NovelToon NovelToon
Keluargaku Adalah Hama

Keluargaku Adalah Hama

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Nikah Kontrak / Balas Dendam
Popularitas:4.3k
Nilai: 5
Nama Author: Ummu Umar

Aminah dipaksa Bekerja banting tulang untuk kesejahteraan semua anggota keluarganya tapi tak pernah dianggap sama sekali.

Bahkan lelaki yang dia cintai dan dia bantu mencapai cita-cita nya pun menusuknya dari belakang dengan memanfaatkan dirinya,

Mampukah dia bangkit setelah semua kesakitan yang dia terima

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ummu Umar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 24

Tukang kunci yang diancam seperti itu langsung berdiri dan bergegas pergi dari sana, dia hanya mengerjakan pekerjaannya, dia tidak tahu menahu soal seperti itu.

"Mau kemana?, pekerjaanmu belum selesai, buka pintu rumah ini". Teriak Hermawan dengan kesal.

Dia menatap tajam kedua parubayah seusianya yang ternyata juga menatapnya.

"Aku tidak akan pergi dari sini, aku tidak terima semua ini, aku akan tetap masuk kerumahku". Ucapnya penuh penekanan.

Dia tidak peduli apapun perkataan keduanya karena dia tidak percaya jika Halimah menjual rumah ini.

"Terserah anda saja, yang jelas jika anda berusaha masuk kami akan membawa polisi untuk menyeret anda, tentu saja kami akan menang karena kami punya akta jual belinya". Ucap Pak Rayhan sambil tersenyum sinis.

"Benar, saya juga salah satu saksinya saat berkas itu ditandatangani jadi terserah apa kata anda, sebentar lagi saudara kami akan datang untuk tinggal karena saya sudah mengontrakkan rumah ini kepada mereka dan mendapatkan uangnya, jadi persetan apa yang anda katakan".

Hermawan mengeram penuh amarah, dia tidak bisa berbuat apa-apa jika seperti ini, keduanya tentu saja tidak akan bisa berbohong karena mereka adalah aparat negara yang tentu saja tahu prosedur hal itu apalagi mereka akan memanggil polisi, dia akan dalam masalah besar.

Dia memesan mobil online untuk membawa kopernya pulang kerumah istrinya yang baru, dia sungguh menyesal meladeni istri barunya untuk pergi berlibur dan sekarang dia kehilangan segalanya.

"Aku tidak akan tinggal diam, aku pasti akan menemukan Halimah dimana pun dia berada, perempuan lumpuh sialan itu harus mati". Ucapnya dengan kasar

Rayhan yang merupakan sahabat semasa muda Halimah akhirnya meradang, dia mencengkram kerah baju Hermawan dan melayangkan pukulan keras kepada wajahnya sehingga dia tersungkur.

"Jangan pernah menyentuhnya, aku akan seret kamu kekantor polisi dengan perselingkuhan dan juga penganiayaan, kamu pikir saya tidak punya bukti?, jika bukan karena kamu suami Halimah sudah aku hajar kamu sejak dulu".

Reyhan kembali maju tapi terhalang oleh sahabatnya yang tengah menggelengkan kepalanya untuk menaruhnya berhenti.

"Biarkan saja dia, dia pasti akan mendapatkan balasan pahit dari perbuatannya kepada anak dan istrinya selama ini, jangan kotori tanganmu untuk memukul lelaki biadab itu".

Rayhan tidak mengatakan apapun tapi mengangkat kembali kerah baju Hermawan dan menghempaskannya dengan sangat kasar hingga lelaki itu terhuyung menabrak koper-kopernya.

"Pergi dari sini sebelum saya panggil semua orang untuk menghajar mu, mereka akan sangat senang bisa memukul manusia pezina seperti mu". Ucapnya dengan geram.

Dia bersiap untuk memanggil mereka tapi saat akan berteriak sebuah mobil berhenti didepan mereka dan itu adalah mobil online yang dipesan oleh Hermawan.

"Bagus, pergi yang jauh dan jangan tampakkan wajahmu disini lagi, atau semua warga akan menghajar mu tanpa ampun". Ancamnya dengan tangan mengepal.

Hermawan hanya bisa mengeram marah, dia ingin membalas tapi tenaganya tidak seimbang apalagi lelaki parubayah didepannya lebih berotot dan bugar darinya.

"Dasar pecundang, beraninya sama perempuan saja" Sungutnya dengan kesal melihat Hermawan pergi tanpa mengatakan apapun.

