Isyana Putri, gadis tomboi berusia 22th. Tanpa sengaja bertemu dengan
Briyan Adhinatha, seorang CEO tampan berusia 28th.
Karena suatu keadaan membuat Isyana harus melakukan nikah bohongan dengan Briyan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mandry, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
good job girl
" Ayah... " Tiba-tiba Isyana teringat ayahnya. Kemarahan ayahnya, tamparan ayahnya, kekecewaan diwajah ayahnya dan rasa sakit dihati Isyana atas fitnah itu. Semua berputar kembali di ingatannya.
"Hiks... Hiks... " Tiba-tiba Isyana terisak.
"Sayang jangan menangis... " Briyan berakting menenangkan Isyana.
'Ini anak beneran nangis atau cuman pura-pura sih...' batin Briyan
Mama Rianti mendekati Isyana dan memeluknya. Hati mama Rianti tersentuh dengan Isyana. Sedari tadi mama Rianti mendengarkan perkataan Isyana tidak ada kebohongan dan kepura-puraanan dari tatapan matanya.
"Sudah sayang jangan menangis. Kalau itu sangat menyakitkan tidak perlu kau jawab ya... " Mama Rianti menenangkan dan masih memeluk Isyana.
Isyana hanya diam dan sesekali terisak. Dia merasakan kehangatan dan ketenangan dalam pelukan mama Rianti. Terakhir kali dia merasakan pelukan hangat ini ketika ibunya masih hidup. Tiba-tiba dia teringat akan ibunya.
'Ibu... ' batin Isyana. Isyana kembali terisak.
"Maaf ya sayang kalau kita menakuti kamu" Ucap mama Rianti bingung karena Isyana kembali terisak. Semua yang ada diruangan bersimpati kepada Isyana.
"Tidak tante... Aku yang harusnya minta maaf" Ucap Isyana dengan suara serak. Isyana menyeka air matanya dengan punggung tangannya.
" Trimakasih tante... Pelukan tante mengingatkanku pada ibuku. Sudah lama sekali aku tidak merasakannya" Ucap Isyana dengan senyum yang tulus terkembang di bibirnya dan mata yang cukup lebam karena menangis.
'Semenyedihkan itukah hidupmu? Aku tidak tau tentangmu, Yang aku tau hanya kau diusir dari rumah' batin Briyan
'Aku cukup tau bagai mana rasanya tidak memiliki orang tua. mama Rianti dan papa Baswara lah yang telah memberiku arti orang tua' batin Tiyo
'Aku tau bagaimana rasanya kehilangan orang tua. Sangat menyakitkan' batin Anggita sembari mengusap lengan Isyana mencoba memberi semangat.
"Kalau begitu panggil kami mama dan papa. Iya kan pa? " Ucap mama Rianti meminta persetujuan papa Baswara
"Iya... Lagi pula kamu kan istri Briyan anak kami" Jawab papa Baswara
" Dan kamu Briyan... Cepat urus pernikahan kalian secara hukum" Perintah papa Baswara kepada Briyan
"Iya pa... " Jawab Briyan
'good job girl' batin Briyan
"Trimakasih tante... " Ucap Isyana
"Kok tante? Panggil mama" Perintah mama Rianti
"Iya ma... ma... " Ucap Isyana masih kaku.
'Aku jadi merasa sangat bersalah harus membohongi orang-orang sebaik mereka' batin Isyana
" Ya sudah... Karena waktu sudah sore mama mau nyiapin buat makan malam" Ucap mama Rianti
" Kalian makan malam disini y... " Pinta mama Rianti pada anak-anaknya.
"Iya ma... " Jawab Briyan dan Tiyo bersamaan
"Dan kamu bisa istirahat dulu dikamar Briyan. Kamu pasti lelah..." Perintah mama Rianti pada Isyana
"Briyan antar Isyana kekamar" Perintah mama Rianti pada Briyan
"Iya ma... " Jawab Briyan.
Briyan dan Isyana berjalan menuju ke kamar Briyan yang berada di lantai 2.
"Bagaimana menurut papa? " Tanya mama Rianti pada papa Baswara setelah merasa Briyan dan Isyana cukup jauh
"Aku merasa gadis itu gadis baik-baik. Selama tadi papa bicara dengannya papa tidak melihat ada kebohongan dimatanya" Jawab papa Baswara
"Iya ma... Aku rasa dia gadis yang baik dan masih polos" Tiyo mengutarakan pendapatnya
"Kamu mengenalnya mas?" Tanya Anggita pada Tiyo
"Tidak... Aku baru pertama kali bertemu dengannya kemaren malam di apartemen Briyan" Jawab Tiyo
'Sepertinya mereka tidak ada hubungan apa-apa, tapi kenapa sekarang mengaku suami istri? ' batin Tiyo
"Mama sih suka sama anak itu. Tapi mama tidak yakin dengan Briyan" Ucap mama Rianti
"Apa semudah itu dia bisa melupakan Calista? " Tanya mama Rianti
"Sudahlah ma... Jangan berfikir yang macam-macam. Kita doakan yang terbaik aja" Ucap papa Baswara
"Y sudahlah... " Mama beranjak dari duduknya. Dan menuju dapur untuk menyiapkan makan malam. Dia dibantu bik Inah dan Anggita.
1 vote mengiringi karyamu Thor.
semangat berkarya