menggunakan dual pedang. Dengan cepat, Luca menggunakan elemen api, angin, petir, dan kegelapan untuk menghajar Tiamat itu.
Luca menebas menusuk sana sini dengan kecepatannya yang sudah tak diragukan lagi. Aria yang melihat kehebatan suaminya tercengang dan diam membeku.
"Sayang memang hebat sekali." Ucap Aria tercengang dengan kemampuan Luca yang begitu hebat.
Beberapa menit, Sisa satu kepala yang masih hidup. Luca lalu berdiri di atas kepala Tiamat itu dan menaruh jari telunjuknya di atas kepalanya. Tak butuh waktu lama, tiba-tiba tubuh Tiamat itu langsung meledak dan seluruh energi yang diserap olehnya kembali lagi.
Boom!
Luca turun dan menghampiri Aria yang sangat khawatir padanya "Luca..." Aria langsung saja memeluk erat Luca yang sehabis melawan raja naga buas itu.
"Akhirnya selesai juga." Ucap Luca lirih yang mengucapkannya di telinga Aria dengan lembut.
"Iya, akhirnya kita bisa pulang."
Setelah scene itu, tiba-tiba muncul sebuah cahaya bersinar di belakang Luca. Luca yang menyadarinya menoleh ke belakang dan melihat sebuah logam yang sangat berkilau, itulah Logam Adamantium yang ia cari-cari.
Luca mendekati Logam Adamantium tersebut dan memegangnya. Ia merasakan logam ini cukup berat, langsung saja Luca melesatkannya di inventaris Systemnya.
"Sudah selesai, ayo pulang." Luca mengeluarkan batu teleportasi agar langsung kembali ke rumah secara instan tanpa harus berjalan kembali.
Di samping itu, tiba-tiba saja Flying Fortress bergetar dan seperti akan runtuh. Hal itu membuat Aria panik dan. takut. Luca melihat atasnya, sebuah reruntuhan batu akan jatuh ke arahnya dan dengan cepat Luca memukul reruntuhan batu tersebut.
Jder!
Luca langsung menggunakan batu teleportasi itu. Sebuah lingkaran muncul di sekitar Luca dan Aria, tidak itu juga di sekitar tubuh mereka ada sebuah partikel cahaya muncul. Pada akhirnya Luca dan Aria di teleport kembali ke rumah di Desa Elvi.
Runtuhnya Flying Fortress membuat dunia gempar. Karena dikatakan bahwa yang sudah bisa membunuh Tiamat dikatakan ia sudah sekuat dewa. Seluruh warga dunia bertanya-tanya siapa yang membunuh Tiamat tersebut, siapa yang membunuh Iblis tersebut.
***
Sesampainya di rumah, Luca mengintip di jendela bahwa keadaan desa masih aman-aman saja. Hari mulai menjelang malam, dan Luca berencana untuk menjadikan Logam Adamantium menjadi pedang besok saja karena besok ia akan pergi ke pandai besi.
"Akhirnya kembali ke rumah juga, aku sangat lelah." Luca berjalan menuju kasur dan membaringkan tubuh bagian atasnya di kasur.
"Iya, akhirnya. Setelah ini apa yang akan terjadi?" Kata Aria yang berjalan dan duduk di samping Luca yang sedang terbaring.
"Entahlah, aku juga tidak tahu." Jawab Luca dengan tatapan datar dengan pandangan melihat ke langit-langit atap kamarnya.
[Selamat! Tuan berhasil membuka fitur Gacha!]
[Tuan mendapatkan Tiket Gacha {3}]
...To be Continued...
...Maaf jika banyak typo dan alur atau kalimatnya berantakan, Jika tidak keberatan di koreksi ya....
...Thank You and Have Fun:)...
paraaaaahh..