Sahabatnya hanya bisa menepuk pundaknya pelan, memberi dukungan karena mereka memang bersahabat dengan Halimah sejak muda jadi tahu apa yang terjadi pada sahabatnya itu dan mereka berjanji akan membantu jika Halimah sendiri membutuhkannya.

"Ayo, biarkan saja toh dia tidak akan kembali, dia kelihatan percaya jika rumah ini sudah dijual padahal hanya disewakan, ide Aminah sangat bagus sekali".

"Kamu benar Bagas, Aminah anak yang pintar dan juga baik, aku bersyukur dia datang diwaktu yang tepat sehingga Halimah bisa diobati dan terurus".

"Ya sudah, ayo pulang biarkan saja dulu, kalau dia datang lagi kita buat dia menyesal".

Rayhan hanya mengangguk pelan kemudian berjalan menjauh dari rumah Halimah.

Rumah itu memang rumah warisan dari ayah Halimah, mereka memang tinggal di wilayah yang sama dan mengenal sejak masa SMA jadilah mereka sangat akrab sejak dulu tapi sejak menikah Halimah membatasi pergaulannya dan lebih sibuk dengan keluarga kecilnya tapi sesekali mereka bertemu dijalan.

Sesampainya dirumah yang dia beli untuk istri barunya itu, dia menghempaskan semua koper itu dengan keras karena emosi yang meluap. sedangkan perempuan berusia 40 tahun itu menatap suaminya dengan heran.

"Kamu kenapa mas datang-datang marah sampai melemparkan koper seperti itu?, terus ini koper siapa kok banyak banget?". Tanyanya dengan beruntun

Hermawan menatap istrinya dengan kesal, emosinya kini langsung meledak mendengar perkataan istrinya itu.

"Ini semua barang-barang kita yang ada dirumah Halimah, dia menjual rumahnya saat kita tidak ada, ini semua salahmu siapa suruh kamu memaksaku untuk pergi liburan meninggalkan perempuan lumpuh itu sekarang lihat!, kita tidak bisa mendapatkan rumah itu dan harta Halimah". Bentaknya dengan suara menggelegar

Perempuan bernama Rossa itu langsung mundur satu langkah karena ketakutan, dia menelan salivanya melihat amarah dan murka suaminya kepadanya barusan

"Maaf mas aku-...". Ucapnya terputus.

"Ini memang semua karena kamu tidak sabaran, sudah aku bilang tunggu perempuan lumpuh itu mati baru kita liburan dan merayakannya sekarang kita tidak dapat apa-apa karena keegoisan mu". Teriaknya kembali

Harta yang sangat dia tunggu akhirnya lepas dari genggamannya apalagi dia tidka tahu jika Aminah sang anak sulung akan datang dan membawa ibu dan adiknya pergi, dia yakin Mayra pasti sudah menceritakan pada kakaknya tentang perbuatannya dan ini semua pasti ulah anak sulungnya.

"Maaf mas". Jawabnya pelan.

Dia menunduk ketakutan, dia tidak tahu jika akan terjadi seperti ini, dia kira Halimah tidak akan berbuat macam-macam karena dia lumpuh apalagi Mayra masih kecil dan tidak tahu apapun tentang masalah ini.

"Sial sekali aku". Umpat Hermawan menghempaskan semua bantal yang ada di sofa tamu.

"Bagaimana bisa mas, bukannya kita sudah mencari di semua sudut rumah kamu tapi tidak menemukan apapun terus bagaimana ceritanya mereka bisa mendapatkan berkasnya?".

Rasa penasaran akan berkas-berkas yang dia dan suaminya cari mati-matian tapi tidak ketemu, bagimana bisa anak-anak itu menemukannya.

"Aminah itu hanya lumpuh tapi dia tidak bisu Rossa, dia tidak mengatakan apapun pada kita sekalipun kita menyiksanya, dia pasti menunggu jika kita pergi lalu melakukan hal ini, dia sengaja".

Hermawan mengacak rambutnya dengan sangat kasar, dia baru sadar hal itu, istrinya itu lumpuh tapi masih bisa berbicara pelan dan terbata-bata dan dia yakin itu bukti kongkrit yang digunakan dua lelaki tadi untuk membantu Halimah menjual rumahnya.

"Terus sekarang bagaimana mas?, kita harus mencari kak Halimah dan mengambil kembali berkasnya".

"Tapi aku tidak tahu dimana dia".

1
Anime aikō-kā
Keluargaku Adalah Hama
Test Baru
kak kok belum up lagi 🙏🙏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!