Apa jadinya ketika kamu mengambar karakter komik. Lalu karakter itu muncul dalam dunia nyata?
Hal ini terjadi kepada Kinara Angelica seorang penulis cerita komik yang suatu hari menemukan sesosok lelaki didalam kamarnya. Tak disangka lelaki itu mirip dengan wajah karakter komik yang digambarnya.
Yuk ikuti kisah seru Kinara yang harus mengurusi lelaki manja nan polos yang keluar dari komik buatannya bernama Ken.
Ditambah ia harus bersaing melawan karakter utama wanita dalam komik yang dibuatnya sendiri.
Dapatkah Ken berhasil menjalankan sebuah misi agar ia menjadi manusia seutuhnya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Neng Euis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 27. Kepulangan Kiano
"Nara ...." bisik seseorang di telinga Kinara.
Kinara merasakan tangan seseorang yang membelai wajahnya. Ia seketika membuka matanya dan bangkit memeluk orang didepannya.
"Jangan lakukan itu Ken, ku mohon." ucap Kinara sambil menangis terisak dan mempererat pelukannya.
Kiano mencoba melepaskan pelukan Kinara, ia menatap wajah adiknya dan mengusap air matanya, "Nara ... sadar ini aku Kiano, apa kamu mimpi buruk?" tanya Kiano khawatir.
Kinara mulai membuka matanya lebar-lebar dan mulai tersadar. Ia menatap kakaknya dan langsung memeluknya, "Kak Kian, Kenapa kakak baru pulang. Aku udah kangen banget sama kakak."
"Maafin Kak Kian, sayang. Tapi kakak benar-benar sedang berjuang untuk mendapatkan kembali perusahan milik ayah Kita." jawab Kiano menenangkan adiknya.
Dokter Dika yang sedari tadi berdiri mematung diambang pintu berjalan keluar dari kamar Kinara.
Ia merebahkan dirinya di sofa dan memegangi kepalanya yang terasa sakit. Tak lama Kinara dan Kiano keluar kamar dan ikut duduk di sofa bersama Dokter Dika.
Kinara langsung menatap jam di dinding dan waktu menunjukan pukul 16.00 sore. Waktu berjalan sangat cepat sekali, Kinara ingat terakhir kali ia berada di apartemen 104 pagi tadi. Tapi, ketika ia bangun tidur sudah berada di kamar apartemennya. Jadi siapa yang membawanya kesini?
"Siapa, Ken?" tanya Kiano tiba-tiba yang membuat Kinara dan Dokter Dika saling bertatapan.
Kinara langsung berdiri dari tempat duduknya, ia berlari ke kamar kakaknya untuk mencari Ken. Tapi Kinara tak menemukan Ken disana, Kinara kemudian berkeliling ke ruang Apartemen dan tak menemukan Ken dimanapun. Kemana dia?
Harusnya Kinara merasa lega karna tak ketahuan menyembunyikan Ken di Apartemennya dari kakaknya. Tapi Kinara justru malah merasa gusar saat Ken menghilang entah kemana.
"Kamu cari apa?" tanya Kiano bingung melihat Kinara sedari tadi mondar-mandir seperti sedang mencari sesuatu.
Karna tak menemukan Ken dimanapun akhirnya Kinara kembali duduk di sofa. "Gak papa kak." jawab Kinara.
"Apa bener kemarin Apartemenmu dimasuki penyusup?" tanya Kiano merubah ekspresinya menjadi serius yang membuat Kinara langsung memandang kearah Dokter Dika.
"Bukan aku yang kasih tahu, tapi di lobi kakakmu kebetulan ketemu sama Pak Darma." sahut Dokter Dika dengan cepat, Karna tatapan mata Kinara seolah menuduhnya yang memberi tahu ke Kiano.
"Jadi, Nara nyuruh kamu diem aja dan gak ngabarin ke aku tentang masalah sepenting ini, Dik?" jawab Kiano sambil menatap serius Dokter Dika.
Sekarang giliran Dokter Dika yang merasa tak enak dengan Kiano. Ia jadi merasa serba salah, "Bukannya gitu, tapi ...."
Belum selesai Dokter Dika menyelesaikan kata-katanya, Kinara langsung menyela. "Emang aku yang nyuruh Kak Dika diem aja karna gak mau bikin Kak Kian khawatir, lagian aku gak kenapa-kenapa. Penyusup itu datang pas aku lagi di luar dan penyusup itu gak ngambil apa-apa dari Apartemenku. Uang tabungan dan semua barang berhargaku aman, Kak." ungkap Kinara panjang lebar mencoba membuat kakaknya tak khawatir.
"Beneran? terus apa coba alesan penyusup itu masuk kesini kalo gak punya tujuan apa-apa?" tanya Kiano.
