NovelToon NovelToon
Lord Of The Void

Lord Of The Void

Status: sedang berlangsung
Genre:Iblis / Action / Fantasi
Popularitas:281
Nilai: 5
Nama Author: Pendeta Merah

Ren Abraham, seorang anak laki-laki yatim piatu bertekad untuk menjadi kuat setelah desanya di hancurkan oleh para penyembah iblis.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Pendeta Merah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kejadian Tak Terduga

Di langit yang berwarna hijau tua, jutaan mata muncul, semua mata itu memiliki sklera hitam dengan pupil merah tua, semuanya menatap dingin Ren dan yang lainnya.

Sementara Ren, Lloyd, Enya, dan para petualang bingung harus berbuat apa, Evan dan Terina tetap tenang.

Evan memiliki skill Analisa dan Percepatan Pikiran, dengan kedua ini di gabungkan, dia dengan cepat menemukan dimana dia sekarang berada.

Dari hasil analisanya Evan menemukan jika dia sekarang berada dunia kesadaran, Mamol memaksa kesadaran semua orang yang hadir untuk berkumpul di satu tempat, tujuannya sederhana, membatasi kekuatan semua orang selain dirinya.

Singkatnya, Ren dan yang lain datang dalam bentuk kesadaran, tubuh fisik mereka pasti sedang tertidur sekarang, semua peralatan yang Ren lihat tidak lebih dari sekedar ilusi yang dapat Mamol pengaruhi.

Meskipun tidak memiliki skill Analisa seperti Evan, sebagai Mage bintang 3, Terina dapat dengan cepat mengetahui trik dibalik teknik sihir Mamol.

Ren menggenggam erat Oblivion, dia tidak bisa menggunakan Aura, saat dia mencoba memeriksanya, semua Aura yang mengelilingi tubuhnya itu hilang!

Mengetahui dirinya tidak bisa menggunakan Aura membuat Ren frustasi, ini membuatnya mengingat kembali masa lalunya yang hanya bisa melarikan diri, orang lemah yang tidak bisa berbuat apa-apa.

Sementara Ren dan Evan tidak bisa menggunakan Aura mereka, Terina dan yang lain tidak bisa menggunakan energi sihir mereka, Akar sihir mereka hilang!

Puluhan juta Mamol muncul di mana-mana, mereka semua memiliki senyuman di wajahnya.

" Hahaha! "

" Selamat datang di duniaku "

" Hahaha! "

" Kalian semua orang bodoh! "

" Hahaha! "

" Di dunia ini akulah yang berkuasa! "

" Hahaha! "

" Jika kalian berlutut dan memohon ampun padaku, aku akan membunuh kalian tanpa rasa sakit! "

Mamol memandang semua orang dengan tatapan rendah, berbeda dengan yang lain, sebagai pemilik dunia kesadaran, dia masih bisa menggunakan sihirnya.

" Baiklah semua, mari kita mulai pertandingannya! "

Tepat setelah Mamol mengatakan hal itu, kilatan cahaya biru muncul entah dari mana dan menusuknya dengan kejam sebelum akhirnya berhenti di depan Evan.

Itu adalah Arakas, menyadari Evan tersenyum di balik maskernya, Ren tahu jika Evan sudah mengharapkan hal ini.

' Aku mengerti, tempat dimana aku sekarang berada bukanlah sesuatu yang bisa di masuki oleh benda fisik, aku datang pasti dalam bentuk kesadaran, alasanku mengira ini adalah tubuh fisik mungkin karena sihir yang Mamol gunakan '

' Karena Bintang 2 dapat berbagi kesadaran dengan pengguna mereka, wajar jika Arakas datang ke tempat ini '

Ren menatap Oblivion palsu di tangannya, menggunakan itu sekarang sama saja mengatakan menyerah pada Mamol.

Terina dan yang lain terkejut dengan kedatangan Arakas, kenapa benda fisik seperti itu bisa masuk ke tempat yang hanya bisa di masuki kesadaran.

" Heh heh...kau menarik kesadaranku agar aku tidak bisa menggunakan Auraku dan pedangku, tapi sayangnya pedangku ini terhubung denganku "

Para Mamol yang tersisa menatap dingin Arakas sebentar sebelum akhirnya tersenyum kembali.

" Pedangmu itu memang artefak yang..."

