NovelToon NovelToon
Hati Yang Terluka

Hati Yang Terluka

Status: tamat
Genre:Romantis / Romansa Modern / Tamat
Popularitas:1.2M
Nilai: 5
Nama Author: Astirai

Langkah yang ku tempuh sudah terlalu jauh, tetapi sepertinya tidak berujung...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Astirai, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 26

“Sore Ren. Gimana sudah

sehat kan..?”

“Sore. Udah mas, kemaren

juga udah ngantor kok, tapi cuma setengah hari.”

“Kayaknya cuma sakit

sebentar, kamu sudah terlihat agak kurusan....”

“Masak sih.... perasaan

sama saja...”

“Yaaa.... kan orang lain

yang ngelihat.... o ya...ini aku bawa sesuatu. Mudah-mudahan cocok dengan

seleramu.” Kata Bram sambil menyerahkan paper bag. Renata heran

“Apa ini mas...?”

“Buka ajaaa....”

Renata pun membuka. Dan

terlihat dua botol parfum yang dari mereknya memang parfum kesukaan Renata.

“Kok mas Bram tahu kalau

ini merk parfumku...?”

“Apa sih yang gak aku

tahu tentang kamu..???” Bram menjawab sambil nyengir. “Kan aku lihat di kamar kamu

waktu kamu sakit, kan merk itu parfummu yang kebetulan tinggal sedikit ...?

Renata ingat, Bram memang

sudah masuk di kamarnya waktu dia sakit, dan memang parfumnya tinggal sedikit,

karena waktu menemani Bram membeli kaos untuk tennis, dia sempat mencari parfum

di mall, yang kebetulan merk kesukaannya habis.

“Makasih mas, pake

repot-repot beli parfum segala.”

“Gak repot sih. Karena

kebetulan punyaku juga hampir abis, dan sekalian beli juga buat mami..”

Mbok Jum keluar membawa

secangkir kopi dan kue-kue kering.

“Monggo den diminum..”

“Makasih mbok..”

‘Mbok minta tolong ini

dibawa ke kamar ya..” Kata Renata sambil menyerahkan paperbag kepada mbok Jum.

“Ya jeng....”

“Ren kita jalan yuk..” Ajak

Bram setelah mbok Jum pergi ke belakang.

“Kemana...?”

“Yaaaa... muter-muter aja

kemana gitu, sekalian makan. Ngilangin penat, dua hari full aku meeting.

Rasanya kepala pusing”

Renata diam, memikir

sejenak.

“Tapi kalau kamu gak mood

ya gak papa kita ngobrol di rumah aja.” Kata Bram yang melihat Renata masih diam.

“Oke mas, aku ganti baju

dulu.” Renata bangkit berdiri dan menuju kamarnya untuk berganti pakaian,

sementara Bram meminum kopinya dan memakan kue kering. Tak lama Renata keluar

dengan memakai celana jeans dan baju santai serta sneaker yang senada dengan

warna bajunya. Rambutnya diikat agak ke bawah.

“Waahhh... aku dikira jalan

sama ABG nih....” Kata Bram begitu melihat penampilan Renata.

“Haaaa,,,, kenapa mas...????”

Tanya Renata heran

“Lha iyaaa... kamu

seperti anak SMA dengan penampilan begitu Ren...” Kata Bram tersenyum

“Terus... harus kayak

emak-emak maunya mas Bram...?”

“Yeeee... siapa bilang

begitu..??? Aku suka kok..” Jawab Bram sambil tersenyum manis.

“Udah ah... jadi jalan

gak nih..? Atau aku ganti baju..?” Jawab Renata sambil sedikit cemberut.

“Iyaaa... iyaa... Ayo... gitu

aja ngambek.” Kata Bram sambil berdiri dan mengusap kepala Renata.

Keduanya keluar rumah dan

tak lupa pamit dengan mbok Jum.

Sesaat setelah mobil Bram

berjalan, rupanya Erwin datang, dan dia masih sempat melihat Renata masuk ke

dalam mobil dan meninggalkan rumah, tetapi Erwin tidak tahu dengan siapa Renata

pergi. Wajah Erwin terlihat kecewa karena tidak bertemu dengan Renata.

Apakah kamu sudah

menerima kehadiran laki-laki penyembuh luka hatimu Renata? Siapakah laki-laki

itu? Atau kamu pergi dengan temanmu? Tapi ini kan malam minggu. Kata Erwin

dalam hati.

Bebagai pertanyaan muncul

dalam pikiran Erwin. Rupanya dia sudah tahu masa lalu Renata dari Tia, pada

saat dia menceritakan perasaannya terhadap Renata kepada Tia.

