Novel ini bergenre horor komedi yang menghibur meski horor. Cinta bisa tumbuh kapan saja dan pada siapa saja. Termasuk cinta Mbak Kunti kepada Nurdin, bestienya yang notabene-nya manusia. Karena patah hati, Mbak Kunti pindah ke daerah lain.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Linda Lubi Channel, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
AKIBAT SALAH SERVER (27)
Penulis: Linda Lubi
Nurdin melakukan aqiqahan untuk bayinya. Warkop hari ini off dan berganti kenduri aqiqahan. Seluruh warga kampung diundang. Nurdin memotong 6 ekor kambing meskipun syarat aqiqah bayi laki-laki hanya 2 ekor saja.
Ia mengundang warga, keluarga, beberapa teman influencer dan beberapa followers setianya. Nurdin semakin tampan dengan baju koko-nya. Salima begitu terlihat bahagia. Keluarga besarnya juga hadir.
Setelah walimatul aqiqah (doa penutup) maka para tamu mulai mencicipi hidangan. Masih banyak yang baru datang.
Salima mulai was-was bila tamunya para wanita yang pada mimisan. Matanya terkadang hampir juling karena menerima salam dari tamu-tamu yang datang, tapi matanya tetap waspada ke tamu-tamu Nurdin. Takut Nurdin cipika-cipiki dengan tamu wanita. Ia juga heran, kenapa banyak tamu wanita yang mimisan.
Ini Aceh. Mana ada cipika cipiki dengan lawan jenis. Bisa dicambuk. Nurdin cipika cipiki hanya sama Mbak Kunti saja. Nggak ada yang lihat. Itu pun sebelum ada Salima. Sekarang Nurdin tidak tahu keberadaan Mbak Kunti. Ia nggak bisa mengundang Mbak Kunti.
"Selamat ya, Bang. Anak Bang Nurdin tampan Banget. Semoga jadi anak yang soleh." Hampir rata-rata respon tamu begitu saat menyalami Nurdin dan Salima di sampingnya.
"Nama bayinya siapa? Maaf, telat datang." Tanya seorang influencer.
"Anakku Tampan Sekali. Panggilannya, Tampan." Jawab Nurdin bangga.
Nurdin pegel karena harus bersalaman dengan ratusan tamu. Para influencer banyak yang bikin konten. Mereka mem-videokan bagaimana reaksi para tamu khususnya wanita saat melihat Nurdin. Banyak yang mimisan. Salima sendiri merasa nggak nyaman dan memendam rasa cemburu.
"Pemirsa, suasana aqiqah di rumah Bang Nurdin, benar-benar paling unik. Banyak wanita yang mendadak mimisan setelah bersalaman dengan Bang Nurdin." Fariz segera mencari salah seorang ibu-ibu yang mimisan.
"Bisa diceritakan, kenapa Ibu bisa mimisan setelah bersalaman dengan Bang Nurdin?" Tanya Fariz, seorang konten kreator dari Banda Aceh dengan rasa pinisirin yang menggebu-gebu.
"Gimana ya, ini bukan kali pertama kami mengalami mimisan. Jangankan bersalaman, melihat Nurdin saja kami sudah mimisan. Saya juga kurang tahu kenapa. Yang jelas semua wanita terkagum-kagum dengan ketampanan Nurdin." Jawab Ibu itu tanpa rasa malu.
Untung saat wawancara, posisi Ibu itu jauh dari Salima dan Nurdin. Coba kalau didengar Salima, bisa dijambak-jambak Ibu itu.
Fariz bukan hanya bertanya dengan 1 orang, tapi ada 5 orang dan jawabannya hampir sama semua.
"Wow, ini benar-benar sebuah fenomena yang sangat luar biasa. Pemirsa, saya Fariz, konten kreator dari Banda Aceh mengundurkan diri dan selamat makan kambing." Fariz mematikan siaran langsungnya.
Fariz kaget begitu melihat istrinya juga mimisan. Awalnya ia hanya ingin bikin konten siaran langsung, tapi ia kecolongan karena wabah mimisan itu terjadi juga pada istrinya. Kalau bukan karena ingin makan kari kambing, ingin rasanya ia ajak pulang istrinya. Gkgkgk.
Nurdin pun jadi merasa nggak enak hati karena banyak para tamu wanita yang mimisan. Para suami juga tidak bisa berbuat apa-apa. Semua ini bukan salah Nurdin.
"Din, kau masuk aja ke kamar. Biar Emak yang menggantikan posisimu di sini. Tak enak Emak mendengar gosip para tamu kita." Bisik Emak Nurdin.
"Iyalah, Mak. Nurdin pun sudah pegal-pegal ini Mak. Capek menyalami banyak orang." Nurdin pun masuk ke dalam.
Para tamu pria menjadi lega begitu melihat Nurdin masuk ke dalam rumah. Mereka tak perlu khawatir jika istri mereka bakal meninggalkan mereka.