NovelToon NovelToon
MENUNGGUMU JATUH CINTA

MENUNGGUMU JATUH CINTA

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintamanis / Patahhati / Perjodohan / Tamat
Popularitas:460.5k
Nilai: 4.9
Nama Author: EmeLBy

Aku ingin menjadi satu-satunya tempat pulang yang paling kau rindukan.
Untuk kita saling merawat dan membenahi kepingan hati yang hancur karena cinta masa lalu mu.

Aku adalah satu-satunya jiwa yang bahkan tidak memperdulikan tekanan batinku sendiri demi cinta yang telah ditakdirkan untukku.

Aku akan menaklukan hatimu, melepas lelah mu, mengukir tawamu, membuang duka mu.
Hingga kita bahagia.

Kisah ini mengisahkan pengorbanan seorang istri dalam meyakinkan hati suaminya. Berperang dengan masa lalunya. Dan menerima perjodohan yang telah di atur matang oleh kedua keluarga berketurunan Ningrat.

Sanggupkah seorang Roro Dwini Hadiningrat memperjuangkan cintanya...?
Mari, ikuti kisah ku.

Terima Kasih🙏🙏

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon EmeLBy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 26 : KEHILANGAN

Tetapi tangan kokoh Bimo menghentikan langkah Dwini.

Dwini menoleh ke arah Bimo untuk memastikan apakah suaminya yang telah menarik tangannya tersebut.

"Sayang jangan tinggalkan aku. Anin... Anin...!" Racau Bimo dengan mata yang masih terpejam dan mulut yang terdengar bergumam tidak jelas.

Dwini segera berusaha melepas genggaman posesif itu.

Tetapi semakin Dwini mengerakkan untuk melakukan perlawanan... semakin pula Bimo mencengkramnya lebih kuat.

"Mengapa Aninku sayang, mengapa...? Mengapa kamu pilih dia bukan aku, hah!!!" Suara Bimo semakin nyaring.

Mendengar nama Anin yang selalu Bimo kumandangkan hampir bersamaan dengan gema Adzan subuh itu, washlap di tangan sebelahnya pun ia lempar sembarang. Kini dengan bantuan tangan sebelahnya ia mencoba melepas cengkraman kuat Bimo.

"Lepaaas mas... lepaskan." Pinta Dwini setengah marah, setengah sedih. Atas kenyataan masih nama Anin yang ada dalam keadaan tidak sadarnya.

"Mau kemana... sayang mau menemui Emil, hah? Kamu adalah milik mas Anin, hanya mas yang pantas memilikimu seutuhnya." Jawab Bimo yang kini telah membuka kedua matanya.

Bimo memandang Dwini dari ujung kaki sampai ujung kepala, seketika libidonya meningkat. Tatkala matanya di suguhkan sebuah pemandangan wanita bertubuh sempurna, dengan lingeri ungu tua tembus pandang, sexy. Jiwa kelelakiannya meronta saat melihat itu.

Entah siapa yang ada di kepalanya, entah siapa yang di lihatnya saat itu, hingga kini tubuh Dwini telah terangkat dengan kedua tangan kokoh Bimo.

Di letakannya dengan kasar di atas kasur empuk berukuran king size tersebut.

Bimo tidak lagi peduli dengan teriakan demi teriakan Dwini, yang ia lakukan adalah menerk@m, ******@* rakus bibir mungil nan seksi milik istrinya.

"Manis sayang... tidak sia-sia kau menjaganya dari siapapun. Bahkan bibir ini sangat nikmat, aku dapat meraskannya bahwa ini adalah ciuman pertamamu bukan. Mas bahagia sayang... Anin terima kasih." Bimo terus saja mercau. Ia masih mengira baha wanita yang kini telah ia kungkung adalah seorang Anin.

Dengan bibir yang masih terpaut, tangan Bimo tidak tinggal diam bermaian di area gundukan berpuncak coklat kemerah mudaan itu. Bahkan kini linggeri tadi sudah tidak berbentuk, telah koyak, robek dengan kedua tangan kuat Bimo. Bahkan bagaimana caranya, Br@ juga setelan CD yang melekat di tubuh Dwini pun sudah tidak pada tempatnya.

