Dari seorang pangeran yang diagungkan, Jiang Yui kini beralih profesi menjadi "makcomblang sakti" keliling dunia.
Mulai dari pendekar pedang wanita yang dingin dari sekte es, pangeran dari faksi musuh, hingga siluman rubah yang galau—semuanya harus ia satukan dalam ikatan cinta.
Ditemani oleh layar sistem magis yang mengejek setiap kegagalannya, mampukah Jiang Yui merajut kisah cinta orang lain demi menyelamatkan takdir cintanya sendiri, atau ia justru terjebak selamanya sebagai perjaka tua terkuat di dunia kultivasi?
Jangan lupa like,komen dan subscribe ya kakak, biar author ya semangat ,,dukungan kalian sangat berharga... makasih 🫶🫶🫶🫶
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon S. M yanie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 4
Angin malam berembus dingin, membawa aroma bunga seroja yang menguar dari taman istana. Jiang Yui merebahkan tubuhnya di atas kursi bambu, menatap kosong ke arah langit malam yang bertabur bintang.
Di atas kepalanya, layar biru transparan milik sistem masih setia melayang, menunjukkan sisa waktu yang kini tinggal 15 hari lagi.
"Sembilan belas hari lagi masa hukuman ini berkurang, tapi rasanya aku sudah menua sepuluh tahun," gumam Jiang Yui sambil memijit pelipisnya yang berdenyut pening.
Baru saja ia hendak memejamkan mata untuk menikmati ketenangan malam yang langka ini, udara di sekitarnya tiba-tiba bergetar hebat.
Layar biru transparan itu menyala terang, memancarkan kilatan cahaya merah menyala yang jauh lebih mencolok dari biasanya, disusul suara dengkingan peringatan yang memekakkan telinga.
[Peringatan Kritis! Deteksi Misi Ketiga Aktif!]
[Nama Klien: Tang Wan (Penguasa Lembah Seribu Racun)]
[Status Asmara: Jomblo akut, berhati dingin, memegang sumpah darah tidak akan menikah kecuali ada pria yang sanggup meminum racun mematikan buatannya tanpa mati.]
[Misi Khusus: Bantu ia menemukan jodoh dalam waktu 48 jam. Gagal \= Kutukan abadi tingkat maksimum diaktifkan!]
Jiang Yui langsung bangkit dari kursinya, matanya terbelalak lebar.
"Kau benar-benar ingin membunuhku secara perlahan, ya, Sistem Sialan?! Penguasa Lembah Seribu Racun?! Wanita itu bahkan mencuci tangannya dengan air cuka beracun setiap pagi! Pria mana yang mau mendekatinya kalau tidak ingin mati keracunan?!"
[Saran Sistem: Protes ditolak. Klien sedang menunggu di Kedai Anggur Merah pinggiran Kota Qing. Harap segera berangkat sebelum fajar menyingsing.]
Jiang Yui menghela napas pasrah.
Tidak ada pilihan lain. Jika ia mengabaikannya, hidupnya sebagai pangeran akan hancur lebur di bawah kutukan perjaka tua.
Dengan langkah berat dan perasaan campur aduk, ia mengenakan jubah luarnya, lalu melesat menembus kegelapan malam menggunakan ilmu ringannya.
Setibanya di Kedai Anggur Merah, suasana tampak sepi dan mencekam.
Para pelayan dan pengunjung lain tampak bersembunyi di sudut ruangan atau kabur terbirit-birit.
Di tengah ruangan, seorang wanita berpakaian serba ungu gelap dengan kerudung tipis menutupi wajah tengah duduk seorang diri.
Di hadapannya, sebuah cangkir kecil berisi cairan hijau berpijar mengeluarkan asap berdesis, menandakan tingkat toksisitas yang luar biasa tinggi.
Wanita itu adalah Tang Wan, sang Ratu Racun yang terkenal kejam dan tidak tersentuh.
