NovelToon NovelToon
Dulu Aku Pergi Untuk Mati Kini Aku Kembali Sebagai Penguasa

Dulu Aku Pergi Untuk Mati Kini Aku Kembali Sebagai Penguasa

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Mengubah Takdir
Popularitas:4.8k
Nilai: 5
Nama Author: kiyoe

Demi membeli sebuah kue ulang tahun untuk sang adik, Rio yang baru berusia sepuluh tahun rela tak menebus obat hingga penyakit jantungnya kumat parah dan nyaris merenggut nyawanya. Tak ingin ibunya mati perlahan karena terjerat hutang biaya operasi sebesar lima ratus juta, Rio nekat kabur dari rumah sakit di tengah malam untuk menjemput ajalnya sendiri, meninggalkan ibunya yang hancur dalam tangisan. Namun takdir berkata lain; lima belas tahun berlalu, Rio yang diselamatkan oleh seorang konglomerat kini kembali sebagai Direktur Utama Grup Sentosa yang berkuasa, hanya untuk mendapati kenyataan yang menjijikkan. Rizky, adik kecil yang dulu sangat ia sayangi, kini tumbuh menjadi pria gila harta yang tega mengusir dan tak mengakui ibu kandung mereka yang pincang di tengah kemewahan pesta pernikahannya. Di detik itulah Rio melangkah maju ke tengah pesta, bukan lagi sebagai kakak yang rela berkorban, melainkan sebagai sang penguasa yang akan menghancurkan siapa pun yang berani meneteskan air

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kiyoe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 4

Tangan kecil Rio gemetar hebat memegang pulpen hitam di atas ranjang rumah sakit.

Darah segar masih menetes dari punggung tangannya bekas cabutan jarum infus.

Bercak merah itu menodai lembaran putih buku catatan perawat yang dia pangku.

Satu per satu kata mulai dirangkai oleh anak sepuluh tahun yang hatinya sudah hancur lebur.

"Ibu yang Rio sayangi, tolong jangan menangis baca surat ini."

Rio menulis kalimat pertama itu sambil mengusap air mata yang terus turun membasahi pipinya.

"Rio dengar semuanya dari balik tirai kamar, Ibu mau jual ginjal dan kasih jantung Ibu buat Rio ya?"

"Ibu itu bodoh banget, kalau Ibu mati yang jagain Rizky siapa? Yang cari uang buat makan siapa?"

Tulisan Rio mulai acak-acakan karena tangannya semakin kaku menahan sakit di dadanya.

Nafasnya kembali tersengal namun dia memaksakan diri untuk terus menulis.

"Ibu sudah terlalu capek dari pagi sampai malam nyuci baju orang sampai kaki Ibu sakit banget."

"Rio gak mau jadi beban Ibu lagi dengan biaya rumah sakit lima ratus juta."

"Uang lima ratus juta itu sangat banyak Bu, kita nyari uang buat makan besok aja susah."

Tetesan air mata Rio jatuh membasahi tinta pulpen hingga tulisannya sedikit luntur.

"Bu, Rio pergi ya, jangan kangen sama Rio, anggap saja Rio itu anak durhaka yang kabur dari rumah."

"Rio gak mau hidup pakai jantung Ibu terus melihat Ibu mati di depan Rio, Rio gak akan sanggup hidup kayak gitu Bu."

"Mulai sekarang anggap saja Ibu cuma punya satu anak yaitu Rizky."

Mata Rio beralih menatap kosong ke arah jendela kamar yang diguyur hujan deras.

"Dan buat adikku Rizky yang cengeng, kamu harus janji sama Kakak ya."

"Kamu harus tumbuh jadi anak yang pintar dan baik, jangan nyusahin Ibu."

"Gantikan posisi Kakak buat jagain Ibu, lindungi Ibu kalau ada orang jahat, dan berbakti lah sampai kamu besar."

"Jangan pernah bikin Ibu nangis lagi apalagi marah-marah gara-gara kamu nakal."

Rio menarik nafas panjang lalu menghembuskannya perlahan untuk menulis kalimat terakhirnya.

"Selamat tinggal Ibu, selamat ulang tahun Rizky. Rio sayang kalian berdua."

Tit.

Rio menekan titik terakhir dengan kuat hingga kertasnya sedikit sobek.

Dia melipat kertas itu menjadi dua bagian dan meletakkannya di atas meja samping ranjang.

Rio mencabut masker oksigen dari hidungnya dengan gerakan cepat.

Dada kirinya langsung bereaksi menolak pasokan oksigen yang mendadak hilang.

Rasa sesak dan nyeri langsung menyergap paru-parunya.

Namun tekad Rio sudah bulat untuk mengakhiri penderitaan keluarganya malam ini juga.

Dia turun dari ranjang rumah sakit dengan kaki tanpa alas yang sangat dingin.

Lantainya terasa membekukan tulang namun Rio terus melangkah menuju pintu keluar.

Cklek.

Pintu kamar terbuka pelan tanpa menimbulkan suara bising sedikitpun.

Suasana lorong bangsal anak sangat sepi karena jarum jam sudah menunjukkan pukul dua dini hari.

Beberapa perawat berjaga tampak tertidur di meja jaga mereka.