Hatinya sedikit kecewa

karena tidak bisa bertemu dengan Renata. Ini adalah malam minggu pertama dia

mau berkunjung ke rumah Renata. Dan dia merasa dirinya bersalah karena tidak

memberitahu Renata kalau akan datang ke rumahnya. Maksudnya akan memberi

surprise. Tapi..... Biarlah... toh hari Senin dia akan ke Surabaya untuk urusan

kantor dengan timnya, yang didalamnya ada Renata. Jadi bisa tanya langsung saat

di Surabaya. Kata hati Erwin untuk menghibur dirinya.

*****

“Kamu pengen makan apa

Ren...” Tanya Bram setelah sekitar dua puluh menit di tengah perjalanan.

“Apa aja mas, terserah.

Aku cuma pengen makan buah aja..” Jawab Renata pendek

“Tuuuhhh....

kan.... kumat lagi males makannya.”

“Lagi

gak ingin makan macem-macem mas.” Renata berdalih

Kemudian Renata diam. Dia

lagi malas berdebat dengan Bram. Pandangannya ke luar jendela. Lalu lintas

malam minggu cukup padat, tapi tidak menimbulkan kemacetan. Ahhh.... sudah

berapa lama aku tidak menikmati malam minggu dengan cowok? Rasanya terakhir

adalah saat Adhit akan berangkat ke luar negeri. Ah... lagi-lagi bayangan Adhit

muncul. Sebegitu besarnyakah perasaan cintaku padanya? Tapi rasa sakit ini???

Renata menghela nafas berat. Sekuat hati dia menahan agar air matanya tidak

menetes.

“Ren....”  Bram memanggil nama Renata, tetapi tidak ada

sahutan. Renata masih asyik dengan lamunannya, tidak menyadari kalau ada

panggilan.

“Renata....” Kembali Bram

memanggil dengan tangan memegang tangan Renata..

“Eh... iii... iya mas,

kenapa?” Jawab Renata tergagap karena kaget sambil menoleh.

“Apa yang kamu pikirkan

sih, kok sampai segitunya..??” Tanya Bram lembut

“Gak ada mas....” Renata

menggelengkan kepalanya. Bram menarik tangan Renata dan menciumnya.

“Mas... ih...!!!” Renata

buru-buru menarik tangannya. Dia selalu merasa gugup dengan perlakuan romantis

dan lembut dari Bram.

“Kenapa Ren...??? Kamu

tidak suka..???”

Renata terdiam. Dadanya

berdesir mendapat perlakuan Bram yang demikian. Ada rasa sakit di dadanya.

Seandainya Bram bersikap cuek, itu akan lebih baik bagi Renata, tapi ini....

begitu lembut dengan semua perhatiannya yang sangat besar terhadap dirinya.

Bram tidak pernah bicara ketus.Tutur katanya sangat sopan. Ah.... Renata

kembali menghela nafas berat.

“Sory Ren kalau kamu

tidak suka. Tapi aku akan tetap melakukannya, kamu suka atau tidak suka...”

Kata Bram menoleh sambil mengelus puncak kepala Renata.

“Apa mas Bram biasa

bersikap begitu pada perempuan...?” Tanya Renata.

“Ya... hanya pada  perempuan yang aku cintai.. !” Jawab Bram

tegas sambil tersenyum manis. Renata terdiam dengan jawaban yang mematikan dari

Bram, tidak bisa lagi berkata apa-apa. Kembali membuang pandangannya ke luar

jendela. Hatinya merasa teriris. Maaf mas... aku belum bisa memberikan seperti

apa yang kamu berikan padaku. Kembali Renata berkata dalam hati.

“Ehh.... ngomong-ngomong

kita mau makan apa nih... dari tadi jalan terus...?” Bram kembali mengagetkan

Renata.

“Tuuu.... kannn... diem

lagi. Pengen makan apa Ren..??” Tanya Bram lagi mengulang.

“Mas Bram maunya makan

apa..?”

“Kok balik nanya sih....”

“Yaaa... aku bingung juga

mau makan apa...”

“Gimana kalau steak,

kayaknya kamu suka juga kan dan gak terlalu berat...?”

“Oke terserah aja...”

Renata setuju.

1
Amarantha Chitoz
makasihhhh
Amarantha Chitoz
lanjutin....
Amarantha Chitoz
sasa bisa aza....
Amarantha Chitoz
selamat
Amarantha Chitoz
smoga lancar
Amarantha Chitoz
lanjuttt
Amarantha Chitoz
hati2
next
Amarantha Chitoz
siippp next
Amarantha Chitoz
positif
Amarantha Chitoz
hamil....????
Amarantha Chitoz
jangan2 hamil ya, mudah2an
Amarantha Chitoz
sedih kannnn
Amarantha Chitoz
next yaaaaaa
Amarantha Chitoz
up.....
Amarantha Chitoz
ribet
Amarantha Chitoz
sembuh ya...
Amarantha Chitoz
stop lebay
Amarantha Chitoz
siiiipppp.. lanjut
Amarantha Chitoz
next lah
Amarantha Chitoz
ayo mulai pelan2
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!