Ayda adalah wanita muda berusia 30 tahun yang mempunyai sifat lembut dan penyayang. Ia menerima pinangan pria bernama Fattah dan menjalani kehidupan yang bahagia.
Hingga sebuah kekecewaan Fattah dan kehadiran wanita dalam kehidupan mereka membuat keadaan rumah tangganya jauh dari kata harmonis. Ayda merasa Fattah semakin jauh darinya dan lebih dekat dengan Anita.
Akankah Ayda mampu menerima keadaan baru itu dan apakah Fattah mampu mengembalikan keutuhan rumah tangga mereka?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon TRIO A, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
31
Begitu pintu terbuka , tampak ketiga anaknya masih tidur , mungkin agak sore baru tidur hingga saat Fattah pulang kerja mereka masih tertidur.
Fattah mencari keberadaan Ayda ternyata tiduran di kamar depan seorang diri, Fattah masuk dan mendekat ke arah Ayda.
" Tumben ... sendirian Ma ... , kurang enak badan atau kecapekan " ucap Fattah sambil meletakkan telapak tangannya di atas kening Ayda.
" Syukurlah gak panas, mungkin Mama kecapean , sini Papa pijit ... " kata Fattah sambil memijat betis kaki Ayda .
Ayda diam tak membalas perkataan Fattah . Hingga Fattah merasakan ada yang berbeda dengan istrinya.
" Ada apa Ma ... , gak seperti biasanya seperti ini , kalau memang capek ya di buat istirahat saja."
Ayda duduk , menggeser posisinya mendekat ke Fattah sambil berkata pelan.
" Pa ... kenapa harus bohong sama Mama ... " .
" Bohong ... maksud Mama , Papa bohong apa ?" Fattah berlagak tak tau arah pembicaraan Ayda.
" Sudahlah ... , tak perlu menyembunyikan sesuatu yang tak pantas untuk di simpan ."
" Ngomong apa sih , Mama ini bikin Papa makin bingung . "
" Mama habis minum obat atau gimana sih " Fattah bermaksud mengguraui istrinya namun tak berhasil.
" Papa kemaren malam diminta kedatangannya oleh Anita ternyata cuma untuk diajak ke cafe kan , kenapa Papa tak terus terang saja agar Mama tak mendengar dari orang lain . Sakit Pa ... sebagai istri Mama berusaha memberikan yang terbaik untuk Papa dan tak pernah Mama menyalahgunakan kepercayaan Papa selama ini ."
" Maaf , tapi Papa gak mau Mama berfikiran macam - macam kalau seandainya Papa jujur dari awal, gak mungkin Mama kasih ijin Papa bantu Anita " Fattah berusaha melakukan pembelaan terhadap dirinya sendiri.
" Mama gak pernah melarang Papa bergaul dengan siapapun , selama tau batas , ini Papa jelas - jelas pergi bersama perempuan lain yang sudah bersuami tapi jauh dari suaminya , apa pendapat orang lain saat mereka melihat kebersamaan kalian ." Nada suara Ayda mulai meninggi dengan derasnya tetesan air mata membasahi kedua pipinya.
" Papa sudah gak menganggap Mama sebagai istri Papa ya kan ," kata Ayda sambil perlahan menghapus air matanya dengan tangan kanannya.
" Ini salah paham Ma ... , aku sama sekali tak melakukan apapun dengan Anita, kita di cafe cuma mengobrol membicarakan masalah hubungan antara dia dan suaminya " jelas Fattah sambil mengusap pundak Ayda.
Ayda menangkis tangan Fattah , hingga Fattah sedikit emosi.
" Mama kenapa gak percaya sama Papa, beneran aku gak ada rasa sama Anita , aku sudah anggap dia adik sendiri Ma ... " ucap Fattah sambil memegang kedua pundak Ayda dan Fattah berlutut di bawah Ayda duduk.
" Terus kenapa harus bersembunyi dari Mama, berbohong pada Mama , tak bicara sejujurnya pergi kemana ada urusan apa ha ... !" Ayda melampiaskan kekesalannya dengan nada bicara lebih keras.
" Aku istri kamu Pa ... , apa selama ini aku pernah buat Papa sakit hati dengan berhubungan lawan jenis ha ... ! "
" Memang Mama kira, kedekatan Mama dengan Om Tyo tak menyinggung perasaan Papa ... "
" Halah ... Papa cari - cari alasan buat pelindung diri , jujur kalau sudah salah bilang aja , gak usah mengelak ."
" Memang sebuah fakta, bahwa Papa tidak ada hubungan special dengan Anita, sebatas teman saja " jelas Fattah dengan nada tinggi juga.
" Lagi pula Mama sama Om Tyo gak ada hubungan apapun , sudah jelas Mama memblokir nomor ponselnya dari kontak Mama atas persetujuan Papa ."
" Nah , Mama secara gak langsung sudah kasih kesempatan buat Om Tyo masuk dalam keutuhan rumah tangga kita."
" Kenapa Papa bersikeras ngotot Mama ada main dengan Om Tyo , padahal selama ini Mama cuma berdiam di rumah mengerjakan apa kewajiban Mama , meskipun Om Tyo kesini tak pernah Mama menyempatkan diri ngobrol dengannya ."
Perdebatan antara Ayda dan Fattah semakin memuncak keduanya berusaha mengeluarkan kekesalan yang mereka rasakan.
" Mama kira , aku tak cemburu kah dengan pesan WhatsApp yang dikirim Om Tyo buat Mama ."
Tetesan air mata Ayda terhenti , mendengar ucapan Fattah yang merasa cemburu dengan kelakuan Om Tyo pada dirinya.
- bersambung