NovelToon NovelToon
ANAK TIRI YANG TERLUPAKAN

ANAK TIRI YANG TERLUPAKAN

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Fantasi / Mengubah Takdir
Popularitas:5.1k
Nilai: 5
Nama Author: Cherlly

Sejak ibunya meninggal, hidup Bima berubah menjadi neraka setelah ayahnya membawa istri baru dan anak tirinya yang egois, membuatnya diperlakukan seperti pesuruh dan orang asing di rumahnya sendiri.
Puncaknya, ia difitnah mencuri barang berharga dan diusir begitu saja tanpa ampun, membawa luka hati yang mendalam serta sebuah kotak peninggalan misterius dari mendiang ibunya.
Tak disangka, kotak rahasia itu menjadi kunci bagi Bima untuk bangkit dari titik terendah, bermetamorfosis menjadi sosok sukses dan berpengaruh besar yang siap membuat keluarga pembuangnya bertekuk lutut memohon pengampunan.

Bantu Cherlly dengan LIKE & SUBSCRIBE /IKUTI ya kak❤️❤️, gratis kok tapi sangat berarti biar bisa update tiap hari.
Satu Like👍 dari kalian = 100 semangat.🥰🥰🥰

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cherlly, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 4

Bima melangkah keluar dari lobi bank dengan postur tegap.

​Sengatan terik matahari siang langsung membakar kulitnya begitu ia menginjak trotoar.

​Jari-jarinya reflek merogoh saku dalam jaket, memastikan benda kecil penyelamatnya itu masih aman.

​Walau ukurannya mini, benda itu terasa seberat jangkar baja dalam genggamannya.

​"Aku harus segera cari komputer untuk ngecek isinya," batin Bima dibalut debar tegang.

​Netranya memindai sekeliling jalanan ibu kota yang riuh.

​Tak jauh dari halte bus, pandangannya menangkap papan neon pudar bertuliskan Warnet 24 Jam.

​Tanpa buang waktu, ia melangkah cepat menyeberangi aspal panas.

​Deru knalpot dan klakson bersahutan memekakkan telinga sepanjang langkahnya.

​Kring...

​Lonceng kuningan di pintu kaca berdering nyaring saat ia mendorongnya masuk.

​Aroma khas warnet,campuran asap rokok tipis dan seduhan mi instan,langsung menyergap indra penciumannya di dalam ruangan ber-AC itu.

​Beberapa anak muda tampak tenggelam di depan monitor dengan headset besar menutupi telinga.

​Penjaga warnet yang tengah asyik mabar melirik sekilas ke arah pintu.

​"Mau main berapa jam, Mas?" tanyanya tanpa lepas dari layar game.

​"Dua jam aja, Mas," jawab Bima singkat bernada datar.

​"Sepuluh ribu. Langsung ke PC nomor tujuh di pojok sana," tunjuk penjaga itu malas-malasan.

​Bima menyodorkan selembar uang sepuluh ribu dari saku celananya.

​Ia melipir melewati lorong antar-bilik komputer menuju sudut yang remang dan tenang.

​Ia mendudukkan diri di kursi plastik yang permukaannya terasa sedikit lengket.

​Tas selempangnya ditaruh di atas meja kayu penuh noda tumpahan kopi.

​Jari-jarinya kembali mencopot flashdisk hitam dari saku.

​Benda itu ia tancapkan ke lubang USB CPU yang diselimuti debu tipis.

​Bik...

​Indikator LED di badan flashdisk langsung menyala biru berkedip.

​Monitor di depannya memunculkan pop-up pemberitahuan perangkat terhubung.

​Dengan gerakan tetikus yang terkontrol, ia mengeklik folder di dalam perangkat tersebut.

​"Cuma ada satu folder terkunci," gumam Bima pelan.

​Kotak dialog sandi langsung pop-up di tengah layar.

​Napasnya tertahan sejenak, mengingat petunjuk samar dari almarhumah ibunya.

​Ia mengetik tanggal pernikahan sang ibu dengan Hendra. Gagal.

​Peringatan merah terpampang tegas di layar: Password salah.

​Bima tak panik; ia menarik napas dan kembali memutar otak di depan papan tik.

​Memorinya menangkap satu angka keramat—tanggal ulang tahun pertamanya yang sering disebut sang ibu.

​Jemarinya dengan pasti menekan deretan angka tersebut.

​Enter. Klik.

​Kotak dialog lenyap seketika, menampakkan puluhan arsip rahasia yang tersusun rapi.

​Bima meresapi oksigen dalam-dalam sebelum membuka dokumen pertama.

​Judul file itu terbaca jelas: Rencana Pengalihan Saham PT Cipta Sentosa.

​Ia mengekliknya dengan degup jantung yang kian menggila.

​Lembaran kontrak gelap masa lalu terpampang nyata di depan matanya.

​Nama Hendra tercetak hitam di atas putih, bersekongkol dengan kompetitor untuk meruntuhkan kerajaan bisnis kakeknya.

​"Keparat itu... dia sudah merencanakan semua ini dari awal," desis Bima dengan gigi bergemeletuk menahan amarah.