Rio mengendap-endap menyusuri lorong rumah sakit dengan langkah gontai.

Dia bersembunyi di balik pilar besar setiap kali ada petugas kebersihan yang lewat.

Tubuh kecilnya sangat mudah disembunyikan dalam kegelapan malam.

Setelah melewati beberapa lorong yang membingungkan akhirnya dia melihat pintu keluar darurat di ujung jalan.

Brak!

Rio mendorong pintu besi berat itu dengan sisa tenaganya.

Angin malam dan hujan deras langsung menyambut wajah pucatnya.

Jalanan di luar rumah sakit tampak sangat lengang tanpa ada satu kendaraan pun yang melintas.

Lampu jalanan berwarna kuning remang-remang menjadi satu-satunya sumber cahaya.

Byur!

Hujan langsung membasahi baju pasien berwarna biru muda yang dipakai Rio.

Rasa dingin menusuk sampai ke tulang sumsumnya membuat tubuhnya menggigil hebat.

Rio terus berjalan menyeret kakinya menyusuri trotoar jalan yang basah.

"Ibu pasti marah banget lihat suratku," gumam Rio di sela gigilannya.

"Tapi gak apa-apa, lebih baik Ibu marah daripada Ibu mati gara-gara harus jual organ buat aku."

Rio tersenyum getir membayangkan ibunya akan membencinya setelah membaca surat itu.

"Maafin Rio ya Bu, Rio bukan anak yang baik," isaknya pelan menyatu dengan suara rintik hujan.

Tiba-tiba rasa sakit di dadanya kembali menyerang dengan sangat brutal.

Kali ini rasanya seperti ada pisau panas yang ditusukkan tepat ke jantungnya berulang kali.

"Akhh!" Rio menjerit tertahan sambil meremas dadanya kuat-kuat.

Tubuh kurusnya tidak kuat lagi menopang rasa sakit itu dan akhirnya jatuh tersungkur di tengah jalan raya.

Air kubangan kotor langsung membasahi separuh wajahnya.

Nafasnya tinggal satu-satu seperti ikan yang sekarat di daratan.

"Tuhan, kalau memang Rio harus mati tolong cabut nyawa Rio sekarang aja," doa Rio dalam hati dengan sangat putus asa.

"Rio udah capek nahan sakit terus, Rio mau tidur panjang."

Kesadaran Rio mulai memudar seiring dengan pandangannya yang semakin gelap.

Dari kejauhan dua buah cahaya terang menyorot membelah tirai hujan yang sangat deras.

Sebuah mobil sedan mewah berwarna hitam melaju dengan kecepatan tinggi membelah jalanan sepi tersebut.

Brum!

Suara mesin V8 berkapasitas besar itu terdengar sangat garang di tengah keheningan malam.

Di dalam mobil mewah itu seorang pria paruh baya bernama Bramantyo Sentosa duduk di kursi belakang dengan wajah tegang.

"Cepat sedikit nyetirnya Parman! Kita harus segera sampai bandara sebelum penerbangan ditutup!" perintah Bramantyo dengan nada tidak sabar.

"Baik Tuan, tapi hujannya sangat deras dan jarak pandang sangat terbatas," jawab sopir pribadinya dengan suara bergetar.

"Saya tidak peduli! Proyek ratusan miliar di luar negeri bisa gagal kalau saya telat ikut rapat pagi ini!" bentak CEO Grup Sentosa itu marah.

Parman si sopir hanya bisa menurut dan kembali menginjak pedal gas mobilnya lebih dalam.

Kecepatan mobil mewah itu menyentuh angka seratus kilometer per jam di jalanan yang licin.

1
kiyoe
hehehe sabar kak 🤭
Sri rahayu
hidup melarat punya anak dajjal tidak berguna .bukannya bantu ibunya malah nyusahin
ceuceu
kejam jg rio
ALEXIS A.😇
thorr.. up dong
kiyoe: terimakasih kak 🙏
total 1 replies
ceuceu
Alhamdulillah rio ketemu orang baik
kiyoe: iyaa kak alhamdulilah hehe
total 1 replies
Dewiendahsetiowati
akhirnya kena karma juga anak laknat
Dewiendahsetiowati
dasar anak durhaka,jangan sampai kamu nanti ngaku anaknya Ibu Santi ketika ibumu diratukan Rio
Dewiendahsetiowati
bau2 adik durhaka nih
Dewiendahsetiowati
bikin nyesek bacanya😭😭😭
Dewiendahsetiowati: 1 ibu bisa merawat 10 anak giliran anak merawat 1 orang tua dioper2 bahkan di kasih dipanti jompo😭😭
total 2 replies
Dewiendahsetiowati
hadir thor
kiyoe: terimakasih kak semoga senang dengan cerita nya 🙏
total 1 replies
Rifqy Channel
author please harus buat Rio ungkapkan dirinya biar ibunya Rio Santi dan Rizky itu semua orang yang hadir juga harus terkejut. dan juga buat Rio putus hubungan dengan rizky supaya tidak kembali. dan Santi ikut ke Rio. 🙏😭😭😭
kiyoe: terimakasih kak atas masukannya
total 3 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!