Kisah seorang Angel yang tidur dengan seorang pria di dalam kamar hotel. Pria itu adalah Devan seorang pengusaha sukses namun sudah memiliki istri dan sangat mencintai istrinya.
Ayah Devan menyuruh untuk Devan agar mempertanggung jawabkan perbuatannya, dia harus menikahi Angel karena sudah tidur bersama Angel.
Karena berita itu Angel di cap sebagai wanita pelakor dan penggoda suami orang padahal dia tidak ada sedikitpun niat untuk menjadi wanita pelakor dan wanita penggoda.
Bagaimana kisah mereka?
Mengapa Angel bisa tidur dengan Devan?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ding-dong, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Aku mau pulang kalau bersama dia
Angel dan Devan tersentak kaget begitu mendengar suara Clara. Namun Devan tetap melanjutkan aktivitasnya setelah menoleh sebentar.
Clara bisa masuk ke dalam rumah itu karena Devan yang tidak menutup pintu. Rumah itu hanya bisa di buka dan di tutup oleh Devan sendiri.
Angel sudah sangat pucat karena melihat Clara yang sangat marah dan Devan juga yang masih menyelesaikan pengobatannya.
Clara benar-benar sangat kesal karena Devan tidak menggubrisnya dan malah masih fokus kepada Angel.
"Mas" bentak Clara sambil berjalan mendekat ke arah Angel dan Devan.
"Kak biar aku lanjutkan sendiri saja, mba Clara nanti salah paham sama kakak dan dia pasti akan marah sama kakak nanti" ucap Angel.
Namun Devan cuma diam dan masih fokus pada betis Angel.
"Kamu jangan marah-marah sayang, aku hanya mengobati betisnya saja" ucap Devan kepada Clara tapi matanya masih fokus ke betis Angel.
"Kamu nggak usah alasan mas, kamu memang benar-benar sangat tega sama aku, aku benci sama kamu mas" ucap Clara.
"Nggak mba, kak Devan tidak alasan kok, mba jangan marah sama kak Devan, kak Devan itu sangat mencintai mba" ucap Angel.
Devan menghentikan aktivitasnya sejenak lalu dia kembali melanjutkannya.
"Iya sayang benar yang di ucapkan Angel" ucap Devan kemudian duduk di sofa begitu selesai mengobati betis Angel.
"Kalian tidak perlu drama di depanku" bentak Clara.
Devan pun langsung menarik Clara agar duduk di pangkuannya.
"Siapa yang drama kita nggak lagi drama sayang" ucap Devan.
"Mas kamu bilang mau menyiksa dia tapi apa yang aku lihat kamu malah mengobati dia" ucap Clara kesal.
Devan pun terdiam karena memang benar yang di katakan Clara, dia saja bingung kenapa dia malah mengobati Angel, padahal Angel seperti itu karena dirinya.
"Mas kenapa kamu diam, kamu ini sudah mulai aneh tahu nggak, semalam kamu ninggalin aku yang sedang marah di kamar dan malah datang ke rumah istri mudamu, begitu sekarang kamu yah mas" omel Clara.
"Itu karena mas ada kelupaan disini sayang, dan aku mau pulang tapi hujannya deras banget jadi mas tidur disini saja dulu" ucap Devan.
"Lagian kamu kalau marahkan susah di ajak biar nggak marah lagi, kecuali di biarin sendiri dulu jadi mas disini saja dulu" ucap Devan enteng yang membuat Clara semakin kesal saja di buatnya.
"Mas lupa apa memangnya?" tanya Clara.
"Dan mas juga tidak biasanya bersikap seperti ini padaku biasanya kalau aku marah, mas pasti merayuku agar tidak marah lagi mau sesusah apapun itu, tapi ini mas malah ninggalin aku dan datang ke rumah wanita penggoda ini walaupun hujan deras" omel Clara lagi-lagi.
"Sekarang beritahu aku apa yang mas lupakan, dan kenapa ponsel mas nggak aktif semalam, pasti mas sengajakan biar nggak di ganggu" ucap Clara lagi.
Angel hanya menjadi pendengar saja, dia tidak mau ikut campur sama sekali.