​Guliran layarnya berlanjut ke halaman rekam jejak transaksi finansial yang janggal.

​Aliran dana raksasa masuk ke rekening pribadi Hendra tepat di ambang kebangkrutan perusahaan sang ibu.

​Ini bukan lagi spekulasi; ini adalah bukti telak yang tak terbantahkan.

​Berbekal data ini, Hendra bukan cuma bisa dimiskinkan, tapi juga dijebloskan ke jeruji besi atas penipuan dan pemalsuan.

​Tangannya cekatan menyambungkan kabel data ponsel ke slot USB CPU untuk menyalin data vital tersebut.

​Progress bar berjalan lambat karena ukuran dokumen yang cukup masif.

​Angka persentasemu merayap lambat.

​Sepuluh persen... Tiga puluh persen... Enam puluh persen...

​Setiap detik terasa seperti teror bagi debar jantung Bima.

​Ia tak boleh ceroboh atau membuang waktu di tempat publik begini.

​"Kenapa, Mas? Tegang amat mukanya," tegur pemuda di bilik sebelah yang mendadak melirik.

​"Biasa, tugas kuliah," balas Bima tenang sambil memiringkan badan untuk menutupi monitor.

​Orang itu mengedikkan bahu acuh dan kembali fokus ke layar gamenya.

​Bima kembali menatap tajam monitor dengan siaga penuh.

​Delapan puluh persen... Sembilan puluh persen... Seratus persen! Notifikasi sukses berkedip di pojok kanan bawah.

​Tanpa jeda, ia mencabut flashdisk dan kabel datanya.

​Seluruh barang bukti itu kembali diamankan ke dalam saku jaketnya.

​Bima bangkit dari kursi plastiknya tanpa menoleh ke belakang sekali pun.

​Ia melangkah keluar dari ruangan pengap itu menuju udara siang ibu kota.

​"Keluarga Hendra, waktu kalian bersenang-senang resmi habis," batinnya menyeringai dingin.

​Ia melangkah cepat menuju stasiun kereta terdekat, merancang bidak catur berikutnya.

​Pembalasan dendam untuk meruntuhkan pria durjana itu kini benar-benar ada di dalam genggamannya.

1
Aman Wijaya
lanjut terus Thor di tunggu updatenya 💪💪💪
Cherlly: iya kak ku😘😘
total 1 replies
Cherlly
makasih kaka suport nya😘😍
Aman Wijaya
gaaas njeduk pooolll Thor lanjut terus semangat semangat semangat dalam berkarya
Cherlly: makasih kaka udah membaca sejauh ini😘😘😘
total 1 replies
Aman Wijaya
top markotop top lanjut terus Thor
Aman Wijaya
jooooz pooolll mantab Thor lanjut terus
Cherlly: trimakasih sudah baca sejauh ini kaka😍😍😍
total 1 replies
Aman Wijaya
lanjut terus
Cherlly: iya kaka kami akan lanjyutin cerita nya sampai tuntas😊😊😊😘
total 1 replies
Aman Wijaya
jooooz pooolll Thor lanjut terus
Cherlly: siap kaka semangat kaka adalah motivasi saya untuk berkarya😍
total 1 replies
Aman Wijaya
jooooz pooolll Bima lanjut
Cherlly: siap kaka ikutin ya keseruan nya😊😊😊

Bantu Cherlly dengan LIKE & SUBSCRIBE /IKUTI ya kak❤️❤️, gratis kok tapi sangat berarti biar bisa update tiap hari.
Satu Like👍 dari kalian = 100 semangat.🥰🥰🥰
total 1 replies
Aman Wijaya
rahasia Bima mulai terkuak sedikit demi sedikit
Cherlly: iya kaka lanjutin biat nambah seru😍😍

Bantu Cherlly dengan LIKE & SUBSCRIBE /IKUTI ya kak❤️❤️, gratis kok tapi sangat berarti biar bisa update tiap hari.
Satu Like👍 dari kalian = 100 semangat.🥰🥰🥰
total 1 replies
Aman Wijaya
semangat Bima
Cherlly: makasih kaka

Bantu Cherlly dengan LIKE & SUBSCRIBE /IKUTI ya kak❤️❤️, gratis kok tapi sangat berarti biar bisa update tiap hari.
Satu Like👍 dari kalian = 100 semangat.🥰🥰🥰
total 1 replies
Tatiek Faruq
aku mampir thor, lama² dibaca seru juga
Cherlly: ttimakasih kaka sudah mampir ikutin keseruan cerita nya ya kaka biar saya nambah semangat untuk berkarya😍😍😍

Bantu Cherlly dengan LIKE & SUBSCRIBE /IKUTI ya kak❤️❤️, gratis kok tapi sangat berarti biar bisa update tiap hari.
Satu Like👍 dari kalian = 100 semangat.🥰🥰🥰
total 1 replies
༺⬙⃟⛅cap badakℛᵉˣ
kak mampir novelku "Vampir vs Serigala versi novel" makasih
Cherlly: makasih kaka nanti sama2 baca kita
total 6 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!