Kilatan cahaya biru muncul dan menembus kepala Mamol sebelum akhirnya berhenti di depan Ren, kali ini Oblivion yang datang.

Ren melihat kearah Oblivion, dia bersumpah jika dia belum mencapai Bintang 2 dan tidak terhubung dengan Oblivion, tapi kenapa Oblivion tiba-tiba muncul?

Evan melihat kearah Ren, dia curiga jika temannya ini diam-diam sudah mencapai Bintang 2.

Para Mamol mengerutkan keningnya karena terus di ganggu, saat salah satu dari mereka ingin mengatakan sesuatu.

Kilatan cahaya biru yang lain muncul dan menembus dada Mamol sebelum akhirnya berhenti di depan Ren, ternyata itu adalah pedang dengan garis-garis kuning di bilahnya, itu adalah Fulgor!

" Fulgor? "

Melihat keterkejutan Ren, Evan dan yang lain langsung memahami jika kedatangan Fulgor bukan atas kemauan Ren.

Wajah semua Mamol berkerut, dia sangat marah sekarang.

" BAJI...."

Aura merah darah keluar dari Oblivion, Arakas, dan Fulgor, lalu menyebar ke segala arah, mencabik-cabik para Mamol dan dunia kesadaran yang Mamol ciptakan.

Hutan belantara itu hancur seperti cermin, berubah menjadi lautan luas dengan awan berwarna merah darah, anehnya, hanya ada Ren dan Evan di tempat ini, Terina dan yang lain hilang entah kemana.

"..."

"..."

Ren melihat kearah Evan" Apa yang baru saja terjadi? "

"...Jika kau bertanya padaku lalu harus kepada siapa aku bertanya? "

"..."

Apa yang baru saja terjadi sangat sulit untuk Ren dan Evan pahami, di sisi lain, mereka bersyukur karena tampaknya mereka tidak perlu melawan Mamol tanpa Aura.

Ren melihat Oblivion, Arakas, dan Fulgor yang melayang berdekatan sebelum beralih melihat kearah Evan, dan Evan juga melihat kearahnya.

' Dia terlihat kebingungan, dia juga tidak tahu apa yang baru saja terjadi, ini mungkin ada hubungannya dengan keunikan pedang kita! '

" Hei Ren, kau bilang barusan jika pedang itu adalah Fulgor? "

" Ya, selain Fulgor, aku juga bingung kenapa Oblivion bisa datang! "

Evan mengangguk, setelah itu dia melihat kearah ketiga pedang yang sedang melayang bersama di depannya.

Ren melihat sekitar, melihat awan yang berwarna merah darah, dia tahu jika tempat ini tidak nyata.

Evan mencoba mengendalikan Arakas, untungnya dia berhasil melakukan itu, Arakas dengan cepat mendekatinya.

' Sepertinya Arakas masih dalam kendalinya, kalau begitu...'

Ren mendekati Oblivion dan Fulgor, dia memegang keduanya dan merasakan sesuatu sedang menyedotnya.

" Kuh..."

Melihat Ren yang kesakitan, Evan menghentikan niatnya untuk memegang Arakas, dia tidak ingin mengalami hal yang sama dengan Ren.

Laut bergejolak, menciptakan puluhan ombak besar di sekitar Ren dan Evan.

Ren ingin melepas Oblivion dan Fulgor tapi sayangnya tidak bisa, kedua pedang itu seolah menempel di telapak tangan Ren.

Semua ombak naik lebih tinggi, melayang di udara dan berubah menjadi tulisan-tulisan Hersia kuno, yang paling menarik perhatian adalah tulisan yang berada lebih tinggi dari yang lain.

" Kaisar Pedang "

Akhirnya Ren bisa melepaskan Oblivion dan Fulgor, dia merasa sangat kelelahan sekarang, itu seolah kekuatan mentalnya di kuras habis.

" Ini..."

Evan akhirnya menyadarinya, dia akhirnya tahu jika Arakas, Oblivion, dan Fulgor adalah milik seorang pendekar pedang di masa lalu, dan dia di sebut Kaisar Pedang.