"Mungkin cuma orang iseng aja, Kak." jawab Kinara menyembunyikan fakta yang sebenarnya.
"Kalau begitu aku akan pasang camera CCTV, buat jaga-jaga. Kalau kamu pas gak di apartemen aku bisa mantau apartemen dari jauh."
Kinara terkejut mendengar ucapan kakaknya, "Gak perlu sampe pasang CCTV segala kak, gak perlu berlebihan. Lagian aku yakin dia gak akan kembali lagi. Pihak keamanan Apartemen juga katanya mau benerin CCTV yang rusak di lantai 8 dan akan memperketat keamanan." ucap Kinara berusaha keras membujuk kakaknya. Kalau sampai CCTV benar-benar dipasang, bisa-bisa ia tak bisa lagi menyembunyikan Ken di apartemennya.
"Iya udah. Tapi Nara janji ya gak boleh nyembunyiin sesuatu dari kakak dan harus bilang ke kakak apapun yang terjadi." ucap Kiano serius.
"Iya, Kak." jawab Kinara.
"Kamu juga Dik, pokoknya kalau ada apa-apa harus langsung kabarin ke aku. Jangan pernah dengerin kalau Kinara ngelarang kamu ngasih kabar ke aku." ucap Kiano serius yang kini menatap wajah Dokter Dika
"Iya, Maaf ya Kiano. Besok-besok lagi aku gak akan dengerin bujukan Kinara lagi." jawab Dokter Dika sambil melirik ke arah Kinara.
"Nara, kakak mau nginep selama tiga hari disini. Kakak lagi ngurus berkas pembelian rumah kita yang dulu. Kalau semua urusan dan masalah udah selesai, kita bisa kembali tinggal ke rumah kita yang dulu." Kiano kini tersenyum lebar mengabarkan berita bahagia kepada Kinara.
"Serius kak? kalo perusahaan Papa gimana? Kakak berhasil ngerebut hati para pemegang saham?"
Kiano mengangguk. "Kini semua pengorbanan kita gak sia-sia. Kakak berhasil mengungkap perbuatan Tante Lita dan Om Hendra yang mengelapkan uang perusahaan."
"Kak Kian bener-bener luar biasa. Kalo gitu, nanti malem aku masakin makanan yang enak ya. Sekalian kita ngadain pesta kecil-kecilan." Kinara melempar pandangan menatap Dokter Dika, "Kak Dika bisa dateng kan nanti malem?"
Dokter Dika tersenyum sambil mengangguk, "Jadi gak sabar pengen makan masakannya Nara." canda Dokter Dika. "Kalau gitu aku pamit ya, mau ngebut kerjain laporan biar nanti malem bisa kesini." Dokter Dika beranjak dari tempat duduknya dan pamit pergi.
"Sampai nanti, Kak Dika."
•
•
•
Setelah Dokter Dika kembali ke apartemennya dan Kiano pergi mandi. Kinara memutuskan untuk datang ke apartemen 104. Masih banyak hal yang ingin ia bicarakan dengan Shinta dan ia juga akan bertanya tentang keberadaan Ken yang tiba-tiba menghilang.
Kinara mulai mengetuk pintu apartemen 104 beberapa kali tapi tak ada sahutan sama sekali dari dalam apartemen itu.
"Kayaknya Mbak Shinta dan Mas Rama gak ada didalem?" batin Kinara mulai mengambil ponsel dan mencoba menghubungi Shinta. Tapi sialnya ia lupa meminta nomer Shinta. Kinara akhirnya memukul-mukul kepalanya dengan kesal.
Tiba-tiba ponselnya bergetar. Kinara langsung menatap layar ponsel dan ia mendapatkan sebuah pesan dari nomer tak dikenal.
"Jangan usil! aku mengawasimu!" (Isi pesan dari nomer tak dikenal)
Kinara langsung menatap sekelilingnya dan melihat seseorang berjalan dengan cepat menuju lift. Kinara langsung berlari mengejar orang itu. Tapi begitu ia sampai didepan Lift pintunya liftnya sudah tertutup.
"Sial!" teriak Kinara kesal kemudian berlari kearah tangga darurat. Ia langsung menapaki ratusan anak tangga tanpa lelah hingga ke lantai dasar.
Saat sampai di lobi, Kinara langsung berlari secepat kilat keluar apartemen. Disana ia melihat sebuah mobil hitam melaju di depannya sambil membunyikan klakson.
"Coba saja tangkap aku!" teriak seseorang dari dalam mobil.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Jangan lupa Like 👍 dan Vote 💝 ya ....
Masukan ke Favorit ❤ dan jangan lupa beri Bintang 5 🌟
Happy Reading 🤗
Salam hangat dari author
"Neng Euis"
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Bintang 5 untuk karyanya...
salam manis dari KENANGAN dan FOREST GIRL 🤗🤗