Bimo melepaskan pagutannya, untuk menarik nafas. Kemudiaan matanya terfokus pada gundukan dua buah dewa yang tampak tegak menantang di hadapannya. Membuat Bimo semakin kalang kabut di buatnya.

Nafsu Bimo telah di ubun-ubun.

Ia tampak basah berkeringat.

Gelisah, saat hanya melihat gundukan itu.

Ngos ngos nafas Bimo mulai terdengar tidak teratur, yang kemudian bagai kesurupan, megis@p, menjil@t, juga memilin put***g puncak buah dewa di sana, dengan lidahnya. Tangan satunya membelai lembut anak anak rambut yang berserakan di wajah Dwini.

Sementara tangan satunya sibuk merem@as, Mengacak-acak, juga memilin puncak buah yang sebelahnya lagi.

"Rasa nikmat apa ini Tuhan?" batin Dwini di dalam hati, saat menerima perlakuan suaminya dengan kasar.

Dwini memang telah lama menunggu saat seperti ini, tetapi mereka lakukan atas nama cinta, itu yang di inginkan Dwini.

"Tetapi, pada subuh ini. Apa...? Mengapa nama Anin yang ia gaungkan saat ia di atas tubuh polosku." Batin Dwini terus saja meronta.

Dwini menangis terisak sambil tetap berusaha, agar suaminya mendengarnya.

"Mas Bimo... cukup mas. Aku bukan Anin. Aku Dwini istrimu. Mas... tolong Hentikan mas hikks...hiks...hiks." Tangin Dwini pecah bersama teriakan-teriakan yang ia ucapkan di telinga suaminya.

"Iya sayang ...kamu adalah istriku... Kamu istri mas Bimo. Hanya aku satu satunya yang akan memilikimu." Bimo masih menjawab, entah dalam keadaan sadar atau tidak.

Kini Dwini merasa lidah itu berpindah, bergantian sesuaka hatinya.

kadang ke kiri, kadang ke kanan. Yang di lirik Dwini, seluruh indera perabanya telah basah karena kecapan kecapan oleh suaminya.

"Mas... cukup mas." Pinta Dwini makin lirih dan tak berdaya.

"Apa sayangnya mas... kamu sudah tidak tahan lagi sayang. Sabar sayang, mas belum selesai di bagian atas. Kamu tau, saat kita masih bersama, betapa mas sangat menahan diri mas untuk tidak melakukan ini padamu sayang. Apa lagi di bagian sini, selalu membuat juniorku mengeras." ucap Bimo yang kemudian menerkam leher jenjang Dwini.

Terasa lama dan berpindah pindah di sana, entah apa yang ia lakukan. Yang Dwini rasa itu adalah sebuah hisapan-hisapan. Nikmat. Tetapi...ah.

Dwini memberanikan diri mengangkat kepala Bimo deri lehernya, dengan sekuat tenaga Dwini hanya dapat mengangkat wajahnya.

Dengan memegang kepala Bimo untuk berbicara pada suaminya.

"MAS... CUKUP. AKU BUKAN ANIN...!!!" Dwini marah dan berusaha untuk mendudukkan dirinya dengan sekuat tenaga.

Dan akhirnya ia pun berhasil lepas dari bawah tubuh Bimo, segera Dwini berdiri dan hendak mengurung dirinya di kamar mandi.

Namun Linggerie yang telah robek itu, justru membuatnya polos sempurna di hadapan Bimo.

Yang dengan secepat kilat, Bimo mengejar Dwini, menggendongnya kembali di letakannya di tepi ranjang itu.

Tubuh Dwini tidak di letakan dalam posisi sempurna, dua kakinya masih terjuntai di bagian bawah tepian sudut ranjang itu.

Dengan dua tangan Dwini menutupi daerah kewanitaannya, tetapi tangan lemah itu berhasil di tepis oleh Bimo, ia renggangkan kedua paha itu persis terbuka seukuran tepian sudut tempat tidur tersebut.

Bimo tampak tersenyum bahagia melihat pemandangan di depannya, danau kemerahmudaan dengan sedikit hiasan anak-anak rambut halus mengelilingi area itu, namun tetap menampilkan betapa tempat itu bersih dan terawat, yang ternyata telah cukup basah akibat permaian atasnya tadi.