' Orang ini pasti seorang Warior level tinggi jika di lihat dari julukannya, Arakas, Oblivion, dan Fulgor menyimpan warisannya! '

' Warisan ini muncul hanya setelah seseorang masuk kedalam alam bawah sadar dan menyalurkan kekuatan mentalnya untuk membangkitkan sesuatu di dalam pedang '

Senyuman terbentuk di wajah Evan, dia melihat semua tulisan yang ada, itu semua adalah teknik khusus Warior.

' Jika Oblivion dan Fulgor menyimpan teknik sebanyak ini, kemungkinan besar Arakas juga memiliki beberapa '

Ren yang juga sudah mengerti situasinya, melihat kearah Evan, dia melihat jika pemuda tersebut tidak memiliki niatan untuk menyalurkan kekuatan mentalnya.

"..."

"..."

Mata Ren dan Evan bertemu, mereka berdua saling menatap dalam keheningan.

Setelah beberapa saat, Ren tersenyum dan Evan mengikutinya.

" Evan, lihat semua teknik ini, aku sangat yakin jika mereka semuanya sangat kuat, bagaimana jika membaca semuanya bersama-sama! "

" Hahaha...aku senang kita memiliki pemikiran yang sama! "

Ren dan Evan pergi ke arah yang berbeda, alasan Ren membuat keputusan ini adalah dia tidak ingin melawan Evan di alam bawah sadar ini, selain itu, karena semua teknik ini tertulis di dalam Oblivion dan Fulgor, dia dapat mengaksesnya kapan saja.

Jika dia berhasil mencapai Bintang 2 dan memiliki cara untuk masuk tentunya.

' Aku akan pura-pura tidak melihatnya, ini adalah keputusan paling tepat untuk situasi seperti ini...'

Karena warisan kaisar pedang ini berada di dalam Oblivion, Ren cukup santai, berbeda dengan Evan yang memaksa skill Analisa dan Percepatan Pikirannya sampai puncaknya untuk menghafal semua teknik yang ada.

' Total semuanya ada 157 teknik, kebanyakan adalah teknik dasar, Kaisar Pedang tidak tanggung-tanggung soal warisannya! '

Ren mulai penasaran dengan warisan yang lain, terutama warisan yang ada di dalam Arakas.

Selain itu, Ren juga penasaran dengan satu hal, kenapa warisan Kaisar Pedang muncul sekarang, bukankah ini terlalu kebetulan.

Ren melihat kearah Evan, disana dia melihat jika Evan sedang sibuk menghafal sebuah teknik.

' Mungkinkah setiap pedang yang memiliki warisan Kaisar Pedang akan muncul dengan sendirinya ketika dua atau lebih orang yang memiliki “ tanda ” berada di satu tempat '

' Tidak, jika seperti itu seharusnya aku dan Evan sudah lama menemukan warisan Kaisar Pedang, alasan warisannya tiba-tiba muncul mungkin karena Mamol memaksa kita masuk kedalam dunia kesadarannya '

' Tanda Oblivion dan Fulgor yang ada padaku dan tanda Arakas yang ada pada Evan beresonansi, yang pada akhirnya membuat warisan ini muncul '

"...."

Sambil menghela nafas, Ren mengacak-acak rambutnya, sudahlah, prioritas utama sekarang adalah mempelajari teknik sebanyak mungkin, aku merasa kekuatan mental ku terus berkurang.

Ren melihat kearah tulisan yang terbuat dari air di depannya, disana tertulis judul sederhana menggunakan bahasa Hersia kuno.

" Pedang Aura "

" Sebuah pedang yang terbentuk dari Aura, dengan cara memisahkan sedikit Aura yang ada di sekitar tubuh dan mengendalikannya, pedang yang dapat di gerakkan sesuka hati ini dapat tercipta "

" Tahap 1 : Pisahkan sedikit Aura dan cobalah untuk mengendalikannya "

" Tahap 2 : Masukkan kekuatan mental kedalamnya agar mudah di kendalikan saat sudah menjadi pedang "

Membaca 2 tahap dari teknik ini sudah membuat Ren pusing, bagaimana bisa Aura di kendalikan saat sudah terpisah dari tubuh, ini seperti mencoba mengendalikan Bilah Aura yang melayang di udara.

' Tidak, karena Evan bisa melakukannya maka aku pasti juga bisa, tidak ada yang mustahil di dunia ini bagi mereka yang berusaha '

' Jalan akan di temukan bagi mereka yang mencarinya! '

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!