Devan pun memikirkan alasan apa lagi yang akan di buatnya karena sebenarnya dia tidak melupakan apapun, dia langsung datang saja karena mengingat Angel yang pasti ketakutan, Devan bahkan tidak perduli dengan hujan deras, dia malah semakin ingin cepat sampai di rumah Angel begitu hujan semakin deras, dan setelah itu dia juga tidak mengerti kenapa dia malas pulang ke rumahnya bersama Clara dia lebih memilih tidur di rumah tempatnya mengurung Angel.
"Sayang semalam ponselku baterainya habis" jawab Devan sambil memikirkan alasan lain.
"Terus apa yang kamu lupa di rumah ini mas, apa, ayo katakan padaku?" tanya Clara dengan wajah yang semakin kesal.
"Mungkin kak Devan lupakan bukunya mba Clara" jawab Angel karena sejak tadi Devan hanya diam saja, Angel pikir mungkin Devan jadi lupa apa yang mau dia bilang karena Clara yang sudah marah-marah makanya dia mencoba mengingatkan Devan. Angel juga lihat Devan suka membaca buku.
Angel bagus banget kamu jadi buat aku memiliki alasan pada Clara batin Devan.
"Nggak usah ikut campur kamu yah Angel, dan perlihatkan wajah aslimu, kamu tidak usah sok memakai wajah polos seperti itu" ucap Clara sambil ingin menarik rambut Angel namun Devan menahannya.
"Mas kenapa kamu menahan aku sih, kamu bilang aku bisa menyiksa dia" ucap kesal Clara.
"Sayang benar yang di katakan Angel aku melupakan buku dan kamu nggak usah marah-marah seperti ini sayang kamu mau cepat tua" ucap asal Devan sambil menahan Clara.
"Oh mas sekarang sudah tega yah berbicara seperti itu padaku, mentang-mentang sudah ada Angel yang masih muda" ucap Clara.
Wanita kalau sudah cemburu pasti sembarang saja yang akan dia katakan batin Devan.
"Nggak sayang, kamu salah mengartikannya" ucap Devan.
"Terus kenapa mas tidak mau aku menyiksanya haa?" bentak Clara.
"Karena aku sudah menyiksanya sayang, kamu tidak lihat itu nanti saja kamu lanjutkan lagi" ucap Devan.
"Nggak mas aku ingin sekarang pokoknya aku mau sekarang" ucap Clara sambil ingin sekali mendekati Angel namun Devan selalu menahannya.
"Ayo kita pulang saja" ucap Devan.
"Sini ikut aku dulu sayang" ucap Devan lagi.
"Nggak mau aku mau disini saja, aku tunggu kamu disini" ucap Clara.
Devan pun tetap membawa Clara menuju kamarnya bersama Angel, untuk mengambil ponselnya. Dan Angel tetap duduk di sofa.
"Mas jangan bilang kalau mas tidur satu tempat tidur dengan Angel" bentak Clara.
Ya ampun aku bawa Clara kesini biar dia tidak ribut dengan Angel, tapi aku lupa kalau Clara pasti salah paham kalau mengetahui ini batin Devan.
"Emm sayang kamu jangan marah-marah lagi yah, kita nggak ngapain-ngapain kok selain tidur" ucap Devan pada akhirnya.
"Sudahlah mas aku benci sama kamu, kenapa kamu tega banget sama aku" ucap Clara sambil mengeluarkan air matanya.
"Sayang kamu jangan menangis yah" rayu Devan.
"Gimana aku nggak mau menangis kalau mas tega padaku" ucap Clara.
"Aku nggak pernah tega kok sama kamu sayang, aku satu tempat tidur karena disini cuma ada satu kamar sayang" ucap Devan memberikan penjelasan.
"Kenapa kamu nggak menyuruh dia untuk tidur di lantai saja" ucap Clara.
Devan pun hanya terdiam tidak bisa lagi berbicara, dan membuat Clara benar-benar semakin kesal.
Clara langsung keluar dari dalam kamar lalu berjalan menuju ke tempat Angel yang sedang duduk.
Clara benar-benar sudah sangat emosi dan dia sangat ingin menyiksa Angel.
Devan segera menyusul Clara yang sedang berjalan cepat.
Clara yang tangannya sudah hampir sampai di pipi Angel tidak jadi karena di tahan oleh Devan.
"Mas" teriak Clara.
"Sayang ayo kita pulang" ucap Devan.
"Aku mau pulang kalau bersama dia" ucap Clara sambil melihat Angel.