Raina Andriana seorang gadis yatim piatu, yang ditinggal meninggal oleh kedua orang tuanya karena kecelakaan pesawat, Dia memiliki satu orang Adik, yang bernama Rania Andriani, mereka di asuh oleh nenek nya yang bernama nenek irma.
Karena neneknya yang sakit-sakitan, Raina menjadi tulang punggung keluarganya, dahulu kehidupan mereka sangat berkecukupan, namun saat orang tua mereka meninggal, jadilah Raina yang harus membiayai kebutuhan mereka.
Sampai tiba dimana dia harus menjadi istri pura-pura dari pengusaha muda yang bernama Rasya Samudera, Keluarga Rasya selalu menuntut Rasya untuk segera menikah mengingat umur Rasya yang sudah tidak muda lagi, namun Rasya selalu saja menolak dengan alasan belum siap, Rasya memang mempunyai kekasih namun kekasih nya masih mengejar kariernya dan tidak mau di ajak menikah dulu, karena terus di tuntut Rasya pun terpaksa mencari wanita untuk MENJADI ISTRI PURA-PURA, sampai pada akhirnya mempertemukan Rasya dengan Raina..
Bagaimana kisah selanjut nya..???
Jangan lupa ikutin terus dan dukung novel ke 4 Author terimakasih.
Salam manis..
Author
Adriana Niandra.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Adriana Niandra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 28
Ryn keluar dari kamar mandi, dia langsung berjalan ke arah kasur lipat yang biasa dia pakai, sedangkan Rasya terlihat sedang menyender di tempat tidur sambil tersenyum memainkan handphone nya.
"Bahagia sekali kelihatannya, tapi kenapa mereka tidak bersatu saja" batin Ryn sambil membaringkan tubuhnya di atas kasur lipat.
Baru saja Ryn menyelimuti Tubuhnya, tiba-tiba terdengar suara keributan dari arah pintu masuk kamar Rasya. Seketika Ryn langsung bangun kembali.
"Pak, bapak denger ada yang ribut-ribut gak ?" ucap Ryn bangun dan mendekat ke arah Rasya.
"Berisik apa?" tanya Rasya.
"Sstttsss (mendekatkan telunjuknya ke arah wajah Rasya) tuh coba bapak dengar" ucap Rasya. namun seketika wajah Rasya menghadap ke arah Ryn.
"Cantik" gumam Rasya
"Ah.. Apa??" ucap Ryn menatap Rasya yang tidak terlalu mendengar jelas perkataan dari Rasya.
"Emm.. Itu suara mami" ucap Rasya tiba-tiba fokus nya kembali. Rasya buru-buru turun dari ranjangnya.
"Mami, mau apa " ucap Ryn
"Bantuin" ucap Rasya membereskan kasur lipat Ryn.
"Kenapa disimpen?" tanya Ryn
"Mami pasti mau meriksa kita tidur barengan apa engga" ucap Rasya berlari memasukkan kasur Ryn ke lemari baju.
"Apa... Tidur bareng?" tanya Ryn dengan muka polos nya.
"Iya udah cepet naik tempat tidur, mami pasti lagi buka pintu pake kunci cadangan" ucap Rasya
Ryn pun menuruti perintah dari Rasya, dia naik ke atas ranjang dan berbaring disana.
"Bapak mau ngapain?" ucap Ryn melihat Rasya membuka piyama tidur nya.
"Jangan berisik udah tidur aja" ucap Rasya.
Rasya naik ke atas tempat tidur berbaring di sebelah Ryn. yang tidur membelakanginya
"Sini sebentar" ucap Ryn menarik tubuh Ryn
"Kenapa pak?" ucap Ryn
Rasya memeluk Ryn dari arah depan, sebelum nya dia mengacak rambut dan baju Ryn agar terlihat kusut.
"Bapak mau apa sih jangan macem-macem yak?" ucap Ryn dengan nada emosi.
"Udah diem sini" Rasya memeluk Ryn.
"Lepasin pak ini terlalu dekat" ucap Ryn.
"Diem mereka udah masuk" ucap Rasya memeluk erat tubuh Ryn.
**
"Bagimana bik? sudah terbuka belum?" tanya Mami.
