Seorang abdi negara yang berusia matang, di pertemukan dengan gadis muda yang tingkahnya mirip petasan.
~
"Okee, kalau gitu kita fix tidak ada apa-apa yaa?"
"Iya, saya fix benar-benar pacar kamu!" jelasnya lagi sambil menirukan gaya bicara gadis di depannya.
"Apa?"
"Ihh, Bapak jangan ngawur yaa!"
"Saya tidak ngawur, sudah kamu sebaiknya cepat istirahat."
"Tidak mau! Saya mau Pak Braja tarik kata-kata barusan."
"Pantang bagi saya menarik ucapan yang sudah saya katakan."
"Uhhh! Ranti over kesal, ia mendelik sambil memukul-mukul dada bidang pria tersebut. "Kalau begitu rasakan bagaimana punya pacar yang rewel dan juga merepotkan, satu lagi jangan sampai siapapun tau perihal ini, kalau tidak saya sunatt ulang burung bapak," ancamnya dengan raut ketus yang sayangnya nampak berkebalikan dan begitu konyol.
Mendengus geli, Braja mengangguk mengiyakan ucapan gadisnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mitta pinnochio, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Sesuatu yang ambigu
Ranti terbengong, jongkok di dalam kamar mandi. Semalaman ia tidak bisa tidur gara-gara Pak Braja entutt, yang tidak di sangka-sangka mencuri ciuman di pipinya. Di tambah pria itu dengan pedenya mengatakan kalau dia itu pacarnya, yang benar saja? Bahkan kepikiran pun Ranti tidak pernah, ehh tau-tau ini malah main jedor saja.
Akibatnya, Semalaman ia terjaga tak dapat tidur. Sampai-sampai ia harus berolahraga kecil di dalam kamar demi menarik rasa kantuk yang entah bersembunyi dimana. Ia semalam juga sempat berpikir untuk kembali naik ke atas pohon saking gabut dan bingungnya. Tapi beruntung, hal itu hanya sebatas angan-angan, sebab teringat akan ucapan Mbok Darmi tentang kesambet malam-malam, lantas ia urung melakukan nya.
Dan endingnya, ia hanya berputar-putar di atas ranjang yang bergerak konstan seperti jarum jam. Benar-benar sial!
Tapi yang semalam itu benar tidak sihh? Ranti ragu, nanti takutnya ia cuma menghayal. Tapi, kok pas di "Cup," Rada ada rasa gelinya, Yahh walau cuma sekedipan mata.
Menyentuh kembali pipinya sambil merengut membayangkan wajah Pak Braja. "Ini tidak benar! Yang tadi malam itu pasti tidak betulan, Lagi pula mustahil sekali jika Pak Braja menyukai ku, sementara kemarin pagi jelas-jelas ia sedang berduaan dengan mbak biduan," sungutnya kian mecucu, "Tapi kalau tidak sungguhan lalu ciuman itu ... Ehh!" Teringat kecupan semalam sejurusnya Ranti langsung menepuk keningnya.
Haisshhh, kann! Jadi kepikiran yang iya-iya, Bener kata si Mbok, kelamaan melamun bisa bikin kesambet setan! Ihh jangan-jangan ini kamar mandi ada hantunya.
"Husss ... Huss .... Sana, pergi! Aku mau mandi, dasar demit mesum! Pergi kamu, bintitan matamu nanti kalau ngintipin saya mandi," celotehnya asal sembari berdiri dan menggerakkan tangan, pun kemudian bergegas mandi.
~
Lembayung pagi samar-samar menyorot terang. Bias cahayanya nampak menyilaukan di balik sendunya gumpalan awan.
Waktu telah menunjukkan pukul 5 pagi tepat dan Braja sudah duduk siap di dalam mobil. Bersidekap menikmati keheningan, sesekali ekor matanya tampak melirik ke dalam rumah, mencari keberadaan Ranti.
Namun, selang waktu yang tadinya ia duduk tenang berangsur gusar, terhitung sudah 10 menit lamanya ia menunggu, lantas ia hendak keluar, pun tepat saat ia akan membuka pintu tiba saja sosok yang tengah di tunggu nampak berlari terburu ke arahnya.
Ranti dengan nafas memburu masuk kedalam mobil dan duduk begitu saja.
Braja yang melihat itu pun, lantas menaikan sebelah alisnya. Pasalnya tak seperti biasanya, Gadis itu duduk dan kontan memunggunginya, terlebih ia juga diam atau sekedar nyengir jika ketahuan ingkar.
Beralih menatap ke bawah, di lihatnya kakinya yang mungil sudah memakai sepatu snikers putih yang nampak familiar baginya.
Braja lantas memacu kendaraannya dengan segera, takut jika kemacetan akan segera menghadang jika ia tak lekas bergerak.
*
*
*
Sampai di lahan parkir markas pusat, Ranti yang sejak tadi diam tanpa sepatah kata, bangkit dengan cepat dari kursi mobil dan segera keluar. Ia kemudian berputar mengitari mobil dan berdiri di depan Braja yang baru saja keluar.
Dengan raut sengit nan melotot tajam, pikirnya ia akan terlihat garang padahal jika ada cermin, Ranti akan bisa melihat sekonyol apa wajahnya sekarang.
"Maksudnya semalam itu apa?" todongnya langsung.
Braja mengangkat alis samar, seolah meminta Ranti memperjelas ucapannya barusan.
Berdecak kesal. "Ihh, yang semalam itu tidak benar kan? Bapak pasti bercanda kan?"
"Ohh itu," mendengus geli. "Itu benar, saya pacar kamu sekarang," jelasnya santai.
Heeyy!
Ranti sontak berjinjit menutup mulut pria itu. "Bisa tidak usah keras-keras, tidak? Bapak sengaja yaa biar ada yang dengar?" ketusnya mendelik tajam.
"kalau tidak ingin ada yang dengar, kenapa membicarakan ini di luar mobil bukannya di dalam?"
Ehh, benar juga yaa.
Menggeleng, ia masih senantiasa berjinjit sambil meletakkan jemarinya di mulut pria itu. Ya walau kenyataannya ia hanya mampu menggapai sebatas dagu, salah sendiri juga tinggi badannya terlampau pendek.
"Tetap saja, yang jelas Bapak yang salah!" Eyelnya bersikeras.
Sejurusnya ia berdiri semula dan meraih tangan pria itu nan mengecupnya.
"Assalamualaikum."
Belum sempat Braja menjawab, tiba-tiba gadis itu kembali melompat sambil menyentil kecil ujung bibirnya.
"Uhh! Saya kesal sama mulut Bapak yang asal bicara," serunya lalu ngacir begitu saja.
Tergelak, butuh beberapa saat untuk Braja tersadar dari keterpakuan. Mata melihat Ranti yang sudah berlari jauh di depan sana, lantas mengerjap nan berdehem canggung. Menarik sudut bibirnya, ia mendengus tak habis pikir akan gadis itu barusan.
...----------------🍁🍁🍁----------------...
Yang minta update cepat, jangan lupa tekan icon biru minta update di bawah laman like dan komentar yaa.
Ohh iya, Mitt² mau ngucapin selamat beribadah puasa, semoga puasa kali ini kita selalu di berikan rahmat serta keberkahan yang berlimpahh. 🙏🤗
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
hhuuuuaaaaaaa 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
wesss tabok ae Ran....
jan macam² kamu BajaHitam...
s' BajaHitam ini ya...
klo smp rindu beneran ku tabok pake teflon keramat...
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤭🏃🏃