Jiang Yui menarik napas dalam-dalam, memasang senenang setenang mungkin, lalu melangkah mendekat dan duduk tepat di hadapan wanita tersebut tanpa diundang.
Tang Wan mengangkat kepalanya perlahan.
Sepasang matanya yang tajam bagai mata ular menatap Jiang Yui lekat-lekat. Senyum tipis tersungging di bibirnya yang bergincu gelap.
"Praja muda dari istana... keberanianmu patut dipuji," suara Tang Wan terdengar merdu namun dingin menusuk tulang. "Atau kau sudah bosan hidup dan ingin mati dengan cara yang indah di cangkirku ini?"
Jiang Yui tersenyum simis, mengabaikan hawa beracun yang mulai merayap di sekitar meja mereka. Berkat peningkatan level makcomblangnya, ia tidak langsung tumbang.
"Nona Tang, racunmu memang hebat, tapi ada satu hal yang jauh lebih mematikan dari racunmu," jawab Jiang Yui tenang.
Tang Wan menyipitkan matanya. "Oh? Katakan apa itu."
"Kesepian yang merasuk di balik senyum manismu selama bertahun-tahun," ceplos Jiang Yui tepat sasaran.
Suasana di kedai mendadak membeku. Tang Wan tertegun, cangkir beracun di tangannya berhenti di udara. Untuk sesaat, topeng dingin di wajah wanita itu retak, memperlihatkan kilatan kesedihan yang mendalam.
"Jangan bicara sembarangan..." bisik Tang Wan tajam, meski tangannya sedikit bergetar.
"Aku tidak sembarang bicara," lanjut Jiang Yui dengan nada tulus, mengingat data dari sistem tentang masa lalu Tang Wan yang dikhianati oleh kekasihnya di masa lalu.
"Kau menutup hatimu dengan racun karena takut tersakiti lagi. Padahal, jauh di lubuk hatimu, kau hanya ingin seseorang yang mau menerima masa lalumu apa adanya tanpa melihat reputasimu sebagai Ratu Racun."
Tang Wan terdiam seribu bahasa.
Air mata perlahan menetes dari sudut matanya, jatuh tepat ke dalam cangkir racun dan seketika menetralkan cairan mematikan tersebut.
Di luar dugaan, pintu kedai tiba-tiba terbuka.
Seorang pendekar pria bermata tajam dengan bekas luka di pipi—yang ternyata adalah mantan murid sekte rival yang selama ini diam-diam melindungi Tang Wan dari bayang-bayang—berjalan masuk dengan napas tersengal, membawa seikat bunga es gunung.
"Tang Wan... aku tidak peduli seberapa banyak racun di tubuhmu, aku tidak akan pernah meninggalkan lembah ini sendirian," ucap pria itu lantang dengan wajah memerah karena malu.
Jiang Yui yang melihat adegan itu langsung tersenyum lebar.
Ia bangkit dari kursi, melangkah mundur perlahan meninggalkan dua insan yang akhirnya saling meruntuhkan pertahanan diri mereka.
Seketika itu juga, layar biru di hadapan Jiang Yui menyala dengan kilau keemasan yang paling terang sepanjang sejarah sistem ini diaktifkan:
[Ding! Misi Ketiga Sempurna!]
[Evaluasi: Host berhasil menyatukan Ratu Racun dengan pelindung setianya.]
[Hadiah Utama: Sisa kutukan perjaka tua musnah sepenuhnya! Kultivasi Penuh Dipulihkan!]
Jiang Yui merasakan aliran energi dahsyat meledak di dalam meridian tubuhnya.
Beban berat di dadanya lenyap seketika, digantikan oleh kekuatan kultivasi tingkat puncak yang kembali mengalir deras.
Ia mendongak menatap langit malam, merentangkan tangannya lebar-lebar sambil tertawa lepas.
"Haika! Aku bebas! Aku bukan perjaka tua lagi!" teriaknya gembira di bawah langit Kota Qing yang mulai menyambut fajar.
sistem kultivasi perjaka/NosePick/ 🤧