ZARA ALMEERA adalah gadis sederhana yang berjuang untuk keluarganya. dia terlahir dari keluarga yang sederhana, bagai menang lotre dia diterima bekerja di sebuah perusahaan yang besar dikotanya. disinilah awal hidup baru zara.
Di perusahaan itulah zara di pertemukan dengan laki-laki tampan nan mapan, ialah CEO perusahaan terbesar di kotanya, ALFATIH REYGA.
Hingga mereka teikat pernikahan karena suatu alasan yang di buat oleh sang CEO. Namun cinta perlahan hadir pada keduanya hingga mereka saling menerima satu sama lain. Namun konflik dalam pernikahan mereka datang silih berganti, menguji kekuatan cinta mereka. Akankah zara bertahan???
ALFATIH REYGA adalah pemilik perusahaan terbesar di kotanya, terlahir dengan kesempurnaan fisik tak membuatnya mudah mendapatkan seorang pendamping. desakan dari kedua orangtuanya yang mengharuskan dia segera menikah di usianya yang menginjak 28 tahun mengambil jalan pintas untuk menjebak seseorang untuk dijadikannya istri, ZARA !ALMEERA.
Takdir mempersatukan keduanya karena suatu alasan, namun takdir juga yang mempersatukan mereka lewat cinta yang perlahan hadir di hati keduanya.
Akankah zara bertahan apabila penjebakan dirinya yang mengharuskannya menikah dengan sang bos terungkap?
aku mencintaimu karna aku cinta, bukankah cinta tak butuh alasan dan penjelasan?
_ZARA_
kau mengubah seluruh jalan hidupku, mengatur hatiku untuk selalu mengarah padamu. bahkan tak ada celah untuk ku menyimpan nama yang lain selain namamu
_ALFATIH_
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Savana Alifa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
MALAM PERTAMA YANG TERTUNDA
Al melerai pelukannya, menangkup kedua pipi sang istri dengan jari-jari tangannya dan mengusapnya pelan, menghapus air mata yang mengalir disana. zara menunduk, memejamkan mata meresapi setiap sapuan halus jari sang suami di pipinya, "maaf..hik..hik..hik.."
"maaf untuk apa?" jawab al lembut
"maaf kalo penolakanku malam itu menyakitimu". zara mengangkat wajahnya menatap manik hitam al yang berhasil menenggelamkannya pada rasa rindu. hanya rindu, entahlah untuk cinta, zara sendiri tak tau tentang perasaannya, bukankah jika ada rindu cintapun ada??
al tersenyum lembut seraya berkata "tak apa"..
keduanya saling menatap dalam, seolah menyampaikan rindu yang beberapa hari ini menyiksa keduanya. saling mengunci dalam tatapan penuh damba. al mendekatkan wajahnya pada sang istri, memeringkan kepalanya untuk meraih bibir tipis zara. zara kalah, dia memejamkan matanya meresapi setiap rasa yang di sampaikan sang suami lewat ciuman lembutnya. kali ini zara tak akan menolak, menyerahkan seluruh raganya pada sang suami yang tentunya memanglah haknya. pelukan keduanya semakin erat, saling menempel satu sama lain, mengalirkan tegangan yang dihasilkan dari tiap-tiap sentuhan mereka. ciuman al semakin dalam dan menuntut, zara pasrah, dia hanya ingin menjadi seorang istri seutuhnya. al melepaskan pagutannya, menatap zara penuh hasrat, zara yang seolah mengerti akan tatapan suaminya mengangguk pelan, al kembali mencium bibir tipis zara, entah rasa apa yang zara rasakan, jarinya meremas kemeja di bagian pinggang yang al gunakan, perlahan tangannya naik mengusap dada al dan mengalungkannya pada leher sang suami. sentuhan sederhana pada bagian dada al membuatnya semakin gila, rasa panas tak bisa lagi dibendungnya, al menggendong zara tanpa melepas ciumannya, membaringkannya di atas ranjang berukuran king size itu.
dan terjadilah malam yang indah malam penyatuan mereka yang tertunda. decitan di ranjangnya seolah menjadi irama untuk kedua orang yang saling memadu kasih itu. keduanya hanyut dalam samudra kenikmatan yang sama-sama baru mereka rasakan.
🌹🌹🌹🌹🌹🌹
Setelah pertarungan hasrat yang melelahkan itu kini keduanya terbaring dengan berbalutkan selimut tebalnya. masih mengatur nafas yang sama-sama tak beraturan. al menarik zara dalam dekapannya, menjadikan lengan sebelahnya sebagai bantalan kepala zara. mengusap kepala sang istri penuh sayang. zara hanya memejamkan matanya meresapi setiap rasa yang al berikan padanya, rasa bahagia dan sakit muncul secara bersamaan.
"makasih zara". ucap al disela-sela usapan tangannya pada rambut hitam zara.
zara mengangguk tersenyum seraya melingkarkan tangannya pada pinggang sang suami.
"zara, apa kamu sedang menggodaku?"
"hemmm??" zara mendongakan kepalanya menatap sang suami yang juga tengah menatapnya. zara tak mengerti maksud suaminya.
"pelukan tanganmu membangunkannya lagi" al berkata dan tersenyum miring.
"ap..apa? mana mungkin" zara memukul dada polos suaminya pelan. zara kembali merasa gugup sekarang. pipinya merona bak tomat matang.
dengan sekali gerakan al menindih zara. ah ya ampun tatapan itu lagi, zara tau tatapan suaminya yang mendambanya kembali.
dan pertempuran sengit itu kembali terulang, entah berapa kali al membuat zara lelah, tubuh zara seolah menjadi candu baru untuknya. sepertinya al tak akan merasa puas pada zara.
hingga pagi menjelang barulah mereka tertidur. tubuh yang lelah dan tenaga yang habis terkuras membuat mereka terlelap cepat.
ah ya ampun ya ampun akhirnya zara kalah, jebol juga...
lanjut di next episode y....
cara al dari awal udh salahsemua .
nyesek aku
tp aneh aja ,,klo nyelametin ya udh nyelametin aja gk usah minta pamrih dong,,aneh si zeny,,tp aku curiga klo zeny nih gk sebaik keliatannya deh 🤭🤭