"Sudah Bu" ucap mbok Sumi
"Pelan-pelan bik nanti mereka bangun" ucap Mami berjalan di belakang bi Sumi
"Iya nyonya" ucap Bik Sumi, berjalan masuk ke dalam mengendap-endap.
"Ah... mereka sudah tidur nyonya" sambung Bi sumi
"Wah.. mereka mesra sekali, aku jadi ingin memfoto nya, Handphone saya mana mbok?" ucap Mami. mbok Sumi memberikan handphone pada Mami dan Mami pun menerima nya
"Nyonya mau apa ?" tanya mbok sumi.
"aku mau memfoto mereka bi, biar jadi kenang-kenangan nanti" ucap Mami Rasya.
Setelah puas mengambil beberapa foto, Mami pun menyimpan handphone nya kembali.
"Semoga usaha mereka cepat-cepat terjadi, aku ingin segera mempunyai cucu mbok" ucap Mami, dan mbok Sumi menganggukkan kepalanya.
"Baiklah kita kembali lagi saja mbok" ucap Mami
"Baik nyonya, ucap mbok Sumi" Mami nya Rasya dan Mbok Sumi keluar dari kamar Rasya dan mengunci kembali pintu kamar Rasya.
**
Ryn sudah mulai menggerakkan tubuhnya, karena pengap dengan pelukan Rasya.
"Jangan banyak bergerak" ucap Rasya.
"Ah maaf pak, tapi Mami dan mbok Sumi sudah pergi, aku mau tidur di bawah Kemabali saja" ucap Ryn.
"Ah emm.. (melepaskan pelukannya) yasudah terserah kamu saja" ucap Rasya. Rasya memakai kembali baju piyama nya dan Ryn turun dari atas kasur untuk pindah ketempat tidurnya semula.
"Apa dia tidak tau, menggerakkan tubuh dekat pria itu bahaya" Batin Rasya sambil melihat Ryn yang bulak-bali membereskan tempat tidurnya.
--------------------------------------------------
Pagi hari, Ryn sudah turun terlebih dahulu untuk membantu mbok Sumi menyiapkan sarapan, walaupun mbok Sumi sudah menolak namun Ryn tertap memaksanya untuk membantu.
"Wah menantu mami rajin sekali" ucap Mami
"bantu-bantu sedikit aja ko mi" ucap Ryn
"Mbok yang untuk Ryn mana?" tanya Mami
"Ini nyonya, sudha mbok siapkan" ucap mbok Sumi
"Ini apa ?" tanya Ryn
"Ini biar kamu semangat terus, ayo minum" ucap Mami
"Dengan terpaksa Ryn pun meminumnya, oeekk" Ryn sedikit mual karena minum jamu yang terlalu pahit baginya.
"Anak pintar" ucap Mami, melihat segelas jamu habis diminum oleh Ryn.
Tiba-tiba Rasya turun dari kamar nya dan langsung berjalan kearah meja makan.
"Selamat pagi Mi" mencium kening maminya
"Papi kemana?" tanya Rasya hendak duduk
"Eh...eh.. Kamu cium kening mami tapi istri mu di abaikan" ucap Mami.
"Ehmm. kan sudah Mi di kamar kan malu" ucap Rasya.
"Suami istri masa malu, udah cepet cium dulu istri kamu" ucap Mami
"Iya.." Rasya pun berdiri dan mendekat ke arah Ryn.
"Pagi sayang" mencium kening Ryn sekilas
"Pagi mas, mau makan apa ?" tanya Ryn.
"Kenapa wangi sekali rambutnya padahal kita kan pakai sampo biasanya " batin Rasya
"Ini semua masakan Ryn loh Rasya" ucap mami
"Ah.. engga aku cuma bantu aja" ucap Ryn.
"Apa saja aku mau" ucap Rasya.
Ryn pun menyendok kan nasi dan lauk untuk Rasya.
"Ini mas" ucap Ryn
"Terimakasih" menerima piring dari Ryn
"Mami seneng deh liat kalian bisa romantis begini, apalagi kalau ada suara bayi" ucap Mami
Deg tiba-tiba Airin langsung berhenti untuk menyuapkan makanan nya.
"Mami doakan saja yak" ucap Rasya
"Mami selalu mendoakan terbaik untuk kalian" ucap Mami tersenyum.
Bersambung.