Kini tangan Bimo menyelinap, meraba, mengelus bahkan menekan dengan telunjuknya dengan hati -hati. Memberikan kesan gelenyar aneh di sekujur tubuh Dwini. "Mungkin ini kenikmatan surga dunia yang ku nantikan, tetapi aku tau ini bukan di peruntukkan untukku, haruskah aku serahkan mahkota ku pada orang yang sangat ku cintai, namun tidak mencintaiku." Batin Dwini terus saja meronta.

"Maaas... cukup mas." tangis Dwini pecah lagi saat jari jari di bawah sana semakin memberikan sensasi yang semakin nikmat ia rasakan. Mulut Dwini berkata cukup, tapi tubuh bagian bawah sana berkhianat untuk terus meminta, permainan ini di lanjutkan.

Bibir Dwini kembali di sesap oleh Bimo. Sementara tangannya dengan cekatan melepas kain peutup pusakanya.

"Tenang lah sayang, mas akan cukupkan. Setelah menuntaskan yang ini."

Jawab Bimo dengan egoisnya, langsung menancapkan benda panjang berukuran tidak kecil, yang terasa sangat kuat dan keras.

"Aaaaaccchhh..." Dwini meringis tak sengaja saat benda itu mulai masuk ke area danau yang ia miliki.

"Mas suka teriakanmu sayang. Maaf, awalnya memang sakit sayang, karena ini pertama bagimu. Mas tau kamu perawan sayang." Ujar Bimo, sambil menghujani Dwini denga kecupan kecupan kecil pada kening, kelopak mata, hidung , pipi, dagu juga telinga Dwini.

"Mas Bimo... aku mencintaimu mas. Tapi mengapa kau sakiti aku begini." tangis Dwini semakin menjadi-jadi. Saat lagi, benda itu di ayun-ayun kan, di genjot keluar masuk, seolah berirama sesuai insting kelelakian Bimo.

"Mas mencintaimu Anin, sangat mencintaimu. Dan maaf..ini nikmat sekali. Mas sudah tidak bisa pelan lagi." Ujar Bimo yang semakin memacu gerakan di bawah sana semakin cepat, makin cepat bahkan lebih kuat.

"Maaaass....AAAaacccchh... maas." Ucap Dwini yang langsung terkulai lemah.

Bersambung ...

1
bunda n3
merajuk lah suamimu Dwi
Virgo Girl
Lupa niat awal ya Panda🤦‍♀️🤣
bunda n3
/Facepalm//Facepalm/
Shifa Burhan
contoh novel munafik adalah
*semua kesalahan suami diperjelas salah dan dibuat dicap kesalahan fatal dan harus dapat balasan dulu

tapi kesalahan istri malah dibenarkan dan dianggap bukan kesalahan

ini lah contoh pemikiran munafik wanita yang dibawa kedalam karya novel
Shifa Burhan
Bima dengan masalah lalu sudah dianggap kesalahan fatal

dsini dengan pria lain ketemuan, berintrkasi sebagai teman yang fakta sudah sangat keterlaluan dianggap hal biasa

emang susah kalau pemikiran wanita egois dibawa kedalam novel
bunda n3
malah Ayahnya Dwini yg peka
bunda n3
kenapa harus banting pintu segala Bu?
Virgo Girl
Hahaha.... Pak Poll klo ketemu kesayangan bs ngegombal gtu yaaa...😃😃
bunda n3
Bimo ga mau rugi
Virgo Girl
Huahahaha.... lucu banget deh... bikin reader senyam senyum, cekikika sndri kyk aku. Keren karyamu ini Kak 👍👍
Virgo Girl
Uwuuuu banget sih ahli tambang kita🤣🤣
Virgo Girl
Baru ketemu novel ini. Author lucu juga, bs tuh jajal. kontes SUCI...😃😃
bunda n3
Dwini hamidun
bunda n3
Bimo romantis juga
Virgo Girl
Pak irwan dah kayak marketing kartu kredit nihh...kejer target🤣🤣
Virgo Girl
Wadawwww.. . pak Irwan ternyata sang secret admirer Dwini🤣🤣
bunda n3
kan butuh tenaga mas Bimo
bunda n3
Hareudang
bunda n3
ternyata prank
bunda n3
Lagian Bimo juga tidak jujur dari awal, tau pernikahannya sedang tidak baik baik saja, knp tidak mengajak serta istrinya saat bertemu Renata
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!